Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PENDAHULUAN BAYI BARU LAHIR

Dosen Pembimbing:

Ns. Dwining Handayani, S.Kep., M.Kes

Dosen Pembimbing Lahan

Nuning Winariastuti, Amd. Keb

Disusun Oleh :

Bunga Faradista
202303102086
Kelas 1-A

PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS JEMBER

KAMPUS KOTA PASURUAN

TAHUN2020/2021
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PENDAHULUAN

Dengan Judul
Bayi Baru Lahir

Telah disahkan pada:

Hari : Rabu
Tanggal : 07 September 2021

Pembimbing Institusi
Pembimbing Lahan

( Ns. Dwining handayani,


( Nuning Winariastuti.Amd.Kep )
S.Kep., M.Kes )

Mahasiswi

( Bunga Faradista )
LAPORAN PENDAHULUAN

A. KONSEP MEDIS
1. Definisi
Bayi Baru Lahir adalah hasil konsepsi yang baru lahir dari rahim seorang wanita
melalui jalan lahir normal atau dengan alat tertentu sampai umur satu bulan
(FKUI,1999 dalam Kumalasari, 2018).
Menurut Kumalasari (2018), Bayi Baru Lahir (Neonatus) adalah masa kehidupan
pertama diluar rahim sampai dengan usia 28 hari, dimana terjadi perubahan yang
sangat besar dari kehidupan didalam rahim menjadi diluar rahim.Pada masa ini terjadi
pematangan organ hampir pada semua system. Neonatus (BBL) bukanlah miniature
orang dewasa,bahkan bukan pula miniature anak. Neonatus mengalami masa
perubahan dari kehidupan didalam rahim yang serba tergantung pada ibu menjadi
kehidupan diluar rahim yang serba mandiri. Masa perubahan yang paling besar terjadi
selama 24-72 jam pertama kehidupan bayi. Selama beberapa minggu, neonatus
mengalami masa transisi dari kehidupan intrauterine ke extrauterine dan
menyesuaikan dengan lingkungan yang baru. Kebanyakan neonatus yang matur
(matang usia kehamilannya) dan ibu yang mengalami kehamilan yang sehat dan
persalinan berisiko rendah, untuk mencapai masa transisi ini berjalan relatif mudah.

2. Etiologi
1) Janin besar melebihi 4000 gram
2) Malpersentasi janin
3) Partus tidak maju
4) Gemeli
5) Pre-eklamsi
6) Adanya riwayat SC
3. Manifestasi Klinis
1) Lahir aterm antara 37- 42 minggu
2) Berat badan 2500 – 4000 gram
3) Panjang lahir 48 – 52 cm.
4) Lingkar dada 30 – 38 cm.
5) Lingkar kepala 33 – 35 cm.
6) Lingkar lengan 11-12.
7) Frekuensi denyut jantung 120-160x/menit.
8) Kulit kemerah- merahan dan licin karena jaringan subkutan yang cukup.
9) Rambut kepala biasanya telah sempurna.
10) Kuku agak panjang dan lemas.
11) Nilai APGAR >7.
12) Gerakan aktif.
13) Bayi lahir langsung menangis kuat
14) Genetalia :
a. Pada laki-laki kematangan ditandai dengan testis yang berada pada
skrotum dan penis yang berlubang.
b. Pada perempuan kematangan ditandai dengan vagina dan uterus yang
berlubang ,serta labia mayora menutupi labia minora.
15) Refleks rooting ( mencari putting susu dengan rangsangan taktil pada pipi dan
daerah mulut) sudah terbentuk dengan baik.
16) Refleks sucking sudah terbentuk dengan baik.
17) Refleks grasping sudah baik.
18) Refleks morro.
19) Eliminasi baik, urine dan mekonium keluar dalam 24 jam pertama

4. Perawatan Bayi Baru Lahir


Menurut Prawiroharjo, (2002); Dep. Kes Republik Indonesia, (2002); dalam
Kumalasari (2018), perawatan segera pada bayi baru lahir adalah asuhan yang
diberikan pada bayi baru lahir dimulai sejak proses persalinan hingga kelahiran bayi
(dalam 1 jam pertama kehidupan )
Perawatan segera, aman dan bersih untuk bayi baru lahir ialah :
a) Pencegahan Infeksi a) Cuci tangan dengan seksama sebelum dan setelah
bersentuhan dengan bayi.
b) Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan.
c) Pastikan semua peralatan dan bahan yang digunakan, terutama klem, gunting,
penghisap lendir DeLee dan benang tali pusat telah didesinfeksi tingkat tinggi atau
steril.
d) Pastikan semua pakaian, handuk, selimut dan kain yang digunakan untuk bayi,
sudah dalam keadaan bersih. Demikin pula dengan timbangan, pita pengukur,
termometer, stetoskop.

