Jurnal Pengenalan Fungsi Dan Tugas Asn (Agenda I, Ii, Dan Iii)
Jurnal Pengenalan Fungsi Dan Tugas Asn (Agenda I, Ii, Dan Iii)
ANGKATAN I
Oleh:
ORIENTASI PPPK
TAHUN 2024
A. LATAR BELAKANG
Negara kesatuan Republik Indonesia memiliki sejarah yang unik jika dibanding dengan
Negara lain di belahan dunia ini. Pada masa perjuangan melawan penjajah tumbuh jiwa
patriotisme, rela berkorban yang luar biasa untuk menghadapi penjajah. Pada masa perjuangan
menegakkan kemerdekaan tumbuh rasa patriotisme, rela berkorban dan kebersamaan yang
sangat kuat. Pada masa mengisi kemerdekaan merupakan masa membangun karakter bangsa
melalui pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa mewujudkan perdamaian abadi,
kesejahteraan dan perlindungan masyarakat.
Wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya,
mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (Prof. Muladi, Gubernur Lemhannas RI).
Bahasa Indonesia yang dinyatakan sebagai bahasa resmi negara dalam Pasal 36
Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945
bersumber dari bahasa yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28
Oktober 1928 sebagai bahasa persatuan yang dikembangkan sesuai dengan
dinamika peradaban bangsa;
(Pasal 25 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan
Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan)
Lagu Kebangsaan adalah Indonesia Raya yang digubah oleh Wage Rudolf
Supratman
(Pasal 58 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan
Lambang Negara,serta Lagu Kebangsaan)
B. AGENDA I
1. Sikap Perilaku Bela Negara
Tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara, demikian antara
lain amanah UUD 1945. Artinya setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk melakukan
bela negara tidak pandang laki-laki / perempuan, pekerjaan maupun profesinya, tua maupun muda,
ulama maupun umaro, pejabat maupun penjahat, politisi maupun polisi, sipil maupun militer. Dengan
demikian bela negara bukan monopoli salah satu kelompok profesi, pekerjaan, golongan, ras, etnik.
Sehingga pengertian bela negara sangat luas, supaya mampu mengakomodasi semua golongan,
maupun kelompok kepentingan
BELA NEGARA adalah tekad, sikap, dan perilaku serta tindakan warga negara, baik secara
perseorangan maupun kolektif dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan
keselamatan bangsa dan negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan
Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa Indonesia dan Negara
dari berbagai Ancaman;
(Pasal 1 Ayat (11) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk
Pertahanan Negara)
Wawasan kebangsaan dan nilai bela negara merupakan hasil dari perjuangan bangsa
Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaannya. Bela negara tidak selalu
dilakukan dengan mengangkat senjata, namun dengan kemampuan masing-masing individu.
Sebagai ASN, memiliki kewajiban untuk mengimplementasikan nilai bela negara dalam
pengabdian sehari-hari. Usaha bela negara dilaksanakan melalui pendidikan kewarganegaraan,
pelatihan dasar kemiliteran, pengabdian sebagai prajurit TNI, dan pengabdian sesuai dengan
profesi. Tujuan dari usaha bela negara adalah untuk memelihara jiwa nasionalisme warga negara
dan memenuhi hak dan kewajiban terhadap bela negara demi kepentingan nasional.
2. Analisis Isu Kontemporer
Reformasi Birokrasi pada tahun 2025 untuk mewujudkan birokrasi kelas dunia,
merupakan respon atas masalah rendahnya kapasitas dan kemampuan Pegawai Negeri Sipil
dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis yang, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara, secara signifikan telah mendorong kesadaran PNS untuk
menjalankan profesinya sebagai ASN dengan berlandaskan pada:
a) nilai dasar;
e) profesionalitas jabatan.
Undang-undang ASN setiap PNS perlu memahami dengan baik fungsi dan tugasnya:
Melaksanakan :
Kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan
peraturan perundang- undangan
Memberikan :
Memperat :
KORUPSI
Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi beserta revisinya melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001. Secara
substansi Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 telah mengatur berbagai modus
peran di tindak pidana korupsi sebagai tindak pidana formil, memperluas
pengertian pegawai negeri sehingga pelaku korupsi tidak hanya didefenisikan
kepada orang perorang tetapi juga pada korporasi, dan jenis penjatuhan pidana
yang dapat dilakukan hakim terhadap terdakwa tindak pidana korupsi adalah
Pidana Mati, Pidana Penjara, dan Pidana Tambahan.
NARKOBA
Menurut Online Etymology Dictionary, perkataan narkotika berasal dari bahasa
Yunani yaitu ”Narke” yang berarti terbius sehingga tidak merasakan apa-apa.
