0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan13 halaman

Kode Etik Pegawai RSUD Selasih 2022

Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Kabupaten Pelalawan menetapkan Kode Etik Pegawai sebagai pedoman perilaku bagi seluruh pegawai rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan berdasarkan standar dan etika. Kode etik tersebut mencakup norma-norma perilaku, larangan, dan tanggung jawab pegawai dalam pelaksanaan tugas. Direktur akan memantau pelaksanaan kode etik untuk menjamin mutu pelayanan ke

Diunggah oleh

Endchat Malay
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan13 halaman

Kode Etik Pegawai RSUD Selasih 2022

Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Kabupaten Pelalawan menetapkan Kode Etik Pegawai sebagai pedoman perilaku bagi seluruh pegawai rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan berdasarkan standar dan etika. Kode etik tersebut mencakup norma-norma perilaku, larangan, dan tanggung jawab pegawai dalam pelaksanaan tugas. Direktur akan memantau pelaksanaan kode etik untuk menjamin mutu pelayanan ke

Diunggah oleh

Endchat Malay
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SELASIH

KABUPATEN PELALAWAN
NOMOR 789 TAHUN 2022

TENTANG

KODE ETIK PEGAWAI


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SELASIH
KABUPATEN PELALAWAN

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SELASIH


KABUPATEN PELALAWAN

Menimbang : a. Bahwa Rumah Sakit mempunyai kewajiban membuat,


melaksanakan, dan menjaga standar pelayanan kesehatan di
` Rumah Sakit sebagai acuan dalam melayani pasien;

b. Bahwa Rumah Sakit berkewajiban memastikan seluruh


pegawai menerapkan standar pelayanan pasien yang ada
secara kosisten;
c. Bahwa dalam Upaya memastikan seluruh pegawai
menerapkan standar pelayanan pasien yang ada secara
kosnsisten di Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Kabupaten
Pelalawan, perlu adanya Kebijakan Direktur Rumah Sakit
Umum Daerah Selasih Kabupaten Pelalawan berupa Kode
Etik Pegawai sebagai Pedoman Perilaku bagi Pegawai RSUD
Selasih Kabupaten Pelalawan dalam penyelenggaraan
pelayanan berdasarkan standar pelayanan dan kode etik;
d.
Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam a dan b, c dan d perlu ditetapkan dengan keputusan
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Kabupaten
Pelalawan;

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 53 Tahun 1999 tentang Pembentukan


Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu Kabupaten
Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun,
Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi, dan Kota
Batam (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 181, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3902) Sebagaimana telah diubah
dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2000 (Lembaran
Negara Tahun 2000 Nomor 80,Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3968);
2.
Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik
Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2004 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Repubik
Indonesia Nomor 4431)
3.
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Repubik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112. Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);
4.
Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor
144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5. 5063);

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang


Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran
6. Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan
Negara Republik Indonesia Nomor 5234);

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang


Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2 014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah
beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9
Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang
7. Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor
58,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5679);

Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang


8. Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang
Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2012 Nomor 215, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomo 5357);
9.
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman
Standar Pelayanan;
10 Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan Nomor 8 Tahun 2014
. tentang Perubahan Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan
Nomor 10 tahun 2012 tentang Susunan Organisasi dan Tata
Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Pelalawan;

Surat Keputusan Bupati Pelalawan Nomor 62 Tahun 2015


tentang Penetapan Rumah Sakit Umum Daerah Selasih
Kabupaten Pelalawan sebagai Badan Layanan Umum Daerah;
MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KESATU : KEPUTUSAN DIREKTUR TETANG KODE ETIK PEGAWAI


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SELASIH KABUPATEN
PELALAWAN.

KEDUA : Kode Etik Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Selasih


Kabupaten Pelalawan sebagaimana tercantum dalam
Lampiran keputusan ini.
KETIGA : Direktur Rumah Sakit berpartisipasi dalam
perencanaan,monitoring, dan pengawasan pelaksanaan Kode
Etik Pegawai RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan.
KEEMPAT :
Pelaksanaan Kode Etik Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah
Selasih Kabupaten Pelalawan wajib dilaksanakan oleh
Seluruh Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Selasih
Kabupaten Pelalawan.
KELIMA :
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan
apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam
penetapan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana
mestinya.