5. Patofisiologi
Adanya beberapa kelainan atau hambatan pada proses persalinan yang
menyebabkan bayi tidak dapat lahir secara normal atau spontan, misalnya janin besar
melebihi 4000 gram, malpersentasi janin, partus tidak maju, gemeli, pre-eklamsi, dan
adanya riwayat sc.Segera setelah lahir, BBL harus beradaptasi dari keadaan yang
sangat tergantung menjadi mandiri secara fisiologis. Banyak perubahan yang akan
dialami oleh bayi yang semula berada dalam lingkungan interna (dalam kandungan
Ibu)yang hangat dan segala kebutuhannya terpenuhi (O2 dan nutrisi) ke lingkungan
eksterna (diluar kandungan ibu) yang dingin dan segala kebutuhannya memerlukan
bantuan orang lain untuk memenuhinya.
Saat ini bayi tersebut harus mendapat oksigen melalui sistem sirkulasi
pernafasannya sendiri yang baru, mendapatkan nutrisi oral untuk mempertahankan
kadar gula yang cukup, mengatur suhu tubuh dan melawan setiap penyakit. Periode
adaptasi terhadap kehidupan di luar rahim disebut Periode Transisi. Periode ini
berlangsung hingga 1 bulan atau lebih setelah kelahiran untuk beberapa sistem tubuh.
Transisi yang paling nyata dan cepat terjadi adalah pada sistem pernafasan dan
sirkulasi,sistem termoregulasi, dan dalam kemampuan mengambil serta menggunakan
glukosa.
6. Penatalaksanaan
Menurut Prawirohardjo, (2005) tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir,
adalah:
1) Membersihkan jalan nafas Bayi normal akan menangis spontan segera setelah
lahir, apabila bayi tidak langsung menangis, penolong segera membersihkan
jalan nafas dengan cara sebagai berikut :
 Letakkan bayi pada posisi terlentang di tempat yang keras dan hangat.
 Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang Bersihkan
hidung, rongga mulut dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang
dibungkus kassa steril.
 Tepuk kedua telapak kaki bayi sebanyak 2-3 kali atau gosok kulit bayi
dengan kain.
2) Memotong dan Merawat Tali Pusat Tali pusat dipotong sebelum atau sesudah
plasenta lahir tidak begitu menentukan dan tidak akan mempengaruhi bayi,
kecuali pada bayi kurang bulan. Tali pusat dipotong 5 cm dari dinding perut
bayi dengan gunting steril dan diikat dengan pengikat steril. Apabila masih
terjadi perdarahan dapat dibuat ikatan baru. Luka tali pusat dibersihkan dan
dirawat dengan alkohol 70% atau povidon iodin 10% serta dibalut kasa steril.
Pembalut tersebut diganti setiap hari dan atau setiap tali basah / kotor.
Sebelum memotong tali pusat, pastikan bahwa tali pusat telah diklem dengan
baik, untuk mencegah terjadinya perdarahan.
3) Mempertahankan Suhu Tubuh Bayi Pada waktu baru lahir, bayi belum
mampu mengatur tetap suhu badannya dan membutuhkan pengaturan dari luar
untuk membuatnya tetap hangat. Bayi baru lahir harus dibungkus hangat.
4) Memberi Vitamin K Untuk mencegah terjadinya perdarahan, semua bayi baru
lahir normal dan cukup bulan perlu diberi vitamin K peroral 1 mg/hari selama
3 hari, sedangkan bayi resiko tinggi diberi vitamin K parenteral dengan dosis
0,5 1 mg I.M.
5) Memberi Obat Tetes / Salep Mata Di beberapa negara perawatan mata bayi
baru lahir secara hukum diharuskan untuk mencegah terjadinya oplitalmic
neonatorum. Di daerah dimana prevalensi gonorhoe tinggi, setiap bayi baru
lahir perlu diberi salep mata sesudah 5 jam bayi lahir. Pemberian obat mata
eritromisin 0,5% atau tetrasiklin 1% dianjurkan untuk pencegahan penyakit
mata karena klamidia (penyakit menular seksual).
6) Identifikasi Bayi
 Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia di tempat
penerimaan pasien, di kamar bersalin dan di ruang rawat bayi.
 Alat yang digunakan hendaknya kebal air, dengan tepi yang halus
tidak mudah melukai, tidak mudah sobek dan tidak mudah lepas.
 Pada alat/gelang identifikasi harus tercantum : nama (bayi, nyonya)
tanggal lahir, nomor bayi, jenis kelamin, unit, nama lengkap ibu. d. Di
setiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama,
tanggal lahir, nomor identifikasi.