Sebagian orang berpendapat bahwa narkotika berasal dari kata ”Narcissus” yang
berarti jenis tumbuh-tumbuhan yang mempunyai bunga yang membuat orang
tidak sadarkan diri. Narkotika dan Obat Berbahaya, serta napza (istilah yang biasa
digunakan oleh Kemenkes) yang merupakan singkatan dari Narkotika,
Psikotropika dan Zat Adiktif (Kemenkes, 2010). Kedua istilah tersebut dapat
menimbulkan kebingungan. Dunia internasional (UNODC)menyebutnya dengan
istilah narkotika yang mengandung arti obat-obatan jenis narkotika, psikotropika
dan zat adiktif lainnya. Sehingga dengan menggunakan istilah narkotika berarti
telah meliputi narkotika,psikotropika, dan bahan adiktif lainnya.
TERORISME DAN RADIKALIS
Terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman
kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang
dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan
kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, Iingkungan hidup,
fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau
gangguan keamanan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan Resolusi 60/288 tahun 2006
tentang UN Global Counter Terrorism Strategy yang berisi empat pilar strategi
global pemberantasan terorisme, yaitu :
1) pencegahan kondisi kondusif penyebaran terorisme;
2) langkah pencegahan dan memerangi terorisme;
3) peningkatan kapasitas negara-negara anggota untuk mencegah dan
memberantas terorisme serta penguatan peran sistem PBB; dan
4) penegakan hak asasi manusia bagi semua pihak dan penegakan rule of law
sebagai dasar pemberantasan terorisme. Selain itu, PBB juga telah menyusun
High-Level Panel on Threats, Challenges, and Change yang menempatkan
terorisme sebagai salah satu dari enam kejahatan yang penanggulangannya
memerlukan paradigma baru.
MONEY LAUNDRING
“Money laundering” dalam terjemahan bahasa Indonesia adalah aktivitas
pencucian uang. Terjemahan tersebut tidak bisa dipahami secara sederhana (arti
perkata) karena akan menimbulkan perbedaan cara pandang dengan arti yang
populer, bukan berarti uang tersebut dicuci karena kotor seperti sebagaimana
layaknya mencuci pakaian kotor. Oleh karena itu, perlu dijelaskan terlebih dahulu
sejarah munculnya money laundering dalam perspektif sebagai salah satu tindak
kejahatan.
PROXY WAR
Sejarahnya Perang proksi telah terjadi sejak zaman dahulu sampai dengan saat ini
yang dilakukan oleh negara-negara besar menggunakan aktor negara maupun
aktor non negara. Kepentingan nasional negara Negara besar dalam rangka
struggle for power dan power of influence mempengaruhi hubungan internasional.
Proxy war memiliki motif dan menggunakan pendekatan hard power dan soft
power dalam mencapai tujuannya.
(1). “An important subject that people are discussing or arguing about”
(2). “When you talk about the issue, you are referring to the really important part of the
thing that you are considering or discussing”.
Veverka (1994) : “..topics that deal with resource problems and their need forsolutions
that relate to the safety of the visitor at the resource site or relate toresource protection and
management issues that the public needs to be aware of”
CURRENT ISSUE
Isu saat ini (current issue) merupakan kelompok isu yang mendapatkan
perhatian dan sorotan publik secara luas dan memerlukan penanganan sesegera mungkin
dari pengambil keputusan.
EMERGING ISSUE
Isu berkembang (emerging issue) merupakan isu yang perlahan-lahan masuk dan
menyebar di ruang publik, dan publik mulai menyadari adanya isu tersebut.
ISU POTENSIAL
Kelompok isu yang belum nampak di ruang publik, namun dapat terindikasi dari
beberapa instrumen (sosial, penelitian ilmiah, analisis intelijen, dsb) yang mengidentifikasi
adanya kemungkinan merebak isu dimaksud di masa depan.
Teknik tapisan
Alat bantu tapisan lainnya misalnya menggunakan kriteria USG dari mulai sangat USG
atau tidak sangat USG. Urgency: seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis dan
ditindaklanjuti. Seriousness: Seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan dengan akibat
yang akanditimbulkan. Growth: Seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika
tidak ditangani segera.
Analisis SWOT
Kesiapsiagaan bela negara merujuk pada kemampuan individu dan masyarakat untuk
mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan keselamatan bangsa dari ancaman apapun,
seperti bencana alam, terorisme, perang, konflik sosial, dan lain sebagainya. Tujuannya adalah
memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan kesadaran dan keterlibatan
masyarakat dalam keamanan dan pertahanan negara, serta memperkuat kekuatan militer dan
penegakan hukum. Pemerintah dan masyarakat perlu membangun budaya keamanan dan
pertahanan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam hal pertahanan
negara, serta memperkuat kekuatan militer dan aparat penegak hukum.
