0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
135 tayangan13 halaman

Inisialisasi Variabel dalam Pemrograman C++

1. Dokumen tersebut membahas tentang inisialisasi variabel dan tipe data dalam bahasa pemrograman C++. Terdapat penjelasan tentang cara inisialisasi variabel secara langsung, konstruktor, dan seragam serta contoh kode programnya. 2. Juga dibahas mengenai pengertian variabel dan aturan penamaannya beserta contoh kode untuk memberi nilai pada variabel. 3. Terakhir membahas jenis-jenis tipe data pri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
135 tayangan13 halaman

Inisialisasi Variabel dalam Pemrograman C++

1. Dokumen tersebut membahas tentang inisialisasi variabel dan tipe data dalam bahasa pemrograman C++. Terdapat penjelasan tentang cara inisialisasi variabel secara langsung, konstruktor, dan seragam serta contoh kode programnya. 2. Juga dibahas mengenai pengertian variabel dan aturan penamaannya beserta contoh kode untuk memberi nilai pada variabel. 3. Terakhir membahas jenis-jenis tipe data pri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Inisialisasi Variabel

Inisialisasi (Initialization) adalah tugas pemberian nilai awal yang dilakukan saat deklarasi
variabel atau obyek. Inisialisasi sangat disarankan untuk dilakukan setiap mendirikan sebuah
deklarasi.

Bentuk umum yang digunakan untuk melakukan inisialisasi variabel adalah sebagai berikut:
tipe_data  nama_variabel = nilai_awal;
Atau

tipe_data nama_variabel1 = nilai_awal1, nama_variabel2 = nilai_awal2, nama_variabel3 =


nilai_awal3;
a. Macam-macam Cara Inisialisasi
1. C-like Initialization atau Copy Initialization, diwariskan oleh Bahasa
Pemrograman C. dengan cara menambahkan tanda “sama dengan” = di antara
nama variabel dan nilai awal variabel.
Bentuk Penulisan

1 dataType identitas = initial_value;


Contoh Penulisan

int varInteger = 0;
1
char varSingleChar = 0; //atau char varSingleChar =
2
'';
3 char varChar[] = "";
4 string varstring = "";
sebenarnya untuk inisialisasi kita bebas memberikan nilai apapun sebagai nilai
awal dari variabel, tapi di sini penulis contohkan cara inisialisasi variabel
dengan nilai kosong.

2. Constructor Initialization atau Direct initialization, diperkenalkan pada C++,


membungkus nilai awal di dalam atau antara tanda kurung ( dan ).
Bentuk Penulisan

1 dataType identitas (initial_value);


Contoh Penulisan

1 int varInteger (0);

2 char varSingleChar ('');


3 char varChar[] = ("");
3. Inisialisasi Seragam (Uniform initialization), diperkenalkan oleh revisi C ++
standar, pada tahun 2011 , mirip dengan cara kedua, tetapi menggunakan
kurung kurawal { }. cara uniform initialization biasanya digunakan untuk
inisialisasi variabel array.
Bentuk Penulisan

1 dataType identitas {initial_value};


Contoh Penulisan :

int varInteger{0};
1
char varSingleChar{0}; //atau char varSingleChar {'
2
'};
3 char varChar[]{""};
4 string varstring{""};

b. Contoh Program Deklarasi dan Inisialisasi Variabel C++

#include <iostream>

using namespace std;

int main ()
{
     // Deklarasi variabel bertipe int
     // Dengan nama ABC
     // Tanpa Inisialisasi
     int ABC;

     // Contoh Deklarasi dan Inisialisasi


     // int ABC = 5;

     // Menampilkan nilai variabel ABC


     // Sebelum dilakukan Pengisian nilai (Assignment)
     cout<<"Nilai ABC Sebelum Assignment : "<<ABC<<endl;

     // Mengisi nilai kedalam variabel ABC


     ABC = 10;

     // Menampilkan nilai variabel ABC


     // Setelah dilakukan Pengisian nilai (Assignment)
     cout<<"Nilai ABC Setelah Assignment : "<<ABC<<endl;
     return 0;
2. Pengertian Variabel
Variabel atau peubah adalah obyek yang nilainya dapat berubah-ubah dalam sebuah
program. Pada saat sebuah variabel dideklarasikan, program "memesan" tempat dengan
ukuran tertentu (sesuai tipe datanya) pada memori untuk menyimpan nilai dari variabel
tersebut.

