Anda di halaman 1dari 11

ABSTRACT

Air tanah adalah semua air yang menempati ruang hampa udara, pori-pori dan celah-
celah tanah melalui pembentukan geologi dari pengendapan atmosfer secara langsung oleh
infiltrasi air hujan atau tidak langsung dari sungai, danau, atau kanal. Air permukaan merupakan
segala macam air yang berada di atas permukaan tanah, tidak terbatas pada laut tetapi juga
terdapat di sungai, danau, kolam, lahan basah dan badan air buatan. Salah satu unsur air adalah
kalsium. Kalsium berperan pada struktur membran sel, kontribusi akumulasi oksalat dan
pengaturan transport air pada proses metabolisme. Kalsium juga mempengaruhi koagulasi koloid
tanah dan bertanggungjawab pada strutur serpihan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui perbedaan kadar kalsium pada air tanah dan air permukaan. Jenis penelitian yang
dilakukan adalah penelitian observational analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik
pengambilan sampel penelitian ini secara purposive sampling yang diambil dari empat desa pada
kecamatan Arjasa Kab. Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kalsium air tanah
yaitu 6,09953mg/L sedangkan kalsium pada air permukaan sebesar 1,34533mg/L. Hal ini
menunjukkan bahwa kadar kalsium air tanah lebih tinggi dari air permukaan.

Kata kunci : Air tanah, Air permukaan, Kalsium.


PENDAHULUAN

Air adalah cairan paling penting untuk menjaga kehidupan di bumi. Sekitar 97% air ada di lautan
yang tidak cocok untuk minum dan hanya 3% adalah air tawar dimana 2,97% terdiri oleh gletser
dan sisanya sebagian kecil dari 0,3% tersedia sebagai permukaan dan air tanah untuk digunakan
manusia5,6. Air tanah merupakan air yang bergerak dalam celah, pori geologis yang terbentuk
dari resapan langsung (air terjun) maupun resapan tidak langsung (sungai, danau, parit).
Pemanfaatan air tanah adalah dalam bidang pertanian, industri, dan kebutuhan domestik. Pada
masing-masing lapisan batuan, air tanah mengandung mineral yang tinggi seperti magnesium
dan garam kalsium, zat besi dan mangan1,2,3.
Air permukaan merupakan segala macam air yang berada di atas permukaan tanah, tidak terbatas
pada laut tetapi juga terdapat di sungai, danau, kolam, lahan basah dan badan air buatan7.
Kualitas dan kuantitas air bergantung pada relief tanah, iklim, struktur geokimia dan tanaman
yag ditanam pada permukaan tersebut4. Kalsium adalah 5 unsur yang paling melimpah di kerak
bumi dan sangat penting bagi fisiologi sel manusia dan tulang. kalsium sekitar 95% dalam tubuh
manusia disimpan dalam tulang dan gigi. Kekurangan kalsium yang tinggi pada manusia dapat
menyebabkan rakhitis, pembekuan darah yang buruk, tulang patah dll dan batas melebihi
kalsium yang diproduksi penyakit kardiovaskular. Menurut WHO (1996) standar rentang
diperbolehkan dalam air minum adalah 75 mg / l sedangkan PSQCA (2002) menetapkan batas
200 mg / l. Namun, orang dewasa membutuhkan 1.000 mg / hari untuk bekerja dengan baik.
Kalsium dan magnesium dalam akuifer dangkal memiliki variasi yang luas dalam nilai-nilai:
kalsium 9,3-43,9 mg / L dan 7,1-39,9 mg / L, Mg 2,1-25,9 mg / L dan 2,6-17,3 mg / L di musim
hujan dan kemarau masing-masing berbeda. Setelah membandingkan konsentrasi, ditemukan
bahwa 72% dari 50 sumur yang dangkal memiliki nilai yang lebih tinggi kalsium pada musim
hujan dan sisanya 28% akuifer menunjukkan nilai yang lebih tinggi di musim kemarau. Untuk
sumber air permukaan, nilai rata-rata dari kalsium adalah 2,2-26,3 mg / L dan 3,6-24,6 mg / L
masing-masing untuk musim hujan dan musim kemarau.
METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian observational analitik dengan


pendekatan cross sectional. Pendekatan cross sectional merupakan penelitian untuk mempelajari
dinamika korelasi antara faktor resiko dengan efek, dengan model pendekatan atau observasi
sekaligus pada satu saat (Notoatmodjo,2010)

Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat Penelitian

a. Pengambilan Sampel Air

Pengambilan sampel air dilakukan di empat desa pada Kecamatan Arjasa Kabupaten
Jember, yaitu:

1) Desa Candijati
2) Desa Darsono
3) Desa Kemuning Lor
4) Desa Arjasa

b. Pengukuran Kadar Kalsium

Pengukuran kadar kalsium dilakukan di laboratorium Kualitas Air Perum Jasa Tirta 1 Malang

Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2016

Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi Penelitian
Populasi penelitian ini adalah seluruh air tanah dan air permukaan di Kecamatan Arjasa,
Kabupaten Jember.

Teknik Pengambilan Sampel Penelitian

Teknik pengambilan sampel penelitian ini secara purposive sampling, yaitu pengambilan
sampel yang didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri,
berdasarkan sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya. (Notoatmodjo,2010). Sampel
yang dipilih dalam penelitian ini adalah air tanah dan air permukaan di di Kecamatan Arjasa,
Kabupaten Jember yang digunakan masyarakat sebagai air minum secara langsung maupun
bahan baku untuk air minum.

Besar Sampel Penelitian

Lameshow (1997), besarnya sampel untuk mengukur proporsi dengan derajat akurasi
pada tingkatan statistic yang bermakna (significance) dengan menggunakan rumus yang
sederhana seperti di bawah ini:

n= Z2 1-a/2 P(1-P)

d2

keterangan :

d = Penyimpangan terhadap populasi atau derajat ketepatan yang diinginkan, biasanya 0,1

Z = Standar deviasi normal , biasanya ditentukan pada 1,645 yang sesuai dengan derajat
kemaknaan 90%

P = Proporsi untuk sifat tertentu yang diperkirakan terjadi pada populasi. Apabila tidak diketahui
proporsi atau sifat tertentu tersebut maka p=0,5

n = Besarnya sampel

Z 1-a/2 = 1,645

n= Z2 1-a/2 P(1-P)
d2

n = 1,6452.0,5(1-0,5)

0,12

n = 67,65

n = 68 sampel

Enam puluh delapan sampel tersebut merupakan sampel minimal, dengan pembagian
masing-masing sebagai berikut :

a. Air tanah 34 sampel


b. Air permukaan 34 sampel

Alat dan Bahan Penelitian

Alat Utama

a. Spektrofotometer

Alat Penunjang Uji

a. Labu Ukur 50 ml

b. Pipet ukur 10 ml

c. automatic pipet

d. Erlenmeyer 50 ml

e. Alat penyaring dan kompresor udara

f. Membran berpori 0,45µm

g. Timbangan
Bahan Utama

a. Air tanah

b. Air permukaan

Bahan Penunjang Uji

a. Larutan alizarin merah

b. Larutan asam zirkonil

c. Larutan standar fluoride 1000 mg/L

Identifikasi Variabel

Variabel bebas : sumber air

Variabel terikat : kadar fluor

Definisi Operasional

Sumber Air

Sumber air adalah beberapa sumber air yang dapat digunakan sebagai air minum oleh
masyarakat, dalam hal ini adalah air tanah dan air permukaan.

a. Metode Pengukuran
Air diambil dari berbagai sumber, air permukaan sebanyak 330 ml dan air tanah 330 ml
dalam wadah yang berbeda.
b. Alat Ukur
Gelas ukur

Kadar Kalsium

Kadar kalsium adalah jumlah kalsium dalam air yang dinyatakan dalam mg/L

a. Metode Pengukuran
Air sebanyak 100 ml ditambahkan reagen dicampur hingga homogen, didiamkan 1 jam
kemudian dibaca kadar kalsiumnya dengan alat.
b. Spectrofotometer