“Kesiapsiagaan Bela Negara adalah suatu keadaan siap siaga yang dimiliki oleh
seseorang baik secara fisik, mental, maupun sosial dalam menghadapi situasi kerja yang
beragam yang dilakukan berdasarkan kebulatan sikap dan tekad secara ikhlas dan sadar
disertai kerelaan berkorban sepenuh jiwa raga yang dilandasi oleh kecintaan terhadap Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD Tahun 1945 untuk
menjaga, merawat, dan menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara”.
2. KESEHATAN JASMANI
Kemampuan tubuh untuk menyesuaikan fungsi alat-alat tubuhnya dalam batas
fisiologi terhadap keadaan lingkungan &/ kerja fisik yg cukup efisien tanpa lelah
secara berlebihan.
CIRI JASMANI SEHAT :
1) Normalnya fungsi alat-alat tubuh, terutama organ vital. Misal :
✔Tekanan darah : 120/80 mmHg
✔Frekuensi nafas : 12-18 kali/menit
✔Denyut nadi : 60 - 90 kali/menit
✔Suhu tubuh antara 360- 370 C
2) Memiliki energi yang cukup untuk melakukan tugas harian (tidak mudah merasa
lelah).
3) Kondisi kulit, rambut, kuku sehat (gambaran tingkat nutrisi tubuh).
4) Memiliki pemikiran yang tajam (otak bekerja baik).
KESIAPSIAGAAN MENTAL
Adalah kesiapsiagaan seseorang dengan memahami kondisi mental,
perkembangan mental, dan proses menyesuaikan diri terhadap berbagai tuntutan
sesuai dengan perkembangan mental/jiwa (kedewasaan) nya, baik tuntutan dari
dalam dirinya sendiri maupun dari luar.
KESEHATAN MENTAL
Sistem kendali diri yang bagus sebagai wujud dari kinerja sistem limbic
(cenderung ke emosi) dan system cortex prefrontalis (cenderung rasional) yang
tepat.
KESEHATAN BERPIKIR :
1) Kesehatan Mental berkaitan dengan kemampuan berpikir.
2) Berpikir sehat : kemampuan menggunakan logika dan rasionalitas.
3) Kesalahan Beripikir :
✔Berpikir ‘ya’ atau ‘tidak’
✔Generalisasi berlebihan
✔Magnifikasi-minimisasi
✔Alasan emosional
✔Memberi label
3. KEARIFAN LOKAL
adalah hasil pemikiran dan perbuatan yang diperoleh manusia di tempat ia hidup
dengan lingkungan alam sekitarnya untuk memperoleh kebaikan. Kearifan Lokal
dapat berupa ucapan, cara, langkah kerja, alat, bahan dan perlengkapan yang
dibuat manusia setempat untuk menjalani hidup di berbagai bidang kehidupan
manusia.
PRINSIP
1) Dapat berupa gagasan, ide, norma, nilai, adat, benda, alat, rumah tinggal,
tatanan masyarakat, atau hal lainnya yang bersifat abstrak atau konkrit.
2) Mengandung nilai kebaikan dan manfaat yang diwujudkan dalam hubungannya
dengan lingkungan alam, lingkungan manusia dan lingkungan budaya di
sekitarnya.
3) Akan berkembang dengan adanya pengaruh kegiatan penggunaan, pelestarian,
dan pemasyarakatan secara baik dan benar sesuai aturan yang berlaku di
lingkungan manusia itu berada.
4) Dapat sirna seiring dengan hilangnya manusia atau masyarakat yang pernah
menggunakannya.
5) Memiliki asas dasar keaslian karya karena faktor pembuatan oleh manusia
setempat dengan pemaknaan bahasa setempat, kegunaan dasar di daerah setempat,
dan penggunaan yang massal di daerah setempat.
6) Dapat berupa pengembangan kearifan yang berasal dari luar namun telah
diadopsi dan diadaptasi sehingga memiliki ciri baru yang membedakannya
dengan kearifan aslinya serta menunjukkan ciri-ciri lokal.
Penutup
Sikap dan perilaku bela negara merupakan hal yang penting untuk ditanamkan dalam diri
setiap individu sebagai bentuk partisipasi aktif dalam mempertahankan kedaulatan dan
keselamatan negara. Hal ini meliputi kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan dan
pertahanan negara, serta kesiapan untuk menghadapi berbagai ancaman yang mungkin terjadi di
masa depan. Dengan memiliki sikap dan perilaku bela negara yang baik, diharapkan masyarakat
dapat bersatu dan berperan aktif dalam memperkuat pertahanan dan keamanan negara.