7) Pemantauan Bayi Baru Lahir Tujuan pemantauan bayi baru lahir adalah untuk
mengetahui aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah
kesehatan bayi baru lahir yang memerlukan perhatian keluarga dan penolong
persalinan serta tindak lanjut petugas kesehatan. Pemantauan 2 jam pertama
sesudah lahir meliputi :

 Kemampuan menghisap kuat atau lemah.


 Bayi tampak aktif atau lunglai.
 Bayi kemerahan atau biru

7. Pemeriksaan Penunjang
1) pH tali pusat, tingkat 7,20 sampai 7,24 menunjukkan status praasidosis,
tingkat rendah menunjukkan gangguan asfiksia bermakna. 2.
2) Hemoglobin mencapai 15 sampai 20 g. hematokrit berkisar antara 43%
sampai 61%. 3.
3) Tes Coombs langsung pada daerah tali pusat menentukan adanya kompleks
antigen-antibodi pada membran sel darah merah yang menunjukkan kondisi
hemolitik. 4.
4) Bilirubin Total sebanyak 6 mg/dl pada hari pertama kehidupan, 8 mg/dl 1
sampai 2 hari dan 12 mg/dl pada 3 sampai 5 hari.

8. Ciri-Ciri Bayi Normal


a. BB 2500 – 4000 gr
b. PB lahir 48 – 52 cm
c. Lingkar dada 30 – 38 cm
d. Lingkar kepala 33 – 35 cm
e. Bunyi jantung dalam menit – menit pertama kira – kira 180x/menit, kemudian
menurun sampai 120x/menit atau 140x/menit
f. Pernafasan pada menit – menit pertama cepat kira – kira 180x/menit, kemudian
menurun setelah tenang kira – kira 40x/menit
g. Kulit kemerah – merahan dan licin karena jaringan subkutan cukup terbentuk dan
diliputi vernic caseosa
h. Rambut lanugo setelah tidak terlihat,rambut kepala biasanya telah sempurna
i. Kuku agak panjang dan lemah
j. Genitalia labia mayora telah menutup, labia minora ( pada perempuan ) testis
sudah turun ( pada anak laki – laki )
k. Reflek isap dan menelan sudah terbentuk dengan baik
l. Reflek moro sudah baik, apabila bayi dikagetkan akan memperlihatkan gerakan
seperti memeluk
m. Gerak reflek sudah baik, apabila diletakan sesuatu benda diatas telapak tangan
bayi akan menggenggam atau adanya gerakan reflek
n. Eliminasi baik. Urine dan meconium akan keluar dalam 24 jam pertama.
Meconium berwarna kuning kecoklatan.