Ditetapkan di : PANGKALAN KERINCI


Pada Tanggal : 06 APRIL 2022

DIREKTUR RSUD SELASIH


KABUPATEN PELALAWAN

dr. IRNA
Pembina
NIP 19711028 200312 2 008

Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth :


1. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan
2. Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan
3. Seluruh Kepala Ruangan / Instalasi RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan
4. ARSIP
Lampiran I : Keputusan Direktur RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan
Nomor : 789 Tahun 2022
Tanggal : 06 April 2022
Tentang : Kode Etik Pegawai RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan
BAB I
MUKADIMAH

Rumah Sakit  adalah suatu lembaga yang merupakan bagian dari


sistem pelayanan kesehatan yang berfungsi melaksanakan berbagai aspek
pelayanan kesehatan baik preventif, kuratif, rehabilitatif, maupun  promotif
kepada pasien, keluarga, dan masyarakat. Rumah sakit harus mampu
memberikan pelayanan yang aman, berkualitas, dan menjunjung tinggi
norma-norma etika, disiplin dan hukum sehingga pasien sembuh dan dapat
memberikan apresiasi yang tinggi atas pelayanan yang diberikan rumah sakit.
Untuk mencapai hal tersebut, maka seluruh pegawai di RSUD Selasih
Kabupaten Pelalawan harus berkomitmen memberikan pelayanan, bersikap
dan bertindak dengan empati, jujur, dan memiliki kepedulian yang tinggi.
Oleh karena itu dalam rangka membentuk tata kelola pelayanan di rumah
sakit yang baik, harus dibuat pedoman kode etik pegawai Rumah Sakit Umum
Daerah Selasih Kabupaten Pelalawan.
Rumah Sakit sebagai suatu rangkuman nilai-nilai dan norma-norma
yang dapat dipakai sebagai pedoman operasional sangat dibutuhkan,
mengingat rumah sakit dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi kedokteran sudah menjadi suatu unit sosio-ekomoni yang majemuk.
Hal tersebut lebih terasa lagi mengingat di dalam Rumah Sakit terdapat
tenaga kerja dari aneka disiplin keilmuan yang mempunyai etika profesi
masing-masing sehingga “Semangat Kebersaman” sangat dibutuhkan agar
rumah sakit dapat berfungsi dengan baik.
Kode etik yang disusun sebagai standar cerminan dari berbagai norma
yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit yang memuat
rangkuman norma umum, etika, disiplin, dan norma hukum guna dijadikan
pedoman bagi semua pegawai dan mengikat kewajiban bagi setiap pegawai
dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan untuk mencapai visi dan  misi
RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan.
BAB II
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:
1. Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Kabupaten Pelalawan adalah
mereka yang mempunyai hubungan kerja dengan RSUD Selasih Kabupaten
Pelalawan dan terikat oleh suatu perjanjian kerja serta menerima
upah/gaji selain Direktur. Pegawai terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS)
dan Pegawai Tidak Tetap.
2. Kode Etik Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Kabupaten
Pelalawan yang selanjutnya disebut Kode Etik Pegawai adalah pedoman
tertulis yang berisi norma dan etika yang mengatur perilaku maupun
ucapan mengenai hal-hal yang diwajibkan, dilarang, atau tidak patut
dilakukan oleh pegawai dalam rangka pelaksanaan tugas, fungsi,
wewenang, kewajiban, dan tanggungjawab maupun dalam pergaulan
sehari-hari.
3. Pelanggaran adalah segala bentuk ucapan, tulisan atau perbuatan yang
bertentangan dengan pasal-pasal Kode Etik Pegawai.
4. Majelis Kode Etik Pegawai bersifat non struktural dan adhoc. Majelis ini
bertugas melakukan penegakkan pelaksanaan dan menyelesaikan
pelanggaran Kode Etik Pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah Selasih
Kabupaten Pelalawan.
5. Pemangku kepentingan (stakeholders) adalah para pihak terkait yang
bersifat perorangan maupun kelompok, dan dapat berbentuk instansi
pemerintah, swasta, organisasi profesi, asosiasi dan lembaga lainnya yang
mempunyai hubungan kerja dengan Rumah Sakit Umum Daerah Selasih
Kabupaten Pelalawan atau mempunyai kepentingan dengan
produk/layanan yang dihasilkan oleh RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan.

BAB III
TUJUAN KODE ETIK
Pasal 2
Pengaturan Kode Etik Pegawai bertujuan untuk menjamin kelancaran
pelaksanaan tugas dan suasana kerja yang harmonis dan kondusif sesuai
dengan nilai-nilai Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Kabupaten Pelalawan
sehingga dapat mendukung pencapaian Visi dan Misi Rumah Sakit Umum
Daerah Selasih Kabupaten Pelalawan.

