SURAT PERJANJIAN KERJASAMA
No. 33/SPK/VIII/2022
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : apt. Mochamad Supriatna, [Link]
Jabatan : Direktur Oprasional Global Consultant
Alamat : Kp. Gebang, RT 001 RW 003, Kel. Gebang Raya, Kec. Periuk Kota
Tangerang
No. KTP : 3671081011930002
Telp : 081310210573
Disebut Sebagai PIHAK PERTAMA,
Nama : ……………………………………………………………………………
Jabatan : ……………………………………………………………………………
Nama Perusahaaan : ……………………………………………………………………………
Alamat : ……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
No. KTP : ……………………………………………………………………………
Telp : ……………………………………………………………………………
Disebut Sebagai PIHAK KEDUA
PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara Bersama-sama selanjutnya disebut PARA
PIHAK dan Secara Sendiri-sendiri disebut PIHAK
Pada hari Kamis tanggal 3 (Tiga) September tahun 2022, PARA PIHAK setuju dan sepakat untuk
membuat dan melaksanakan serta mengikat diri dalam PERJANJIAN KERJASAMA DALAM
PENGURUSAN IZIN KLINK PRATAMA RAWAT JALAN dan Untuk selanjutnya disebut
“Perjanjian” Oleh PIHAK PERTAMA Kepada PIHAK KEDUA dengan syarat-syarat dan
ketentuan yang diatur dan ditetapkan sebagai berikut :
PASAL 1
BENTUK KERJASAMA
1. PIHAK KEDUA setuju bekerjasama dengan PIHAK PERTAMA dalam hal
PERIZINAN untuk PIHAK KEDUA.
2. PIHAK KEDUA bersedia menyiapkan sarana prasarana sesuai dengan standar
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NO. 14 TAHUN
2021, Serta lokasi usaha sesuai dengan legalitas badan usaha PIHAK KEDUA.
3. PIHAK KEDUA bersedia mengikuti regulasi Dinas/Kementerian dalam hal PERIZINAN.
4. PIHAK PERTAMA memberikan konsultasi mengenai layout standar sarana, pembuatan
standar operasional prosedur PERIZINAN.
5. PIHAK PERTAMA berkewajiban dan bertanggung jawab penuh agar PIHAK KEDUA
bisa sampai mendapatkan IZIN KLINIK PRATAMA RAWAT JALAN. Dengan
diterbitkannya IZIN KLINIK PRATAMA RAWAT JALAN untukPIHAK KEDUA maka
tugas dan kewajiban PIHAK PERTAMA selesai.
6. PIHAK PERTAMA akan memberikan laporan berkala mengenai progress dari
PERIZINAN secara berkala selama Perjanjian ini berlangsung melalui group whatsapp.
7. PIHAK PERTAMA bersedia memberikan pelayanan, mekanisme dan teknis atas
pengurusan kepada PIHAK KEDUA sesuai dengan Surat Penawaran Harga No.
33/SP/GC/VIII/2022, dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 14
Tahun 2021 serta peraturan-peraturan lain yang terkait dengan PERIZINAN.
8. PIHAK PERTAMA membuka akses untuk PIHAK KEDUA berkonsultasi mengenai
regulasi baik saat perjanjian ini berlangsung dan atau sudah berakhir.
9. Lama proses PERIZINAN terhitung sejak persyaratan lengkap, lembar persyaratan
terlampir.
10. Keterlambatan PENGURUSAN IZIN yang disebabkan kekurangan persyaratan
merupakan tanggung jawab PIHAK KEDUA sepernuhnya.
PASAL 2
KETENTUAN HARGA DAN PERSYARATAN PEMBAYARAN
1. PIHAK PERTAMA menjual Jasa kepada PIHAK KEDUA sebagai mana yang
disampaikan pada Surat Penawaran Harga No. 33/SP/GC/VIII/2022 dengan rangkuman
sebagai berikut :
a. “PENGURUSAN IZIN KLINIK PRATAMA RAWAT JALAN , 1 (SATU) IZIN”
dengan harga total Rp. 25.000.000,-
b. Harga tersebut TIDAK termasuk Biaya Administrasi Rekomendasi SDM yang
memerlukan rekomendasi dalam praktiknya dan Akta kerjasama dengan Apoteker.