C. AGENDA II
NILAI-NILAI DASAR ASN
Transformasi : struktural, kultural dan digital perlu adaptasi kebijakan & kompetensi
baru, serta adopsi teknologi dan sistem yang agile. perlu arsitektur human capital,strategi dan
rencana eksekusi yang bisa mengakselerasi birokrasi berkelas dunia 2024
▪ Millennials
▪ Pandemic Covid-19
ASN Profesional :
▪ Berorientasi Pelayanan
▪ Akuntabel
▪ Kompeten
▪ Harmonis
▪ Loyal
▪ Adaptif
▪ Kolaboratif
Berorientasi pelayanan
ASN adalah pegawai negeri yang bertugas memberikan pelayanan publik kepada
masyarakat. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, ASN menggunakan modul
berorientasi pelayanan yang mengacu pada nilai-nilai dasar ASN seperti integritas,
profesionalisme, responsif, akuntabilitas, transparansi, serta kesetaraan dan keadilan. Dengan
menerapkan nilai-nilai tersebut, ASN diharapkan dapat memberikan pelayanan yang berkualitas,
memenuhi kebutuhan masyarakat, dan meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat
terhadap pemerintah.
service adalah produk yang tidak berwujud, berlangsung sebentar dan dirasakan atau dialami”
Artinya service merupakan produk yang tidak ada wujud atau bentuknya sehingga tidak ada
bentuk yang dapat dimiliki, dan berlangsung sesaat atau tidak tahan lama, tetapi dialami dan
dapat dirasakan oleh penerima layanan. (Christoper H. Lovelock )
“Core Public Services maybe defined as those sevices which are important for the protection and
promotion of citizen well-being, but are in are as where the market is in capable of reaching or
even approaching a socially optimal state; heatlh, education, welfare and security provide the
most obvious best know example”. (Davit Mc Kevitt )
Agus Dwiyanto (2010:21) pelayanan publik sebagai: semua jenis pelayanan untuk menyediakan
barang/jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat yang memenuhi kriteria yaitu merupakan jenis
barang atau jasa yang memiliki eksternalitas tinggi dan sangat diperlukan masyarakat serta
penyediaannya terkait dengan upaya mewujudkan tujuan bersama yang tercantum dalam
konstitusi maupun dokumen perencanaan pemerintah, baik dalam rangka memenuhi hak dan
kebutuhan dasar warga, mencapai tujuan strategis pemerintah, dan memenuhi komitmen dunia
internasional.
(Lembaga Administrasi Negara: 1998) Pelayanan publik adalah Sebagai segala bentuk kegiatan
pelayanan umum yang dilaksanakan oleh Instansi Pemerintahan diPusat dan Daerah, dan di
lingkungan BUMN/BUMD dalam bentuk barang dan/atau jasa, baik dalam pemenuhan
kebutuhan masyarakat.
Masyarakat dalam UU 25/2009 adalah seluruh pihak, baik warga negara maupun penduduk
sebagai orang-perseorangan, kelompok, maupun badan hukum yang berkedudukan sebagai
penerima manfaat pelayanan publik, baik secara langsung maupun tidak langsung
Penyelenggara Pelayanan Publik menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang
Pelayanan Publik (UU 25/2009) adalah setiap institusi penyelenggara negara, korporasi, lembaga
independen yang dibentuk berdasarkan undang-undang untuk kegiatan pelayanan publik, dan
badan hukum lain yang dibentuk semata-mata untuk kegiatan pelayanan public
“inovasi dalam layanan publik mestinya mencerminkan hasil pemikiran baru yang konstruktif,
sehingga akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter dan mind-set baru sebagai
apartur penyelenggara pemerintahan, yang diwujudkan dalam bentuk profesionalisme layanan
publik yang berbeda dari sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan tugas
rutin.”
Nilai Dasar ASN (salah satunya Berorientasi Pelayanan) bertujuan agar menjadi pedoman
perilaku bagi para ASN dan menciptakan budaya kerja yang mendukung tercapainya kinerja
terbaik. Keberhasilan implementasi Nilai Dasar ASN apabila telah terinternalisasi dan
teraktualisasi dalam perilaku pegawai ASN, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat.
Akuntable
UU No.25/2009 – Layanan Publik dalam Pasal 4 menyebutkan Asas Pelayanan Publik yang
meliputi:
a. kepentingan Umum,
b. kepastian hukum,
c. kesamaan hak,
e. keprofesionalan,
f. partisipatif,
i. akuntabilitas,
kelompok rentan,
Aspek-Aspek Akuntabilitas
Tingkatan Akuntabilitas
1. Akuntabilitas Personal
2. Akuntabilitas Individu
3. Akuntabilitas Kelompok
4. Akuntabilitas Organisasi
5. Akuntabilitas Stakeholder
Modul akuntable menjelaskan tentang nilai-nilai dasar ASN yang meliputi transparansi,
akuntabilitas, integritas, profesionalisme, serta kesetaraan dan keadilan. ASN harus memiliki
integritas yang tinggi, kemampuan profesional, tanggap dalam memberikan pelayanan, serta
memberikan pelayanan yang sama dan adil kepada seluruh masyarakat. Dengan mengamalkan
nilai-nilai tersebut, diharapkan ASN dapat memperkuat akuntabilitas dan transparansi dalam
menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, serta membantu meningkatkan kepercayaan dan
kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
Kompeten
Kompetensi Teknis
• yang diukur dari tingkat dan spesialisasi pendidikan, pelatihan teknis fungsional dan
pengalaman bekerja secara teknis;
Kompetensi Manajerial
• yang diukur dari tingkat pendidikan, pelatihan struktural atau manajemen, dan pengalaman
kepemimpinan; dan
• diukur dari pengalaman kerja berkaitan dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku,
dan budaya sehingga memiliki wawasan kebangsaan.