9. Rencana Asuhan Bayi Baru Lahir


a. Minum Bayi
Pastikan bayi diberi minum sesegera mungkin setelah lahir (dalam waktu 30
menit) atau dalam 3 jam setelah masuk rumah sakit, kecuali apabila pemberian
minum harus ditunda karena masalah tertentu. Bila bayi dirawat di rumah sakit,
upayakan ibu mendampingi dan tetap memberikan ASI.
b. ASI Eksklusif
Anjurkan ibu untuk memberikan ASI dini (dalam 30 menit 1 jam setelah lahir)
dan eksklusif. ASI eksklusif mengandung zat gizi yang diperlukan untuk tumbuh
kembang bayi, mudah dicerna dan efesien, mencegah berbagai penyakit infeksi.
Berikan ASI sedini mungkin. Jika ASI belum keluar, bayi tidak usah diberi apa-
apa, biarkan bayi mengisap payudara ibu sebagai stimulasi keluarnya ASI.
Cadangan nutrisi dalam tubuh bayi cukup bulan dapat sampai selama 4 hari pasca
persalinan. Prosedur pemberian ASI adalah sebagai berikut :
 Menganjurkan ibu untuk menyusui tanpa dijadwal siang malam (minimal
8 kali dalam 24 jam) setiap bayi menginginkan. Bila bayi melepaskan
isapan dari satu payudara, berikan payudara lain.
 Tidak memaksakan bayi menyusu bila belum mau, tidak melepaskan
isapan sebelum bayi selesai menyusu, tidak memberikan minuman lain
selain ASI, tidak menggunakan dot atau empeng.
 Menganjurkan ibu hanya memberikan ASI saja pada 4-6 bulan pertama.
 Memperhatikan posisi dan perlekatan mulut bayi dan payudara ibu dengan
benar.
 Menyusui dimulai apabila bayi sudah siap, yaitu : mulut bayi membuka
lebar, tampak
rooting reflex, bayi melihat sekeliling dan bergerak.
 Cara memegang bayi : topang seluruh tubuh, kepala dan tubuh lurus
menghadap payudara, hidung dekat puting susu.
 Cara melekatkan : menyentuhkan putting pada bibir, tunggu mulut bayi
terbuka lebar, gerakan mulut kearah puting sehingga bibir bawah jauh
dibelakang areola.
 Nilai perlekatan dan refleks menghisap : dagu menyentuh payudara, mulut
terbuka lebar, bibir bawah melipat keluar, areola di atas mulut bayi lebih
luas dari pada di bawah mulut bayi, bayi menghisap pelan kadang
berhenti.
 Menganjurkan ibu melanjutkan menyusui eksklusif, apabila minum baik.
c. Buang Air Besar (BAB)
Kotoran yang dikeluarkan oleh bayi baru lahir pada hari-hari pertama
kehidupannya adalah berupa mekoneum. Mekoneum adalah ekskresi
gastrointestinal bayi baru lahir yang diakumulasi dalam usus sejak masa janin,
yaitu pada usia kehamilan 16 minggu. Warna mekoneum adalah hijau kehitam-
hitaman, lembut, terdiri atas mucus sel epitel, cairan amnion yang tertelan, asam
lemak dan pigmen empedu. Mekoneum ini keluar pertama kali dalam waktu 24
jam setelah lahir. Mekoneum dikeluarkan seluruhnya 2-3 hari setelah lahir.
Mekoneum yang telah keluar 24 jam menandakan anus bayi baru lahir telah
berfungsi. Jika mekoneum tidak keluar, bidan atau petugas harus mengkaji
kemungkinan adanya atresia ani dan megakolon. Warna feses bayi berubah
menjadi kuning pada saat berumur4-5 hari, bayi yang diberi ASI, feses menjadi
lebih lembut, berwarna kuning terang dan tidak berbau. Bayi yang diberi susu
formula, feses cenderung berwarna pucat dan agak berbau. Warna feses akan
menjadi kuning kecoklatan setelah bayi mendapatkan makanan. Frekuensi BAB
bayi sedikitnya satu kali dalam sehari. Pemberian ASI cenderung membuat
frekuensi BAB bayi menjadi lebih sering. Pada hari ke 4-5 produksi ASI sudah
banyak, apabila bayi diberi ASI cukup maka bayi akan BAB 5 kali atau lebih
dalam sehari.
d. Buang Air Kecil (BAK)
Bayi baru lahir harus sudah BAK dalam waktu 24 jam setelah lahir. Hari
selanjutnya bayi akan BAK sebanyak 6-8 kali/hari. Pada awalnya volume urine
bayi sebanyak 20-30 ml/hari, meningkat menjadi 100-200 ml/hari pada akhir
minggu pertama.Warna urine keruh/merah muda dan berangsur-angsur jernih
karena intake cairan meningkat. Jika dalam 24 jam bayi tidak BAK, bidan atau