2. Ketentuan Pembayaran :
a. Term 1 = 30 % Saat MOU ditandatangani
b. Term 2 = 30 % Saat Perbaikan Data 1
c. Term 3 = 40 % Setelah IZIN TERBIT
Pembayaran hanya dianggap SAH jika ditujukan ke Rekening Atas Nama Global Konsultan
Niaga.
PASAL 3
KERAHASIAN
1. Para Pihak setuju bahwa segala informasi yang diberikan dalam rangka pelaksaan
Perjanjian ini dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA atau sebaliknya, adalah
bersifat rahasia dan tidak boleh dipergunakan untuk kepentingan lain kecuali sehubungan
dengan pelaksaan perjanjian ini dan atas persetujuan pemilik informasi tersebut.
2. Ketentuan kerahasiaan diatas tidak berlaku dalam hal informasi yang dimaksud :
a. Telah menjadi informasi publik sebelum diterima oleh masing-masing pihak, atau
menjadi diketahui oleh publik bukan karena kesalahan atau kelalaian dari pihak
penerima informasi;
b. Diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan untuk dibuka; dan
c. Diwajibkan oleh pihak atau Lembaga yang berwenang seperti pengadilan, maupun
Lembaga atau instansi lainnya yang serupa untuk dibuka.
3. Dalam hak pihak penerima informasi menjadi wajib untuk membuka informasi rahasia
karena diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan atau karena diperintahkan oleh
pihak atau lembaga yang berwenang, maka pihak penerima informasi akan menyampaikan
pemberitahuan sebelumnya kepada pihak pemilik informasi. Sehubungan dengan
kewajiban membuka informasi karena perintah pihak pemilik atau Lembaga yang
berwenang, maka pihak penerima informasi akan memberikan pemberitahuan dalam
jangka waktu yang cukup, sehingga pihak pemilik informasi dapat melakukan tindakan
hukum yang diperlakukan seperti sanggahan atau bantahan kepada pihak atau badan yang
bersangkutan.
4. Ketentuan di Pasal ini berlaku dan mengikat bagi Para Pihak, Pekerja masing-masing Pihak
dan orang yang bekerja bagi masing-masing pihak.
5. Semua informasi rahasia tetap harus dijaga oleh Para Pihak sekalipun Perjanjian ini
berakhir.
6. Dalam hal terjadi pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan dalam pasal ini, maka pihak
melanggar bersedia dituntut dan/atau digugat oleh pihak yang dirugikan berdasarkan
ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
PASAL 4
FORCE MAJEURE
1. Force Majeure adalah kejadian-kejadian yang terjadi diluar kehendak dan kekuasaan Para
Pihak yang secara langsung dan material dapat mempengaruhi pelaksanaan kewajiban Para
Pihak berdasarkan Perjanjian ini, termasuk namun tidak terbatas pada terjadinya peristiwa
alam seperti gempa bumi, angin topan, banjir, tanah longsor, trsunami, sambaran petir,
gunung meletus dan bencana alam lainnya, kebakaran, huru-hara, terorisme, sabotase,
embargo dan pemogokan masal, perang baik yang dinyatakan atau tidak, ketentuan atau
kebijkasanaan negara yang wajib ditaati.
2. Dalam hal ini terjadi force majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini, Pihak
yang mengalami force majeure wajib untuk memberitahukan secara tertulis terjadinya
force majeure tersebut dan harus membuat rencana ulang pemenuhan pelaksanaannya yang
tidak lebih dari 7 (tujuh) hari setelah berakhirnya force majeure.
3. Apabila pihak yang mengalami force majeure tidak melaksanakan kewajibannya
sebagaimana ditentukan dalam ayat 2 Pasal ini, maka force majeure tidak akan diakui oleh
pihak lainnya dan segala kerugian, resiko dan konsekuensi yang mungkin timbul menjadi
beban dan tanggung jawab pihak yang mengalami force majeure.