* Kompeternsi Manajerial:
ASN
❑ Upaya peningkatan kompetensi yang dilakukan organisasi maupun individu melalui proses
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai dengan kebutuhan organisasi dan pegawai
❑ Pengembangan kompetensi sebagai salah satu dasar dalam pengangkatan jabatan dan
pengembangan karir
Modul kompeten mengacu pada nilai-nilai dasar ASN yang meliputi integritas,
profesionalisme, penguasaan teknologi informasi, inovasi, adaptasi, serta kesetaraan dan
keadilan.
Integritas: ASN harus memiliki integritas yang tinggi, jujur, dan memiliki nilai moral
yang baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Inovasi: ASN harus kreatif dan inovatif dalam mencari solusi untuk masalah-masalah
yang dihadapi dalam pelayanan publik.
Adaptasi: ASN harus mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan situasi yang
terjadi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
Kesetaraan dan keadilan: ASN harus memberikan pelayanan yang sama dan adil kepada
seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.
Harmonis
Harmoni adalah kerja sama antara berbagai faktor dengan sedemikian rupa hingga faktor-
faktor tersebut dapat menghasilkan suatu kesatuan yang luhur Suasana harmoni dalam
lingkungan bekerja akan membuatkan kita secara individu tenang, menciptakan kondisi yang
memungkinkan untuk saling kolaborasi dan bekerja sama, meningkatkan produktifitas bekerja
dan kualitas layanan kepada pelanggan.
Keanekaragaman Bangsa dan Budaya Indonesia
• Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau.
Nama alternatif yang biasa dipakai adalah Nusantara. Dengan populasi mencapai 270.203.917
jiwa pada tahun 2020, Indonesia menjadi Negara berpenduduk terbesar keempat di dunia.
• Indonesia juga dikenal karena kekayaan sumber daya alam, hayati, suku bangsa dan
budaya nya. Kekayaan sumber daya alam berupa mineral dan tambang, kekayaan hutan tropis
dan kekayaan dari lautan diseluruh Indonesia. Modul harmonis mengacu pada nilai-nilai dasar
ASN yang meliputi kerjasama, toleransi, kebersamaan, kepedulian, kebersihan dan kesehatan
lingkungan, serta kesetaraan dan keadilan.
Kerjasama: ASN harus bekerja sama dan berkolaborasi dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya, serta membangun hubungan kerja yang harmonis.
Toleransi: ASN harus menerima perbedaan dan memiliki sikap toleransi dalam
menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Kebersamaan: ASN harus memiliki sikap kebersamaan dalam menjalankan tugas dan
tanggung jawabnya, serta membangun hubungan yang harmonis dengan sesama pegawai dan
masyarakat.
Kepedulian: ASN harus memiliki sikap empati dan peduli terhadap kebutuhan dan
masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
Kesetaraan dan Keadilan: ASN harus memberikan pelayanan yang sama dan adil kepada
seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.
Dengan mengamalkan nilai-nilai dasar ASN tersebut, diharapkan ASN dapat menciptakan
lingkungan kerja yang harmonis, kolaboratif, dan produktif, serta membantu meningkatkan
kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
Loyal
Berdedikasi dan mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara, Modul loyal mengacu
pada nilai-nilai dasar ASN yang meliputi nasionalisme, kesetiaan, disiplin, tanggung jawab,
kejujuran dan kepercayaan, serta profesionalitas.
Nasionalisme: ASN harus memiliki rasa cinta dan bangga terhadap negara dan
bangsanya.
Kesetiaan: ASN harus setia dan loyal terhadap pemerintah dan lembaga negara yang
dijabat, serta menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh dedikasi.
Disiplin: ASN harus disiplin dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, serta
mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku.
Tanggung Jawab: ASN harus bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas dan tanggung
jawabnya, serta mampu mengambil keputusan yang tepat.
Kejujuran dan Kepercayaan: ASN harus memiliki integritas dan kejujuran yang tinggi
dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, serta membangun kepercayaan dengan
masyarakat.
Adaptif
Adaptasi adalah suatu proses yang menempatkan manusia yang berupaya mencapai
tujuan-tujuan atau kebutuhan untuk menghadapi lingkungan dan kondisi sosial yang berubah-
ubah agar tetap bertahan (Robbins, 2003) Rumuskan pengertian adaptif menurut pemahaman dan
hasil diskusi anda dalam kelompok, sampaikan di kelas.
