KOMPONEN KOMPONEN ELEKTRONIKA
NO GAMBAR NAMA PRINSIP DASAR /
SIMBOL KOMPONEN APLIKASI
1.
Resistor Membatasi arus listrik yang
mengalir.
2.
3. Trimmer resistor untuk mengatur tingkat
sensitivitas pada sirkuit, misalnya
terhadap cahaya atau suhu.
4. Magneto resistor untuk pembuatan sensor polisi
atau kompas elektronik.
5. Tapped resistor Dipakai dalam membuat
pembagian tegangan listrik di
dalam rangkaian.
6. Attenuator untuk menurunkan atau
mengurangi kekuatan sinyal yang
diterima dalam rangkaian.
7.
Potensiometer Untuk mengatur massa electron
8.
9. LDR (light sebuah resistor yang sangat peka
dependent resistor) terhadap intensitas cahaya.
10. Hambatan jenis ini akan naik atau
turun nilainya bergantung
daripada cahaya yang
diterimanya.
11. Thermistor resistor yang sangat peka terhadap
suhu. Besar kecilnya tahanan
(Ohm) pada thermistor ditentukan
12. oleh suhu di sekitar thermistor.
Thermistor dibagi menjadi 2
yaitu :
1. Thermistor NTC (Negative
Temperature Coefficient) -
Semakin tinggi suhu maka
resistansinya semakin kecil.
2. Thermistor PTC (Positive
Temperature Coefficient) -
Semakin tinggi suhu maka
resistansinya semakin besar.
13.
Variable resistor berfungsi untuk mengontrol
partikel yang bermuatan tegangan
14. listrik
15. Kapasitor bipolar Sebagai penyimpan arus atau
dan non polar tegangan listrik. Sebagai
konduktor yang dapat melewatkan
16. arus AC atau bypass arus AC.
Sebagai isolator yang
menghambat arus DC atau
blocking arus DC. Sebagai
17. kopling atau meningkatkan
tegangan suatu rangkaian.
18.
19. Kapasitor elektrolit Kapasitor Elektrolit atau disingkat
dengan ELCO ini sering dipakai
pada Rangkaian Elektronika yang
20. Kapasitor tantalum memerlukan Kapasintasi
(Capacitance) yang tinggi.
Kapasitor jenis ini memakai bahan
21. Logam Tantalum sebagai Terminal
Anodanya (+). Kapasitor
Tantalum dapat beroperasi pada
suhu yang lebih tinggi dibanding
dengan tipe Kapasitor Elektrolit
lainnya dan juga memiliki
kapasintansi yang
22. Kapasitor melalui untuk menandai sebuah kapasitor
umpan yang menyediakan jalur
impedansi menuju ground untuk
sinyal berfrekuensi tinggi.
23. Kapasitor variable Nilai kapasitansinya dapat diubah
sesuai dengan kebutuhan.
24. Trimmer berfungsi untuk menepatkan
pemilihan gelombang Frekuensi
(Fine Tune). Nilai Kapasitansi
Trimmer hanya maksimal sampai
100pF.
25. Inductor, lilitan, Menyimpan energi dalam bentuk
kumparan, spul, medan magnetik ketika arus listrik
ccil mengalir melaluinya.
26. Induktor Besi Sebagai Filter dalam Rangkaian
yang berkaitan dengan Frekuensi
27. Induktor inti ferrite mengatur gelombang frekuensi
pada besaran tertentu tergantung
yang di inginkan.
28. Variabel Induktor Nilai induksinya dapat diatur
sesuai dengan keinginan.
29. Dioda sebagai penyearah arus bolak
balik (AC) ke arus searah (DC).
30. Dioda Zener Untuk menyalurkan listrik ke arah
yang berlawanan
31. Dioda Laser dapat memancarkan radiasi
kohern dalam bentuk spektrum
sinar inframerah.
32. Dioda varactor memiliki sifat kapasitas yang
berubah-ubah sesuai dengan
tegangan yang diberikan.
33. Dioda LED Dioda yang dapat memancarkan
cahaya monokromatik.
34. Photo dioda digunakan sebagai Sensor
35. Dioda Schottky Diode tegangan rendah
36. Dioda Tunnel digunakan untuk osilator,
amplifier, sakelar, dll
37. Dioda Bridge untuk mengubah arus bolak-bolak
(AC) menjadi arus searah (DC).