PASAL 5
PEMBERITAHUAN DAN KORESPONDENSI
1. Setiap pemberitahuan dan/atau korespondensi yang wajib dan perlu dilakukan oleh
masing-masing Pihak dalam pelaksaan Perjanjian ini harus dibuat secara tertulis dan
diserahkan langsung atau dikirimkan melalui email dan atau grup whatsapp sebagaimana
dimaksud dalam awal Perjanjian ini.
2. Dalam hal terjadi perubahan alamat, nomor telepon dan atau alamat email Pihak yang
mengalami perubahan dimaksud wajib memberitahukannya kepada Pihak lainya dalam
waktu paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sebelum adanya perubahan dimaksud.
3. Apabila dalam jangka waktu sebagaimana dalam ayat 2 pasal ini, pihak yang mengalami
perubahan tidak memberitahukan perubahan yang dimaksud kepada pihak lainnya dalam
Perjanjian ini, maka surat-menyurat yang ditujukan dianggap telah diterima, dan oleh
karenanya segala kerugian, dan konsekuensi yang timbul akibat tidak diberitahukannya
perubahan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak yang mengalami dan tidak
dapat dibebankan kepada pihak lainnya.
PASAL 6
PERSELISIHAN
1. Apabila dikemudian hari timbul perselisihan dalam pelaksanaan Perjanjian ini, kedua belah
pihak sepakat untuk menyelesaikan melalui jalan musyawarah dan mufakat.
2. Dalam hal penyelesaian perselisihan secara musyawarah mufakat tersebut dalam ayat 2
Pasal ini tidak mencapai mufakat, maka Para Pihak sepakat untuk menyelesaikannya
melalui Pengadilan Negeri kota Tangerang.
PASAL 7
KETENTUAN LAIN-LAIN
1. Perjanjian ini, bila dipandang perlu dapat dirubah atau ditambah segala sesuatunya dalam
bentuk addendum setelah ada pemufakatan terlebih dahulu antara pihak dan akan
merupakan sebagian terintegrasi yang tidak terpisahkan dan mempunyai kekuatan hukum
yang sama dengan Perjanjian ini.
2. Apabila satu ketentuan dari Perjanjian ini dianggap tidak sah atau tidak dapat dilaksanakan
secara hukum dengan alasan apapun, maka ketentuan lainnya dalam Perjanjian ini akan
tetap berlaku sepenuhnya terlepas dari ketentuan yang dianggap tidak sah atau tidak dapat
dilaksanakan secara hukum tersebut.
3. Pengembalian dana akan dilakukan apabila PIHAK PERTAMA Tidak melakukan apa
yang disanggupi untuk dilakukan, yang mengakibatkan proses perizinan ditolak.
4. PIHAK KEDUA tetap mendapatkan pengembalian dana apabila pada Pasal 1 Nomor 2 dan
3 tidak terpenuhi, yang mengakibatkan proses perizinan ditolak.
5. Besaran pengembalian dana adalah jumlah dana yang PIHAK PERTAMA terima
dikurangi biaya administrasi dan biaya operasional.
6. Apabila PIHAK KEDUA melakukan pembatalan kerjasama secara sepihak maka dana
yang sudah dibayarkan dianggap hangus.
7. PIHAK PERTAMA berhak menerima pembayaran sesuai yang tertuang dalam Pasal 2 dan
berhak menghentikan pekerjaan selama belum menerima pembayaran, jika terhitung 30
(tiga puluh) hari kalender sejak Invoice dikirimkan belum melakukan pembayaran maka
PIHAK KEDUA dianggap membatalkan perjanjian kerjasama secara sepihak.
Demikian Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal dan tempat
yang disebutkan dalam perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) bermatrai cukup dan setiap rangkap
mempunyai kekuatan hukum yang sama.
Depok, 03 September 2022
PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA
Apt. Mochamad Supriatna, [Link]
Direktur Oprasional