petugas kesehatan harus mengkaji jumlah intake cairan dan kondisi uretra.
e. Tidur
Memasuki bulan pertama kehidupan, bayi baru lahir menghabiskan waktunya
untuk tidur. Macam tidur bayi adalah tidur aktif atau tidur ringan dan tidur lelap.
Pada siang hari hanya 15%waktu digunakan bayi dalam keadaan terjaga, yaitu
untuk menangis, gerakan motorik, sadar dan mengantuk. Sisa waktu yang 85%
lainnya digunakan bayi untuk tidur.
f. Kebersihan Kulit
Kulit bayi masih sangat sensitif terhadap kemungkinan terjadinya infeksi. Untuk
mencegah terjadinya infeksi pada kulit bayi, keutuhan kullit harus senantiasa
dijaga. Verniks kaseosa bermanfaat untuk melindungi kulit bayi, sehingga jangan
dibersihkan pada saat memandikan bayi. Untuk menjaga kebersihan kulit bayi,
bidan atau petugas kesehatan harus memastikan semua pakaian, handuk, selimut
dan kain yang digunakan untuk bayi selalu bersih dan kering. Memandikan bayi
terlalu awal (dalam waktu 24 jam pertama) cenderung meningkatkan kejadian
hipotermi. Untuk menghindari terjadinya hipotermi, sebaiknya memandikan bayi
setelah suhu tubuh bayi stabil (setelah 24 jam).
g. Perawatan Tali Pusat
Tali pusat harus selalu kering dan bersih. Tali pusat merupakan tempat koloni
bakteri, pintu masuk kuman dan biasa terjadi infeksi lokal. Perlu perawatan tali
pusat sejak manajemen aktif kala III pada saat menolong kelahiran bayi. Sisa tali
pusat harus dipertahankan dalam keadaan terbuka dan ditutupi kain bersih secara
longgar. Pemakaian popok sebaiknya popok dilipat di bawah tali pusat. Jika tali
pusat terkena kotoran/feses, maka tali pusat harus dicuci dengan sabun dan air
mengalir, kemudian keringkan.
h. Keamanan Bayi
Bayi merupakan sosok yang masih lemah dan rentan mengalami kecelakaan.
Untuk menghindari terjadinya kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan pada
bayi, sebaiknya tidak membiarkan bayi sendiri tanpa ada yang menunggu. Tidak
membiarkan bayi sendirian dalam air atau tempat tidur, kursi atau meja. Tidak
memberikan apapun lewat mulut selain ASI karena bayi biasa tersedak.
Membaringkan bayi pada alas yang cukup keras pada punggung/sisi badannya.
Hati-hati menggunakan bantal dibelakang kepala dan ditempat tidurnya karena
dapat menutupi muka.
i. Pemijatan Bayi
Tujuan dan manfaat pemijatan bayi diantaranya menguatkan otot bayi, membuat
bayi lebih sehat, membantu pertumbuhan bayi, meningkatkan kesanggupan
belajar, dan membuat bayi tenang.
j. Menjemur Bayi
Kita tahu bahwa sinar matahari pagi sangatlah baik bagi kesehatan. Hal tersebut
juga berlaku bagi bayi-bayi. Setelah dilahirkan, fungsi hatinya belum sempurna
dalam proses pengolahan bilirubin. Dimana kadar bilirubin dalam darah si bayi
sangat tinggi dan hal inilah yang menyebabkan bayi mengalami suatu proses
fisiologis yang menyebabkannya bayi kuning. Untuk mengatasinya, ada cara
alami untuk mengatasi hal tersebut, yaitu dengan menjemurnya dibawah matahari
pagi. Sinar matahari pagi telah dipercaya mampu memberikan efek kesehatan
alami bagi tubuh. Salah satunya adalah untuk menurunkan kadar bilirubin yang
terlalu tinggi yang menjadi penyebab bayi kuning pasca dilahirkan ke dunia. Jadi
melakukan penjemuran pada bayi yang baru lahir di pagi hari adalah hal yang
sangat penting. Manfaat menjemur bayi adalah sebagiberikut :
 Dapat menurunkan kadar bilirubin dalam darah
 Membuat tulang bayi menjadi lebih kuat
 Untuk memberi efek kehangatan pada bayi
 Menghindarkan bayi dari stress.
k. Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada pasien
Hal penting dalam menciptakan hubungan saling percaya antara bidan dan pasien
antara lain :
 Hak pasien untuk mengetahui informasi
 Kewajiban moral
 Menghilangkan cemas dan penderitaan pasien
 Meningkatkan kerjasama pasien maupun keluarga
 Memenuhi kebutuhan bidan

