Anda di halaman 1dari 2

Permasalahan Perubahan Konsep dan Upaya di SMAN 1 Lumajang

Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru biologi di SMAN 1 Lumajang yang
mengajar di kelas X dengan jumlah kelas sebanyak 9 kelas menyatakan bahwa, guru biologi
mengetahui terkait perubahan konsep siswa yang diartikan sebagai “perubahan konsep dari
awalnya belum mengerti menjadi mengerti bahkan sebaliknya”. Menurut hasil wawancara
perubahan konsep siswa akan terjadi setelah proses pembelajaran berlangsung. Selanjutnya
terkait konsep awal sebelum masuk ke materi pembelajaran biasanya guru memberikan apersepsi
yang tujuan merangsang siswa untuk berpikir dan mengulas kembali terkait materi yang sudah
diperoleh di tingkat pendidikan sebelumnya dan menurut guru konsep awal siswa sebenarnya
sudah benar dengan konsep biologi namun ada beberapa siswa yang cenderung memiliki konsep
yang salah. Berdasarkan hal tersebut dalam hal materi menurut hasil wawancara materi yang
dirasa sulit oleh siswa adalah materi virus karena siswa terkadang masih berandai-andai
bagaimana sebenarnya struktur virus, bentuk virus dan hal-hal lain menyangkut materi virus. Hal
tersebut salah satunya disebabkan karena tingkat kognitif siswa yang kurang karena dengan
berlakunya sistem zonasi saat ini maka sekolah tidak bisa menyaring pengetahuan siswa sebelum
masuk SMA.

Pengetahuan yang berbeda-beda tersebut menjadi tantangan terhadap tugas guru untuk
melakukan pembelajaran yang dapat diterima semua siswa sehingga tidak terjadi miskonsepsi
terhadap konsep siswa. Namun berdasarkan wawancara guru menyatakan bahwa sebenarnya
meskipun konsep awal siswa sudah benar namun terkadang siswa cenderung mengalami
kesulitan dalam memahami konsep selama proses pembelajaran, hal ini terlihat berdasarkan hasil
evaluasi tugas kelompok dan hasil ulangan harian. Faktor yang menjadi penyebab perubahan
konsep yang salah pada siswa adalah guru hanya menggunakan media pembelajaran berupa
video saja tanpa adanya bantuan pembelajaran kontekstual yang mengkaitkan dengan lingkungan
sekitar sekolah sehingga siswa cenderung menghafal dan berandai-andai tanpa mengamati secara
langsung. Selain itu dengan tingkat kognitif siswa yang berbeda tersebut guru cenderung lebih
sering menggunakan ceramah untuk membuat siswa lebih paham dalam pembelajaran, karena
menurut guru biologi siswa sangat sulit untuk diajak berdiskusi dan kurang kooperatif sehingga
pembelajaran menjadi Teacher Center Learning. Selain itu fakta siswa yang kurang kooperatif
juga dibuktikan dengan penggunaan model pembelajaran salah satunya Student Team
Achievement Division (STAD) namun hal yang sama terjadi siswa cenderung sulit memahami
materi dan cenderung pasif.

Upaya dari guru biologi sendiri untuk mengubah konsep siswa dari miskonsepsi menjadi
paham konsep yaitu dengan memberikan review kembali terhadap soal latihan dan soal di LKPD
yang masih dirasa sulit oleh siswa sehingga dengan adanya review dapat membuat konsep yang
dimiliki siswa sesuai dengan teori yang ada. Selain itu upaya sekolah dalam menghadapi siswa
yang mengalami miskonsepsi biasanya sekolah memfasilitasi untuk berkonsultasi terkait
pembelajaran biologi yang kurang dipahami, kemudian sekolah bersama guru biologi akan
membentuk kelompok belajar minimal 3 siswa untuk diberikan pembelajaran tambahan yang
dilakukan diluar jam pelajaran. Kegiatan ini biasanya dilakukan setiap dua minggu sekali, artinya
ada dua kali dalam satu bulan. Biasanya setelah dilakukan pembentukan kelompok belajar yang
jumlah setiap kelompok tidak terlalu banyak ini menimbulkan perubahan konsep siswa dari
awalnya gagal memahami menjadi paham konsep, hal ini menurut guru biologi siswa memiliki
karakteristik yang berbeda sehingga terkadang siswa belum mampu untuk belajar dalam keadaan
yang ramai atau terburu-buru waktu di kelas.

Kesimpulan

Permasalahan perubahan konsep siswa sehingga menyebabkan miskonsepsi dimulai dengan


media yang digunakan guru kurang kontekstual sehingga siswa sulit untuk memahami konsep,
kemudian permaslahan tingkat kognitif siswa yang berbeda-beda, dan siswa cenderung pasif
untuk berdiskusi sehingga menyebabkan pembelajaran hanya berpusat kepada guru. Upaya yang
dilakukan guru untuk mengubah konsep siswa dari yang awalnya tidak sesuai dengan teori
menjadi sesuai yaitu dengan memberikan review dalam setiap pembelajaran untuk menguatkan
konsep siswa, selain itu upaya sekolah yang dilakukan yaitu dengan membentuk kelompok
belajar siswa.