0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
109 tayangan39 halaman

Lks Pengenalan Mikroprosesor

Dokumen ini membahas sejarah perkembangan mikroprosesor mulai dari Intel 4004 hingga prosesor terbaru Intel Pentium D. Dokumen ini juga menjelaskan fitur-fitur utama dari berbagai jenis mikroprosesor mulai dari 8-bit, 16-bit, hingga 64-bit.

Diunggah oleh

asep
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
109 tayangan39 halaman

Lks Pengenalan Mikroprosesor

Dokumen ini membahas sejarah perkembangan mikroprosesor mulai dari Intel 4004 hingga prosesor terbaru Intel Pentium D. Dokumen ini juga menjelaskan fitur-fitur utama dari berbagai jenis mikroprosesor mulai dari 8-bit, 16-bit, hingga 64-bit.

Diunggah oleh

asep
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengenalan Mikroprosesor 

Mikroprosesor  pertama  kali  diperkenalkan  oleh  Intel  Corporation  pada  tahun  1971  berupa 

sebuah  chip  Intel  4004.  Chip 4004 berupa LSI (​Large Scale Integration​) yang berisi rangkaian 

logika  yang  cukup  besar,  karena  ​chip  ​LSI  mampu  menggantikan  ratusan  rangkaian  yang 

digunakan  dalam  sistem  mikro  komputer  konvensional  yang  digunakan  pada  waktu  itu. 

Pada  4004  memiliki  46  perintah  (​instruction​)  dan  mampu  memuat  data  sebanyak  4  bit setiap 

saat.  Selanjutnya  mikroprosesor  tersebut  dikembangkan  menjadi  8  bit  data  dan  jumlah 

instruksi  diperbanyak  menjadi  48  instruksi  dan  nama  barunya  adalah  8008.  Pada  chip  8008 

memiliki kecepatan proses yang lebih tinggi daripada 4004. 

Gambar 1.1 Mikroprosesor Intel 4004 Sumber: google.com 

Chip  4004  dan  8008  digunakan  secara  luas  dalam  berbagai  bidang  dan  mampu  memacu 

perkembangan  industri  dalam  waktu  yang  sangat  singkat  dan  hanya  dalam  waktu  2  tahun 

berikutnya  telah  dikembangkan  mikroprosesor  standar  8  bit  tipe  8080  yang  merupakan 
penyempurnaan  dari  8008  sehingga  lebih  canggih  dan  memiliki  kecepatan yang lebih tinggi 

serta  jumlah  instruksi  yang  lebih  banyak.  Satu  tahun  kemudian  pabrik-pabrik  komponen 

elektronik  yang  lain  terinspirasi  dengan  intel  8080  dengan  mengeluarkan  berbagai  macam 

mikroprosesor  8  bit  dengan tipe yang sesuai dengan pabrik pembuatnya. Misalnya Motorola 

dengan tipe 6800, Signetic dengan tipe 2650, Rokwell dengan PPS-8, dan sebagainya. 

Pada  tahun 1972, 8008 dengan bus data 8 bit digunakan oleh Don Lancaster untuk membuat 

cikal-bakal  personal  komputer.  Chip  8008  membutuhkan  20  komponen  tambahan  untuk 

dapat bekerja penuh sebagai CPU. 

Gambar 1.2 Mikroprosesor Intel 8008 Sumber: google.com 

Tahun  1974, 8080 menjadi otak personal pertama komputer, Altair, diduga merupakan nama 

tujuan  pesawat  Starship  Enterprise  di  film  TV  Star  Trek.  8080  hanya  membutuhkan  2 

perangkat  tambahan  untuk  bekerja.  Selain  itu  8080  terbuat  dari  transistor  NMOS  yang 
bekerja  lebih  cepat.  8080  disebut  sebagai  mikroprosesor  generasi  kedua.  Segera  sesudah  itu 

Motorolla  membuat  MC6800  yang  juga  merupakan  CPU  multiguna.  MC6800  sangat 

populer  karena  menggunakan  catu  daya  +5V,  dibanding  8080  dengan  catu  daya  –5V,  +5V, 

-12V,  dan  +12V.  Pada  tahun  1975  muncul  mikroprosesor  generasi  ketiga  yang  dikeluarkan 

oleh Zilog 

Inc,  yaitu  dengan  tipe  Z80  yang  mampu  menutup  kekurangan  dari  intel  8080 baik dari segi 

kecepatan,  jumlah  instruksi  dan  kemudahan  dalam  operasionalnya,  dan  pada  saat  itu  pula 

pabrik-pabrik  yang  lain  mulai  berlomba-lomba  untuk  saling  mengungguli  antara  yang  satu 

dengan  yang  lain.  Bahkan  dikembangkan  pula  komputer  dalam  satu  chip  (​single  chip 

microcomputer)​ misalnya F8 dari Fairchild dan Mostek 8048 dari Intel dan lain-lain. 

Gambar 1.3 Mikroprosesor Zilog 80 dari Motorola Sumber: google.com 

Tahun  1978,  IBM  menciptakan  personal  komputer  PC-XT  yang  sangat  populer 

menggunakan  mikroprosesor  8086  dan  8088.  Keduanya  mampu  menangani  data  16  bit. 

Bedanya  hanya  pada  ukuran  bus  data  yang  hanya  8  bit  untuk  8088  (operasi internal 16 bit), 

dan 16 bit untuk 8086. Kemudian Intel membut 80186 dan 80188 yang juga berisi perangkat 
peripheral  ​terprogram.  Tahun  1982,  80286  adalah prosesor pertama yang dapat menjalankan 

perangkat  lunak  yang  ditulis  untuk  pendahulunya,  karena  instruksi  yang  dimiliki  oleh  seri 

sebelumnya  semuanya  dimiliki  dan  ditambahi  dengan  instruksi  lain.  Kompatibilitas  ke  atas 

ini kemudian menjadi ciri khas mikroprosesor Intel. Dalam 6 tahun, ada 15 juta PC-AT yang 

menggunakan  80286  sebagai  CPU.  Tahun  1985,  Intel  membuat  80386  (386TM)  yang 

mengandung  275  ribu  transistor,  dan  merupakan  mikroprosesor  32  bit  yang  dapat 

melakukan  ​multitasking  (​ menjalankan  beberapa  program  dalam  waktu  yang  bersamaan). 

Tahun  1989,  Intel  486TM  adalah  prosesor  pertama  yang  mempunyai  ​math  coprosesor  ​secara 

​ i dalamnya. 
built-in d

Gambar 1.4 Mikroprosesor Intel 80386 Sumber: google.com 

Tahun  1993,  lahir  keluarga  prosesor  Pentium®.  Tahun  1995,  prosesor  Pentium®  Pro 

didesain  untuk  server  32-bit,  mengandung  5,5  juta  transistor  dan  mempunyai  ​chip  ​memori 

cache  kedua  di  dalamnya.  Tahun  1997,  dibuat  prosesor  Pentium®  II  dengan  7,5  juta 

transistor  dan  teknologi  MMX,  yang  didesain  khusus  untuk  memproses  data  video,  audio 
dan  grafik  secara  efisien.  Prosesor  ini  juga  diperkenalkan  dengan  bentuk  ​cartridge  Single 

Edge  Contact  ​(S.E.C).  Seiring  dengan  itu  bermunculan  seri  ​Celeron  y​ ang  merupakan  versi 

​ engan beberapa fitur yang dihilangkan untuk menekan biaya produksi. 


Pentium d

Tahun  1999  muncul  Pentium  III  dengan  70  instruksi  baru  yang  mendukung  Internet 

Streaming  SIMD.  Prosesor  ini  berisi  9,5  juta  transistor,  dan  mengintroduksi  teknologi 

0,25-micron.  Pada  saat  ini  sedang  dikembangkan  mikroprosesor  64  bit,  sehingga  operasi- 

operasi  matematis  yang  dilakukan  dapat  lebih  cepat.  Prosesor  Intel  Celeron  merupakan 

prosesor  yang  dikeluarkan  sebagai  prosesor  yang  ditujukan  untuk  pengguna  yang  tidak 

terlalu  membutuhkan  kinerja  prosesor  yang  lebih  cepat  bagi  pengguna  yang  ingin 

membangun  sebuah  sistem  komputer  dengan  ​budget  (​ harga)  yang  tidak  terlalu  besar. 