Adaptif sebagai Nilai dan Budaya ASN Learning Organization (Peter Senge):
Pegawainya harus terus berkomunikasi hingga memiliki persepsi yang sama atau
gelombang yang sama terhadap suatu visi atau cita-cita yang akan dicapai bersama (shared
vision);
Pegawainya memiliki mental model yang mencerminkan realitas yang organisasi ingin
wujudkan (mental model);
Modul adaptif mengacu pada nilai-nilai dasar ASN yang meliputi keberanian, kreativitas,
inovasi, fleksibilitas, pemecahan masalah, serta orientasi pada hasil.
Kreativitas: ASN harus memiliki kemampuan kreativitas dalam mencari solusi yang
inovatif dan efektif dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
Inovasi: ASN harus mampu mengembangkan inovasi dan terus berinovasi dalam
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
Fleksibilitas: ASN harus fleksibel dalam menghadapi perubahan dan mampu beradaptasi
dengan cepat dalam menghadapi situasi yang berbeda-beda.
Pemecahan Masalah: ASN harus mampu memecahkan masalah yang kompleks dan
mengambil keputusan yang tepat.
Orientasi pada Hasil: ASN harus memiliki orientasi pada hasil dan mampu mengukur
kinerjanya secara objektif.
Kolaboratif
Dyer and Singh (1998, dalam Celik et al, 2019) mengungkapkan bahwa kolaborasi adalah
“ value generated from an alliance between two or more firms aiming to become more
competitive by developing shared routines”.
Collaboration is a process though which parties with different expertise, who see different
aspects of a problem, can constructively explore differences and find novel solutions to problems
that wouldhave been more difficult to solve without the other’sperspective (Gray, 1989).
“A governing arrangement where one or more public agencies directly engage non-state
stakeholders in a collective decision-making process that is formal, consensus-oriented, and
deliberative and that aims to make or implement public policy or manage public programs or
assets” (Ermaya Suradinata, 1998)
Ansan dan Gash (2012) Gambar Model Collaborative Governance Menurutnya starting
condition mempengaruhi proses kolaborasi yang terjadi, dimana proses tersebut terdiri dari
membangun kepercayaan, face to face dialogue, commitment to process, pemahaman
bersama,serta pengambangan outcome antara Desain kelembagaan yang salah satunya proses
transparansi serta faktor kepemimpinan juga mempengaruhi proses kolaborasi yang diharapkan
menghasilkan outcome yang diharapkan.
Whole of Government
• WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan
sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan. Siloisasi, prinsip single-
purpose organizations, dengan banyak spesialisasi serta peran dan fungsinon-overlapping
mendorong:
• Fragmentasi
• Persepsi mengenai dunia yang semakin tidak aman dan berbahaya. Isu
Manfaat WoG
• Efisiensi
• Sharing Informasi
• Lingkungan kerja
• Daya saing
• Akuntabilitas
• Koherensi kebijakan Diadopsi dari Colgan, A., Kennedy, L.A. and Doherty, N. (2014)
• Biaya (cost)
• Pemborosan (waste)
• Duplikasi pekerjaan
• Inkonsistensi kebijakan
Bentuk WoG
• Culture Change
Modul kolaboratif mengacu pada nilai-nilai dasar ASN yang meliputi kerjasama,
komunikasi, keterbukaan, kepercayaan, kesederhanaan, dan kesetiakawanan.
Kerjasama: ASN harus mampu bekerjasama dan berkolaborasi dengan sesama ASN
maupun stakeholder lainnya untuk mencapai tujuan yang sama.
Komunikasi: ASN harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan efektif dalam
berinteraksi dengan sesama ASN maupun stakeholder lainnya.
Keterbukaan: ASN harus memiliki keterbukaan dalam menerima masukan, saran, dan
kritik dari sesama ASN maupun stakeholder lainnya.
Kesederhanaan: ASN harus memiliki sikap sederhana dalam berinteraksi dengan sesama
ASN maupun stakeholder lainnya, serta menghindari sikap arogan atau merendahkan orang lain.
D. AGENDA III
1. Smart ASN
a. Literasi Digital
Literasi digital banyak menekankan pada kecakapan pengguna media digital dalam melakukan
proses mediasi media digital yang dilakukan secara produktif (Kurnia & Wijayanto, 2020;
Kurnia & Astuti, 2017). Seorang pengguna yang memiliki kecakapan literasi digital yang bagus
tidak hanya mampu mengoperasikan alat, melainkan juga mampu bermedia digital dengan penuh
tanggung jawab.
● Kompetensi literasi digital tidak hanya dilihat dari kecakapan menggunakan media digital
(digital skills) saja, namun juga budaya menggunakan digital (digital culture), etis menggunakan
media digital (digital ethics), dan aman menggunakan media digital (digital safety).
