Materi 4 - Graf
Materi 4 - Graf
Gambar di bawah ini sebuah graf yang menyatakan peta jaringan jalan
raya yang menghubungkan sejumlah kota di Provinsi Jawa Tengah.
Rembang
Kudus
Brebes Demak
Tegal Pemalang Kendal
Semarang
Pekalongan
Slawi Blora
Temanggung Purwodadi
Salatiga
Wonosobo
Purbalingga
Purwokerto
Sragen
Banjarnegara Boyolali Solo
Kroya Sukoharjo
Cilacap Kebumen Magelang
Klaten
Purworejo
Wonogiri
69
C
A D
1 1 1
e1 e4 e1 e4
e3 e3
e2 e2
2 3 2 3 2 e8
e6 e6 3
e5 e5
e7 e7
4 4 4
G1 G2 G3
Gambar 2. (a) graf sederhana, (b) graf ganda, dan (c) graf semu
70
G2 adalah graf dengan
V = { 1, 2, 3, 4 }
E = { (1, 2), (2, 3), (1, 3), (1, 3), (2, 4), (3, 4), (3, 4) }
= { e1, e2, e3, e4, e5, e6, e7}
b) Berdasarkan jumlah simpul pada suatu graf, maka secara umum graf
dapat digolongkan menjadi dua jenis:
1. Graf berhingga (limited graph)
Graf berhingga adalah graf yang jumlah simpulnya berhingga.
2. Graf tak-berhingga (unlimited graph)
71
Graf yang jumlah simpulnya tidak berhingga banyaknya disebut
graf tak-berhingga.
2 3 2 3
4 4
(a) G4 (b) G5
B B
A C A C
F F
E D E D
72
2. Isomer senyawa kimia karbon
metana (CH4) etana (C2H6) propana (C3H8)
H C H
T1
T3
T0
T2
deadlock!
4. Pengujian program
read(x);
while x <> 9999 do
begin
if x < 0 then
writeln(‘Masukan tidak boleh negatif’)
else
x:=x+10;
End if
read(x);
end;
writeln(x);
73
4
1 2
6 7
3
Keterangan: 1 : read(x) 5 : x := x + 10
2 : x <> 9999 6 : read(x)
3:x<0 7 : writeln(x)
4 : writeln(‘Masukan tidak boleh negatif’);
P P P 10
5
5
5 5
10
a b c d
10
Keterangan:
a : 0 sen dimasukkan
b : 5 sen dimasukkan
c : 10 sen dimasukkan
d : 15 sen atau lebih dimasukkan
1 1 1
e2
2 e3 5
3 e1
3 e5 3
2 e4 2 4
4
G1 G2 G3
Gambar 4. Graf yang digunakan untuk menjelaskan terminologi pada graf
74
1. Ketetanggaan (Adjacent)
Dua buah simpul dikatakan bertetangga bila keduanya terhubung
langsung.
Tinjau graf G1 : simpul 1 bertetangga dengan simpul 2 dan 3,
simpul 1 tidak bertetangga dengan simpul 4.
2. Bersisian (Incidency)
Untuk sembarang sisi e = (vj, vk) dikatakan
e bersisian dengan simpul vj , atau
e bersisian dengan simpul vk
Tinjau graf G1: sisi (2, 3) bersisian dengan simpul 2 dan simpul 3,
sisi (2, 4) bersisian dengan simpul 2 dan simpul 4,
tetapi sisi (1, 2) tidak bersisian dengan simpul 4.
4 2
5
5. Derajat (Degree)
Derajat suatu simpul adalah jumlah sisi yang bersisian dengan simpul
tersebut.
Notasi: d(v)
75
Tinjau graf G1:
d(1) = d(4) = 2
d(2) = d(3) = 3
2 3 2 3
4 4
G4 G5
Lemma Jabat Tangan. Jumlah derajat semua simpul pada suatu graf
adalah genap, yaitu dua kali jumlah sisi pada graf tersebut.
76
Dengan kata lain, jika G = (V, E), maka
d (v ) 2 E
vV
Penyelesaian:
(a) tidak dapat, karena jumlah derajat semua simpulnya ganjil
(2 + 3 + 1 + 1 + 2 = 9).
(b) dapat, karena jumlah derajat semua simpulnya genap
(2 + 3 + 3 + 4 + 4 = 16).
77
JOB SHEET
78
6. Lintasan (Path)
Lintasan yang panjangnya n dari simpul awal v0 ke simpul tujuan vn di
dalam graf G ialah barisan berselang-seling simpul-simpul dan sisi-sisi yang
berbentuk v0, e1, v1, e2, v2,... , vn –1, en, vn sedemikian sehingga e1 = (v0, v1), e2
= (v1, v2), ... , en = (vn-1, vn) adalah sisi-sisi dari graf G.