Prosesor  Intel  Celeron  ini  memiliki  bentuk  dan  ​form factor ​yang sama dengan prosesor Intel 

jenis  Pentium,  tetapi  hanya  dengan  instruksi-instruksi  yang  lebih sedikit, L2 ​cache-​ nya lebih 

kecil,  kecepatan  (​clock  speed​)  yang  lebih  lambat,  dan  harga  yang  lebih  murah  daripada 

prosesor  Intel  jenis  Pentium.  Dengan  keluarnya  prosesor  Celeron  ini  maka  Intel  kembali 

memberikan sebuah prosesor untuk sebuah pasaran tertentu. 

 
Gambar 1.5 Bentuk Intel Pentium III Internet Streaming SIMD Sumber: google.com 

Tahun  2000  Intel  mengeluarkan  produk  terbarunya  yaitu  Intel®  Pentium®  4 

Prosesor,  prosesor  Pentium  4  merupakan  produk  Intel  yang  kecepatan  prosesnya  mampu 

menembus  kecepatan  hingga  3.06  GHz.  Pertama  kali  keluar  prosesor  ini  berkecepatan 

1.5GHz  dengan  ​formfactor  p​ in  423,  setelah  itu  intel  mengubah  ​formfactor  ​prosesor  Intel 

Pentium  4  menjadi  pin  478  yang  dimulai  dari  prosesor  Intel  Pentium  4  berkecepatan  1.3 

GHz sampai yang terbaru yang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3.4 GHz. 

Tahun  2001  intel  memperbarui  prosessornya  yaitu  ​Intel®  Xeon®  ​Prosesor,  prosesor  ​Intel 

Pentium  4  Xeon  ​merupakan  prosesor  Intel  Pentium  4  yang ditujukan khusus untuk berperan 

sebagai  ​computer  server​.  Prosesor  ini  memiliki  jumlah  pin  lebih  banyak  dari  prosesor  Intel 

Pentium  4  serta  dengan  memori  L2  ​cache  ​yang  lebih  besar pula. Pada tahun yang sama intel 

juga  mengeluarkan  produk  yang  lain  yang  dinamakan  Itanium.  Itanium  adalah  prosesor 

pertama  berbasis  64  bit  yang  ditujukan  bagi  pemakain  pada  server  dan  ​workstation  ​serta 

pemakai  tertentu.  Prosesor  ini  sudah  dibuat  dengan  struktur yang benar-benar berbeda dari 

sebelumnya  yang  didasarkan  pada  desain  dan  teknologi  ​Intel’s  Explicitly  Parallel  Instruction 

Computing ​(EPIC). 

 
Tahun  2002  Intel  memperbaiki  produk  Itaniumnya  yaitu  Intel®  Itanium®  2  Prosesor. 

Itanium  2  adalah  generasi  kedua  dari  keluarga  Itanium.  Tahun  2003  intel  mengeluarkan 

produk  barunya  yaitu  Intel®  Pentium®  M  Prosesor,  dimana  Chipset  855,  dan  Intel® 

PRO/WIRELESS  2100  adalah  komponen  dari  Intel®  Centrino™.  Intel  Centrino  dibuat 

untuk  memenuhi  kebutuhan pasar akan keberadaan sebuah komputer yang mudah dibawa ke 

mana-mana.  Tahun  2004  mengeluarkan  produk  Intel  Pentium  M  735/745/755  prosesors 

​ imana  dilengkapi  dengan  chipset  855  dengan  fitur  baru 


dan  Intel  E7520/E7320  ​Chipsets  d

2Mb  L2  Cache  400MHz  system  bus  dan  kecocokan  dengan  soket  prosesor  dengan  seri-seri 

Pentium  M  sebelumnya,  sedangkan  7320/7520  dapat  digunakan  untuk  dual  prosesor 

dengan  konfigurasi  800MHz  FSB,  DDR2  400  memori,  dan  PCI  ​Express  peripheral  interfaces​. 

Intel  memperbaiki  produknya  pada  tahun  2005  dengan  mengeluarkan  ​Intel  Pentium  4 

Extreme  Edition  3​ .73GHz,  dimana  prosesor  yang  ditujukan untuk pasar pengguna komputer 

yang  menginginkan  sesuatu  yang  lebih  dari  komputernya,  prosesor  ini  menggunakan 

konfigurasi 3.73GHz ​frequency,​ 1.066GHz FSB, EM64T, 2MB L2 ​cache,​ dan ​Hyper Threading.​  

Gambar 1.6 Bentuk dan Layout Intel Pentium 4 Sumber: google.com 

Pada  tahun  yang  sama  mengeluarkan  juga  Intel  Pentium  D  820/830/840  yaitu  Prosesor 

berbasis  64  bit  dan  disebut  ​dual  core  k​ arena  menggunakan  2  buah inti, dengan konfigurasi 1 
MB L2 ​cache p​ ada tiap ​core,​ 800 MHz FSB, dan bisa beroperasi pada frekuensi 2.8 GHz, 

3.0  GHz,  dan  3.2  GHz.  Pada  prosesor  jenis  ini  juga  disertakan  dukungan  ​Hyper  Threading.​  

Tahun  2006  mengeluarkan  lagi  produk  Intel  Core  2  Quad  Q6600  dimana  Prosesor  untuk 

tipe  desktop  dan  digunakan  pada  orang  yang  ingin  kekuatan  lebih  dari  komputer  yang  ia 

​ engan  konfigurasi  2.4  GHz  dengan  8MB  L2  ​cache  (​ sampai 


miliki  memiliki  2  buah  ​core  d

dengan  4  MB  yang dapat diakses tiap ​core)​ , 1.06 GHz ​Front-side bus,​  dan ​thermal design power 

​ 3210/X3220  yaitu 
(TDP).  Tahun  2006  juga  mengeluarkan  produk  Intel  ​Quad-core  Xeon  X

​ engan masing-masing 
Prosesor  yang  digunakan  untuk  tipe server dan memiliki 2 buah ​core d

memiliki  konfigurasi  2.13  dan  2.4  GHz,  berturut-turut,  dengan  8MB  L2  ​cache  ​(dapat 

mencapai  4  MB  yang  diakses  untuk  tiap  ​core)​ ,  1.06  GHz  ​Front-side  bus​,  dan  ​thermal  design 

power (​ TDP). 

Penerapan Arsitektur Mikroprosesor 

Arsitektur  sebuah  mikroprosesor  menunjukkan  rancangan  tentang  perangkat  lunak  dan 

perangkat  keras  yang  terpadu  menjadi  satu.  Rancangan  perangkat  lunak  dan  perangkat 

keras  sebuah  mikroprosesor  dikembangkan  secara  simultan  sebelum  sebuah  mikroprosesor 

diproduksi.  Arsitektur  perangkat  lunak  mikroprosesor  disebut  juga  dengan  set  instruksi. 

Setiap  mikroprosesor  memiliki  set  instruksi  tersendiri  yang  terdiri  dari  sejumlah  instruksi 

yang dapat bekerja di dalam perangkat keras mikroprosesor. 

Internal  software  design  ​berkaitan  dengan  bentuk  atau  rancangan  set  instruksi (​instruction set​) 

yang digunakan. Set instruksi sebuah mrikroprosesor dibangun dan dikembangkan 


bersamaan  dengan  pengembangan  rancangan  perangkat  keras  mikroprosesornya.  Setiap 

perintah  dalam  set  instruksi  harus  bekerja  pada  saat  proses  ​decoding  y​ ang  dilakukan  oleh 

perangkat  keras  mikroprosesor.  Disebut  internal  software  karena  set  instruksi  berkaitan 

langsung  dengan  perangkat  keras  yang  ada  di  dalam  mikroprosesor.  Setiap  perintah  dalam 

set instruksi dikodekan dalam heksadesimal. 

Ada  tiga  model  arsitektur  mikroprosesor  dilihat  dari  perangkat  lunak  dalam  bentuk  set 

instruksi  sebagai  ​software  design.​   Ketiga  jenis  arsitektur  mikroprosesor  yaitu:  (1)  ​Complex 

Instruction  Set  Computer  ​(CISC),  (2)  ​Reduce  Instruction  Set  Computer  (​ RISC),  dan  (3) 

Mikroprosesor Superskalar. 

