0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan4 halaman

Etika Pelayanan Publik yang Efektif

Dokumen tersebut membahas tentang etika pelayanan publik yang baik menurut pemerintah. Pemerintah menggunakan prinsip-prinsip seperti partisipasi, kepastian hukum, transparansi, dan tanggung jawab dalam menerapkan etika pelayanan publik. Tujuannya adalah membangun aturan dan lingkungan yang memberikan kebebasan kepada organisasi untuk meningkatkan nilai jangka panjang dan memperhatikan kepentingan semua pihak.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan4 halaman

Etika Pelayanan Publik yang Efektif

Dokumen tersebut membahas tentang etika pelayanan publik yang baik menurut pemerintah. Pemerintah menggunakan prinsip-prinsip seperti partisipasi, kepastian hukum, transparansi, dan tanggung jawab dalam menerapkan etika pelayanan publik. Tujuannya adalah membangun aturan dan lingkungan yang memberikan kebebasan kepada organisasi untuk meningkatkan nilai jangka panjang dan memperhatikan kepentingan semua pihak.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Identitas Penulis

Nama: Radha Kurnia

Fakultas: Ekonomi dan Ilmu Sosial

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA RIAU)

Acuan Pemerintah Dalam Menerapkan Etika Pelayanan Publik Yang Baik

Dalam ensiklopedi Indonesia, etika disebut sebagai ilmu kesusilaan yang menentukan
bagaimana sepatutnya manusia hidup dalam masyarakat; apa yang baik dan apa yang buruk.
Sedangkan secara etimologis, etika berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti kebiasaan
atau watak. Etika menurut bahasa Sansekerta lebih berorientasi kepada dasar-dasar, prinsip, aturan
hidup (sila) yang lebih baik (su). Etika mempelajari tentang filsafat, nilai, dan moral sedangkan
administrasi publik mempelajari tentang pembuatan kebijakan, pengambilan keputusan, dan
pengimplementasian kebijakan. Etika merupakan suatu faktor yang dapat mensukseskan tetapi
juga sebaliknya menjadi pemicu dalam menggagalkan tujuan kebijakan, struktur organisasi, dan
manajemen publik termasuk pelayanan publik.

Etika pelayanan publik merupakan bidang etika terapan atau etika praktis. Etika pelayanan
publik tidak berkaitan dengan perumusan standar etika baru, tetapi berkaitan dengan penggunaan
atau penerapan standar-standar etika yang telah ada. Etika pelayanan publik berkaitan dengan
prinsip-prinsip atau standar-standar moral dalam menjalankan tanggung jawab peran aparatur
birokrasi pemerintahan dalam menyelenggarakan pelayanan bagi kepentingan publik.

Konsep Etika Pelayanan Publik Menurut Para Ahli

1. Kumorotomo (1996:7)
Etika pelayanan publik adalah: suatu cara dalam melayani publik dengan menggunakan
kebiasaan-kebiasaan yang mengandung nilai-nilai hidup dan hukum atau norma-norma
yang mengatur tingkah laku manusia yang dianggap baik.
2. Fadillah (2001:27)
Etika pelayanan publik adalah “suatu cara dalam melayani publik dengan menggunakan
kebiasaan-kebiasaan yang mengandung nilai-nilai hidup dan hukum atau norma yang
mengatur tingkah laku manusia yang dianggap baik”.

Dalam rangka penyelenggaraan pelayanan publik maka penyelenggaraan pelayanan publik


harus berperilaku sebagai berikut (UU No 25 tahun 2009 pasal 34) sebagai berikut:

1. Adil dan tidak diskriminatif


2. Cermat
3. Santun dan ramah
4. Tegas, andal, dan tidak memberikan putusan yang berlarut – larut
5. Profesional
6. Tidak mempersulit
7. Patuh pada perintah atasan yang sah dan wajar
8. Menjunjung tinggi nilai-nilai akuntabilitas dan integritas institusi penyelenggara

Acuannya:

Dalam etika pelayanan publik ada seperangkat nilai yang dapat digunakan sebagai acuan,
referensi, dan penuntun bagi pemerintah dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya, yakni:

1. Efisiensi, artinya tidak boros. Sikap, perilaku dan perbuatan birokrasi publik dikatakan baik
jika mereka efisien (tidak boros).
2. Membedakan milik pribadi dengan milik kantor, Nilai ini dimaksudkan supaya birokrasi
yang baik dapat membedakan mana milik kantor dan mana milik pribadi. Artinya milik
kantor tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.
3. Impersonal, maksudnya adalah dalam melaksanakan hubungan antara bagian satu dengan
bagian yang lain, atau kerjasama antara orang yang satu dengan lainnya dalam kerjasama
kolektif diwadahi oleh organisasi, dilakukan secara formal.
4. Merytal system, Nilai ini berkaitan dengan rekrutmen atau promosi pegawai, hendaknya
menggunakan “merytal system”, artinya dalam penerimaan pegawai atau promosi pegawai
tidak didasarkan atas kekerabatan, namun berdasarkan pengetahuan (knowledge),
ketrampilan (skill), kemampuan (capable), dan pengalaman (experience), sehingga dengan
sistem ini akan menjadikan yang bersangkutan cakap dan profesional dalam menjalankan
tugas dan tanggung jawab, dan bukan “spoil system”.
5. Responsible Nilai ini berkaitan dengan pertanggungjawaban birokrasi publik dalam
menjalankan tugas dan kewenangannya.

Dalam etika pelayanan publik, pemerintahan disebut selalu berkaitan dengan nilai-nilai
keutamaan yang berhubungan dengan hak-hak dasar warga negara selaku manusia sosial (mahluk
sosial). Nilai-nilai keutamaan yang dikembangkan dalam etika pemerintahan yang baik adalah:

1. Penghormatan terhadap hidup manusia dan HAM lainnya.


2. Kejujuran baik terhadap diri sendiri maupun terhadap manusia lainnya (honesty).
3. Keadilan dan kepantasan merupakan sikap yang terutama harus diperlakukan
terhadap orang lain.
4. Kekuatan moralitas, ketabahan serta berani karena benar terhadap godaan
(fortitude). Kesederhanaan dan pengendalian diri (temperance)

Etika yang baik, sesuai dengan ketentuan yang ada serta selalu memperhatikan prinsip-
prinsip good governance akan mengantarkan ke pemerintahan yang lebih baik. Untuk
mengwujudkannya perlu dukungan dari semua pihak mulai dari masyarakat, swasta, dan
pemerintah.

Tujuan Pemerintah Dalam Menerapkan Etika Pelayanan Publik Yang Baik

Secara sederhana, Etika Pelayanan Publik merujuk kepada pembangunan aturan main dan
lingkungan ekonomi dan institusi yang memberikan kebebasan kepada organisasi untuk secara
ketat mengikat, meningkatkan nilai jangka panjang pemilik, memaksimumkan pengembangan
SDM, dan juga memperhatikan kepentingan stakeholder lainnya.

Prinsip Pemerintah Dalam Menerapkan Etika Pelayanan Publik Yang Baik

Prinsip-prinsip yang dikembangkan dalam Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (Good
Governance) adalah sebagai berikut:
1. Partisipasi Setiap orang atau warga Negara memiliki hak suara yang sama dalam proses
pengambilan keputusan, baik secara langsung maupun lembaga perwakilan, sesuai dengan
kepentingan dan aspirasi masing-masing.
2. Kepastian Hukum (Rule Of Law) Kerangka aturan hukum dan perundangan-undangan
haruslah berkeadilan dan dapat ditegakkan serta dipatuhi secara utuh (impartialy), 158
terutama tentang atuaran hukum dan hak azasi manusia.
3. Transparansi Transparansi harus dibangun dalam kerangka kebebasan aliran informasi
berbagai proses, kelembagaan dan informasi harus dapat di akses secara bebas oleh mereka
yang membutuhkannya dan harus dapat disediakan secara memadai dan mudah dimengerti
sehingga dapat digunakan sebagai alat monitor.
4. Tanggung Jawab (Responsiveness) Setiap institusi dan prosesnya harus diarahkan pada
upaya untuk melayani berbagai pihak yang berkepentingan.

Anda mungkin juga menyukai