38. Sumber arus Menghasilkan listrik.
39. Generator Menghasilkan listrik dimana
sumbernya berasal dari energi
mekanis
40. Baterai Sebagai pengisi daya
41. Baterai cell Terdapat di dalam komponen
baterai. sel-sel tersebut akan
merubah energi kimia menjadi
energi listrik.
42. Sumber tegangan Sumber tegangan listrik untuk
AC jenis arus yang bolak-balik atau
AC ( Alternating Current).
43. Sumber tegangan Dapat menghasilkan tegangan
variable listrik dengan amplitudo yang
dapat diatur atau bervariasi sesuai
dengan kebutuhan
44. Sumber arus Memiliki sifat yang berubah-ubah
variable menyesuaikan dari jenis
komponen elektronikanya.
45. Watt meter Untuk mengukur daya (Watt) pada
sebuah rangkaian sirkuit.
46. Ohm meter Untuk mengukur besaran
hambatan listrik (Ohm) / sebagai
alat ukur resistensi.
47. Ampere meter Untuk mengukur besarnya arus
listrik (Ampere) dalam suatu
rangkaian tertutup.
48. Volt meter Untuk mengukur besarnya
tegangan (Voltase) pada suatu
perangkat elektronik.
49. Transistor NPN Arus listrik akan mengalir (EC)
ketika basis (B) diberi positif.
50. Transistor PNP Arus listrik akan mengalir (CE)
Ketika basis (B) diberi negative.
51. Transistor Gabungan dari dua transistor
Darlington bipolar untuk meningkatkan
penguatan.
52. Transistor NMOS Transistor MOSFET kanal N
53. Transistor PMOS Transistor MOSFET kanal P
54. Transistor JFET-N Untuk mengaktifkan JFET N
channel channel perlu memberikan bias
positif pada terminal Drain dan
memberikan tegangan 0 Volt pada
terminal Gate (VG = 0 Volt)
55. Transistor JFET-P Untuk membuat JFET P
channel channel bekerja (meng-on kan)
adalah dengan memberikan
tegangan 0 Volt pada Gate dan
memberikan tegangan positif
pada Source (VS)
lalu Drain diberi tegangan (VD) 0
Volt atau tegangan lebih rendah
dibanding dengan
tegangan Source.
56. Silicon Control sebagai saklar arus listrik dengan
Rectifier (SCR) tegangan dan daya besar.
57. Kabel Sebagai alat transmisi listrik di
suatu rangkaian.
58. Koneksi kabel Menunjukkan kabel-kabel yang
terkoneksi atau tersambung satu
sama lain.
59. Kabel tidak Menunjukkan kabel yang tidak
terkoneksi terkoneksi atau tidak tersambung.
60. Earth ground Memiliki makna bahwa sumber
listrik berasal dari bumi (ditanam).
61. Chassis ground Hubungan rangka dan badan
62. Digital ground Bermanfaat saat proses grounding.
63. Switch SPST Terputus kondisi open
64. Switch SPDT Memilih dua terminal
65. Push-button SPST Terhubung saat ditekan
66. Push-button SPDT Terputus saat ditekan
67. Thermistor PTC nilai resistansinya akan meningkat
tinggi ketika suhunya tinggi
68.
69. Thermistor NTC nilai resistansinya menurun ketika
suhunya meningkat tinggi.
70.
71. Sensor efek hall mengubah informasi magnetik
menjadi sinyal listrik untuk
pemrosesan rangkaian elektronik
selanjutnya.
72. Sensor tekanan untuk mengukur jumlah tekanan
yang diterapkan pada sebuah
sensor.
73. Sensor ultrasonik untuk mengukur jarak serta
kecepatan suatu benda.
74. Sensor foto apabila Terminal Basis pada Photo
transistor Transistor menerima intensitas
cahaya yang tinggi, maka arus
yang mengalir dari Kolektor ke
Emitor akan semakin besar.
75. Sensor proximity mampu mendeteksi objek logam
capasitive maupun non logam.
76. Sensor proximity untuk mendeteksi objek logam
inductive
77. Sensor proximity mendeteksi adanya objek dengan
optical cahaya biasanya adalah infra red
78. Sensor proximity digunakan saat Inductive
magnetic Proximity Sensor tidak bekerja
dengan baik pada kondisi tertentu,
sensor ini dapat mendeteksi
magnet yang terhalangi oleh
dinding non-ferrous metal,
stainless steel, aluminum, plastik
atau kayu.