1. Complex Instruction Set Computer ​(CISC) 

Pada  mulanya  dalam  industri  komputer,  pemrograman  dilakukan  menggunakan  bahasa 

assembly  atau  kode-kode  bahasa  mesin.  Pemrograman  semacam  ini  sangat  powerful  dan 

mudah  menggunakan  instruksi.  Perancang  CPU  mencoba  membuat  instruksi  yang  dapat 

melakukan  berbagai  perintah  kerja.  CISC  adalah  jenis  arsitektur  mikroprosesor  yang 

menggunakan  banyak  jenis  dan  ragam  instruksi.  CISC  menyediakan  kemampuan  setiap 

instruksi  dapat  mengeksekusi  operasi  ​low-level,​   seperti  men-​load  d


​ ata  dari  memori,  operasi 

aritmetika,  dan  melakukan  prosedur  penyimpanan  ke  memori.  Mikroprosesor  jenis  ini 

memiliki  kemampuan  eksekusi  cepat.  Contoh  mikroprosesor  dengan  arsitektur  CISC  adalah 

Intel  8088,  8085,  8086,  Zilog  Z-80  CPU, NS 32016, MC6800. Karena jumlah instruksi lebih 

banyak  jenis  dan  ragamnya  maka  kelemahan  CISC  terletak  pada  sulitnya  mengembangkan 
interpreter dan kompiler. 

2. Reduce Instruction Set Computer (​ RISC) 

RISC  merupakan  arsitektur  instruction  set  yang  menekankan  kepada  kesederhanaan 

instruksi  “bekerja  sedikit”  tetapi  tetap  memberikan  hasil  performansi  yang  tinggi.  Hal  ini 

bisa  terjadi  karena  proses  eksekusi  instruksinya  sangat  cepat.  Arsitektur  ini  lebih  baru 

dibandingkan  dengan  arsitektur  CISC.  Arsitektur  RISC  memiliki  sedikit  instruksi  banyak 

register.  Contoh  mikroprosesor  dengan  artsitektur  RISC  adalah  AMD  2900,  MIPS  R2000, 

SUN  SPARC,  MC  8800,  ATMET  90S1200,  90S2313,  90S2323,  90S2343,  90S4434, 

90S8515. 

Ciri-ciri RISC: 

a. Instruksi bersifat tunggal. 

b. Ukuran instruksi umumnya 4 byte. 

c. Jumlah mode pengalamatan (addressing mode) lebih sedikit di bawah lima. 

d. Tidak ada mode pengalamatan tidak langsung (indirect addressing mode). 

e. Tidak ada operasi yang menggabungkan operasi load/store dengan operasi aritmetika. 

f. Setiap instruksi dalam satu lokasi memori memiliki lebih dari satu operand. 

g. Tidak mendukung sembarang peralatan. 

h. Satu instruksi satu alamat data. 

i. Minimal 32 register interger dapat dirujuk secara eksplisit. 

j. Minimal 16 register floating point direferensikan secara eksplisit. 

3. Mikroprosesor Superskalar 

Mikroprosesor  dengan  arsitektur  superskalar  adalah  mikroprosesor  yang  menggunakan 

instruksi-instruksi  biasa  (aritmetika,  ​floating  point,​   ​store,  branch​)  tetapi  bisa  diinisialisasi 
secara simultan dan dapat dieksekusi secara independen. Contoh 

mikroprosesor  dengan  arsitektur  superskalar  antara  lain:  IBM  RS  6000,  Pentium  (CISC 

dengan konsep superskalar). 

Saat  sekarang  sebuah  mikroprosesor  yang  cukup  canggih  dapat  diperoleh  dengan  harga 

yang  murah  tidak  lain  disebabkan  oleh  perkembangan  teknologi  pembuatan  mikroprosesor 

yang  sudah  sangat  maju  sehingga  kerumitan  dalam  suatu  rangkaian  ribuan  hingga  jutaan 

komponen  dapat  dibuat  dalam  satu  ​chip  y​ ang  kira-kira  hanya  berukuran kurang lebih hanya 

1  cm2  saja.  Dalam  pembuatan  mikroprosesor  dikenal  bermacam-macam  teknologi  yang 

diterapkan.  Pada  masing-masing  teknologi  memiliki  karakteristik  tertentu  yang  dapat 

digunakan  sesuai  dengan  kebutuhan,  yaitu  kecepatan  proses,  harga  yang  lebih  ekonomis, 

atau  dalam  hal  penggunaan  daya  yang  sangat  rendah.  Teknologi  dalam  pembuatan 

mikroprosesor yang dikenal saat ini adalah: 

a. Teknologi PMOS (Chanel P Metal Oxide Semiconductor) 

b. Teknologi NMOS (Chanel N Metal Oxide Semiconductor) 

c. Teknologi CMOS (Complementary-NMOS) 

d. Teknologi bipolar jenis ECL 

e. Teknologi bipolar jenis Schottky 

f. Teknologi bipolar TTL 

g. Teknologi Galium Arsenide dan lain-lain. 

Dari  sekian  teknologi  yang  digunakan  dalam  pembuatan  mikroprosesor  maka  yang  paling 

murah  adalah  teknologi  PMOS  dan  yang  paling  sedikit  penggunaan  daya  adalah  jenis 

teknologi CMOS. 
Pada  Tabel  1.1  berikut  ini  dijelaskan  beberapa  macam  mikroprosesor  dan  jenis  teknologi 

yang dipergunakannya. 

Jenis Teknologi  Mikroprosesor Pengguna Teknologi 

PMOS  Intel 4004, 4040, 8008 

NMOS  Intel 8080, 8085, 8086, 8748 

Motorola  6800,  6801,  6802,  6805,  6809  Zilog  Z80,

Z8000 

NS 32032 

CMOS  Motorola 145805, 14500 

Schottky  Intel 1001 

AMD  Am2901, 2903 

TTL  TI SBP 0400, SBP 9900 

ECL  Motorola 10800 

Penggunaan  sebuah  mikroprosesor  sebenarnya sangatlah luas karena mampu menggantikan 

hampir  semua  perangkat  yang  berbasis  sistem  digital  serta flexibilitas kerjanya yang sangat 

tinggi. Keterbatasan dalam pemakaiannya pada umumnya banyak dipengaruhi antara lain: 

a. Kemampuan untuk memahami kerja mikroprosesor 

b. Kemampuan daya imajinasi perancang dan pemrograman 

c. Kompatibilitas perangkat tambahan serta tersedianya sarana pendukungnya. 

Sampai  saat  ini  mikroprosesor  digunakan  secara  luas  dalam  berbagai  bidang,  baik  yang 
menyangkut penggunaan langsung dalam sebuah sistem komputer personal 
sampai  komputer  main  frame  maupun  bidang  lain  dalam  sistem  elektrik  sampai  mekanik 

yang  memerlukan  pengendalian  yang  langsung  dapat  ditangani  oleh  sebuah mikroprosesor, 

bahkan  dari  alat  rumah  tangga,  alat  hiburan,  sistem  komunikasi,  industri  sampai  dengan 

perlengkapan militer. 

Gambar 1.7 Salah Satu Contoh Mikroprosesor Buatan Intel Sumber: google.com 

Kriteria pemilihan mikroprosesor ditentukan antara lain sebagai berikut: 

a. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh sistem 

b. Jumlah dan jenis komponen yang dipergunakan 

c. Kecepatan operasi kerja 

d. Kompatibilitas perangkat penghubung/tambahan 

e. Ada tidaknya modifikasi yang akan dilakukan terhadap sistem di kemudian hari. 

Di  samping  itu  harus  diperhatikan  pula  keuntungan  dan  kerugian  yang  ditimbulkan  oleh 

pemakaian  suatu  sistem  mikroprosesor  dalam  penggunaannya.  Beberapa  keuntungan  dari 

penggunaan sistem mikroprosesor antara lain: 

a. Sistem  mikroprosesor  dapat  diprogram  (programable),  s​ ehingga  dengan  perangkat  keras 

(​hardware​)  yang  relatif  sama  tetapi  dapat  dipergunakan  untuk  bermacam-macam  sistem 

aplikasi  yang  berbeda  tergantung  dari  program  yang  diberikan  pada  perangkat  keras 

tersebut. 
b. Sistem menjadi lebih andal baik dalam kecepatan. 

c. Operasional menjadi lebih mudah, ​bahkan dapat diatur untuk ke arah otomasi. 

d. Jumlah  komponen  yang  diperlukan  semakin  sedikit  serta  daya yang diperlukan semakin kecil 

pula. 