Kerangka kerja literasi digital untuk kurikulum terdiri dari digital skill, digital culture, digital
ethics, dan digital safety. Kerangka kurikulum literasi digital digunakan sebagai metode
pengukuran tingkat kompetensi kognitif dan afektif masyarakat dalam menguasai teknologi
digital.
Media digital digunakan oleh siapa saja yang berbeda latar pendidikan dan tingkat kompetensi.
Karena itu, dibutuhkan panduan etis dan kontrol diri (self-controlling) dalam menghadapi jarak
perbedaan-perbedaan tersebut dalam menggunakan media digital, yang disebut dengan Etika
Digital. Empat prinsip etika tersebut menjadi ujung tombak self-control setiap individu dalam
mengakses, berinteraksi, berpartisipasi, dan berkolaborasi di ruang digital, sehingga media
digital benar-benar bisa dimanfaatkan secara kolektif untuk hal-hal positif.
Pengetahuan Dasar Berinteraksi, Partisipasi, dan Kolaborasi di Ruang Digital yang Sesuai
dengan Kaidah Etika Digital dan Peraturan yang Berlaku
d. Partisipasi
Partisipasi merupakan proses terlibat aktif dalam berbagi data dan informasi yang bermanfaat
bagi diri sendiri dan orang lain. Proses ini berakhir pada menciptakan konten kreatif dan positif
untuk menggerakkan lingkungan sekitar.
e. Kolaborasi
Kolaborasi merupakan proses kerjasama antar pengguna untuk memecahkan masalah bersama
(Monggilo, 2020). Kompetensi ini mengajak peserta untuk berinisiatif dan mendistribusikan
informasi yang jujur, akurat, dan etis dengan bekerja sama dengan kelompok masyarakat dan
pemangku kepentingan lainnya (Kurnia, 2020).
Nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Landasan Kecakapan Digital dalam
Kehidupan Berbudaya, Berbangsa, dan Bernegara
● Populasi kaum muda yang tinggi memberikan peluang bagi bangsa Indonesia untuk terus lebih
berkembang di dunia teknologi digital, tetapi yang perlu diperhatikan adalah penggunaan internet
dalam benar sesuai dengan kecakapan yang berlandaskan dengan Pancasila dan Bhinneka
Tunggal Ika.
● Tantangannya ada pada kemampuan mencerna informasi, sehingga pendidikan karakter adalah
salah satu cara dalam penanaman nilai-nilai nasionalisme dan penanaman semangat kebangsaan
dan pemahaman akan kebhinekaan
● Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan panduan kehidupan berbangsa, bernegara dan
berbudaya di Indonesia, dan Internalisasi nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam
kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara.
Modul SMART ASN adalah panduan yang dirancang untuk membantu ASN (Aparatur
Sipil Negara) dalam meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya. Modul ini didasarkan pada prinsip SMART (Specific, Measurable,
Achievable, Relevant, Time-bound) untuk membantu ASN dalam menetapkan tujuan yang
spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu.
Modul SMART ASN meliputi empat area yaitu area kebijakan, area manajemen sumber
daya manusia (SDM), area manajemen kinerja, dan area manajemen perubahan. Setiap area
memiliki modul tersendiri yang terdiri dari panduan dan instruksi yang dapat diaplikasikan oleh
ASN sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Di area manajemen kinerja, ASN diberikan panduan untuk memahami dan menerapkan
manajemen kinerja yang efektif dan efisien, termasuk dalam hal penilaian kinerja,
pengembangan kompetensi, dan pemberian penghargaan. Sementara di area manajemen
perubahan, ASN diberikan panduan untuk memahami dan menerapkan manajemen perubahan
dalam lingkup organisasi, termasuk dalam hal inovasi dan adaptasi terhadap perubahan
lingkungan.
Dengan mengaplikasikan panduan dan instruksi yang terdapat pada Modul SMART ASN,
diharapkan ASN dapat meningkatkan kinerja dan profesionalismenya dalam melaksanakan tugas
dan tanggung jawab sebagai pelayan publik, serta membangun sistem pemerintahan yang lebih
baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
2. Manajemen ASN
adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang Profesional, Memiliki
Nilai Dasar Etika Profesi Bebas dari Intervensi Politik Bersih dari praktik KKN.