10. TANDA-TANDA BAHAYA BAYI BARU LAHIR


Beberapa tanda bahaya pada bayi baru lahir harus diwaspadai, dideteksi lebih dini
untuk segera dilakukan penganan agar tidak mengancam nyawa bayi. Beberapa tanda
bahaya pada bayi baru lahir tersebut, antara lain pernafasan sulit atau lebih dari 60
kali per menit, retraksi dinding dada saat inspirasi. Suhu terlalu panas atau lebih dari
38°C atau terlalu dingin suhu kurang dari 36°C.
Warna abnormal, yaitu kulit atau bibir biru atau pucat, memar atau sangat kuning
(terutama pada 24 jam pertama) juga merupakan tanda bahaya bagi bayi baru lahir.
Tanda bahaya pada bayi baru lahir yang lain yaitu pemberian ASI sulit (hisapan
lemah, mengantuk berlebihan, banyak muntah), tali pusat merah, bengkak keluar
cairan, bau busuk, berdarah, serta adanya infeksi yang ditandai dengan suhu tubuh
meningkat, merah, bengkak, keluar cairan (pus), bau busuk, pernafasan sulit.
Gangguan pada gastrointestinal bayi juga merupakan tanda bahaya, antara lain
mekoneum tidak keluar setelah 3 hari pertama kelahiran, urine tidak keluar dalam 24
jam pertama, muntah, terus menerus, distensi abdomen, faeses hijau/berlendir/darah.
Bayi menggigil atau menangis tidak seperti biasa, lemas, mengantuk, lunglai, kejang-
kejang halus, tidak bias tenang, menangis terus menerus, mata bengkak dan
mengeluarkan cairan juga termasuk tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir

11. Pathway
B. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
a. Identitas
b. Inspeksi
Bayi baru lahir akan memperlihatkan posisi didalam Rahim selama beberapa
hari
c. Riwayat Persalinan
Tekanan saat dalam Rahim pada anggota gerak atau bahu dapat menyebabkan
ketidaksimetrisan wajah untuk sementara atau menimbulkan tahanan saat
ekstremitas akstensi
d. Tanda-tanda vital
1) Suhu: aksila 36,5-37°C, suhu stabil setelah 8-10 jam kelahiran
2) Frekuensi Jantung: 120-140 denyut/menit, bisa tidak teratur untuk
periode singkat, terutama setelah menangis
3) Pernafasan: 30-60 kali/menit
4) Tekanan Darah:
 78/42mmHg
 Pada waktu lahir, sistolik 60-80mmHg dan diastolik 40-
50mmHg
 Setelah 10 hari, sistolik 95-100mmHg dan diastolik sedikit
meningkat
 Tekanan darah bayi baru lahir bervariasi seiring perubahan
tingkat aktivitas (terjaga,menangis atau tidur )
e. Pengkajian Fisik
1) Eksternal : Perhatikan warna, bercak warna , kuku, lipatan pada telapak
kaki, periksa potensi hidung dengan menutup sebelah lubang hidung
sambil mengobservasi pernafasan dan perubahan kulit.
2) Dada Palpasi untuk mencari detak jantung yang terkencang, auskultasi
untuk menghitung denyut jantung, perhatikan bunyi nafas pada setiap
dada.
 Abdomen : Verifikasi adanya abdomen yang berbentuk seperti
kubam atau tidak ada anomaly, perhatikan jumlah pembuluh
darah pada tali pusat.
 Neurologis : Periksa tonus otot dan reaksi reflex.
f. Pemeriksaan Penunjang e.
g. Nilai APGAR
h. Pengukuran umum
1) Berat: berat badan lahir 2500-4000gr
2) Panjang badan: dari kepala sampai tumit 45-55cm
3) Lingkar kepala: diukur pada bagian yang terbesar yaitu oksipito-frontalis
33-35cm
4) Lingkar dada: mengukur pada garis buah dada, sekitar 30-33cm
5) Lingkar abdomen: mengukur di bawah umbilikalis, ukuran sama dengan
lingkaran dada.
ah lahir. Batas antara tali pusat dan kulit jelas, tidak terdapat usus halus
didalamnya, tali pusat kering didasar dan tidak berbau.
i. Genetalia
1) Wanita: labia dan klitoris biasanya edema, labia minora lebih besar dari
labia mayora, meatus uretral di belakang klitoris, vernika kaseosa di antara
labia, berkemih dalam 24 jam
2) Laki-laki: lubang uretra pada puncak glen penis, testis dapat diraba di
dalam setiap skrotum, skrotum biasanya besar, edema, pendulus, dan
tertutup dengan rugae, biasanya pigmentasi lebih gelap pada kulit
kelompok etnik. Smegma dan berkemih dalm 24 jam
3) Periksa anus ada atau tidak menggunakan termometer anus
j. Ekstremitas
Mempertahankan posisi seperti dalam rahim. Sepuluh jari tangan dan jari
kaki, rentang gerak penuh, punggung kuku merah muda, dengan sianosis
sementara segera stelah lahir. Fleksi ekstremitas atas dan bawah. Telapak
biasanya datar, Ekstremitas simetris, Tonus otot sama secara bilateral, Nadi
brakialis bilateral sama.
k. Pengkajian terhadap factor resiko
1) Maternal : Usia, riwayat kesehatan yang lalu, perkembangan social dan
riwayat pekerjaan.
2) Obsetrik : Parity, periode, kondisi kehamilan terakhir
3) Perinatal : Antenatal, informasi prenatal maternal health (DM,jantung)
4) Intra Partum event :
 Usia gestasi : Lebih dari 34 minggu sampai dengan 42 minggu.
 Lama dan karakteristik persalinan : Persalinan lama pada kala I
dan II KPD 24 jam.
 Kondisi ibu : Hipo/Hiper tensi progsif perdarahan, infeksi.
 Keadaan yang mengidentifikasi fetal disstres HR lebih dari 120 x
sampai dengan 140 x / menit.
 Penggunaan analgesic
 Metode meahirkan : Sectio Caesaria, Forsep, Vakum.
2. Diagnosa Keperawatan
1) Resiko infeksi berhubungan dengan sumbatan atau kotoran pada tali pusat.
2) Risti hipotermi berhubungan dengan perubahan suhu