Pemrogram dapat memberikan nama pada sebuah variabel untuk mempermudah


pemanggilan variabel tersebut di dalam program. Pada saat mendeklarasikan sebuah
variabel, pemrogram harus menyebutkan nama variabel dan tipe data dari variabel
tersebut.

Dalam bentuk flowchart, deklarasi variabel digambarkan sebagai sebuah proses. Misalnya
sebagai berikut:

x : integer
nama : string
tinggiBadan: real

Contoh deklarasi variabel dalam psedeucode :

KAMUS DATA {awal deklarasi variabel}


    x : integer
    nama: string
    tinggiBadan: real
    jenisKelamin : char
    status : boolean

Secara teori, pemrogram dapat memberikan nama apapun pada sebuah variabel karena
penamaan variabel bertujuan untuk memudahkan pemanggilan kembali. Namun, ada
beberapa panduan yang biasa diacu pemrogram dalam penamaan variabel, antara lain:

1. Huruf pertama pada nama variabel menunjukkan tipe data dari variabel.
Contoh: diawali dengan 'c' untuk variabel char, 'i' untuk integer, 's' untuk string, dan
seterusnya. Panduan penamaan ini disebut dengan Charles Simyoni Hungarion Notation.

2. Nama variabel harus cukup jelas menunjukkan tujuan penggunaan variabel tersebut.
Contoh: sNama adalah variabel string untuk menyimpan nama, cJenisKelamin adalah
variabel char untuk menyimpan jenis kelamin, bStatus adalah variabel boolean untuk
menyimpan status.

3. Nama variabel tidak boleh mengandung spasi kosong atau karakter khusus ! @ # $ % ^ &
* ( ) { } [ ] ’ ” ; : < > , . / ? | dan \. Beberapa pemrogram menggunakan ‘_’ untuk memisahkan
kata di nama variabel.
Contoh: cJenis_kelamin, sNama_orang_tua, iNilai_akhir

4. Cara lain untuk memisahkan kata dalam nama variabel adalah dengan memberikan huruf
besar di awal tiap kata.
Contoh: cJenisKelamin, sNamaOrangTua, iNilaiAkhir

Setelah sebuah variabel dideklarasikan, variabel dapat menyimpan nilai. Pengisian nilai ke
dalam sebuah variabel dalam sebuah program dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:

Secara langsung

Contoh:
cJenisKelamin = "P"
sNamaOrangTua = "Jeremy Thomas"
iNilaiAkhir = 99

Dengan inputan

Contoh:
Input (cJenisKelamin)
Input (sNamaOrangTua)
Input (iNilaiAkhir)

Contoh program untuk memberikan nilai pada sebuah variabel :

#include <stdio.h>
    main() {
    int lA,lB;
    String NamaA, NamaB;

    // Pengisian secara Langsung


    lA = 20;
    NamaA = "Joko Handono";

    // Pengisian dengan Inputan


    scanf (“%i”,&lB);
    scanf (“%s”,&NamaB);

    // Menampilkan Kelayar


    printf (“Nilai lA : %i”,lA);
    printf (“Nilai lB : %i”,lB);
    printf (“Nilai NamaA : %s”,NamaA);
    printf (“Nilai NamaB : %s”,NamaB);
    }

Pada contoh program diatas, kita melihat ada tanda "%i" dan "%s". Fungsi tanda tersebut
adalah untuk menkonfersi nilai inputan menjadi tipe yang sesuai dengan yang diterima atau
mengubah nilai dari tipe data dasar menjadi tipe karakter untuk ditampilkan dilayar. Karena
pada dasarnya, dalam pemprograman bahasa C++ nilai input atau nilai yang dapat
ditampilkan berupa karakter. Sedangkan didalam program, nilai tersebut harus sesuai
dengan tipe data yang dideklarasikan.