Di  samping  keuntungan  yang  menjanjikan,  sistem  mikroprosesor  juga  memiliki 

kerugian-kerugian sebagai berikut: 

a. Mikroprosesor  banyak  jenisnya  dan  antara  satu  dengan  yang  lainnya  tidak 

kompatibel  karena  dari  segi  hardware  maupun  software-nya  berbeda,  sehingga 

pengembangan sistemnya juga tidak sama. 

b. Mikroprosesor  mengalami  perkembangan  yang  sangat  pesat  sehingga  suatu  sistem 

mikroprosesor menjadi cepat usang (​out of date)​ . 

Prinsip Kerja Sistem Minimum Mikroprosesor 

Mikroprosesor  adalah  sebuah  ​chip  (​ keping)  yang  dapat  melaksanakan  operasi-  operasi 

hitungan,  operasi  nalar,  dan  operasi  kendali  secara  elektronis  (digital).  Biasanya 

mikroprosesor  dikemas  dengan  plastik  atau  keramik.  Kemasannya dilengkapi  dengan  pin- 

pin yang merupakan terminal masukan dan keluaran dari chip. Mikroprosesor merupakan 

rangkaian  terpadu  (​integreted  circuit)​   dalam  bentuk  komponen  chip  VLSI  (​Very  Large  Scale 

Integration)​   yang  mampu  menjalankan  perintah  secara  berurutan  dalam  bentuk  program 

sehingga  dapat  bekerja  sesuai  yang  diinginkan  programer.  Perintah  atau  instruksi  yang 
diberikan  pada  suatu  mikroprosesor  haruslah  dapat  dimengerti  oleh  mikroprosesor  itu 

sendiri.  Pada  umumnya  instruksi  yang  diberikan  dalam  bentuk  besaran-besaran  biner  atau 

dalam bahasa mesin (​machine language​). 

Setiap  mikroprosesor  memiliki  kode  instruksi  yang  berbeda-beda  sesuai  dengan  yang 

direncanakan  oleh  pabrik  pembuatnya.  Sehingga  suatu  program  yang  ditulis  dalam  kode 

instruksi  untuk  mikroprosesor  tertentu  tidak  dapat  dijalankan  untuk  semua  jenis 

mikroprosesor yang ada. 

Sistem  Minimum  Mikroprosesor  merupakan  sebuah  sistem  yang  dibangun  dari  komponen 

utama  yaitu  Unit  Mikroprosesor  atau  CPU,  dan  komponen  tambahan  yaitu  Unit  Memori, 

Unit  Masukan/Keluaran  (I/O),  untuk  menjalankan  atau  mengeksekusi  program  yang 

diberikan.  Jadi,  sistem  mikroprosesor  adalah  sistem  mikro-elektronika  yang  menggunakan 

mikroprosesor sebagai unit pemroses sentralnya. 

Mikrokomputer  adalah  suatu  sistem  mikroprosesor,  yang  minimum  terdiri  dari  chip 

mikroprosesor (CPU: ​Central Processing Unit)​ , ROM (​Read Only Memory​) yang berisi ​firmware 

(Program  kendali  sistem  uP),  RAM  (​Random  Access  Memory​)  yang  berisi  program  atau  data 

sementara,  dan  Piranti  input-output  (I/O  ​device)​   yang  berguna  untuk  komunikasi  antara 

sistem  mikroprosesor  dengan  piranti  yang  dikendalikan.  (komunikasi  dengan  operator/ 

user). Sistem tersebut disusun pada suatu PCB (​Printed Circuit Board)​ . 

Mikrokontroler  ​Chip  ​yang  di  dalamnya  terkandung  sistem  interkoneksi  antara 

Mikroprosesor,  RAM,  ROM,  I/O  ​interface,​   dan beberapa peripheral. Mikrokontroler disebut 


juga  ​On-chip-Peripheral​.  Namun  demikian  terdapat  beberapa  jenis  mikroprosesor  yang 

kompatibel  satu  arah  saja,  artinya  ada  program  yang  dapat  dijalankan  oleh  suatu 

mikroprosesor  dapat dijalankan oleh mikroprosesor yang berbeda, tetapi untuk kebalikannya 

maka program tersebut tidak dapat jalan. 

Gambar 1.8 Mikrokomputer yang Dibuat Menjadi Chip Mikrokontroller Sumber: google.com 

Misalnya  tipe  mikroprosesor  Z80  dapat  menjalankan  instruksi  untuk  mikroprosesor  8080 

ataupun  8085,  program  yang  menggunakan  prosesor  8086  dapat  dijalankan  oleh  prosesor 

yang lebih tinggi (80186, 80286, 80386, 80486 dan seterusnya) namun tidak dapat program 

(80186, 80286, 80386, 80486) tidak dapat dijalankan oleh prosesor di bawahnya. 
Komponen Sistem Minimum Mikroprosesor 

Secara  fisik  mikroprosesor  memiliki  beberapa  saluran  masukan  maupun  keluaran  yang 

digunakan  untuk  sambungan  dengan  komponen-komponen  pendukung  sistem 

mikroprosesor. Saluran-saluran tersebut dikelompokkan sebagai berikut: 

a. Bus saluran Alamat (​Address Bus)​  

b. Bus saluran Data (​Data Bus)​  

c. Bus saluran Kendali (​Control Bus​) 

Secara  blok  diagram  saluran-saluran  yang  terdapat  pada  mikroprosesor  Z80  dapat 

digambarkan sebagai berikut: 

Gambar 1.9 Saluran-Saluran Mikroprosesor Sumber: google.com 

1. Bus Saluran Alamat (​Address Bus)​  

Saluran  alamat  (​address  bus)​   diperlukan  untuk  menentukan  suatu  lokasi  alamat  memori 

maupun  lokasi  alamat  dari  perangkat  input/output  (​Input  Output  Interface​)  yang  selalu 

digunakan  dalam  suatu  sistem  mikroprosesor  itu  sendiri,  sebab  jumlah  saluran  yang  ada 

langsung  menentukan  banyaknya  alamat  memori  (kapasitas  memori)  yang  dapat 

ditanganinya.  Pada  awal  pengembangannya,  mikroprosesor  buatan  Intel  dengan  tipe  8008 
hanya  memiliki  empat  buah  saluran  alamat,  sehingga  total  alamat  memori  yang  dapat 

ditanganinya  sebanyak  16384  alamat.  Setelah  mengalami  pengembangan  selanjutnya  sudah 

mencapai  16  saluran  alamat  sehingga  mampu  menangani  65536  alamat  memori.  Sifat 

saluran  alamat  adalah  keluaran,  sehingga  kendali  dilakukan  dari  mikroprosesor  menuju  ke 

perangkat-perangkat  ingatan  maupun  perangkat-perangkat  keluaran/masukan  (​input  output 

peripheral)​ . 

a). Memori Address 

Pada  mikroprosesor  buatan  Zilog  dengan  tipe  Z80  juga  memiliki  kapasitas  memori  sebesar 

64  kbyte.  Pada  saat  sekarang  sebuah  mikroprosesor  sudah  mampu  menangani memori lebih 

besar  dari  1  Gigabyte.  Untuk  mempermudah  serta  menyederhanakan  dalam  pengaturan 

maupun  penyambungan  pada  perangkat  pendukung  mikroprosesor  maka  pengalamatannya 

menggunakan  sistem  bilangan  biner.  Sehingga  jumlah  penyemat  (​pin)​   pada  IC menjadi jauh 

lebih  sedikit.  Untuk  menentukan  jumlah  total  alamat/kapasitas  memori  yang  dapat 

ditangani  oleh  suatu  mikroprosesor  adalah  dengan  cara  menggunakan  rumus  sebagai 

berikut: 

Jumlah  total  alamat  =  20  di  mana  n  =  jumlah  saluran  alamat.  Jadi  misalkan  suatu 

mikroprosesor  memiliki  jumlah  penyemat  16  saluran  maka  kapasitas  total  alamat  memori 

yang dapat ditangani oleh mikroprosesor tersebut adalah 216 

=  65536  byte,  sedangkan  untuk  mencari  jumlah  saluran  dapat  dihitung  dengan  rumus 

sebagai berikut: 
Jumlah saluran alamat = 2log jumlah total memori 

Penyemat  saluran  alamat  pada  suatu  mikroprosesor  pada  umumnya  diberi  tanda  dengan 

huruf  A, oleh karena jumlah saluran alamat ada 16 buah dan masing-masing saluran memilki 

bobot  yang  berbeda  maka  saluran  alamat  yang  berbobot paling rendah (​Least Significant Bit,​  

LSB)  diberi  tanda  A0  dan  selanjutnya  urut  hingga  saluran  terakhir  yang  memiliki  bobot 

terbesar  (​Most  Significant Bit​, MSB) diberi tanda A15. Dengan demikian saluran alamat yang 

terdapat  pada  mikroprosesor  tipe  Z80  yang  berjumlah  16  buah  saluran,  masing-masing 

diberi tanda A0, A1, A2, A3, A4, A5, A6, 

.........................A15. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada blok berikut: 

Gambar 1.10 Diagram Koneksi Address Bus dengan Perangkat I/O Sumber: google.com 

Bobot  nilai  pada  masing-masing saluran alamat dapat ditentukan dengan cara menggunakan 

seperti menentukan bobot nilai posisi bit yang terdapat pada sistem bilangan biner. 

