Anda di halaman 1dari 7

AKUNTANSI PERBANKAN DAN LPD

“Laporan Arus Kas Pada LPD”

OLEH :

NI PUTU IKA WAHYUDIANA PUTRI 1807531127 / 05

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

AKUNTANSI

2020
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI........................................................................................................................... i

PEMBAHASAN .................................................................................................................... 1

PENGERTIAN LAPORAN ARUS KAS ........................................................................... 1

TUJUAN DAN MANFAAT LAPORAN ARUS KAS ........................................................ 1

KLASIFIKASI ARUS KAS ............................................................................................... 2

METODE PENYUSUNAN LAPORAN ARUS KAS......................................................... 3

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................. 5

i
PEMBAHASAN
PENGERTIAN LAPORAN ARUS KAS
Laporan arus kas melaporkan penerimaan kas, pembayaran kas dan perubahan bersih pada
kas yang berasal dari aktivitas operasi, investigasi, dan pendanaan perusahaan selama satu periode
daam suatu format yang menunjukkan bagaimana melaporkan suatu gugi bersih dan tetap
mengadkan pengeluaran modal yang besar atau membayar dividen. Sedangkan menurut IAI, arus
kas masuk dan arus kas keluar. Oleh karena suatu perusahaan membuat suatu laporan biasanya
secara periodic, maka ketika menyiapkan laporan arus kas yang berdasarkan pendapatan,
akumulasi penyusutan, dan pinjaman modal harus menunjukkan pemisahan antara kelompok
utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto yang berasal dari aktivitas operasi,
aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan.

Arus kas adalah istilah yang digunakan untuk mengklasifikasikan arus kas (kas yang
diterima) dan kegiatan operasi. Istilah arus kas juga digunakan untuk menunjukkan dana, dimana
arus kas berisih mewakili perbedaan antara sunber dan penerimaan. Pada dasarnya ada beberapa
motof (dorongan) yang menyebabkan perusahaan perlu memiliki sejumlah kas. Dorongan-
dorongan inilah yang menentukan jumlah kas yang harus dimiliki perusahaan. Motif-motif
tersebut, antara lain :

1) Motif Transaksi (Transaction Motive), perusahaan membutuhkan sejumlah uang tunai


untuk membiayai kegiatannya sehari-hari. Contohnya : untuk gaji dan upah, membeli
barang, membayar tagihan dan pembayaran hutang kepada kreditur apabila jatuh tempo.
2) Motif Berjaga-jaga (Safety Motive /Precautionary Motive), berjaga-jaga terhadap
kebutuhan yang mungkin terjadi, tetapi tidak jelas kapan akan terjadi. Contohnya :
kerusakan mesin, perubahan harga bahan baku, kebakaran, dan kecelakaan.

TUJUAN DAN MANFAAT LAPORAN ARUS KAS


Tujuan utamanya adalah memberikan informasi tentang penerimaan kas dan pembayaran
kas entitas selama suatu periode. Lalu tujuan lainnya adalah unruk melaporkan kegiatan operasi,
investasi, dan pembiayaan suatu entitas selama periode berjalan.

Manfaat informasi arus kas :

1
1) Informasi arus kas berguna sebagai indicator jumlah arus kas di masa yang akan dating,
serta berguna untuk menilai kecermatan atas taksiran arus kas yang telah dibuat
sebelumnya.
2) Dapat menjadi alat pertanggungjawaban terhadap arus kas masuk dan keluar selama
periode pelaporan.
3) Memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengguna laporan dalam mengevaluasi
perubahan kekayaan bersih/ekuitas dana suatu entitas pelaporan dan struktur keuangan
pemerintahan (termasuk likuiditas dan solvabilitas).

Manfaat Laporan Arus Kas :

1) Kemampuan entitas untuk menghasilkan arus kas di masa depan.


2) Kemampuan entitas untuk membayar dividend an memenuhi kewajibannya.
3) Penyebab perbedaan antara laba bersih dan arus kas bersih dari kegiatan operasi.
4) Transaksi investasi dan pembiayaan yang melibatkan kas dan non-kas selama suatu
periode,

KLASIFIKASI ARUS KAS


Laporan arus kas mengklasifikasikan penerimaan kas berdasarkan kegiatan operasi,
investasi, dan pembiayaan. Karakteristik transaksi dan peristiwa lainnya dari setiap jenis kegiatan
adalah :

1) Kegiatan operasi melibatkan pengaruh kas dari transaksi yang dilibatkan dalam penentuan
laba bersih, seperti penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa, serta pembayaran kas
kepada pemasok dan karyawan untuk memperoleh persediaan serta membayar beban.
2) Kehiatan investasi umumnya melibatkan aktiva jangka panjang dan mencakup :
a) Pemberian serta penagihan pinjaman.
b) Perolehan serta pelepasan investasi dan aktiva peroduktif jangka panjang.
3) Kegiatan pembiayaan melibatkan pos-pos kewajiban dan ekuitas pemegang saham serta
mencakup perolehan kas dari kreditor dan pembiayaan kembali pinjaman, serta perolehan
modal dari pemilik dan pemberian tingkat pengembalian atas, dan pengembalian dari
investasinya.