Sebagai contoh pada baris ke-10, variabel "lB" tipe datanya adalah integer. Untuk mengubah
tipe masukan menjadi integer, maka digunakan "%i". Biasanya, string tersebut diawali
dengan huruf pertama tipe datanya, misalnya float -> %f, String -> %s dan seterusnya.
Khusus untuk inputan, nama variabelnya harus diawali dengan string “&” seperti tampak
pada baris ke 10 dan 11.

3. Pengertian Tipe Data


Tipe data adalah himpunan nilai yang dapat dimiliki oleh sebuah data. Tipe data
menentukan apakah sebuah nilai dapat dimiliki sebuah data atau tidak, serta operasi apa
yang dapat dilakukan pada data tersebut. Contoh tipe data dalam dunia nyata adalah
bilangan bulat. Contoh bilangan bulat ini dapat kita lihat dalam kasus sehari - hari khususnya
dalam hal pencacahan (Ingat kembali bilangan cacah : 1, 2, 3, 4, ... yang merupakan
himpunan bagian dari himpunan bilangan bulat).
Tipe Data dikelompokkan menjadi dua Yaitu primitive dan composite

a. Tipe Data Primitive


Tipe data primitive adalah tipe data dasar yang tersedia secara langsung pada suatu
bahasa pemrograman. Berikut yang termasuk tipe data primitive :

 Numeric

Tipe data numeric digunakan pada variabel atau konstanta untuk menyimpan nilai
dalam bentuk bilangan atau angka. Semua bahasa pemrograman menyediakan tipe
data numeric, hanya berbeda dalam jenis numeric yang diakomodasi.
Jenis yang termasuk dalam tipe data numeric antara lain integer (bilangan bulat), dan
float (bilangan pecahan). Coontohnya sebagai berikut

a) Integer (bilangan bulat)

Integer adalah tipe data dasar berupa bilangan yang tidak mengandung pecahan
desimal. Tipe data ini juga memiliki urutan, sehingga dapat dibandingkan satu
dengan lainnya. Contoh integer:

 2
 5
 -10
 135
 2008

b) Real (bilangan riil)

Real adalah tipe data dasar berupa bilangan yang memiliki pecahan desimal. Dalam
pemrograman, nilai dengan tipe data ini harus ditulis dengan sebuah titik sebagai
pemisah bilangan utuh dan bilangan pecahannya.

Tipe data ini digunakan untuk perhitungan yang melibatkan bilangan pecahan,
seperti perhitungan kosinus, akar persamaan, dan sebagainya. Tipe data ini juga
memiliki urutan, sehingga dapat dibandingkan satu dengan lainnya.

Contoh real:

 0.5
 0.17
 -3.465
 92.0
 4.3000+E9

 Character

Character adalah tipe data dasar yang terdiri atas satu buah angka, huruf, tanda baca
atau karakter khusus. Untuk menyimpan sebuah karakter, diperlukan 1 byte atau 8 bit
tempat didalam memori. Tipe data Character. Bersama dengan tipe data numeric,
character merupakan tipe data yang paling banyak digunakan. Tipe data character
kadang disebut sebagai char atau string. Tipe data string hanya dapat digunakan
menyimpan teks atau apapun sepanjang ber ada dalam tanda petik dua (“…”) atau
petik tunggal (‘…’).

Dalam sebuah program, penulisan tipe data char diawali dan diakhiri dengan tanda
kutip ganda. Selain itu, terdapat sebuah karakter kosong yang disebut dengan null atau
nil dan dituliskan sebagai "". Contoh char:

 "5"
 "A"
 "?"
 "+"
 "$"

Perhatikan bahwa 5 adalah integer sedangkan "5" adalah char

 String

String adalah tipe data dasar yang berupa kumpulan karakter dengan panjang
tertentu. Meskipun berupa kumpulan karakter, karena tipe data string sering
digunakan dalam pemrograman, string dianggap sebagai tipe data dasar.

Untuk penyimpanan string didalam memori, dibutuhkan 1 byte untuk tiap


karakternya. Serupa dengan penulisan karakter, penulisan sebuah string juga harus
diawali dan diakhiri dengan tanda petik ganda. String juga mengenal null yang
dituliskan dengan "". Contoh string:

 "BANDUNG"
 "Politeknik Telkom Bandung"
 "ABC3456"
 "Lucu"
 "30202001"
 "z"

Perhatikan bahwa sebuah karakter tunggal ("z") juga merupakan string.