A0 bobotnya  0 = 1 alamat 
= 2​  
A1 bobotnya  1 = 2 alamat 
= 2​  

A2 bobotnya  2 = 4 alamat 
= 2​  

A3 bobotnya  3 = 8 alamat 
= 2​  

A4 bobotnya  4 = 16 alamat 
= 2​  

A5 bobotnya  5 = 32 alamat 
= 2​  

A6 bobotnya  6 = 64 alamat 
= 2​  

A7 bobotnya  7 = 128 alamat 


= 2​  

A8 bobotnya  8 = 256 alamat 


= 2​  

A9 bobotnya  9 = 512 alamat 


= 2​  

10 11
A10 bobotnya = 2​ = 1024 alamat A11 bobotnya = 2​ =  

12 13
2048 alamat A12 bobotnya = 2​ = 4096 alamat A13 bobotnya = 2​ = 
14 15
8192 alamat A14 bobotnya = 2​ = 16384 alamat A15 bobotnya = 2​ = 

32768 alamat 

Jumlah  total  adalah  =  65535  +  alamat  0  =  65536  alamat.  Dengan  demikian  nomor  alamat 

pada  mikroprosesor  Z80  dengan  menggunakan  besaran  sistem  bilangan  desimal adalah dari 

alamat 0 sampai dengan 65535. 

Dari  uraian  di  atas  dapat  digunakan  untuk menentukan lokasi suatu alamat memori ataupun 

alamat  perangkat  input  output  yang  akan  disambungkan  pada  sebuah  mikroprosesor. 

Pengalamatan  pada  sebuah  mikroprosesor  umumnya  dengan  mengaktifkan  jalur  alamat 

dengan  memberikan  suatu  instruksi  yang  mampu mengondisikan logika yang sesuai dengan 

besaran  kode  biner  sebanyak  16  bit.  Untuk  mempersingkat  serta  untuk  mempermudah 

penandaan  nomor  alamat  awal  sampai  dengan  akhir  adalah  dengan cara menggunakan kode 

hexadesimal.  Dengan  demikian  alamat  untuk  CPU  Z80  terdiri  dari  0000  sampai  dengan 

FFFF.  Keuntungan  menggunakan  kode  hexadesimal  adalah  kemudahannya  untuk  diubah 

kembali dalam kode biner atau sebaliknya. 

Pengaturan  penggunaan  alamat  memori  dilakukan  oleh pemakai berdasarkan instruksi yang 

diberikan  dan  alokasi  pemasangan  perangkat  memaori  yang  digunakan  dalam  sistem  dalam 

batasan  0000-FFFF.  Selain  itu  yang  perlu  diingat  bahwa  pada  saat  kondisi  awal  (catu  daya 

dihidupkan)  atau  setelah  tombol  reset  ditekan,  mikroprosesor  akan  selalu  memulai  pada 

alamat  0000,  sehingga  instruksi  yang  berada  pada  alamat  tersebut  akan  selalu  dilaksanakan 

dahulu. 
a). I/O Address 

Selain  terdapat  alamat-alamat  yang  dapat  digunakan  untuk  menghubungi  perangkat 

ingatan,  pada  CPU  Z80  juga  memiliki  alamat-alamat  yang  digunakan  untuk  keperluan 

penanganan  perangkat-perangkat  I/O  sebanyak  256  alamat.  Sebagaimana  pengaturan 

alamat  pada  sistem  ingatan  maka  alamat  I/O  ditangani  oleh  address  bus  bagian  bawah  (A0 

sampai A7) sebanyak 8 saluran. 

Dalam  kode  heksadesimal  alamat  I/O  adalah  00-FF.  Sedangkan  ​address  bus  ​bagian  atas 

(A8-A15)  digunakan  untuk  ​buffer  (​ penyangga)  data.  Jadi  pada  ​address  bus  m
​ emiliki  fungsi 

ganda sebagai alamat ingatan dan alamat masukan atau keluaran. 

1. Bus Saluran Data (​Data Bus)​  

Data  bus  (​ saluran  data)  diperlukan  sebagai jalan masukan atau keluaran  data yang berfungsi 

sebagai  instruksi  atau  penyerta  instruksi  antara  perangkat  ingatan  dan  perangkat  I/O 

dengan  CPU.  Untuk  mikroprosesor  Z80  memiliki  8  buah  saluran  data  (D0-D7)  atau  8  bit 

data.  Sifat  dari  saluran  data  adalah  dua  arah  (​bidirectional)​ ,  jadi  arahnya  dapat  bolak-balik 

antara mikroprosesor dengan perangkat ingatan maupun perangkat masukan keluaran. 

Dalam  sistem  mikrokomputer,  data  bus  dipakai  bersama-sama  antara  CPU  dengan 

perangkat-perangkat  lainnya  agar  pengawatan  menjadi  lebih  praktis,  sehingga  cara 

penyambungannya  secara  paralel.  Untuk  menghindari  terjadinya  konflik  data  antara 

perangkat  satu  dengan  yang  lainnya  maka  berlaku sistem bergantian dan ​stand by a​ tau kalau 

perlu keadaan tersebut dapat diatur melalui CPU lewat saluran kendali bus. 
2. Bus Saluran Kendali (​Control Bus​) 

Saluran  kendali  (​Control  Bus​)  digunakan  untuk  melakukan  pengendalian  terhadap 

komponen-komponen  pendukung  dalam  sistem  mikroprosesor.  Semua  aktivitas  lalu  lintas 

data  maupun  pengambilan  instruksi  ke  perangkat  ingatan, perangkat keluaran masukan dan 

lain-lainnya  diatur  dan  dikendalikan  lewat  saluran  kendali  tersebut.  Pada  mikroprosesor 

saluran-saluran kendali ada dua kelompok yaitu: 

Saluran  kendali  yang  bersifat  keluaran,  a​ rtinya  suatu  pengendalian  yang  arahnya  dari 

mikroprosesor  menuju  ke  perangkat  pendukung  (perangkat  ingatan,  I/O,  dekoder,  dan 

lain-lainnya). 

Saluran  kendali  yang  bersifat  masukan,  a​ rtinya  suatu  pengendalian  yang  arahnya  dari 

perangkat luar mikroprosesor menuju ke mikroprosesor tersebut. 

Blok Diagram Sistem Minimum Mikroprosesor 

Sebuah mikroprosesor secara internal dikonstruksi dari tiga bagian penting yaitu: 

a. Arithmetic Logic Unit ​(ALU), 

b. Register Unit ​(RU), 

c. Instruction Register ​(IR), dan 

d. Control Unit (​ CU) 

Secara ilustratif konstruksi internal sebuah IC mikroprosesor dapat digambarkan seperti  


 

gambar 1.11 di bawah ini. 

Gambar 1.11 Ilustrasi IC Mikroprosesor Sumber: google.com 

ALU  adalah  bagian  yang  bekerja  melaksanakan  operasi  aritmetika  dan  operasi  logika. 