Prosedur Penelitian

Pengambilan sampel air menggunakan teknik purpose sampling. Mula-mula penliti


mengidentifikasi semua karakteristik populasi, misalnya dengan mempelajari berbagai hal yang
berhubungan dengan populasi. Kemudian peneliti menetapkan berdasarkan pertimbangan pribadi
peneliti sendiri, untuk menentukan sebagian dari anggota populasi menjadi sampel penelitian.
Sampel yang dipilih adalah air tanah dan air permukaan di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember
yang digunakan masyarakat sebagai air minum secara langsung maupun bahan baku untuk air
minum. Selanjutnya teknis pengambilan sampel dan cara uji kadar fluornya dapat dilakukan
melalui langkah-langkah kerja sebagai berikut:

a. Menyiapkan alat pengambilan sampel yang sesuai dengan keadaan sumber air
b. Alat-alat tersebut dibilas sebanyak tiga kali dengan sampel air yang akan diambil
c. Melakukan pengambilan sampel air sebanyak 330 ml untuk air tanah maupun air permukaan.
d. Dalam pengambilan sampel, sebaiknya digunakan wadah yang baru, jika terpaksa
menggunakan wadah bekas, wadah dibilas terlebih dahulu sebanyak tiga kali dengan sampel
air yang akan diambil sehingga dapat menjamin bahwa wadah tersebut bebas dari pengaruh
sampel sebelumnya. Selain itu, wadah atau peralatan yang dapat bereaksi dengan limbah cair
harus dihindarkan, misalnya wadah atau peralatan yang terbuat dari logam yang dapat
mengalami korosi oleh air yang bersifat asam.
e. Selanjutnya sampel dibawa untuk diperiksa di laboratorium kualitas air
f. Di laboratorium, sampel air disaring menggunakan membrane berpori 0,45µm.
g. Sampel air yang telah disaring diambil sebanyak 100ml menggunakan pipet dan dimasukkan
kedalam enlenmeyer.
h. Tambahkan 5 ml larutan alizarin merah dan 5 ml larutan asam zirkonil, kocok hingga
homogen dan biarkan selama 1 jam ± 2 menit.
i. Baca dengan spektrofotometer dengan panjang gelombang 525 nm.
j. Hasil pada pengukuran pada spektrofotometer langsung dinyatakan sebagai hasil kalsium
(mg/L).

Analisis Data

Data yang diperoleh selanjutnya dilakukan uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov
Smirnov untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak. Hasil uji Kolmogorov Smirnov
menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, maka dilanjutkan menggunakan uji t sampel
bebas.

Alur Penelitian
Kelompok N Mean Std. Std. Error
Deviation Mean
Kadar Air tanah 15 6,09953 4,213201 1,087844
Air 15 1,34533 ,569576 ,147064
kalsium
permukaan

Levene’s Test for Equality of Variances


F Sig T df Sig (2-
tailed)
Kadar Equal 21,186 ,000 4,331 28 ,000
kalsium variances
assumed
Equal 4,331 14,512 ,001
variances
not
assumed

PEMBAHASAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil yang berbeda pada
kandungan kalsium di air tanah dan air permukaan. Kandungan kalsium pada air tanah sebesar
6,09953 mg/L sedangkan kandungan kalsium pada air permukaan sebesar 1,34533 mg/L. Hasil
ini menunjukkan bahwa kandungan kalsium pada air tanah lebih tinggi daripada air permukaan.
Hal tersebut disebabkan karena dalam proses pembentukannya air tanah terlebih dulu melewati
lapisan batuan yang memiliki banyak kandungan mineral, sehingga kandungan mineral tersebut
terlarut daalm aliran air dan mempengaruhi komposisi air tanah.