 Boolean

Sebuah data boolean memiliki tepat dua buah kemungkinan nilai, direpresentasikan
sebagai Benar dan Salah, atau True dan False, atau dapat juga dilambangkan dengan
1 dan 0. Tipe data ini dapat digunakan untuk pemilihan dengan kondisi-kondisi
tertentu, dimana program harus memilih aksi apa yang akan dijalankan dengan
parameter tertentu.
Tipe data Boolean digunakan untuk menyimpan nilai True/False (Benar/Salah). Pada
sebagian besar bahasa pemrograman nilai selain 0 menunjukkan True dan 0
melambangkan False. Tipe data ini banyak digunakan untuk pengambilan keputusan
pada struktur percabangan dengan IF … THEN atau IF … THEN … ELSE.
Tipe data ini paling sering digunakan untuk range yang memiliki dua buah nilai:

 Lulus - tidak lulus.


 Member - bukan member.
b. Tipe Data Composite
Tipe data composite adalah tipe data bentukan yang terdiri dari dua atau lebih tipe data
primitive. Berikut beberapa contoh tipe data composite :

 Array

Array atau sering disebut sebagai larik adalah tipe data yang sudah terstruktur
dengan baik, meskipun masih sederhana. Array mampu menyimpan sejumlah data
dengan tipe yang sama (homogen) dalam sebuah variabel. Setiap lokasi data array
diberi nomor indeks yang berfungsi sebagai alamat dari data tersebut..
Suatu array adalah sebuah struktur data yang terdiri atas banyak variabel dengan
tipe data sama, dimana masing-masing elemen variabel mempunyai nilai indeks.
Setiap elemen array mampu untuk menyimpan satu jenis data (yaitu: variabel).
Suatu array dinyatakan dengan type, sehingga variabel yang bekerja akan dinyatakan
dengan:
 Contoh type : Var A = array [1..10] of integer;

 Record

Record dikenal dalam bahasa Pascal/Delphi sedangkan Struct dikenal dalam bahasa
C++ Sebuah record rekaman disusun oleh beberapa field. Tiap field berisi data dari
tipe dasar /bentukan tertentu. Record mempunyai kelebihan untuk menyimpan
suatu sekumpulan elemen data yang berbeda-beda tipenya (dibanding array).

 Image

Image atau gambar atau citra merupakan tipe data grafik. Misalnya grafik
perkembangan jumlah siswa SMK, foto keluarga kita, video perjalanan dan lain-lain.
Pada bahasa-bahasa pemrograman modern terutama yang berbasis visual tipe data
ini telah didukung dengan sangat baik.

 Date Time

Date and Time Nilai data untuk tanggal (Date) dan waktu (Time) secara internal
disimpan dalam format yang spesifik. Variabel atau konstanta yang dideklarasikan
dengan tipe data Date dapat digunakan untuk menyimpan baik tanggal maupun jam.
Tipe data ini masuk dalam kelompok tipe data composite karena merupakan
bentukan dari beberapa tipe data.

Dan masih banyak tipe data composite lainnya.


4. Membaca Tipe Data Dari Keyboard
Variabel juga dapat menyimpan input yang dilakukan oleh user melalui keyboard. Untuk
membaca dan menyimpan input dari keyboard dapat menggunakan fungsi scanf().
Perhatikan source codes berikut.

1 #include <stdio.h>
2  
3 int main() {
4     int i;
5  
6     scanf("%d", &i);
7  
8     printf("%i", i);
9  
10     return 0;
11 }
Penjelasan:

scanf(“%d”, &i);Digunakan untuk membaca input dari keyboard. Fungsi scanf terdiri dari


dua paramter, yaitu format specifier dan variabel yang akan
menampung input dari keyboard. Cara penulisan variabel untuk menampung input adalah
didahului oleh tanda ampersand (‘&’) kemudian diikuti nama variabel.
Tanda ampersand artinya yang dilewatkan ke parameter adalah alamat memori variabel
untuk diisi dengan nilai yang input diinput melalui keyboard.