Operasi  aritmetika  meliputi  operasi penjumlahan (ADD atau ADD ​with Carry​), pengurangan 

(SUB  atau  SUB  ​with  Borrow​),  perkalian  (MUL),  dan  pembagian  (DIV).  Sedangkan  operasi 

logika  meliputi  operasi  logika  AND,  OR,  XOR,  COMPLEMEN,  NEGATE.  Untuk 

mendukung  pelaksanaan  operasi  pada  ALU  mikroprosesor  membutuhkan sejumlah register. 

Register  adalah  sebuah  memori  tempat  menyimpan  data  dan  tempat  menyimpan  hasil 

operasi.  Register  khusus  yang  bekerja  sebagai  tempat  penampung  hasil  operasi  pengolahan 

pada  ALU  disebut  Akumulator.  CU  mengendalikan  aliran  data  pada  bus  data  dan  bus 

alamat, kemudian menafsirkan dan mengatur sinyal yang terdapat pada bus pengendali. 

1. Arithmetic Logic Unit ​(ALU) 

ALU  merupakan  singkatan  dari  ​Arithmetic  Logic  Unit  y​ aitu  bagian  yang  berfungsi  untuk 

memproses  pengolahan  instruksi  yang  berhubungan  dengan  proses  aritmetika  dan  logika. 

Pada  bagian  ini  merupakan  jantung  dari  CPU  serta  di  dalamnya  terdapat  register  A  yang 

berfungsi sebagai akumulator untuk menyimpan hasil akhir dari proses-proses tersebut. 

2. Register Unit ​(RU) 

Pada bagian ini terdiri dari register-register yang dapat dipakai secara umum (​general purpose 

register​) yang dapat diakses secara langsung dan register-register yang dipakai secara khusus 
(​special  purpose  register)​ .  Pada  mikroprosesor  Z80  memiliki  22  buah register yang terdiri dari 

tiga group. 

a. Instruction Register ​(IR) 

Pada  bagian  ini  berfungsi  untuk  menerjemahkan  kode-kode  biner  tertentu  yang  masuk 

melalui  data  bus  diubah  menjadi  instruksi-instruksi  yang  dapat  dimengerti dan dapat diolah 

pada  unit  pengolah  pusat  (CPU)  dan  selanjutnya  juga  akan  mengendalikan  bagian-bagian 

terkait  yang  terdapat  dalam  mikroprosesor  Z80  misalnya  address  bus,  data  bus, control bus 

register-register, dan lain-lainnya melalui CPU ​Control Signal System.​  

b. Control Unit (​ CU) 

Bagian  ini  berfungsi  untuk  memberikan  sinyal-sinyal  kendali  pada  bagian-bagian  yang 

terkait  sehingga  segala  kendali  baik  secara  perangkat  keras  maupun  perangkat  lunak  dapat 

dikendalikan  lewat  ​control  signal  system  ​dengan  cara  memberikan  suatu  level  sinyal  logika 

untuk  dapat  mengaktifkan  bagian-bagian  yang  terkait.  Misalnya  saluran  reset  diberikan 

logika  0  (diaktifkan)  maka  bagian  ​control  signal  system  ​ini  akan  mereset  isi  register  PC  dan 

isinya  akan  disalurkan  saluran alamat, saluran data akan difungsikan sebagai masukan untuk 

dapat  menerima  data  instruksi  dari  perangkat  memori,  sebaliknya  jika  ada  instruksi  yang 

berhubungan  dengan  alamat  maka  isi  PC  akan  diset  sesuai  dengan  instruksi kemudian akan 

disalurkan ke saluran alamat dapat digunakan oleh instruksi selanjutnya. 

Mikroprosesor  sebagai  sebuah  ​chip  t​ idak  bisa  bekerja  sendiri.  Mikroprosesor  memerlukan 

unit  lain  yaitu  unit  memori  dan  unit  I/O.  Dengan  menggabungkan  CPU,  ​Memory  Unit​, dan 
I/O unit terbangun sebuah sistem yang disebut dengan sistem mikroprosesor. 

Gambar 1.12 Diagram Blok Sistem Mikroprosesor Sumber: google.com 

CPU  bekerja  mengatur  pengendalian  dan  proses  alih  data  yang  terjadi  dalam  sistem 

mikroprosesor.  Alih  data  berlangsung  melalui  saluran  yang  disebut  dengan  data  bus.  Alih 

data  bisa  terjadi  dari  memori  ke  CPU  atau  dari  I/O  ke  CPU  atau  sebaliknya  dari  CPU  ke 

memori  atau  dari  CPU  ke  I/O.  Alih  data  dari memori atau dari I/O ke CPU dikenal sebagai 

proses  baca  (​READ​).  Alih  data  dari  CPU  ke  memori  atau  alih data dari CPU ke I/O dikenal 

sebagai  proses  tulis  (​WRITE​).  Proses  Read  atau  proses  ​Write  d


​ ikendalikan  melalui  saluran 

yang  disebut  dengan  ​control  bus​.  Bus  alamat  bekerja  mengatur  lokasi  alamat  memori  atau 

I/O dari mana atau ke mana data diambil atau dikirim. 

Komputer  mikro  adalah  salah  satu  contoh  jenis  sistem  mikroprosesor.  Untuk  membangun 

fungsi  sebagai  komputer  mikro,  sebuah  mikroprosesor  juga  harus  dilengkapi  dengan 

​  ROM) dan 
memori,  biasanya  memori  program  yang  hanya  bisa  dibaca  (​Read Only Memory =

​  RWM), dekoder 
memori  yang  bisa  dibaca  dan  ditulisi  (​Read  Write  Memory = memori, 

​ ata  seri  dan  paralel.  Sebuah 


osilator,  dan  sejumlah  peralatan  input  output  seperti  ​port  d

komputer  mikro  dapat  digambarkan  seperti  gambar  1.13.  Jadi  komputer  mikro  adalah 

sebuah sistem mikroprosesor. 


 

Gambar 1.13 Diagram Blok Komputer Mikro Sumber: google.com 

Gambar  1.13  menunjukkan  CPU  bekerja  bersama  unit  memori,  unit  I/O,  peralatan  ​input​, 

​ okok  dari  penggunaan  mikroprosesor  adalah  untuk  melaksanakan 


dan  peralatan  ​output.  P

program,  mengambil  data,  membentuk  kalkulasi,  perhitungan  atau  manipulasi  data,  dan 

menyimpan  hasil  perhitungan  pada  peralatan  penyimpan  atau  menampilkan  hasil  pada 

sebuah  monitor  atau  cetak  keras.  Pada  komputer  mikro  Mikroprosesor  berkomunikasi 

dengan  memori  dan  ​port  ​I/O  juga  menggunakan  saluran  yang  disebut  dengan  bus.  Bus  ada 

tiga jenis yaitu bus data, bus alamat, dan bus kendali seperti terlihat pada gambar 1.13. 

Memori 

Secara  fisik  mikroprosesor  memiliki  beberapa  saluran  masukan  Memori  merupakan  sumber 

daya  yang  bersangkutan  dengan  ruang  atau  letak  selain  sebagai  pengingat,  memori  juga 

bertindak  selaku  penyimpan  (​storage)​ .  Ada  isi  memori  yang  sudah  bersifat  tetap,  sehingga 

tidak  dapat  diubah  lagi,  ada  juga  memori  yang  tidak  bersifat  tetap.  Keluasan  ruang  memori 

menyebabkan  pencarian  pencarian  bagian  atau  letak  memori  tertentu  menjadi  tidak  mudah. 

Berdasarkan  atas  keperluan  penyimpanan  informasi,  dikenal  adanya  alamat  memori  mutlak 

atau  alamat  memori  fisik.  Berdasarkan  atas  kemudahan  tata  olah,  dikenal  adanya  alamat 

memori relatif atau alamat memori logika. Pada memori kerja, alamat mutlak adalah 

alamat  fisik  pada  memori  kerja,  sedangkan  alamat  relatif  adalah  alamat  memori yang secara 
tidak langsung menunjuk ke salah satu sel pada memori kerja. 

