Anda di halaman 1dari 18

BAB II

PROFIL LOKASI PENDAMPINGAN

A. Gambaran Umum Lokasi Pendampingan

1. Sejarah Singkat Kabupaten Muna


Kabupaten Muna merupakan daerah kepulauan yang terletak di jazirah
Sulawesi Tenggara meliputi bagian utara Pulau Buton dan Pulau Muna serta
pulau-pulau kecil yang tersebar disekitarnya yang berjumlah 237 buah dengan
kategori 22 buah pulau berpenghuni, 10 buah pulau berpenghuni sementara
dan 205 buah pulau tidak berpenghuni. Secara geografis Kabupaten Muna
terletak di bagian Selatan Khatulistiwa pada garis lintang 4006’ sampai 5015’
Lintang Selatan dan 12208’ Bujur Timur sampai dengan 123015’ Bujur
Timur.
Kabupaten Muna berbatasan pada sebelah utara dengan Selat Tiworo
dan Kabupaten Konawe Selatan, sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten
1
BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2018
Buton Utara, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Buton dan sebelah
Barat berbatasan dengan Selat Spelman. Luas daratan Kabupaten Muna
adalah sebesar 2.963,97 km2 atau 296.397 Ha. Luas tersebut dibagi menjadi
33 kecamatan, yang terdiri dari 205 desa, 31 kelurahan, dan 3 (tiga) Unit
Pemukiman Transmigrasi (UPT).

2. Batas Wilayah.
Wilayah Kabupaten Muna memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut :
 Bagian Utara Kabupaten Muna berbatasan dengan Selat Spelman,
 Bagian Timur berbatasan dengan Kabupaten Buton Utara,
 Bagian Selatan berbatasan dengan Kabupaten Buton, dan
 Bagian Barat berbatasan dengan Selat Tiworo

3. Kondisi Administrasi
Kabupaten Muna merupakan kabupaten yang berada dibawah administrasi
Provinsi Sulawesi Tenggara. Ibu Kota Kabupaten Muna adalah Raha yang
merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Muna Sebelum Pemekaran
Wilayah, secara administrasi Kabupaten Muna terdiri 29 kecamatan yang
terdiri dari 247 Desa, 39 Kelurahan, 6 desa persiapan, dan 1 unit permukiman
transmigrasi (UPT). Setelah pemekaran dibagi menjadi 33 kecamatan, yang
terdiri dari 205 desa, 31 kelurahan, dan 3 (tiga) Unit Pemukiman Transmigrasi
(UPT) yang berada di Kecamatan Bone sebanyak dua UPT dan yang berada di
Kecamatan Wakorumba Selatan 1(satu) UPT Tabel berikut memberikan
informasi mengenai luas wilayah beserta prosentasenya untuk setiap
Kecamatan di Kabupaten Muna. Kecamatan Tongkuno adalah Kecamatan
terluas dengan luas wilayah 440,98 Km². Sedangkan Kecamatan dengan luas
wilayah terkecil adalah Kecamatan Duruka dengan luas wilayah 11,52 Km²

2
BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2018
Wilayah kajian untuk Buku Putih Sanitasi Kabupaten Muna meliputi 11

3
BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2018
Kecamatan yaitu Kecamatan Tongkuno dengan luas wilayah 440.98 Km2
merupakan kecamatan dengan luas terbesar yaitu 14.88% dari luas total
Kabupaten Muna. Kecamatan Duruka memiliki luas yang terkecil yaitu 11.52
km2 atau 0.39% dari luas wilayah Kabupaten Muna dan juga merupakan
kecamatan dengan jumlah penduduk terpadat karena berada pada wilayah kota
Kabupaten Muna. Kecamatan Maligano dengan luas 98.08 km2 dan
Kecamatan Wakarumba Selatan dengan luas 85.00 km2 merupakan kecamatan
yang

mewakili daerah kepulauan untuk dijadikan wilayah kajian dengan jumlah


desa/kelurahan sebanyak 79.