5. Pengenalan Array
Array atau Larik adalah sebuah variabel yang memiliki serangkaian elemen dari jenis tipe
data yang sama. Elemen-elemen tersebut dirangkai di dalam memori yang berdekatan
dengan elemen lainya. konsep ini mirip seperti struct dan class yang dapat merupakan
kumpulan dari variabel, perbedaan dengan mereka adalah array merupakan kumpulan
variabel dengan satu indentifier dan satu tipe data yang sama, dan dalam istilah-istilah array
kumpulan dari variabel tersebut adalah elemen.

Bayangkan bahwa jika pembaca sedang bekerja membuat program untuk suatu organisasi
sekolah, tepatnya digunakan untuk mendata nilai-nilai dari siswa pada suatu kelas, dan
dalam satu kelas terdapat 50 anak. Dengan arti kita membutuhkan 50 tempat penyimpanan
(variabel).

double nilai1, nilai2, nilai3 …….nilai50;

mungkin untuk pembaca yang baru mengenal dunia programmer akan berpikiran untuk
membuat 50 variabel secara individu seperti pernyataan di atas. Cara di atas adalah sangat-
sangat tidak efektif atau salah.  Bagaimana jika satu kelas tidak selalu memiliki 50 anak,
mungkin di masa depan akan memiliki murid lebih dari 50 anak di dalam kelas. Dengan arti
program itu akan selalu membutuhkan modifikasi, bukan hanya pada variabel tersebut tapi
keseluruhan program, seperti input, proses dan output. Untungnya, dalam bahasa
pemrograman C++ dan hampir semua bahasa pemrograman, menyediakan fitur yang
bernama “Array” atau “Larik”.

Array memungkinkan kita untuk membuat sebuah variabel yang dapat menyimpan banyak
nilai. Di dalam array terdapat banyak elemen yang merupakan tempat untuk penyimpanan
setiap nilai.

6. Aturan Inisialisasi Array


Format pendefinisian array di dalam bahasa C++ adalah sebagai berikut:
tipe_data nama_variabel[jumlah_element]

Element adalah sebutan untuk isi atau anggota sebuah array.


Sebagai contoh, jika saya ingin membuat array dengan 100 element yang bisa diisi dengan
tipe data float, pendefinisiannya adalah sebagai berikut:

Float bilangan [100]


Berikutnya, bagaimana cara mengakses dan mengisi element array ini? Kita tinggal
menuliskan nomor urut dari element yang akan akan diakses, nomor urut ini dikenal juga
dengan istilah index. Berikut contohnya:
bilangan[5] = 3.14;
Perintah ini artinya kita sedang mengisi angka 3.14 ke index 4 dari array bilangan. Yang
harus perlu diperhatikan adalah, nomor urut atau index array dimulai dari 0, bukan 1.
Akibatnya jika kita ingin mengakses element pertama dari array bilangan, penulisannya
adalah bilangan[0]. Untuk bisa mengakses element ke-100 dari array bilangan, penulisannya
adalah bilangan[99].

7. String
String dalam pemrograman komputer adalah sebuah deret simbol. Tipe data string adalah
tipe data yang digunakan untuk menyimpan barisan karakter. String merupakan kumpulan
dari beberapa karakter yang diakhiri dengan karakter null ('\0'). Di dalam bahasa
pemrograman C, tidak terdapat tipe data string. Jadi, untuk membuat sebuah string
digunakan array of char atau pointer. Sebuah string dimulai dan diakhiri dengan kutip dua
(double quote), contoh "hello world" bukan 'hello world'. Kutip satu hanya digunakan
untuk char. Berikut contoh string dengan menggunakan array.
1 #include <stdio.h>
2  
3 int main() {
4     char nama[5] = "Budi";
5      
6     printf("%s\n", nama);
7      
8     return 0;
9 }
Keluaran:

Budi

Pada source code di atas, karena array of char (nama[5]) pada saat dideklarasi langsung
diinisialisasi, maka penambahan karakter null ('\0') pada akhir string tidak diperlukan karena
akan ditambahkan secara otomatis. Jadi, cukup lebihkan banyak elemen array-nya sebanyak
satu. Jika panjang stringnya empat (seperti contoh source code di atas), maka banyak
elemen arraynya adalah lima. Elemen kelima (index ke-4) digunakan untuk karakter null
('\0').
Jika terdapat sebuah array of char sebagai berikut.