BAB IV
PRINSIP DAN NILAI-NILAI DASAR KODE ETIK PEGAWAI
Pasal 3
1. Prinsip dasar Kode Etik Pegawai adalah berdasarkan nilai-nilai dasar
Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Kabupaten Pelalawan.
2. Prinsip dasar Kode Etik Pegawai sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi:
a. Belas Kasih
Rasa empati terhadap penderitaan sesama manusia yang dinyatakan
melalui tindakan.
b. Asertif
Ketrampilan dalam menyampaikan pikiran yang inovatif dan perasaan
dengan baik, lugas, jelas dan cepat tanggap tanpa harus membuat
orang lain tersinggung.
c. Profesional
Sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kriteria
profesinya dan senantiasa memberikan pelayanan berdasar standart
dan prosedur serta menjunjung tinggi etika profesi.
d. Tim Kerja
Dalam bekerja seseorang mampu bekerjasama di dalam tim dan saling
mendukung untuk mencapai sasaran kerja, yang didasari atas sikap
sehati dan kesamaan tujuan.
e. Integritas
Karakter seseorang dimana perkataan sesuai dengan perbuatan
berdasarkan rasa takut akan Tuhan yang terwujud dalam komitmen
dan loyalitas, sehingga mampu mewujudkan apa yang telah
disanggupinya.
f. Sejahtera
Tercapai kepenuhan kehidupan manusia secara lair dan batin, dimana
seseorang telah merasakan adanya keamanan, kesehatan,
kemakmuran, kebahagiaan dan kedamaian.
3. Prinsip dasar Kode Etik Pegawai sebagaimana dimaksud ayat (1)
merupakan sumber nilai dan inspirasi dalam melaksanakan tugas dan
berperilaku sehari-hari dalam bekerja di RSUD Selasih Kabupaten
Pelalawan.

Pasal 4
Dalam melaksanakan tugas kepegawaian baik didalam maupun diluar
lingkungan RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan setiap Pegawai RSUD Selasih
Kabupaten Pelalawan wajib bersikap dan berpedoman pada etika dalam
bernegara, dalam berorganisasi, dalam masyarakat serta terhadap diri sendiri
dan sesama Pegawai RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan.

Pasal 5
Etika dalam bernegara sebagaimana dimaksud pasal 4, meliputi:
a. Melaksanakan sepenuhnya Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945;
b. Mengangkat harkat dan martabat bangsa dan negara; dan
c. Menaati semua peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam
melaksanakan tugas.

Pasal 6
Etika dalam berorganisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, meliputi:
a. Melaksanakan tugas dan wewenang sesuai dengan ketentuan yang
berlaku;
b. Menjaga informasi yang bersifat rahasia;
c. Melaksanakan setiap kebijakan yang ditetapkan oleh Direktur;
d. Membangun etos kerja dan meningkatkan kinerja organisasi;
e. Menjalin kerjasama secara kooperatif dengan unit kerja lain yang terkait
dalam rangka pencapaian visi dan misi RSUD Selasih Kabupaten
Pelalawan;
f. Memiliki kompetensi dalam melaksanakan tugas;
g. Akuntabel dalam melaksanakan tugas kepegawaian yang bersih dan bebas
korupsi, kolusi dan nepotisme;
h. Tanggap, terbuka, jujur dan akurat, serta tepat waktu dalam
melaksanakan setiap kebijakan dan tugas yang diberikan oleh RSUD
Selasih Kabupaten Pelalawan;
i. Menggunakan dan memanfaatkan semua sumber daya dan potensi yang
ada di RSU William Booth secara efektif dan efisien serta bertanggungjawab
terhadap semua sarana dan prasarana yang ada di RSUD Selasih
Kabupaten Pelalawan
j. Patuh dan taat terhadap standar operasional dan tata kerja;
k. Mengembangkan pemikiran secara kreatif dan inovatif dalam rangka
peningkatan kinerja organisasi; dan
l. Berorientasi pada keselamatan pasien.

Pasal 7
Etika dalam bermasyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, meliputi:
a. Mewujudkan pola hidup individu dan/atau keluarga yang dapat menjadi
teladan di tengah-tengah masyarakat;
b. Memberikan pelayanan dengan empati, hormat dan santun tanpa
membeda-bedakan;
c. Memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan terbuka, adil dan tidak
diskriminatif; dan
d. Tanggap terhadap lingkungan masyarakat, baik masyarakat di lingkungan
RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan maupun di lingkungan tempat tinggal.