Air tanah lebih keras daripada air permukaan dan mungkin memiliki level lebih tinggi
beberapa mg/L karena potensial kelarutan yang tinggi, terutama dari batuan yang mengandung
gipsum, kalsit dan dolomit. Sumber dari kekerasan termasuk limbah dan aliran dari tanah
terutama berasal dari pembentukan batu kapur, yeng membentuk material yang mengandung
kalsium oksida dan tekstil dan material kertas yang mengandung magnesium.1

Selain itu, maik turunnya persen penyisihan (Ca2+) sangat erat hubungannya dengan pH
karena pada saat pH bersifat asam ion H+ berkompetisi dengan ion Ca2+ sehingga ion yang
terserap oleh media filter adalah ion H+ dan tidak menyerap ion Ca2+. Sedangkan, pada pH yang
bersifat basa, jumlah OHdalam larutan memiliki jumlah yang banyak sehingga cenderung
mengikat Ca2+ menjadi Ca(OH)+ atau membentuk hidroksidanya yaitu Ca(OH)2. Sehingga, ion
Ca2+ yang dapat teradsorpsi menjadi sedikit. Jadi, pH yang baik dalam mengadsorpsi Ca2+
adalah pH dalam range 6-8 [5]. Selain itu, pH yang tinggi dapat menyebabkan ion-ion kalsium
(Ca2+) menjadi mengendap, sebagai CaCO3.11

Air permukaan memiliki kadar kalsium yang lebih rendah dari air tanah dimungkinkan
adanya kontaminasi limbah pada air permukaan, dan daerah pengambilan sampel berada dekat
lahan pertanian sehingga berdampak pada kadar kalsium pada daerah tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
1. Ojo IO, Otieno Fred A.O, M. Ochieng George (2012). Groundwater: Characteristics,
qualities, pollutions and treatments: An overview.Internasional Journal of Water
Resources and Environmental Engineering Vol. 4(6), pp. 162-170
2. Singh S, Raju N.R, Ramakrishna (2015).Evaluation of Groundwater Quality and Its
Suitability for Domestic and Irrigation Use in Parts of the Chandauli-Varanasi Region,
Uttar Pradesh, India.Internasional Journal of Water Resource and Protection, pp. 572-
587.
3. Suresh P, Babu AR (2016).Assesment of Physico-Chemical Quality of Groundwater-
overview.Internasional Journal of Environment Science and Technology, 1 (1), pp. 50-53.
4. Potasznik A., Szymczyk S (2015). Magnesium and calcium concentrations in the surface
water and bottom deposits of a river-lake system. J. Elem., 20(3): 677-692. DOI:
10.5601/jelem.2015.20.1.788
5. Mohsin M, Safdar S, Asghar F, Jamal F (2013). Assessment of Drinking Water Quality
and its Impact on Residents Health in Bahawalpur City. International Journal of
Humanities and Social Science Vol. 3 No. 15.
6. Khound NJ, Phukon P, Bhattacharyya KG (2012). A comparative study of ground water
and surface water quality in the Jia – Bharali river basin, India with reference to
Physico - Chemical characteristics. Int. Journal of Applied Sciences and Engineering
Research, Vol. 1, Issue 3
7. Surface Water Quality Standards Statutory Authority: N.J.S.A. 58:10A-1 et seq., 58:11A-
1 et seq., and 13:1D-1 et seq. Re-adopted: October 17, 2016 Last Amended - January 18,
2011 (43 N.J.R. 174(b)
8. JP Dheni Saputra, Purwadi OT, Sumiharni (2016). Studi Air Tanah Berbasis
Geographics Information System (GIS) di Kota Bandar Lampung. JRSDD, Edisi
September 2016, Vol. 4, No. 3, Hal:469 – 480
9. Kaur S (2012).Impact of Industrial Development on Groundwater & Surface Water
Quality in Industry Dominating Sectors of Chandigarh, India.Journal of Environtment
and Ecology Vol.3, No.1
10. Meitei, Rakesh (2013). A comparative study of the ground and surface water quality with
reference to heavy metal concentrations in the Imphal valley Manipur,
India.Internasional Journal of Environmental Science Vol.3 No.
11. Dinora, Alfan (2013). Penurunan Kandungan Zat Kapur dalam Air Tanah dengan
Menggunakan Media Zeolit Alam dan Karbon Aktif Menjadi Air Bersih. JURNAL
TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2
12. Meitei.L, Sanjoy & Kh, Rakesh (2013) A comparative study of the ground and surface
water quality with reference to heavy metal concentrations in the Imphal valley.
INTERNATIONAL JOURNAL OF ENVIRONMENTAL SCIENCES Volume 3, No 6