char nama[5];

Karena nama belum diinisialisasi, kita tidak bisa melakukan operasi seperti di bawah ini


untuk menyimpan string ke dalam nama.

nama = "Budi"; //error

Untuk menyimpan string ke dalam sebuah array of char diperlukan bantuan


fungsi strcpy atau strncpy yang ada pada header string.h. Berikut contoh
penggunaan strcpy .
1 #include <stdio.h>
2 #include <string.h>
3  
4 int main() {
5     char nama[5];
6      
7     strcpy(nama, "Budi");
8      
9     printf("%s", nama);
10      
11     return 0;
12 }
Keluaran:

Budi

Fungsi strcpy terdiri dari dua parameter, yang pertama adalah variabel array untuk
menampung string (dalam kasus ini adalah nama) dan yang kedua adalah string yang akan
disimpan ke dalam array of char (dalam kasus ini adalah "Budi"). String yang disimpan ke
variabel array dengan menggunakan fungsi strcpy akan secara otomatis ditambahkan
karakter null di akhir string.

8. Konstanta String
String sangat memudahkan tugas pemogram. Dengan menggunakan string, pemogram
dapat menampilkan pesan kesalahan, menampilkan prompt bagi masukan keyboard
ataupun memberikan informasi pada layar dengan mudah. Seperti halnya tipe data yang
lain, string dapat berupa konstanta atau variabel. Konstanta string sudah biasa anda
sertakan pada program. Misalnya pada pernyataan :

cout << “C++”<<endl;

terdapat konstanta string “C++”. Tetapi sejauh ini, variabel string belum diperkenalkan.
Suatu konstanta string ditulis dengan awalan dan akhiran tanda petik ganda(“ “), misalnya:
“C++”. Konstanta string seperti diatas disimpan dalam memori secara berurutan.
Setiap karakter menempati memory 1 byte. Setelah karakter yang terakhir terdapat karakter
Null (karakter dengan nilai ASCII sama dengan nol atau disimbolkan dengan “\0”, yaitu
tanda \ dikuti dengan nol). Bila suatu string hanya berisi karakter NULL, string disebut
sebagai string kosong.  

9. Membaca Masukan String


Pemasukan data dapat ditangani oleh data cin, seperti contoh program di bawah ini Contoh:

#include<iostream.h>
#include<conio.h>

void main()
{
                char teks[13];
                clrscr();

                cout<<"Masukan sebuah kata :"<<endl;


                cin>> teks;
                cout<< "Kata yang tercetak    :"<<teks;
getch();
}

Hasilnya
Yang perlu diperhatikan adalah bahwa cin hanya dapat membaca sebuah kata.  Artinya
karakter-karakter yang terletak sesudah spasi tidak bisa ditampung pada teks. Ini
disebabkan operator << pada cin hanya bisa membaca masukan hingga terdapat spasi, tab
atau enter.
Untuk menampilkan agar dapat terbaca solusinya adalah menambahkan fungsi get() pada
objek cin (cin.get()) bisa dipakai untuk keperluan ini. Sebagai contoh seperti program
dibawah ini :

#include<iostream.h>
#include<conio.h>

void main()
{
                char teks[13];  //string dengan panjang
maksimal 12 karakter
                clrscr(); //hapus layar

                cout<<"Masukan sebuah kata :"<<endl;


                cin.get(teks, 13);
                cout<< "Kata yang tercetak    :"<<teks;
getch();}

Hasilnya:

Tampak, bahwa karakter yan terletak sesudah spasi juga ikut disimpan pada teks. Sekarang
kita lihat kalau data yang dimasukan lebih dari 13 karakter maka hanya 12 karakter pertama
yang disimpan pada teks, mengingat argumen kedua dari fungsi get() diisi dengan 13 (satu
karakter berisi Null).
Pada contoh program di atas dapat ditulis sebagai berikut :
                cin.get(teks, 13)
Bisa juga ditulis sebagai berikut :
cin. Get(teks, sizeof(teks));

Anda mungkin juga menyukai