Pasal 8
Etika terhadap diri sendiri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, meliputi:
a. Jujur dan terbuka serta tidak memberikan informasi yang tidak benar;
b. Bertindak dengan penuh kesungguhan dan ketulusan;
c. Mampu menjadi teladan yang baik bagi lingkungan kerja dan masyarakat
sekitar;
d. Menghindari konflik kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan;
e. Berinisiatif untuk meningkatkan kualitas pengetahuan, kemampuan,
ketrampilan, dan sikap;
f. Memiliki semangat juang yang tinggi dan berkemauan keras untuk belajar;
g. Memelihara kesehatan rohani dan jasmani;
h. Menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga; dan
i. Berpenampilan sederhana, rapi dan sopan.

Pasal 9
Etika terhadap sesama Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Selasih
Kabupaten Pelalawan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, meliputi:
a. Saling menghormati sesama pegawai baik secara vertikal maupun
horizontal;
b. Memelihara rasa persatuan, kesatuan dan solidaritas pada hal-hal yang
positif diantara sesama pegawai;
c. Menghargai perbedaan pendapat dan mengembangkan sikap toleransi; dan
d. Berhimpun dalam satu wadah yang menjamin terwujudnya solidaritas dan
soliditas Pegawai RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan demi kemajuan
RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan dan kesejahteraan bersama.

BAB V
SANKSI
Pasal 10
1. Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Kabupaten Pelalawan yang
melanggar Kode Etik Pegawai dikenakan sanksi moral.
2. Sebagaimana ayat (1) apabila pada pegawai yang bersangkutan didapati
pelanggaran maupun Peraturan RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan
lainnya, maka pegawai yang bersangkutan juga mendapat sanksi
administratif sesuai dengan sanksi yang diberikan oleh peraturan tersebut.
3. Sanksi moral sebagaimana dimaksud ayat (1) maupun sanksi administratif
sebagaimana ayat (2) dibuat secara tertulis dan dinyatakan dalam bentuk
Surat Keputusan Direktur.
4. Sanksi moral sebagaimana ayat (1) dan/atau sanksi administratif
sebagaimana ayat (2) berupa:
a. Pernyataan secara tertutup; atau
b. Pernyataan secara terbuka.
5. Dalam pemberian sanksi moral sebagaimana dimaksud ayat (4) harus
disebutkan jenis pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Pegawai RSUD
Selasih Kabupaten Pelalawan yang bersangkutan.

Pasal 11
Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Kabupaten Pelalawan yang
melakukan pelanggaran kode etik selain dikenakan sanksi moral sebagaimana
dimaksud Pasal 10, dapat pula dikenakan tindakan administratif dan/atau
disiplin sesuai dengan peraturan RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan.

Pasal 12
1. Dalam hal sanksi moral disampaikan secara tertutup, keputusan
penetapan sanksi berlaku sejak tanggal ditandatanganinya Surat
Keputusan dari Direktur kepada Pegawai yang bersangkutan.
2. Dalam hal sanksi moral disampaikan secara terbuka melalui Kebaktian
Karyawan atau forum lainnya, dan keputusan penetapan sanksi berlaku
sejak tanggal ditandatanganinya Surat Keputusan oleh Direktur kepada
Pegawai yang bersangkutan.
3. Dalam hal sanksi moral disampaikan secara terbuka melalui papan
pengumuman, website, media massa atau sarana lainnya.
4. Dalam hal sanksi moral disampaikan secara terbuka melalui papan
pengumuman, website, media masa atau sarana lainnya sebagaimana
dimaksud ayat (3) dilakukan setelah adanya Keputusan Direktur dan
terlebih dahulu melalui pertimbangan Komite Etik dan Hukum RSUD
Selasih Kabupaten Pelalawan.

Pasal 13
1. Dalam hal Pegawai yang bersangkutan yang dikenakan sanksi tidak mau
menandatangani sanksi dan/atau surat ekspedisi tanpa alasan yang sah
pada waktu penyampaian keputusan, maka Pegawai bersangkutan
dianggap menerima keputusan sanksi moral tersebut.
2. Dalam hal Pegawai yang bersangkutan tidak bersedia mengajukan
permohonan maaf secara tertulis atau membuat surat pernyataan
penyesalan, maka Pegawai yang bersangkutan dapat dikategorikan
melakukan pelanggaran berat sesuai dengan PKB RSUD Selasih Kabupaten
Pelalawan Pasal 72.