4. Hidrologi

4
BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2018
Kabupaten Muna mempunyai iklim tropis dengan suhu rara-rata sekitar 25 -
27ºC. Demikian juga dengan musim, di Kabupaten Muna terdapat dua musim,
yaitu musim hujan dan musim kemarau.Musim hujan pada umumnya terjadi
pada Bulan November sampai dengan Juni, dimana angin yang mengandung
banyak uap air bertiup dari Benua Asia dan Samudra Pasifik sehingga
menyebabkan hujan. Sedangkan musim kemarau terjadi antara bulan Juli dan
bulan Oktober, pada bulan ini angin bertiup dari Benua Australia yang sifatnya
kering dan sedikit mengandung uap air. Khusus pada bulan April di Kabupaten
Muna seperti halnya daerah Sulawesi Tenggara pada umumnya angin bertiup
dengan arah yang tidak menentu, yang berakibat pada curah hujan yang tidak
menentu pula dan keadaan ini dikenal sebagai musim pancaroba. Pada Tahun
2009, rata-rata hari hujan sekitar 8 hari perbulan dimana bulan Maret, Mei,
dan Desember adalah bulan dengan hari hujan terbanyak yaitu 12 hari hujan.
Rata-rata curah hujan mencapai 284 mm dengan curah hujan terbesar terjadi
pada bulan Juni dengan intensitas 816 mm. Pada Tabel 2.3 disajikan
banyaknya hari hujan diKabupaten Muna pada Tahun 2012, rata-rata hari
hujan sekitar 7 hari perbulan dimana bulan Maret adalah bulan dengan hari
terbanyak hujan yaitu 12 hari, rata-rata curah hujan mencapai 81 mm dengan
curah hujan terbesar terjadi pada bulan April dengan intensitas 155 mm.

5
BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2018
Pengaruh langsung curah hujan terhadap kemantapan lereng, adalah air hujan
yang meresap kedalam tanah. Peristiwa ini dapat memperbesar bobot masa
tanah dan menaikan tekanan air pori sehingga kekuatan geser (shear strenght)
tanah menjadi menurun.
Selain itu pada daerah aliran-aliran sungai lebih-lebih pada musim
hujan, aliran sungai dapat mengikis pada bagian tebingnya sehingga
menyebabkan hilangnya tahanan samping (lateral support) atau tahanan bawah
akibatnya tegangan geser bertambah besar dan menjadikan kelongsoran.
Berdasarkan data curah hujan menunjukan bahwa musim penghujan terjadi
pada bulan November hingga Maret dengan curah hujan rata-rata bulanan
sebesar 356 mm/bulan, musim kemarau terjadi terjadi pada bulan April hingga
Oktober. Untuk itu pada musim hujan diharapkan masyarakat meningkatkan
kewaspadaan.
5. Pendidikan
Dalam pelaksanaan pembangunan sosial, pemerintah telah mengupayakan
berbagai usaha guna terciptanya kesejahteraan masyarakat di bidang sosial
yang lebih baik.Usaha tersebut meliputi bidang pendidikan, agama kesehatan,
keluarga berencana keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya.Sasaran
pembangunan pendidikan Kabupaten Muna pada saat ini di titik beratkan pada
peningkatan mutu dan perluasan kesempatan belajar pada semua jenjang
pendidikan yaitu mulai dari Taman Kanak-Kanak sampai dengan perguruan
tinggi.Upaya peningkatan mutu pendidikan tersebut dimaksudkan untuk
menghasilkan sumber daya manusia seutuhnya. Sedangkan perluasan
kesempatan belajar dimaksudkan agar penduduk usia sekolah yang setiap
tahun mengalamin peningkatan sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk
dapat memperoleh kesempatan belajar seluas-luasnya. Pelaksanaan pendidikan
di Kabupaten Muna selama ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2012 jumlah sekolah Taman Kanak-Kanak sebanyak 178 unit,
Sekolah dasar berjumlah 317 unit, Sekolah Menengah Pertama (SMP)
sebanyak 88 unit sekolah dan Sekolah Menengah Pertama sebanyak sebanyak
44 unit yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Muna.
Pembangunan di bidang sosial lainnya di Kabupaten Muna diarahkan untuk

6
BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2018
mewujudkan kehidupan dan penghidupan social material dan spiritual,
utamanya untuk mengatasi masalah- masalah sosial seperti kemiskinan,
keterbelakangan, keterlantaran dan bencana alam.Untuk mengetahui kondisi
pendidikan di Kabupaten Muna dapat dilihat pada ketersediaan fasilitas yang
ada di setiap kecamatan.

2. Keluarga Miskin
Pendataan keluarga miskin ditujukan bagi perbaikan data base rumah
tangga miskin beserta informasi pokok. Jenis data yang dikumpulkan pada
pendataan keluarga miskin yaitu: a. Keterangan rumah tangga : Luas lantai,
jenis lantai, jenis dinding, fasilitas buang air besar, sumber air minum, sumber
penerangan, jenis bahan bakar dalam memasak, lapangan pekerjaan utama dan

7
BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2018
pendidikan. b. Keterangan social ekonomi rumah tangga: Hubungan rumah
tangga, kecacatan, pendidikan dan kegiatan ekonomi.

