Anda di halaman 1dari 5

TUGAS BIOTEKNOLOGI

OLEH

RIMA ELFITA (1910247925)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN BIOLOGI
UNIVERSITAS RIAU
TA.2019/2020
KESIMPULAN

1. Peranan mikroorganisme dalam menghasilkan produk


Ada beberpa mikroorganisme yang berperan menghasilkan produk, diantaranya:

1) Bakteri
 Acetobacter acetii
Produksi asam asetat yang mengoksidasi alkohol sehingga menjadi asam asetat.
Biasanya ada pada ragi tapai.
 Acetobacter xylinum
Pembuatan nata de coco yang mensintesis selulosa dari gula yang dikonsumsi.
 Bividobacterium sp.
Bakteri ini bersifat anaerob dan digunakan sebagai mikroba probiotik. Produk probiotik
dari bakteri ini biasanya berbentuk padat.
 Bacillus sp.
Untuk produksi bahan baku plastik ramah lingkungan.
 Lactobacillus sp.
Produksi asam lakat juga berperan dalam fermentasi pangan seperti yogurt, saurkeraut
dan juga produk probiotik.

2) Jamur
 Aspergillus niger
Pembuatan asam sitrat. misalnya pada pembuatan permen dan minuman kemasan.
 Rhizopus oryzae
Pembuatan tempe. Aktivitas enzim yang dihasilkan menjadikan protein terlarut
meningkat. Produk tempe kini juga telah dikembngkan menjadi isoflavon yang penting
bagi kesehatan.
 Neurospora sitophila
Sumber beta karoten pada fermentasi tradisional. Produk oncom yang dikenal di Jawa
Barat adalah hasil fermentasi yang dilakukan Neurospora sitophila.
 Monascus purpureus
Menghasilkan pewarna alami yang umumnya digunakan pada masakan Cina. Saat ini
telah ditemukan adanya zat aktif yang dapat membantu kesehatan dan telah dikemas
dalam bentuk kapsul.

 Penicillium sp.
Menghasilkan antibiotika yang disebut pensilin. Sejak pertama kali dikenal terus
digunakan sampai sekarang. Jamur pengasil antibiotika saat ini telah banyak diketahui
sehingga ragam antibiotik pun semakin banyak. Selain itu pembuatan antibiotika,
spesies yang lain juga digunakan dalam pembuatan keju khusus.

3) Khamir
 Saccharomyces cerevisiae,
Digunakan dalam industri wine dan bir. Dalam industri pangan, khamir digunakan
dalam pengembang adonan roti dan dikenal sebagai ragi roti.
 Saccharomyces roxii,
Digunakan dalam pembuatan kecap dan berkontribusi pada pembentukan aroma.

4) Kapang
 Aspergillus niger
Produk yang di hasilkan Asam sitrat, kegunaannya untuk produk pangan, obat
 Rhizopus oryzae
Produk yang di hasilkan Asam laktat, kegunaannya untuk produk pangan, industri
kimia, farmasi, kulit, tekstil, bioplastik PLA
 Aspergillus aureus
Produk yang di hasilkan pektinase, kegunaannya untuk penjernih sari buah
 Rhizopus nigricans
Produk yang di hasilkan Asam fumarat, kegunaannya untuk pembuatan resin,
“wetting agent”
 Penicillium notatum/chrysoge num
Produk yang di hasilkan penisilin, kegunaannya untuk antibiotika
 Candida tropicalis/ Saccharomyces cerevisiae
Produk yang di hasilkan PST, kegunaannya untuk protein non konvensional
 S. cerevisiae/ S. fragilis
Produk yang di hasilkan Etanol, kegunaannya untuk pelarut, bahan bakar, bahan baku
industry
2. Langkah kerja dalam menganalisis suatu produk
Proses:
Pemisahan
Kultur fermentasi bahan tak farksi larut
larut ekstraksi

Produk
diencerkan

Sel dan bahan


Konsentrasi
Bahan tak murni produk
tak larut

Pemurnian

PRODUK AKHIR

Beberapa contoh langkah kerja dalam menganalisa suatu produk:


1) Langkah kerja Analisa Kecap
Penetapan kadar protein metode formaldehid dalam kecap
 Menimbang sampel 10 g didalam cawan porselen.
 Melakukan proses pengabuan. Sampai sampel seluruhnya menjadi abu.
 Memasukan hasil pengabuah kedalam labu ukur 100 ml.
 Tambahkan aquadest sampai tanda batas. Kocok sampai homogen.
 Meyaring sampel dengan menggunakan kertas saring.
 Memipet 10 ml filtrat dan masukan ke dalam Erlenmeyer.
 Menambahkan 0,4 ml K2CrO4 dan 1 ml indikator PP.
 Titrasi dengan NaOH 0,1 N. Titrasi berakhir hingga sampel berwarna merah muda.
 Menambahkan 2 ml foramldehid.
 Titrasi dengan menggunakan NaOH 0,1 N. Titik titrasi berakhir hingga sampel
berwarna merah muda.
 Mencatat volume titrasi.

2) Langkah kerja Analisa Keju


 Preparasi bakteri untuk dijadikan Starter
ada 3 jenis Bakteri : Streptococcus Termophilus, Lactococcus Laktis, Leuconostoc.
 Penentuan kadar protein pada keju digunakan dengan metode Kjeldahl
 Uji kadar lemak yang terdapat dalam keju menggunakan metode Soxhletasi
 Uji kadar Vitamin C dilakukan dengan menggunakan alat HPLC (Kromatografi Cair
Kinerja Tinggi)

3) Langkah kerja Analisa Yoghurt


Langkah kerja Analisa Produk Yoghurt: (uji Laktosa)
 Mempersiapkan sampel sesuai dengan metode Boehringer Mannheim
 Timbang 2 gram sampel lalu masukkan ke dalam labu uku 100ml
 Add aquades 20 ml, lalu tambahkan 1 ml TCA 3M
 Diamkan selama 10 menit
 Netralisiskan dengan 1 M NaOH kemudian tambahkan aquades sampai tanda batas,
gojok agar homogen
 Tuang ke dalam Erlenmeyer sambal di filter menggunakan kertas saring Whatman no.1
 Setelah jernih uji menggunakan instrument HPLC