79. Kompresor Kapasitas tetap
80. Tangki udara Untuk menyimpan udara
bertekanan
81. Filter Untuk menyaring kotoran-kotoran
yang terbawa oleh udara
82. Pemisah air Kerja manual
83. Pembuangan otomatis
84. IC 7400 berfungsi sebagai gerbang NAND,
yang merupakan salah satu jenis
gerbang logika dalam elektronika
digital.
85. IC 4071 Untuk membuat gerbang or dari
jenis CMOS dapat digunakan ic
4071. IC ini terdiri dari 4 buah
gerbang or yang mempunyai 2
input
86. IC 7432 digunakan dalam rangkaian digital
karena menggunakan sumber
tegangan (VS) antara 4,75 Volt
sampai 5,25 Volt. Komponen
pembangun IC TTL(transistor-
transistor logic) adalah sesuai
dengan namanya IC ini berisi
beberapa transistor yang
digabungkan sehingga
membentuk dua keadaan
(ON/FF).
87. IC 7421 digunakan sebagai penguat
operasional. IC 741 seringkali
disingkat sebagai op-amp
(operational amplifier) dan
berfungsi memperkuat sinyal
masukan yang diterima. Selain itu,
IC 741 juga dapat digunakan
dalam berbagai aplikasi elektronik
lainnya seperti filter sinyal,
oscillator, dan banyak lagi.
88. IC 7406 Fungsi utama dari IC 7406 adalah
untuk mengubah sinyal input
menjadi sinyal output yang
berkebalikan
89. IC 7476 untuk menyimpan informasi
dalam bentuk bit dan kemudian
mengambilnya sesuai dengan
perintah yang diberikan.
90. IC Timer NE555 menghasilkan delay waktu yang
tepat dan sangat stabil.
91. IC 7408 untuk melakukan operasi logika
AND pada sinyal inputnya.
92. IC Penguat digunakan sebagai komparator
Operasional
(LM324)
93. IC Switching Ini dapat memberikan hingga 1,5
(7805) A arus (dengan heat sink).
Memiliki fitur pembatas arus
internal dan pematian termal.
Membutuhkan komponen
eksternal yang sangat minimum
untuk berfungsi penuh.
94. IC Dekoder berfungsi untuk mengubah kode
(74LS47) bilangan biner BCD (Binary
Coded Decimal) menjadi data
tampilan untuk penampil/display 7
Segment Common Anode yang
bekerja pada tegangan TTL (3.3 ~
5 volt DC).
95. IC Audio Amplifier sebuah penguat daya audio yang
(LM386) dapat bekerja pada tegangan
rendah.
96. Saklar tunggal untuk mengontrol arus listrik
pada satu titik tunggal, sehingga
memungkinkan kita untuk
97. menghidupkan atau mematikan
lampu atau perangkat listrik
lainnya dengan mudah dan aman.
98. Saklar ganda untuk mengontrol satu beban
listrik dari dua lokasi yang
berbeda.
99.
100. Saklar silang untuk mematikan dan menyalakan
lampu di 3 tempat yang berbeda.
101. Saklar tukar untuk menghidupkan dan
mematikan lampu di dua tempat
yang berbeda.
102.
103. Saklar deret
104.
105. Relay Untuk mengendalikan kontak
saklar.
digunakan pada otomasi industri
dan manufaktur.
106. Kontaktor untuk mengendalikan kontak
saklar. digunakan untuk rangkaian
kendali motor listrik 3 fasa.
107. Limit switch digunakan untuk menghitung
barang yang melewati konveyor
dimana ketika arus listrik masuk
ke kontroler itu artinya dihitung
sebagai 1 barang.
108. Flow switch digunakan untuk mengawasi
Aliran air (Flow) di dalam pipa.
Digunakan pada industri
pengolahan air untuk mengawasi
aliran pipa air.
109. Float swicth untuk mengawasi level ketinggian
air.
110. Pressure switch untuk mengawasi tekanan
(Pressure) di dalam pipa.
Digunakan pada pipa saluran gas
untuk mendetaksi tekanan gas di
industri minyak & gas.
111. Temperature switch digunakan untuk mengawasi level
suhu sampai batas tertentu pada
suatu ruangan tertutup.
112. Sekering yang bertugas sebagai pengaman
pada rangkaian listrik.