1. Pemuatan informasi ke memori 

Memori  yang  mempunyai  fungsi  utama  sebagai  penyimpan  informasi atau data, maka sudah 

barang  tentu  perlu  diketahui  teknik  atau  cara  pemuatan  informasi  ke  ruang  memori  yang 

digunakan. Beberapa cara pemuatan data ke memori yaitu: 

a) Pemuatan mutlak 

Pemuatan  informasi  ke  memori  kerja,  alamat  yang  tercantum  di  dalam  tata  olah  sama 

dengan alamat yang ditempatinya di dalam memori kerja. 

b) Pemuatan relokasi 

Kondisi  di  mana  pemuatan  informasi  ke  memori  kerja,  alamat  yang  tercantum di dalam tata 

olah tidak mesti sama dengan alamat yang ditempatinya di dalam memori kerja. 

c) Pemuatan sambung (linker) 

Menyambungkan  suatu  informasi  ke  informasi  lain  di  dalam  memori  kerja.  Pemuatan 

sambung  sering  digunakan  pada  tata olah atau penggalan tata olah yang tersimpan di dalam 

pustaka (​library​). 

d) Pemuatan dinamik (tumpang atau overlay) 

Jika  ukuran  tata  olah  itu  melampaui  ukuran  ruang  memori  kerja,  tata  olah  dapat  dipenggal 

ke  dalam  sejumlah  segmen.  Segmen  itulah  yang  kemudian  dimuat  ke  dalam  memori  kerja. 

Pelaksanaan pekerjaan berlangsung segmen demi segmen. 

2.Jenis-jenis memori 

Setiap  program  dan  data  yang  sedang  diproses  oleh  prosesor  akan  disimpan  di  dalam 
memori  fisik.  Data  yang  disimpan  dalam  memori  fisik  bersifat  sementara,  karena  data  yang 

disimpan  di  dalamnya  akan  tersimpan  selama  masih  dialiri  daya  listrik.  Ketika  sumber  daya 

listrik  dimatikan  atau  direset,  data  yang  disimpan  dalam  memori  fisik  akan  hilang.  Memori 

biasa  dibedakan  menjadi  dua  macam: ROM dan RAM. Selain itu, terdapat pula memori yang 

disebut ​Cache Memory​. 

a. Read Only Memory (ROM) 

ROM  adalah  kependekan  dari  ​Read  Only  Memory,​   yaitu perangkat keras berupa chip memori 

semikonduktor  yang  isinya  hanya  dapat  dibaca.  Jenis  memori  ini  datanya  hanya  bisa  dibaca 

dan  tidak  bisa  ditulis  secara  berulang-ulang.  Memori  ini  berjenis  nonvolatile,  artinya  data 

yang  disimpan  tidak  mudah  menguap  (hilang) walaupun catu dayanya dimatikan. Karena itu 

memori  ini  biasa  digunakan  untuk  menyimpan  program  utama  dari  suatu  sistem,  sehingga 

lebih  aman  karena  tidak  takut  datanya  hilang  di  tengah  jalan.  Sampai  sekarang  dikenal 

beberapa  jenis  ROM  yang pernah beredar dan terpasang pada komputer, antara lain PROM, 

EPROM, dan EEPROM. 

1. Programmable Read-Only-Memory (​ PROM) 

Jika  isi  ROM  ditentukan  oleh  vendor,  PROM  dijual  dalam  keadaan  kosong  dan  kemudian 

dapat  diisi  dengan  program  oleh  pemakai.  Setelah  diisi  dengan  program,  isi  PROM  tidak 

bisa dihapus. 
 

Gambar 1.14 Koneksi pin PROM PC44 Sumber: google.com 

2. Erasable Programmable Read-Only-Memory (​ EPROM) 

Berbeda  dengan  PROM,  isi  EPROM  dapat  dihapus  setelah  diprogram.  Penghapusan 

dilakukan dengan menggunakan sinar ultraviolet. 

Gambar 1.15 Serial EEPROM AT24C01 Sumber: google.com 

Electrically Erasable Programmable Read-Only-Memory ​(EEPROM) 

EEPROM  dapat  menyimpan  data  secara  permanen,  tetapi  isinya  masih  bisa  dihapus  secara 

elektris melalui program. Salah satu jenis EEPROM adalah ​Flash Memory. 

Gambar 1.16 Serial EEPROM AT24C01 Sumber: google.com 


a. Random Access Memory (RAM) 

RAM  merupakan  perangkat keras berupa chip memori semikonduktor yang sifat memorinya 

dapat  dibaca  dan  ditulisi.  Jenis  memori  ini  data  yang  disimpan  bisa  hilang  di  tengah  proses 

karena  sifat  memori  ini  adalah  berjenis  ​volatile​,  artinya  data  yang  disimpan  akan  hilang 

(menguap) jika catu dayanya dimatikan. 

Gambar 1.17 Contoh bentuk RAM Sumber: google.com 

Berdasarkan  cara  kerja  dari  RAM,  maka  terdapat  dua  jenis  RAM  yaitu  statis  dan  dinamis. 

RAM  dinamis  tersusun  oleh  sel-sel  yang  menyimpan  data  sebagai  muatan  Iistrik  pada 

kapasitor.  Untuk  ​Dynamic  ​RAM  (DRAM)  dapat  dikategorikan  dalam  beberapa  tipe,  di 

antaranya adalah: 

a. Fast Page Mode ​DRAM (FPM DRAM) 

b. ​ RAM (EDO DRAM) 


Extended Data Output D

c. ​ RAM (SDRAM) 
Synchronous D

d. Rambus ​DRAM (RDRAM) 

e. ​ DRAM (DDR SDRAM) 


Double Data Rate S

Sedangkan RAM yang mempunyai fungsi khusus untuk video di antaranya adalah: 

a. Video RAM (VRAM) 

b. Windows RAM (WRAM) 


​ AM (SGRAM) 
c. Synchronous Graphic R

Untuk  RAM  statis  menyimpan  informasinya  dengan  cara  menyimpan  nilai-  nilai  biner  dari 

suatu  informasi  dengan  menggunakan  konfigurasi  gerbang  logika  ​flip-flop,​   jenis  RAM  ini 

adalah ​Static ​RAM (SRAM). 

Berdasarkan jenis modulnya dapat dibagi sebagai berikut: 

a. Single Inline Memory Module (​ SIMM) 

b. Double Inline Memory Module ​(DIMM) 

a. Rambus Inline Memory Module ​(RIMM) 

Gambar 1.18 Single inline memory module (SIMM) Sumber: google.com 

Berdasarkan  jumlah  pinnya  RAM  ada  yang  mempunyai  30  pin,  72  pin,  dan  168  pin, 

sedangkan  untuk  kecepatannya  sudah mencapai ​nanosecond​. Kecepatan memori utama sangat 

rendah  dibandingkan  kecepatan  prosesor modern. Untuk performa yang baik, prosesor tidak 

dapat  membuang  waktunya  dengan  menunggu  untuk  mengakses  instruksi  dan  data  pada 

memori  utama.  Karenanya  sangat  penting untuk memikirkan suatu skema yang mengurangi 

waktu  dalam  mengakses  informasi.  Karena  kecepatan  memori  utama  dibatasi  oleh  batasan 

elektronik dan packaging maka solusinya harus dicari pada sistem arsitektur yang berbeda. 

 
 

Gambar 1.19 Tata letak cache memori Sumber: google.com 

Solusi  yang  efisien  adalah  menggunakan  memori  ​cache  c​ epat  yang  sebenarnya  membuat 

memori  utama  tampak  lebih  cepat  bagi  prosesor  daripada  sebenarnya.  Jenis  memori  ini 

adalah  memori  berkapasitas  terbatas,  berkecepatan  tinggi  yang  lebih  mahal  dibanding 

memori  utama.  Cache  memori  terletak  di  antara  memori  utama  dan  register  CPU,  dan 

berfungsi  agar  CPU  tidak  langsung  mengacu  ke  memori  utama  tetapi  di ​cache ​memori yang 

kecepatan aksesnya lebih tinggi. Metode ini akan meningkatkan kinerja sistem. 

Gambar 1.20 Organisasi cache memori Sumber: google.com 

Buffer  b​ erkecepatan  tinggi  yang  digunakan  untuk  menyimpan  data  yang  diakses  pada  saat 

itu  dan  data  yang  berdekatan  dalam  memori  utama.  Waktu  akses  memori  ​cache  l​ ebih  cepat 

​ isimpan  di  luar  prosesor  dan  dapat 


5—10  kali  dibandingkan  memori  utama.  Dahulu  ​cache  d

ditambahkan. Untuk meningkatkan kinerja, saat ini ​cache ​ditanamkan di prosesor. 


