0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
146 tayangan4 halaman

Materi Poster

Diunggah oleh

Heri Maulana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
146 tayangan4 halaman

Materi Poster

Diunggah oleh

Heri Maulana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Poster

Poster merupakan perangkat promosi dan pemasaran yang dicetak satu sisi pada
selembar kertas berukuran besar tanpa lipatan, yang umumnya digunakan untuk
mempromosikan suatu kegiatan, event, acara, ataupun mempromosikan suatu
produk, jasa, bisnis, maupun usaha.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), poster adalah plakat yang
dipasang di tempat umum yang bisa berupa pengumuman atau iklan.

Pada umumnya, poster adalah media publikasi yang terdiri atas tulisan, gambar atau
kombinasi antarkeduanya dengan tujuan memberikan informasi kepada khalayak
ramai.

Poster bisa dijadikan sebagai alat untuk promosi, memberikan pengumuman, media
propaganda, dekorasi atau informasi kepada masyarakat umum yang sesuai dengan
apa yang diinginkan oleh pembuat poster.

Itulah mengapa, poster harus terlihat bagus dan bisa dinikmati oleh orang lain
supaya enak dipandang.

Agar poster yang Anda buat dapat menyampaikan informasi secara baik, perhatikan
langkah-langkah cara membuat poster di bawah ini.

Langkah-langkah cara membuat poster

1. Tentukan Tema dan Tujuan

Tentukan judul atau tema dari poster yang akan dibuat, apakah Anda akan membuat
poster pendidikan, poster kegiatan atau poster iklan kemasyarakatan. Pikirkan
desain seperti apa yang akan dibuat untuk menarik perhatian orang.

Tentukan juga tujuan pembuatan poster, apakah Anda ingin orang datang ke suatu
acara, membeli produk Anda atau mengajak orang untuk melakukan atau
meninggalkan sesuatu. Misalnya, mengajak untuk hidup bersih atau mengajak orang
berhenti buang sampah sembarangan.

2. Merumuskan Pesan yang Ingin Disampaikan

Apalah gunanya membuat poster jika pesan yang ingin disampaikan tidak sampai
dengan baik kepada para pembaca. Merumuskan pesan berguna agar Anda tahu
hasil apa yang ingin dicapai ketika orang membaca poster yang dibuat.

3. Membuat Kata-Kata yang Menarik

Buatlah kata-kata singkat, jelas, dan padat yang dapat diingat orang secara
langsung, meski hanya dilihat sepintas. Jangan menggunakan bahasa yang bertele-
tele yang tidak langsung mengarah pada inti pesan.
Bahasa yang digunakan sebisa mungkin jangan terlalu kaku dan formal. Gunakan
bahasa sehari-hari sesuai target pembaca. Gunakan pula bahasa persuasif atau
yang sifatnya mengajak.

4. Proses Pembuatan Poster

Gunakan gambar pendukung dan kombinasi pewarnaan pada tampilan poster,


padukan dengan slogan yang telah dirumuskan sebelumnya. Proses ini menuntut
skill dari pembuat poster atau desainer grafis.

Membuat poster tidak bisa dilakukan secara asal, ada teori-teori tertentu yang harus
dipahami agar poster terlihat menarik, mulai penentuan warna, pembuatan gambar
animasi, penggunaan grid, highlight, negative space, serta tata letak desain.

5. Pemilihan Media

Setelah proses pembuatan poster selesai, selanjutnya poster harus dicetak pada
kertas atau kain. Gunakan bahan yang tidak cepat pudar atau rusak.

Untuk proses pemilihan media cetak, sebaiknya Anda berkonsultasi pada orang-
orang di percetakan karena mereka lebih paham tentang hal tersebut.

Selain memilih media untuk pencetakan poster, Anda juga harus berpikir di media
apa poster akan diletakan, apakah di dinding, seng atau papan yang luas.
Kemudian, di mana poster tersebut akan diletakan, apakah di persimpangan jalan, di
gang, di halte atau di tempat umum lain.