113.
114. Arduino uno 1. Power USB, fungsi
dari power usb pada modul
Arduino adalah sebagai
berikut:
o Media pemberi
tegangan listrik ke
Arduino
o Media tempat
memasukkan
program dari
komputer ke
Arduino
o Sebagai media
untuk komunikasi
serial antara
komputer dan
Arduino R3
maupun
sebaliknya.
2. Crystal Oscillator,
fungsi crystal
oscillator adalah sebagai
jantung Arduino yang
membuat dan
mengirimkan detak ke
mikrokontroler agar
beroperasi setiap detaknya.
3. Voltage Regulator,
berfungsi menstabilkan
tegangan listrik yang
masuk ke Arduino.
4. Power Jack, fungsi
dari power jack pada
modul Arduino
adalah sebagai media
pemberi tegangan listrik ke
Arduino apabila tak ingin
menggunakan Power USB.
5. Pin Reset, berfungsi untuk
mereset Arduino agar
program dimulai dari awal.
Cara penggunannya yaitu
dengan menghubungkan
pin reset ini langsung
ke ground.
6. Pin Tegangan 3,3 Volt,
berfungsi sebagai pin
positif untuk komponen
yang menggunakan
tegangan 3,3 volt.
7. Pin Tegangan 5 Volt,
berfungsi sebagai pin
positif untuk komponen
yang menggunakan
tegangan 5 volt. Pin 5 volt
sering juga disebut pin
VCC.
8. Pin Ground (GND), fungsi
pin GND adalah sebagai
pin negatif pada tiap
komponen yang
dihubungkan ke Arduino.
9. Pin Penambah Tegangan
(VIN), berfungsi sebagai
media pemasok listrik
tambahan dari luar sebesar
5 volt bila tak ingin
menggunakan Power USB
atau Power Jack.
10. Pin Analog, berfungsi
membaca tegangan dan
sinyal analog dari berbagai
jenis sensor untuk diubah
ke nilai digital.
11. Main Microcontroller,
berfungsi sebagai otak
yang mengatur pin-pin
pada Arduino.
12. Tombol Reset, komponen
pendukung Arduino yang
berfungsi untuk
mengulang program dari
awal dengan cara menekan
tombol.
13. Pin ICSP (In-Circuit
Serial Programming),
berfungsi untuk
memprogram
mikrokontroler seperti
Atmega328 melalui jalur
USB Atmega16U2.
14. Lampu Indikator Power,
berfungsi sebagai indikator
bahwa Arduino sudah
mendapatkan suplai
tegangan listrik yang baik.
15. Lampu TX (transmit),
berfungsi sebagai penanda
bahwa sedang terjadi
pengiriman data dalam
komunikasi serial.
16. Lampu RX (receive),
berfungsi sebagai penanda
bahwa sedang terjadi
penerimaan data dalam
komunikasi serial.
17. Pin Input/Output Digital,
berfungsi untuk membaca
nilai logika 1 dan 0 atau
mengendalikan komponen
output lain seperti
LED, relay, atau
sejenisnya. Pin ini
termasuk paling banyak
digunakan saat membuat
rangkaian.
Untuk pin yang
berlambang “~” artinya
dapat digunakan untuk
membangkitkan PWM
(Pulse With Modulation)
yang fungsinya bisa
mengatur tegangan output.
Biasanya digunakan untuk
mengatur kecepatan kipas
atau mengatur terangnya
cahaya lampu.
18. Pin AREF (Analog
Reference), fungsi pin
Arduino Uno yang satu ini
untuk mengatur tegangan
referensi eksternal yang
biasanya berada di kisaran
0 sampai 5 volt.
19. Pin SDA (Serial Data),
berfungsi untuk
menghantarkan data dari
modul I2C atau yang
sejenisnya.
20. Pin SCL (Serial Clock),
berfungsi untuk
menghantarkan sinyal
waktu (clock) dari modul
I2C ke Arduino.
115. Speaker Menghasilkan suara stereo dan
audio yang jernih.
Dipelajari sehubungan dengan
pelajaran akustik.
Dapat diaplikasikan pada berbagai
alat, seperti TV, home theater,
komputer, dan lain sebagainya.
116. Lampu TL Sebagai alat penerangan di Pabrik,
gudang, Shopping Mall, Sekolah
dan juga di perkantoran.
117.
