Anda di halaman 1dari 2

Salah satu dorongan orang bekerja pada suatu organisasi, termasuk perusahaan adalah

karena di sana ada kesempatan untuk maju. Sudah menjadi sifat dasar dari manusia pada
umumnya untuk menjadi lebih baik, lebih maju dari posisi yang dipunyai saat ini, karena
itulah mereka menginginkan suatu kemajuan dalam hidupnya.
Pengemangan karir dalam rumah sakit dapat dibedakan bagi tenaga medis dan non medis,
dirumah sakit tempat saya bekerja pengembangan karir bagi tenaga medis dan non medis
terbuka dengan baik dan memiliki peluang yang yang sama dikarenakan struktur organisasi
perusahaan yang memiliki tempat yang dapat diisi oleh tenaga medis maupun non medis.
Pengembangan tenaga medis dapat kearah klinisi maupun manajerial, bila tenaga medis
mengambil jalur karir sebagai klinisi, maka dapat melanjutkan sekolah spesialisasi yang
diminati dengan harapan keilmuannya kelak dapat diterapkan dirumah sakit tempat
bekerja. Tenaga medis yang berminat mengembangkan karirnya melaui jalur manajerial
dapat melanjutkan Pendidikan terkait manajerial seperti mengambil Pendidikan MARS,
MMRS, MM, MHKES dan yang lainnya, sehingga keilmuannya dapat diterapkan saat
karyawan tersebut diberikan amanah di jajaran manajer rumah sakit sampai ke puncak
sebagai direktur rumah sakit.
Puncak pimpinan rumah sakit yaitu direktur rumah sakit, menurut pasal 34 UU No. 44
Tahun 2019 bahwa Kepala Rumah Sakit harus seorang tenaga medis yang mempunyai
kemampuan dan keahlian di bidang perumahsakitan, hal ini dapat dimanfaatkan bagi
tenaga medis yang memiliki minat kea rah manajerial dapat mencapai puncak karir sebagai
direktur rumah sakit. Rumah sakit memeberikan peluang bagi tenga medis dalam mengisi
struktur manajerial rumah sakit mulai dari kepala instalasi IGD, kepala Instalasi kamar
bedah, kepala instalasi HCU-ICU, kepala bidang pelayanan medis, kepala bidang
marketing dan bisnis, diluar itu terdapat beberapa komite yang diketuai oleh tenaga medis
seperti komite medis, komite Pengendalian dan Pencegahan Infeksi, Komite Mutu dan
Keselamatan Pasien, komite Farmasi & Terapi, komite Keselamatan & Kesehatan Kerja.
Berbagai jabatan struktural dan kebanyakan dapat rangkap jabatan atau dual karir dengan
tetap menjalankan karir sebagai klinisi di rumah sakit.
Tenaga non medis dirumah sakit juga memiliki kesematan pengembangan jenjang karir
yang sama besar peluangnya di jabatan struktural dalam rumah sakit, sebagai teanaga non
medis biasanya diawali sebagai pelaksana di unitnya masing-masing dengan harapan
peningkatan kinerja dapat membawa kearah peningkatan karir sebagai ketua tim kerja,
kepala ruangan, kepala instalasi, kepala mutu keperawatan, kepela sub bidang sampai
kepala bidang keperawatan, kepala bidang penunjang medis, kepala bagian umum dan
SDM, kepala bagian keuangan dan beberapa komite yang ada. Ada beberapa jabatan
struktural yang dapat rangkap jabatan untuk tenaga non medis tapi ada juga yang memang
harus fokus dan tidak bisa dirangkap.
Era disrupsi pada dunia kesehatan memaksa rumah sakit melakukan pengembangan
sumber daya manusia yang efektif dan efisien, dengan mempertimbangangkan minat dan
kecenderungan karyawan terebut dapat bertahan lama didalam organisasi. Pengembangan
dirumah sakit saya bekerja dapat dilakukan dengan keinginan sendiri ataupun dibantu oleh
rumah sakit karena menjadi suatu kebutuhan, kebutuhan terkait pemenuhan persyaratan
atau perizinan rumah sakit maupun kebutuhan pemenuhan persyaratan Akreditasi.
Peluang ini dapat menjadikan motivasi bagi karyawan dalam melakukan pengembangan
terhadap karirnya, sehingga jaryawan baik tenaga medis maupun non medis dapat
memanfaatkan peluang dan kemampuan diri yang diminati dengan lebih terarah.