8
BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2018
1. PROFIL DESA WAPUALE
8.1. Sejarah Desa
Awal mulanya Wapuale merupakan wilayah hutan belantara yang didiami
oleh hewan liar, binatang buas serta beberapa orang yang mana pekerjaan
sehari-harinya adalah para pencari gula madu dan sifatnya hanya tinggal
sementara saja. Dimana daerah ini masih merupakan bagian dari pada Desa
wadolao yang konon merupakan salah satu desa yang dijadikan sebagai
benteng pertahanan dari serangan musuhdarih arah barat pulau Muna.
Cerita di atas bukan hanya sekedar fiktif belaka namun pada kenyataanya
di daerah ini banyak terdapat peninggalan seperti banyak ditemukannya
barang-barang antik dan salah satu bukti yang paling menonjol benteng
pertahanan yang dibangun menjorok kelaut sepanjang ± 350 meter dan
diatasnya terdapat satu kuburan yang dinamakan “kuburan Arowadolao”
yang konon kabarnya dari nama itulah Desa Wadolao berasal, namun lama
kelamaan keadaan menjadi ramai dengan adanya pendatang yang ingin
menetap dan tinggal di desa itu. Tak kalah lagi desa Wadolao sudah terkenal di
kalangan penduduk atau desa sekitar bahkan terdengar sampai keluar.
Dari hari-kehari warga yang tinggal di desa Wadolao semakin banyak
termasuk daerah yang tadinya hanya merupakan hutan belantara dalam hal ini
Wapuale yang bersebaran masyarakatnya berasal dari arah timur yakni dari
kelurahan Wasolangka yang tidak lain merupakan ibu kota Kecamatan Parigi,
mulai ramai-ramai pindah dan membuka lahan baru untuk bercocok tanam di
Wapuale.
Salah satu bukti bahwa desa wapuale didiami oleh masyarakat pendatang
adalah adanya persebaran penduduknya yang mendiami tiga wilayah yakni
dibagian barat semua didiami warga yang berasal dari desa induk dalam hal ini
Desa Wadolao sedangkan dibagian timur didiami oleh masyarakat yang
berasal dari kelurahan wasolangka dan sebagian dari pendatang eksodus dari
kerusuhan ambon serta wilayah bagian utara atau pesisir pantai didiami oleh
etnis Bugis.

9
BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2018
Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan wilayah pemekaran
yang begitu cepat, maka Wapuale yang awalnya hanya merupakan
wilayah hutan belantara yang hanya didiami oleh hewan liar, binatang buas
serta beberapa orang yang mana pekerjaan sehari-harinya adalah para pencari
gula madu dan sifatnya hanya tinggal sementara saja, pada era tahunkurang
lebih tahun1990 telah berubah dan terbentuk menjadi suatu wilayah desa yang
ramai. Sejak saat itu juga wapuale memiliki pemeritahan tersendiri dan
terpisah dari desa induk dalam hal ini desa wadolao, yang sekarang menjadi
wilayah dari kecamatan marobo. Saat itu pula dibangun jalan poros desa
wapuale yang merupakan jalur utama penghubung antara pulau-pulau kecil
yang berada di wilayah pesisir pantai bagian barat kabupaten muna bahkan
masyarakat yang berasal dari kabupaten buton dan bombana.
8.2 Demografi

Tabel 1. Demografi

No Uraian Keterangan
1. Luas Wilayah : 1508,82 Km2
2. Jumlah Dusun : 2 (Dua)
1) Dusun Wapuale
2) Dusun Lakomboti
3. Batas Wilayah
: : selat muna
a. Utara : Kec. Bone
b. Selatan : Kec. Marobo
c. Barat :Kel. Wasolangka
d. Timur
4. Topografi
a. Luas Kemiringan lahan rata-rata datar : 12,22
km2
b. ketinggian diatas permukaan laut rata-rata 8
m
5. Hidrologi :

10
BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2018
6. Klimatologi :
a. Suhu Udara : 27 0 C – 300 C
b. Curah Hujan : 2000 mm / 3000 mm
c. Kelembaban Udara
d. Kecepatan Angin

7. Luas Lahan Pertanian : 500 Ha


8. Luas Lahan Pemukiman : 225 Ha
9. Kawasan Rawan Bencana
a.

11
BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2018
8.3 Keadaan Sosial

Tabel 2. Keadaan Sosial

No Uraian Keterangan
1. Kependudukan
A. Jumlah Penduduk (Jiwa)
B. Jumlah KK 703
C. Jumlah Laki-Laki 147
a. 0 – 15 Tahun
b. 16 – 55 Tahun 150
156
c. Diatas 55 Tahun
12
D. Jumlah Perempuan
a. 0 – 15 Tahun 163
b. 16 – 55 Tahun 172
c. Diatas 55 Tahun 19