8. Terhubung (Connected)
Dua buah simpul v1 dan simpul v2 disebut terhubung jika terdapat lintasan
dari v1 ke v2.
G disebut graf terhubung (connected graph) jika untuk setiap pasang
simpul vi dan vj dalam himpunan V terdapat lintasan dari vi ke vj.
Jika tidak, maka G disebut graf tak-terhubung (disconnected graph).
Dua simpul, u dan v, pada graf berarah G disebut terhubung kuat (strongly
connected) jika terdapat lintasan berarah dari u ke v dan juga lintasan
berarah dari v ke u.
79
Jika u dan v tidak terhubung kuat tetapi terhubung pada graf tidak
berarahnya, maka u dan v dikatakan terhubung lemah (weakly coonected).
2 3
3 4
2 2
1 1 1
3 3
3
6 6
4 5 2 5 5
(a) Graf G1 (b) Sebuah upagraf (c) komplemen dari upagraf (b)
80
Upagraf G1 = (V1, E1) dari G = (V, E) dikatakan upagraf rentang jika V1 =V
(yaitu G1 mengandung semua simpul dari G).
1 1 1
2 3 2 3 2 3
4 5 4 5
(a) graf G, (b) upagraf rentang dari G, (c) bukan upagraf rentang dari G
10 12
8
e b
15 9
11
d 14 c
Graf berbobot adalah graf yang setiap sisinya diberi sebuah harga (bobot).
K1 K2 K3 K4 K5 K6
81
b. Graf Lingkaran
Graf lingkaran adalah graf sederhana yang setiap simpulnya berderajat dua.
Graf lingkaran dengan n simpul dilambangkan dengan Cn.
V1 V2
82
H1 H2 H3
W G E
A = [aij],
1, jika simpul i dan j bertetangga
aij =
0, jika simpul i dan j tidak bertetangga
Contoh:
1 1
1
2 5
3
2 3
3
2 4
4 4
1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4
83
1 0 1 1 0 0
1 0 1 1 0 1 0 1 0 0
2 1 0 1 0 0
2 1 0 1 1 2 1 0 1 1
3 1 1 0 1 0
3 1 1 0 1 3 1 0 0 0
4 0 0 1 0 0
4 0 1 1 0 4 0 1 1 0
5 0 0 0 0 0
(a) (b) (c)
1
e1 e4
e3
e2
2 e8
e6 3
e5
e7
4
1 2 3 4
1 0 1 2 0
2 1 0 1 1
3 2 1 1 2
4 0 1 2 0
Derajat tiap simpul i:
(a) Untuk graf tak-berarah,
n
d(vi) = a
j 1
ij
n
dout (vi) = jumlah nilai pada baris i = a
j 1
ij
84
a
10 12
8
e b
15 9
11
d 14 c
a b c d e
a 12 10
b 12 9 11 8
c 9 14
d 11 14 15
e 10 8 15
A = [aij],
e1
1 2
e2
e4 e3
3
e5
4
e1 e2 e3 e4 e5
1 1 1 0 1 0
2 1 1 1 0 0
3 0 0 1 1 1
4 0 0 0 0 1
85
3. Senarai Ketetanggaan (adjacency list)
1 1
1
2 5
3
2 3
3
2 4
4 4
Dua buah graf yang sama tetapi secara geometri berbeda disebut graf
yang saling isomorfik.
Dengan kata lain, misalkan sisi e bersisian dengan simpul u dan v di G1,
maka sisi e’ yang berkoresponden di G2 harus bersisian dengan simpul u’
dan v’ yang di G2.
Dua buah graf yang isomorfik adalahS graf yang sama, kecuali penamaan
simpul dan sisinya saja yang berbeda. Ini benar karena sebuah graf dapat
digambarkan dalam banyak cara.
86
3 d c v w
1 2 a b x y
a v w
e
c
b d
x y
(a) G1 (b) G2
a b c d e x y w v z
a 0 1 1 1 0 x 0 1 1 1 0
b 1 0 1 0 0 y 1 0 1 0 0
AG1 = c 1 1 0 1 0 AG2 = w 1 1 0 1 0
d 1 0 1 0 1 v 1 0 1 0 1
e 0 0 0 1 0 z 0 0 0 1 0
87
(a)
(b)
Gambar : (a) Dua buah graf isomorfik, (b) tiga buah graf isomorfik
Dari definisi graf isomorfik dapat dikemukakan bahwa dua buah graf
isomorfik memenuhi ketiga syarat berikut :
1. Mempunyai jumlah simpul yang sama.
2. Mempunyai jumlah sisi yang sama
3. Mempunyai jumlah simpul yang sama berderajat tertentu
Namun, ketiga syarat ini ternyata belum cukup menjamin. Pemeriksaan
secara visual perlu dilakukan.
w
u
x
y
(a) (b)
88
Graf yang dapat digambarkan pada bidang datar dengan sisi-sisi tidak saling
memotong disebut sebagai graf planar, jika tidak, ia disebut graf tak-
planar.