a. Kedudukan & Peran;Hak & Kewajiban;
Kedudukan ASN
Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 :
Pegawai Negeri Sipil PNS merupakan warga negara Indonesia yang memenuhi
syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat Pembina
kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan dan memiliki nomor induk
pegawai secara nasional
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja warga Negara Indonesia yang
memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk
jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan sesuai
dengan kebutuhan Instansi Pemerintah dan ketentuan perundang-undangan
Peran ASN
Fungsi Dan Tugas
1. Pelaksana Kebijakan Publik
“Melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan”
2. Pelayan Publik
“Memberikan pelayanan publik yang professional dan berkualitas”
3. Perekat dan Pemersatu bangsa
“Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik
Indonesia”
Hak PNS
Pasal 21 UU No 5 Tahun 2014 : Gaji, Tunjangan, Jaminan Pensiun dan
Hari Tua, Cuti, Perlindungan, Pengembangan Kompetensi
Hak PPPK
Pasal 22 UU No 5 Tahun 2014 : Gaji, Tunjangan, Cuti, Perlindungan,
Pengembangan Kompetensi
Pengembangan Kompetensi
Dasar Hukum
Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang ASN
PP No 11Tahun 2017 tentang Manajmen ASN
Acuan Pelaksanaan
Kewajiban ASN
setia dan taat pada Pancasila, UUD’45, NKRI, menjaga persatuan dan
kesatuan bangsa, melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat
pemerintah yang berwenang, menaati ketentuan peraturan perundang-
undangan, Menunjukkan Integritas dan Keteladanan Dalam Sikap,
Perilaku, Ucapan Dan Tindakan Kepada Setiap Orang, Baik di Dalam
Maupun di Luar Kedinasan, Menyimpan Rahasia Jabatan Dan Hanya
Dapat Mengemukakan Rahasia Jabatan Sesuai Dengan Ketentuan
Peraturan Perundang-undangan, Melaksanakan Tugas Kedinasan dengan
Penuh Pengabdian, Kejujuran, Kesadaran, dan Tanggung Jawab
Kode Etik Dan Kode Perilaku ASN
Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggungjawab, dan berintegritas
tinggi, melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin, melayani
dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan, melaksanakan tugasnya
sesuai dengan perintah atasan atau sejauh tidak bertentangan dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan. tidak
menyalahgunakan informasi intern Negara, tugas, status, kekuasaan, dan
jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi
diri sendiri atau untuk orang lain. Memberika informas secara benar dan
tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait
kepentingan kedinasan Memberika informas secara benar dan tidak
menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait
kepentingan kedinasan, menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan
dalam melaksanakan tugasnya, melaksanakan tugasnya sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan, memegang teguh nilai dasar
ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN, menggunakan
kekayaan dan barang milik Negara secara bertanggung jawab, efektif, dan
efisien
b. Sistem Merit
“Sistem merit adalah kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi,
kompetensi dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang
politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, atau
kondisi kecatatan”. (Pasal 1 UU ASN ttg Ketentuan Umum)
Manfaat Sistem Merit Bagi Organisasi
Mendukung keberadaan Penerapan Prinsip Akuntabilitas, Dapat mengarahkan
SDM utuk dapat mempertanggung jawabkan tugas dan fungsinya, instansi
pemerintah mendapatkan pegawai yang tepat dan berintegritas untuk mencapai
visi dan misinya
Manfaat Sistem Merit Bagi Pemerintah
Menjamin Keadilan dan ruang keterbukaan dlm perjalanan karir seorang pegawai,
Memiliki Kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas diri
c. Mekanisme Pengelolaan ASN
Penyusunan Dan Penetapan Kebutuhan
Setiap Instansi Pemerintah wajib menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS
berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja.Dilakukan untuk jangka waktu 5
(lima) tahun dengan rincian per 1 (satu) tahun. (Pasal 56 dan 57 UU ASN 2014)
Pengadaan PNS
1. Merencanakan pelaksanaan pengadaan PNS
2. Mengumumkan secara terbuka kepada masyarakat
3. Setiap WNI mempunyai kesempatan yg sama untuk melamar menjadi PNS
setelah memenuhi persyaratan
4. Penyelenggaraan seleksi pengadaan PNS terdiri dari 3 (tiga) tahap (Pasal 58-67 UU
ASN 2014)
Pangkat Dan Jabatan
Kompetensi
Kualifikasi
Persyaratan Yang Dibutuhkan (Pasal 68 UU ASN 2014)
PENUTUP
Dalam penutup resume ini, dapat disimpulkan bahwa ASN memainkan peran penting
dalam memberikan pelayanan publik yang baik dan berkualitas. ASN harus memahami nilai-nilai
dasar seperti orientasi pelayanan, akuntabilitas, kompetensi, harmonis, loyal, adaptif, dan
kolaboratif. Program pelatihan dan pengembangan seperti Pelatihan Dasar Calon PNS dan
Modul SMART ASN diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme ASN. ASN
harus memiliki sikap proaktif dalam menghadapi perubahan dan tantangan. Dengan memberikan
kontribusi yang positif melalui pelayanan publik yang berkualitas, ASN dapat memajukan
pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat. ASN perlu terus meningkatkan
kompetensinya dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan publik yang responsif.
DAFTAR PUSTAKA
UUD 1945