2. Kesejahteraan Sosial
A. Jumlah KK Pra Sejahtera 8
B. Jumlah KK Sejahtera 3
C. Jumlah KK Kaya 1
D. Jumlah KK Sedang 20
E. Jumlah KK Miskin 115
3. Tingkat Pendidikan
A. Tidak Tamat SD 46
B. SD 216
C. SMP 80
D. SLTA 38
E. Diploma/Sarjana 8
4. Mata Pencaharian
A. Nelayan
B. Petani 39
C. Peternak 168
D. Pedagang 11
E. Tukang kayu 9
F. Tukang Batu 2
G. Penjahit 2
H. PNS -
I. Pensiunan 2
J. TNI/Polri 1
K. Perangkat Desa 1
L. Pengrajin 7
M. Industry Kecil -
12
BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2018
N. Buruh Industri
O. Lain-lain
26
5. Agama
A. Islam 703
B. Kristen
C. Protestan
D. Katolik
E. Hindu
F. Budha

Dari Tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa:

1. Kependudukan

Jumlah usia produktif lebih banyak dibandingkann dengan usia anak-anak dan
lansia. Perbandingan usia anak-anak, Produktif, dan lansia adalah sebagai
berikut : 47% : 48% 5% . Dari jumlah penduduk 703 jiwa yang berada pada
kategori usia produktif laki-laki dan perempuan jumlahnya hampir
sama/seimbang.

2. Kesejahteraan

Jumlah KK miskin mendominasi yaitu 91% dari total KK, KK pra sejahtera
1,8 %, KK sejahtera 1,2 %, KK kaya 0,3 %, dan sedang 6,7 %.

3. Tingkat Pendidikan

Kesadaran tentang arti pentingnya pendidikan pada masyarakat Desa wapuale


terutama pada masyarakat usia sekolah masih sangat rendah dibuktikan
dengan banyaknya masyarakat yang hanya tamat SD tetapi saat ini banyak
yang lagi sekolah dijenjang SMP, SMA dan perguruan tinggi.

4. Mata Pencaharian

Mayoritas masyarakat Desa Wapuale hidup dengan bertani. Hanya sebagian


kecil yang melakukan aktifitas d bidang perdagangan dan nelayan
.

5. Agama

13
BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2018
Mayoritas masyarakat Desa Wapuale beragarna Islam dan Kerukunan antara
umat beragama tetap terjalin dengan baik.

8.4 Keadaan Ekonomi

Secara umum masyarakat Desa Wapuale adalah mayoritas petani dan nelayan
sekaligus merupakan sumber kehidupan mereka. sementara yang lainnya ada
yang menjadi pedagang. peternak, tukang kayu, tukanga hatu, dan sehagian
lagi sehagai Pegawai Negeri Sipil namun semua itu dalam jumlah yang sangat
sedikit.
Dengan demikian kondisi atau keadaan ekonomi masyarakat Desa Wapuale
dapat dipastikan bahwa masyarakatnya hanya bisa hidup secara pas-pasan,
apalagi ditambah dengan cuaca yang yang tidak menentu sehingga banyak
petani dan nelayan yang tidak melakukan cocok tanam dan melaut.
Sementara keadaan perekonomian desa juga tida menentu baik itu dan sumber
penerimaan pajak, pendapatan tanah kas desa, maupun dana DPDK ataupun
ADD. Untuk lebih jelasnya sumber penerimaan desa dapat dilihat pada tabel di
bawah ini :

Tabel 3. Sumber Penerirnaan Desa


Sumber Tahun
No Penerimaan
2007 2008 2009
dana
1 Pajak 3.900.000 3.900.000 5.968.000
DPDK/AD
2 11.000.000 17.500.000 17.500.000
D

Dari tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa:


1. Penerimaan Pajak, mulai tahun 2007 s/d 2009 Mengalami perubahan.
2. DPDK adalah dana pembangunan desa yang bersumber dan Pemerintah,
besaran Dana tiap tahun bisa berubah sesuai dengan kebijakan
PEMKAB.
3. ADD atau Alokasi Dana Desa adalah Dana APBD Kabupaten besaran
Dana tiap tahun bisa berubah sesuai dengan kebijakann PEMKAB.