BAB VI
PROSEDUR PENYAMPAIAN DUGAAN PELANGGARAN KODE ETIK
Pasal 14
1. Dugaan terjadinya pelanggaran Kode Etik dapat diperoleh:
a. Pengaduan tertulis
b. Temuan dari atasan Pegawai yang diduga melakukan pelanggaran Kode
Etik Pegawai
2. Setiap orang atau pemangku kepentingan (stakeholders) yang mengetahui
adanya dugaan pelanggaran Kode Etik Pegawai dapat menyampaikan
pengaduan kepada Kepala Bagian Tata Usaha atau bagian SDM RSUD
Selasih Kabupaten Pelalawan.
3. Penyampaian pengaduan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dilakukan
secara tertulis dengan menyebutkan jenis pelanggaran yang dilakukan,
beserta bukti-bukti pelanggaran dan identitas pelapor.
4. Kepala Bagian Tata Usaha atau bagian SDM RSUD Selasih Kabupaten
Pelalawan wajib meneliti pengaduan tersebut dan menjaga kerahasiaan
identitas pelapor.
5. Dalam hal pelaporan sebagaimana dimaksud ayat (3) ditindaklanjuti
dengan dibentuknya Majelis Kode etik atau pelaporan ditolak maka Kepala
Bagian Tata Usaha atau bagian SDM wajib memberikan informasi kepada
pelapor.
6. Dalam melakukan penelitian atas pengaduan dan/atau mengetahui
dugaan pelanggaran Kode Etik Pegawai, Kepala Bagian Tata Usaha atau
bagian SDM wajib mengagendakan pertemuan.

BAB VII
MAJELIS KODE ETIK
Pasal 15
1. Dalam rangka pengawasan dan pelaksanaan Kode Etik Pegawai dibentuk
Majelis Kode Etik Rumah Sakit Umum Daerah Selasih Kabupaten
Pelalawan.
2. Majelis Kode Etik dibentuk dan ditetapkan oleh Direktur dengan
keanggotaan Direksi atau yang mewakilinya, Ketua atau yang mewakilinya
dan anggota yang dipilih sesuai dengan kasus yang bersangkutan.
3. Majelis Kode Etik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berakhir masa
tugasnya setelah menyampaikan rekomendasi hasil pemeriksaan kepada
Direktur.
Pasal 16
1. Keanggotaan Majelis Kode Etik Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah
Selasih Kabupaten Pelalawan sebagaimana dimaksud pada Pasal 15,
sekurang-kurangnya terdiri dari:
a. Satu orang Ketua merangkap Anggota;
b. Satu orang Sekretaris merangkap Anggota; dan
c. Satu orang Anggota
2. Dalam hal Anggota Majelis Kode Etik lebih dari tiga, maka jumlahnya
harus ganjil.

Pasal 17
1. Majelis Kode Etik Pegawai mengambil keputusan dan memberikan
rekomendasi kepada Direktur setelah memeriksa Pegawai yang diduga
melanggar kode etik.
2. Majelis kode etik mengambil keputusan setelah Pegawai yang bersangkutan
diberi kesempatan membela diri.
3. Keputusan Majelis Kode Etik diambil secara musyawarah mufakat.
4. Dalam hal musyawarah mufakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (3)
tidak tercapai, keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak
5. Apabila pengambian keputusan dengan cara suara terbanyak sebagaimana
dimaksud dalam ayat (4), keputusan Majelis Kode Etik harus menyertakan
‘disenting opinion’ tanpa menyertakan nama Anggota.
6. Majelis Kode Etik wajib menyampaikan keputusan hasil pemeriksaan
kepada Direktursebagai bahan dalam memberikan sanksi moral dan/atau
sanksi lainnya kepada Pegawai yang melanggar Kode Etik Pegawai.
7. Majelis Kode Etik dilarang membicarakan dan/atau membocorkan setiap
notula pertemuan dan/atau keputusan kepada pihak yang tidak
berkepentingan. Dan hanya menyerahkan keputusan kepada Direktur.
8. Keputusan Majelis Kode Etik yang berupa rekomendasi kepada Direktur
tidak bersifat mengikat Direktur dalam menetapkan keputusan sanksi
kepada Pegawai yang bersangkutan.

BAB VIII
PENUTUP
Pasal 18
Peraturan Kode Etik Pegawai ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Agar setiap
pegawai mengetahuinya.

Anda mungkin juga menyukai