2
METODE PENYUSUNAN LAPORAN ARUS KAS
Ada dua bentuk di dalam penyajian laporan arus kas yaitu :

1) Direct Method (Metode Langsung)


Pelaporan arus kas dilakukan dengan cara melaporkan kelompok-kelompok
penerimaan dan pengeluaan kas dari kegiatan operasi secara lengkap (Gross) dan baru
dilanjutkan dengan kegiatan investas dan pembiayaan.
Keunggulan utama dari metode ini adalah metode ini melaporkan sumber dan
penggunaan kas dalam laporan arus kas. Sedangkan kelemahannya adalah data yang
dibutuhkan seringkali tidak mudah di dapat dan biaya pengumpulannya umumnya mahal.
Metode langsung menggolongkan berbagai kategori utama dari kegiatan operasi. Metode
langsung lebih mudah untuk dimengerti, dan memberikan informasi yang lebih banyak
untuk mengambil keputusan.
2) Indirect Method (Metode Tidak Langsung)
Net income disesuaikan (deferral) dengan menghilangkan :
a) Pengaruh transaksi yang belum di realisasi (deferral) dari arus kas masuk serta transaksi
yang lalu seperti perubahan jumlah persediaan deferral income, arus kas masuk dan
keluar dari transaksi yang accured (seperti piutang dan utang).
b) Pengaruh perkiraan yang terdapat dalam kelompok investasi dan pembiayaan yang
tidak mempengaruhi kas seperti penyusutan, amortisasi, laba rugi dari penjualan aktiva
tetap dan sari operasi yang dihentikan (yang berkaitan dengan kegiatan investasi), laba
rugi pembatalan utang (transaksi pembagian).
Keunggulan dari metode ini adalah memusatkan pada perbedaan antara laba bersih
dan arus kas dari aktivitas operasi. Dalam hal ini, metode tersebut menunjukkan hubungan
antara laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas. Karena datanya dapat tersedia
dengan segera, maka metode ini lebih murah dibandingkan dengan metode langsung.
Penyusunan laporan arus kas dengan menggunakan metode ini diawali dengan laba bersih
dan menyesuaikan laba bersih tersebut sehingga diperoleh arus kas dari aktivitas operasi.

Kedua metotode ini dapat mendatangkan jumlah sub-total yang sama untuk kegiatan
operasi, kegiatan investasi, kegiatan pendanaan, dan arus kas bersih selama periode tertentu.
Metode tersebut berbeda hanya dalam cara menunjukkan arus kas dari kegiatan operasi.

3
Penyusunan anggaran kas meurut Riyanto (1978 : 90) dapat dilakukan dengan beberapa tahap
seperti :

1) Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran menuut rencana operasional perusahaan.


Transaksi-transaksi di sini merupaka transaksi operasi (operating transactions). Pada tahap
ini dapat diketahui adanya deficit (kekurangan) kas atau surplus (kelebihan) pada kas.
2) Menyusun perkiraan atau estimasi kebutuhan dana atau kredit dari bank atau sumber-
sumber lainnya yang diperlukan untuk menutup deficit kas, juga disusunnya estimasi
pembayaran bunga kredit tersebut beserta waktu pembayarannya kembali. Transaksi-
transaksi di sini merupakan transaksi finansil (financial transaction).
3) Menyusun kembali estimasi keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya
transaksi finansial. Anggaran kas yang finansial ini merupakan gabungan ari transaksi
operasional dan transaksi finansial yang menggambarkan estimasi penerimaan dan
pengeluaran kas keseluruhan.

Perbedaan utama dari dua metode penyusunan cash flow adalah :

1) Metode Langsung, laporan cash flow disusun dari buku kas/bank. Karena disusun
berdasarkan buku kas, pada saat pencatatan setiap transaksi kas harus langsung
digolongkan ke dalam tiga jenis aktivitas. Tujuannya adalah untuk mempermudah
penyusunan.
2) Metode Tidak Langsung, laporan cash flow disusun dari laporan keuangan (neraca dan
laporan laba rugi). Tidak perlu menggolongkan metode ini di setiap transaksi kas,
pengelompokkan aktivitas transaksi disusun berdasarkan akun/rekening dalam laporan
keuangan.

4
DAFTAR PUSTAKA
https://id.scribd.com/document/249325956/Laporan-Arus-Kas-Pada-Lpd