1.5. Kondisi Pemerintahan Desa

14
BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2018
Desa Wapuale secara umum memiliki luas wi1ayah 1508,82 km2 yang
terbagi dalam dua dusun atau Iingkungan yakni Dusun Wapuale dan Dusun
lakomboti dengan hatas-batas wilayah :
 Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Muna
 Sebelah Selatan berbatasan dengan Kec. Bone
 Sebelah Barat Berbatasan dengan Kec. Marobo
 Sebelah Timur berbatasan dengan Kel. Wasolangka
Dan 1508,82 km2, wilayah Desa Wapuale, 225 ha merupakan wilayah
pemukiman dan ±500 ha adalab wilayah lahan pertanian atau perkebunan
masyarakat. Kemudian sepanjang sejarah terbentuknya Desa ini sampai hari
ini terdapat Empat kali pergantian kepimpinan, serta sejarah pembangunan
yang ada dalam desa selama ini, seperti yang tampak pada tabel berikut ini :

Tabel 4. Sejarah Pemerintahan Desa


Nama Kepala
No Periode Keterangan
Desa
1. 1998 s/d 2002 Hamid Kepala Desa
2. 2002 s/d 2011 La Batinggi Kepala Desa
3. 2011 s/d 2017 Adam Kepala Desa
20011 s/d
4. Wa Kobe, SE. Plt. Kepala Desa
sekarang

Berangkat dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa sejak beberapa tahun yang
lalu sejak berdirinya desa Wapuale sampai hari ini baru empat kepimpinan yang
terekam oleh sejarah dengan pembanguanan sejarah yang ada dalam desa sangat
minim baik infrastruktur maupun sarana umurn lainnya, namun jika dibandingkan
dari tahun ke tahun desa Wapuale sudah mengalami kemajuan.

15
BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2018
BAB III

PELAKSANAAN KEGIATAN PENDAMPINGAN

09 JUNI SAMPAI 08 JULI

2018

Pada bagian ini akan diuraikan mengenai pelaksanaan kegiatan BSPS


Tanggal 09 Juni s/d 08 Juli tahun 2018 yang sudah dilaksanakan diantaranya:

3.1 Pendampingan Pendropan Bahan Tahap I


Kegiatan ini dilakukan Untuk Mendampingi Toko Penyedia Bahan
Bangunan dalam penyaluran bahan material ke rumah Penerima Bantuan
Sesuai Daftar Rencana Pemanfatan Bantuan (DRPB) Tahap I

16
BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2018
BAB IV
RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN PENDAMPINGAN

BULAN JULI 2018

Pada bulan berikutnya ada beberapa hal yang ditargetkan untuk


dilaksanakan pada kegiatan BSPS, yaitu :

1. Pendampingan Penyusunan Laporan Penggunaan Dana tahap I Pada


bulan ini ditargetkan pendampingan dalam penyusunan dan
penyetoran Laporan Penggunaan Dana Tahap I setelah Penerima
Bantuan mencapai progres fisik 30%.
2. Pendampingan Penyusunan DRPB tahap II
Pada bulan ini juga akan dilakukan pendampingan terhadap

penyusunan DRPB tahap II dengan tujuan agar penerima bantuan

melakukan pembelanjaan bahan bangunan pada tahap ke II yang

merupakan lanjutan dan sisa bahan bangunan yang belum disalurkan

oleh toko penyedia sesuai dengan jumlah kebutuhan yang tertuang

dalam RAB setiap penerima bantuan.

3. Pelaksanaan Fisik Tahap II


Pada bulan ini ditargetkan juga untuk mengkoordinir TFL dalam

melakukan pendampingan terhadap pembangunan fisik rumah

Penerima Bantuan Tahap II agar dapat berjalan dengan baik dan

lancar sesuai aturan program BSPS tahun 2018

17
BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2018
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Adapun yang menjadi kesimpulan dari laporan ini sebagai berikut :
1. Semua Target Pelaksanaan Kegiatan Bulan Juni Mulai Dari
Pendampingan penyaluran Bahan Bangunan Tahap I dan
Pendampingan Penyusunan Laporan Penggunaan Dana Tahap I dan
Penyusunan DRPB Tahap 2
5.2. Saran
1. Laporan dapat dijadikan sebagai acuan atau rujukan oleh TFL dalam
penyusunan laporan kegiatan pelaksanaan BSPS selanjutnya.
2. Laporan ini dapat dijadikan sebagai sumber data atau bacaan bagi
yang membutuhkannya terkait informasi hasil pelaksanaan BSPS
Kabupaten Muna Tahun 2018

18
BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA TAHUN 2018