118. Lampu pijar Digunakan sebagai
pencahayaan aktivitas
dalam ruangan seperti
119. misalnya untuk lampu
belajar atau lampu meja.
120. DC Socket Sebagai konektor daya atau arus
DC pada rangkaian elektronika.
121. Kabel jumper Sebagai penghubung pada
rangkaian elektronika terpisah
(Pcb to Pcb).
122. Heatsink Untuk memperluas transfer panas
dari sebuah processor supaya suhu
di dalam processor tidak terlalu
panas. Dengan kata lain, heatsink
membantu untuk mendinginkan
processor / Komponen elektronika
lain yang
menghasilkan panas.
123. Cooling Fan Berfungsi sebagai kipas untuk
menciptakan aliran udara dari luar
menuju ruang mesin dan
meminimalisir panas pada
heatsink.
124. Accu / Aki Menyediakan energi listrik untuk
sistem kelistrikan pada kendaraan,
Sebagai penyimpan energi listrik.
125. Connector Digunakan sebagai connector arus
atau tegangan pada rangkaian
elektronika.
126. Pin Header Sebagai kedudukan atau tempat
menyambungkan kabel jumper.
127. Operational Berfungsi sebagai Penguat Sinyal
Amplifier listrik.
128. 7-Segmen Sebagai output display pada
rangkaian elektronika, biasanya
pada rangkaian counter .
129. Flyback TV untuk menghasilkan tegangan
tinggi yang diperlukan oleh
tabung CRT yang nantinya
digunakan untuk menembakkan
elektron di dalam tabung Tv
atau monitor.
130. Buzzer menghasilkan getaran suara
ketika diberikan sejumlah
tegangan listrik dengan taraf
tertentu sesuai dengan
spesifikasi bentuk dan ukuran
buzzer elektronika itu sendiri.
131. Port USB untuk menyambungkan computer
dengan alat external, sebutlah saja
scanner, papan ketik (keyboard),
printer, mouse, flash disk, camera
digital, alat penyimpan data (zip
drive), atau perangkat yang lain.
132. USB Male dipakai untuk menyambungkan
computer dengan alat external,
sebutlah saja scanner, papan ketik
(keyboard), printer, mouse, flash
disk, camera digital, alat
penyimpan data (zip drive), atau
perangkat yang lain.
133. Mikrokontroler Mikrokontroler menggabungkan
CPU, ROM,RWM,dan digital
dalam satuchip. Mikrokontroler
menggabungkan memori untuk
134. menyimpan data.
135. Trafo CT (Center Penurun dan penaik tegangan AC
Tapped) (Bolak Balik) yang mempunyai
Negatif CT.
136. Trafo engkel Penurun dan penaik tegangan AC
(Bolak Balik) yang mempunyai
Negatif 0.
137. Trafo menyimpan arus listrik dalam
medan magnet,menapis
(filter)Frekuensi
terntentu,menahan arus bolak
balik (AC), Meneruskan arus
searah (DC)dan pembangkit
getaran.
138. Toroid menyimpan arus listrik dalam
medan magnet,menapis
(filter)Frekuensi
terntentu,menahan arus bolak
balik (AC), dan lain sebagainya.
139. Trafo CT Untuk membuat rangkaian power
supply simetris gelombang penuh
seperti yang biasa digunakan
untuk amplifier saat ini yang
memakai kutub positif, netral, dan
negative
140. Trafo 0 Digunakan untuk menukar
tegangan arus dalam suatu
rangkaian,dengan tidak
mempengaruhi daya listriktotal.
141. TDA2005 Untuk penggunaan kondisi
tegangan DC di mobil yang kasar,
karenanya ia dapat bertahan pada
tegangan suplai yang melonjak
hingga +28V
142. Memristor Memristor adalah semikonduktor
yang menggabungkan kapasitor,
resistor, dan induktor untuk
membuat elemen jenis baru
keempat yang resistansinya
disebut memristance yang
bervariasi sebagai fungsi arus dan
fluks.
143. Stop kontak untuk tujuan melindungi /
berarde menghindari perangkat elektronik
yang sedang terhubung dengannya
144. dari kerusakan akibat kejadian
arus pendek.
145. Stop kontak tanpa sebagai penghubung arus listrik,
arde yang mana alat ini berguna
sebagai terminal yang nantinya
146. akan mendistribusikan listrik pada
berbagai perangkat elektronik.