Gambar : Tiga buah graf planar. Graf (b) dan (c) adalah graf bidang
89
Contoh Persoalan utilitas (utility problem)
H1 H2 H3 H1 H2 H3
W G E W G E
(a) (b)
Gambar : (a) Graf persoalan utilitas (K3,3), (b) graf persoalan utilitas bukan
graf planar.
Sisi-sisi pada graf planar membagi bidang menjadi beberapa wilayah
(region) atau muka (face). Jumlah wilayah pada graf planar dapat dihitung
dengan mudah.
R2 R3 R4
R6
R5
R1
n–e+f=2
f = jumlah wilayah
e = jumlah sisi
n = jumlah simpul
90
Pada graf planar sederhana terhubung dengan f wilayah, n buah simpul, dan
e buah sisi (dengan e > 2) selalu berlaku ketidaksamaan berikut:
e 3f/2
dan
e 3n – 6
Ketidaksaamaan
e 3n – 6
karena
e = 9, n = 6
9 (3)(6) – 6 = 12 (jadi, e 3n – 6)
Buat asumsi baru : setiap daerah pada graf planar dibatasi oleh paling
sedikit empat buah sisi,
e = 9, n = 6
9 (2)(6) – 4 = 8 (salah)
91
Teorema Kuratoswki
Berguna untuk menentukan dengan tegas keplanaran suat graf.
TEOREMA Kuratowski. Graf G bersifat planar jika dan hanya jika ia tidak
mengandung upagraf yang sama dengan salah satu graf Kuratowski atau
homeomorfik (homeomorphic) dengan salah satu dari keduanya.
v y
x
92
G1 G2 G3
a b a b
c c
f e d f e d
G1
G
a a a
i b i b
h c h c h c
d d
g f e g f e g e
G G1 K5
93
Sirkuit Euler ialah sirkuit yang melewati masing-masing sisi tepat satu kali
dan kembali lagi ke tempat semula.
Graf yang mempunyai sirkuit Euler disebut graf Euler (Eulerian graph).
Graf yang mempunyai lintasan Euler dinamakan juga graf semi-Euler
(semi-Eulerian graph).
94
TEOREMA. Graf tidak berarah G adalah graf Euler (memiliki sirkuit
Euler) jika dan hanya jika setiap simpul berderajat genap.
(Catatlah bahwa graf yang memiliki sirkuit Euler pasti mempunyai lintasan Euler, tetapi tidak sebaliknya)
TEOREMA. Graf berarah G memiliki sirkuit Euler jika dan hanya jika G
terhubung dan setiap simpul memiliki derajat-masuk dan derajat-keluar
sama. G memiliki lintasan Euler jika dan hanya jika G terhubung dan setiap
simpul memiliki derajat-masuk dan derajat-keluar sama kecuali dua simpul,
yang pertama memiliki derajat-keluar satu lebih besar derajat-masuk, dan
yang kedua memiliki derajat-masuk satu lebih besar dari derajat-keluar.
a
b d c d c
g
f
c
a b a b
e d
Lintasan Hamilton ialah lintasan yang melalui tiap simpul di dalam graf
tepat satu kali.
95
Sirkuit Hamilton ialah sirkuit yang melalui tiap simpul di dalam graf tepat
satu kali, kecuali simpul asal (sekaligus simpul akhir) yang dilalui dua kali.
1 2 1 2 1 2
4 3 4 3 4 3
(a) (b)
TEOREMA. Syarat cukup (jadi bukan syarat perlu) supaya graf sederhana
G dengan n ( 3) buah simpul adalah graf Hamilton ialah bila derajat tiap
simpul paling sedikit n/2 (yaitu, d(v) n/2 untuk setiap simpul v di G).
96
TEOREMA. Setiap graf lengkap adalah graf Hamilton.
3
5
97
pada Gambar 6.48(b) mengandung sirkuit Hamilton dan lintasan Euler
(periksa!).
5 5
1 2 1 2
4 3 4 3
6
(a) (b)
98
JOBSHEET
1 2 3 4 5 6 7
1 - 135 175 200 90 121 230
2 - - 145 175 108 160 149
3 - - - 105 200 250 160
4 - - - - 210 220 180
5 - - - - - 110 235
6 - - - - - - 144
7 - - - - - - -
99
a b
e f
c d
100