3. Karakteristik memori 

Sebelum  menggunakan  memori  sebagai  penyimpan  informasi,  perlu  dimengerti  tentang 

beberapa  karakteristik  dari  memori  tersebut.  Memori  yang  digunakan  untuk  mendukung 

kinerja  prosesor  memiliki  beberapa  karakteristik  yaitu  lokasi,  kapasitas,  satuan  transfer, 

metode akses, kinerja, tipe fisik, dan karakteristik fisik. 

a. Lokasi memori 

Berdasarkan  lokasinya  memori  dapat  berlokasi  di  internal  dan  eksternal.  Memori  yang 

berada  di  dalam  dapat  diakses  oleh  prosesor  tanpa  melalui  input  output.  Sebagai  contoh 

register,  cache  memori,  dan  main  memori.  Untuk  memori  eksternal  cara  mengaksesnya 

harus melalui peralatan input output. Contohnya adalah hardisk, flashdisk, CDROM. 

b. Kapasitas memori 

Kapasitas  memori  adalah  kemampuan  memori  untuk  menyimpan  informasi  dalam  satuan 

tertentu.  Satuan  penyimpanan  memori  adalah  byte  atau  word.  Sebagaimana  kita  ketahui  1 

byte  adalah  8  bit,  sedangkan  untuk  word  bisa  8,  16,  32  bit,  tergantung  pada  pembuat 

prosesornya. 

c. Satuan transfer 

Satuan  transfer  untuk  memori  internal  adalah  banyaknya  bit  yang  dapat  dibaca  atau  ditulis 

dari  atau  ke  memori  dalam  setiap  detik.  Banyaknya  bit  tersebut  setara  dengan  banyaknya 

jalur  data  yang  terhubung  ke  memori  (lebar  bus).  Biasanya  sebanyak satu word tetapi dapat 

lebih  banyak  lagi  seperti  32,  64,  atau  128.  Jika  memori  eksternal  digunakan  satuan  block 

yang  ukurannya  lebih  dari  satu  word.  Untuk  satuan  alamat  addressable  unit  adalah  ukuran 
memori  terkecil  yang  dapat  diberi  alamat  tersendiri.  Besarnya  satuan  alamat  tergantung 

pembuat prosesor. 

d. Metode akses 

a.  Sequential  access,  akses  ke  memori  dilakukan  secara  berurutan  (searching,  passing, 

rejecting).  Menggunakan  mekanisme  shared  read/write.  Waktu  akses  sangat  variabel, 

bergantung pada lokasi data yang akan dituju dan data sebelumnya. Contoh: Magnetic Tape. 

b.  Direct  access,  akses  ke  memori  langsung  menuju  ke  lokasi  terdekat,  diteruskan  dengan 

sedikit  pencarian  dan  perhitungan.  Setiap  blok/record  mempunyai  alamat  unik  berdasarkan 

lokasi  fisik.  Menggunakan  mekanisme  shared  read/  write.  Waktu  aksesnya  variabel 

(berbeda-beda)  dan  bergantung  pada  lokasi  data  yang  akan  dituju  dan  lokasi  data 

sebelumnya. Contoh: harddisk. 

c. Random  access,  akses  ke  memori  dilakukan  secara  random  langsung  ke  alamat yang 

dituju.  Setiap  alamat  memori  mempunyai  alamat  unik.  Waktu  aksesnya  konstan  dan 

tidak  bergantung  pada  urutan  akses  sebelumnya.  Contoh:  main  memory,  beberapa 

sistem cache. 

d. Associative,  pencarian  data  di  memori  dilakukan  dengan  membandingkan  seluruh 

word  secara  bersamaan,  tidak  berdasarkan  alamat.  Waktu  akses  konstan  dan  tidak 

bergantung pada lokasi dan urutan akses sebelumnya. Contoh: cache memori. 

e. Kinerja memori 

Waktu  akses  (​latency​),  waktu  antara  perintah  akses  (baca  atau  tulis)  sampai  didapatkannya 

data  di  MBR  atau  data  dari  MBR  telah  disalin  ke  lokasi  memori  tertentu.  Waktu  siklus 
memori,  waktu  dimulainya  suatu  operasi  memori  sampai  memori  siap melaksanakan operasi 

berikutnya  akses  ditambah  waktu  untuk  perubahan  sinyal  jalur  data  sebelum  akses  kedua. 

Transfer  rate,  adalah  waktu  rata-rata perpindahan data. Untuk RAM adalah 1/waktu siklus, 

sedangkan untuk non-RAM adalah: 

TN = TA + N/R 

TN = Waktu rata-rata untuk baca/tulis sejumlah N bit TA = Rata-rata waktu akses 

N = jumlah bit 

R = ​transfer rate (​ ​bit per second​) 

f. Tipe fisik 

Jika  memori  ditinjau  dari  jenis  fisik  maka  memori  dapat  dikelompokkan  menjadi  3,  yaitu 

semikonduktor,  magnetik,  optik.  Contoh  untuk  semikonduktor  adalah  RAM,  ​Flashdisk,​  

sedangkan  untuk  magnetik  adalah  hardisk,  magnetik  tape.  Untuk  yang  optik adalah ​compact 

​ aupun digital video disk. 


disc m

g. Karakteristik fisik 

Berdasarkan  karakteristik  fisik,  memori  dapat  dibedakan  menjadi  4  hal  yaitu  ​volatile, 

​ an  ​nonerasable​.  ​Volatile  a​ dalah  data  akan  hilang  jika  sumber  listrik 
non-volatile,  erasable,  d

dihilangkan,  ​non-volatile  t​ idak  akan  terpengaruh  dengan  hilangnya  sumber listrik, data akan 

tetap  tersimpan.  Memori  yang  bersifat  ​erasable  ​adalah  nilainya  dapat  dihapus  seperti 

​ ilainya tidak  dapat  dihapus 


semikonduktor  dan  magnetik,  sedangkan  yang  ​non-erasable  n

seperti ROM 

 
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan singkat dan jelas! 

1. Chip  4004  memiliki  …  perintah  (​instruction​)  dan  mampu  memuat  data  sebanyak  … 

bit. 

2. Terdapat  beberapa  perusahaan  yang  terinspirasi  dengan  intel  8080  dengan  versi 

yang  lebih  cepat  dan  instruksi  yang  lebih  banyak,  yaitu  Motorola  dengan  tipe  …, 

Signetic dengan tipe …, Rokwell dengan… 

3. Chip  MC6800  sangat  populer  karena  menggunakan  catu  daya  +5V,  dibanding  8080 

dengan catu daya …, …, …, dan … 

4. Terdapat  tiga  model  arsitektur  mikroprosesor  dilihat  dari  perangkat  lunak  dalam 

bentuk set instruksi sebagai ​software design,​ yaitu …, …, dan … 

5. Arsitektur  yang  menekankan  kepada  kesederhanaan  instruksi “bekerja sedikit” tetapi 

tetap memberikan hasil performansi yang tinggi adalah… 

6. Salah  satu  ciri-ciri  arsitektur  RSIC  adalah  tidak  adanya  operasi  yang 

​ engan… 
menggabungkan operasi ​Load/Store d

7. Mikroprosesor  dengan  arsitektur  superskalar  adalah  mikroprosesor  yang 

menggunakan instruksi-instruksi biasa seperti …, …, …, …, 

8. Mikrokomputer  adalah  suatu  sistem  mikroprosesor,  yang  minimum  terdiri  dari  chip 

mikroprosesor yang berisi …, …, …, … 

9. Untuk  mempermudah  serta  menyederhanakan  dalam  pengaturan  maupun 

penyambungan  pada  perangkat  pendukung  mikroprosesor  maka  pengalamatannya 


menggunakan sistem bilangan… 

10. Bagian  IC  mikroprosesor  yang  bekerja  melaksanakan  operasi  aritmetika  dan  operasi 

logika disebut juga dengan… 

11. Uraikan perkembangan mikroprosesor generasi ke tiga? 

12. Jelaskan kerugian dan keuntungan menggunakan mikroprosesor? 

13. Jelaskan  keunggulan  dan  kelemahan  teknologi  NMOS  dan  CMOS  untuk 

mikroprosesor? 

14. Jelaskan keuntungan dan kerugian antara teknologi bipolar dan unipolar? 

15. Sebutkan dan jelaskan aplikasi-aplikasi penggunaan mikroprosesor? 

Anda mungkin juga menyukai