147. Pemutus mini MCB untuk membatas arus listrik dan
pengama ketika ada beban lebih.
148. Kodensator Penyimpan muatan listrik yang
variabel(varco) nilainya dapat di ubah.
149. Garis input untuk memberi tanda
bus bahwa rangkaian
mengambil listrik atau
data yang masuk.
150. Garis output untuk menggambarkan
bus bahwa ada arus listrik
yang keluar melalui
jalan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
35+ Simbol Komponen Elektronika Lengkap dengan Fungsinya (narmadi.com)
Jenis-jenis Komponen Elektronika beserta Fungsi dan Simbolnya (teknikelektronika.com)
Fungsi Variable Resistor: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, dan Jenis (carakami.com)
Jenis Resistor, Fungsi dan simbolnya - Teknik Elektro
Kapasitor Bipolar dan Kapasitor Non Polar : Pengertian serta Bedanya (empatpilar.com)
Gambar Jenis Fungsi Beserta Simbol Komponen Elektronika Studi Transistor Berikut Dilengkapi di
Rebanas - Rebanas
Induktor Adalah: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Kerja - Ilmu Elektro
Pengertian dan Fungsi Induktor beserta jenis-jenis Induktor (teknikelektronika.com)
Fungsi Induktor, Simbol dan Jenisnya Lengkap - Teknik Elektro
Simbol dan Fungsi Kapasitor beserta Jenis-jenis Kapasitor (teknikelektronika.com)
√ Pengertian Dioda Tunnel : Fungsi, Simbol, Cara Kerja & Penggunaanya (kelasplc.com)
√ Dioda Laser: Pengertian, Fungsi, Gambar Simbol, Cara Kerja (thecityfoundry.com)
√ Pengertian Dioda Bridge: Fungsi, Simbol Dan Cara Kerjanya [LENGKAP] (kelasplc.com)
JFET (Junction Field Effect Transistor) (belajarelektro.com)
Ini Penjelasan Fungsi SCR Dan Cara Kerjanya - Ruang Teknisi
Pengertian Sensor Suhu dan Jenis-jenisnya (teknikelektronika.com)
Pengertian Sensor dan Jenis-jenis Sensor - Teknik Elektronika
Pengertian Photo Transistor dan Prinsip kerjanya (teknikelektronika.com)
Sensor Proximity pada Sistem Elektropneumatik | Ajat Didik Budiansyah
Simbol-Simbol Pneumatic dan Fungsinya - Siddix
Fungsi IC 7400, Data Pin, Persamaan dan Cara Kerjanya | Review Skema Rangkaian Elektronika
jenis-jenis ic gerbang logika (kunoblog.com)
GERBANG LOGIKA – GATE OR IC TTL 7432 | ILMU PROGRAMMER
Cara Kerja IC 741: Pelajari Fungsi Dan Prinsip Dasar Pengoperasiannya - Matob
Fungsi IC 7476, Persamaan, Data Pin, Aplikasi Dalam Rangkaian | Review Skema Rangkaian
Elektronika
√ Apa Itu IC 555 : Fungsi, Spesifikasi, Pinout, Rangkaian dan Datasheet (kelasplc.com)
LM324 Comparator Sirkuit Kerja dan Aplikasi (watelectronics.com)
Memahami 7805 IC Voltage Regulator (electronicshub.org)
Jual IC 74LS47 BCD to 7 Segment Decoder - IC 7447 - Jakarta Timur - korpus | Tokopedia
Saklar Tunggal: Simbol, Fungsi, Cara Kerja, Harga (https_wikielektronika.com)
Saklar Seri (Ganda): Simbol, Fungsi, Cara Kerja, Harga (https_wikielektronika.com)
Pembahasan Saklar Lengkap - Teknik Elektro
Fungsi Sekering dan Jenis - Jenisnya - Tehnik Mesin
Penjelasan Lengkap Simbol Sekring dan Fungsinya (bsn.or.id)
Gambar Arduino Uno HD dan Penjelasan Fungsi Bagian-Bagiannya - Aldyrazor.com
Bagian Bagian Speaker - Homecare24
Lebih jauh tentang fungsi Arde – Listrik di Rumah
MCB: Pengertian, Prinsip Kerja, Fungsi dan Jenisnya (kompas.com)
100+ Simbol Listrik dan Fungsinya Lengkap - Sindunesia