3. Intervensi Keperawatan
1) Resiko infeksi berhubungan dengan sumbatan atau kotoran pada tali
pusat

Tujuan : tidak terjadi infeksi pada tali pusat


Intervensi :

 Kaji adanya bau atau cairan pada tali pusat

R : Cairan pada tali pusat dapat menunjukkan adanya infeksi

 Lakukan perawatan pada tali pusat dengan alcohol

R : Alcohol dapat mencegah infeksi yang terjadi pda tali pusat

 Ganti nouvel gauze pada tali pusat setiap habis mandi

R : Nouvel gauze diganti untuk mencegah terjadinya infeksi

 Kaji adanya tanda-tanda infeksi seperti peningkatan suhu tubuh,


kemerahan disekitar tali pusat.

R : Peningkatan suhu tubuh, kemerahan disekitartali pusat dapat


menunjukkan adanya infeksi

 Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan

R : mencuci dapat mencegah terjadinya infeksi nosokomial

 Jaga lingkungan tetap bersih

R : Lingkungan yang bersih dapat menjaga kesehatan janin

2) Resiko tinggi hipotermi berhubungan dengan perubahan suhu

Tujuan : hipotermi tidak menjadi aktual


Intervensi :
 Segera bungkus bayi dengan selimut kering.

R : Mencegah penguapan suhu melalui evaporasi

 Observasi suhu bayi tiap 4jam

R : Deteksi dini bila terjadi hipotermi

 .Jaga lingkungan tetap hangat dan kering

R : Mencegah penguapan suhu

 Dekatkan bayi dengan ibu sesering mungkin

R : Dekapan ibu membuat bayi merasa hangat

8. Implementasi Keperawatan

Pada tahap ini dilakukan pelaksanaan dari perencanaan keperawatan yang telah
ditentukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pasien secara optimal.
Implementasi adalah pengolahan dari perwujudan dari rencana keperawatan yang
telah disusun pada tahap perencanaan.

9. Evaluasi

Tahap evaluasi merupakan perbandingan yang sistemik dan terencana tentang


kesehatan klien dengan tujuan yang telah ditetapkan, dilakukan dengan cara
berkesinambungan dengan melibatkan klien dengan tenaga kesehatan lainnya.
DAFTAR PUSTAKA

Noviiantii,Mauliida.2018 “LP BBL SC” https://id.scribd.com/document/383156031/LP-BBL-SC


. Diakses pada 06 September 2021

Fatmawati,Lilis.2020 “DIKTAT BAYI BARU LAHIR” http://wlibs.unigres.ac.id/680/I/DIKTAT20.


Diakses pada 06 September 2021

Ying,Oyinyin.2017“PATHWAYBBLSEHATPOSTSC”
https://idscribd.com/document/356750968/PATHWAY-Bbl-Sehat-Post-Sc . Diakses pada 06
September 2021