Sebagai tambahan, pikirkan juga dampak setelah peletakan poster. Jangan sampai
poster yang ditempelkan malah merusak atau merusak pemandangan di lingkungan
masyarakat.

Bahan dan Ukuran Poster

Tidak hanya terdiri dari satu jenis saja, poster memiliki fleksibilitas yan tinggi
sehingga bisa dibuat menggunakan beragam jenis bahan dan juga ukuran yang bisa
disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

A. Ukuran Poster

Dalam menentukan ukuran poster, Anda bisa memilih dari berbagai ukuran kertas
yang beragam, namun yang umumnya digunakan antara lain adalah sebagai berikut:

A0 (84,1 x 118,9 cm),


A1 (59,4 x 84,1 cm),
B1 (70,7 x 100 cm),
B2 (50 x 70,7cm),
A2 (42 x 59,4 cm),
A3 (29,7 x 42 cm),
A4 (21 x 29,7 cm)
B. Bahan Kertas Poster

Bahan yang digunakan untuk poster akan sangat tergantung pada kebutuhan serta
keperluan Anda, yang biasanya menggunakan beberapa jenis kertas sebagai
berikut:

Art Paper 150 gsm


Art Carton 190 gsm
Art Carton 210 gsm
Art Carton 230 gsm
Matte Paper / Kertas Majalah 150 gsm
HVS 80 gsm

C. Menentukan Bahan dan Ukuran Poster

Pemilihan bahan dan ukuran ini akan ditentukan oleh berbagai faktor, yaitu lokasi
tempat poster tersebut akan dipasang serta seberapa luas bidang yang akan
ditempelkan poster tersebut.

Misalnya Anda akan memasang poster pada halte bus yang tidak memiliki bidang
yang luas untuk dipasang poster, maka ukuran yang digunakan sebaiknya tidak
lebih besar dari A3 atau bahkan A4.

Kegunaan Poster

Poster memiliki kegunaan yang sangat beragam dan untuk berbagai tujuan, serta
telah digunakan sejak lama, mulai dari sebagai alat penyebaran informasi,
propaganda, hingga promosi film, pentas, pertunjukkan, produk, jasa, acara, dan lain
sebagainya.

Beberapa contoh kegunaan poster adalah sebagai berikut:

Poster film bioskop,


Poster acara atau kegiatan,
Poster promosi produk,
Poster promosi jasa,
Poster pesan layanan masyarakat,
Poster ajakan untuk suatu gerakan,
Poster yang berisi pengumuman,
dan lain-lain.

Tips Desain Poster

1. Poster Harus Mudah Dibaca dan Mudah Dimengerti

Tips pertama, pastikan poster mudah dibaca serta mudah dimengerti sehingga
informasi yang akan Anda berikan kepada target audiens dapat tersalurkan dengan
jelas dan tidak terjadi miskomunikasi ataupun kesalahpahaman.
2. Pemilihan Jenis dan Ukuran Font untuk Poster

Masih terkait dengan tips sebelumnya, saat mendesain poster sebaiknya


pertimbangkan kembali jenis font yang digunakan, apakah mudah dibaca atau tidak,
dan juga ukurannya perlu diperhatikan supaya tidak terlalu kecil atau terlalu besar.

3. Pemilihan Warna untuk Poster

Pemilihan warna saat mendesain poster biasanya akan berkaitan dengan tema
warna yang menjadi identitas dari acara, produk, atau bisnis Anda secara
keseluruhan supaya membuat target audiens menjadi familiar dan mudah
membedakan dari yang lainnya.

4. Desain Poster Jangan Terlalu “Ramai”

Tips selanjutnya adalah membuat desain yang eye-catching alias menarik perhatian,
yang tidak berarti harus penuh warna-warni atau penuh dengan ornamen serta
elemen yang malah membingungkan.

5. Desain Minimalis Tidak Masalah

Desain simpel dan minimalis pun bisa menarik perhatian selama desain tersebut
menggugah rasa penasaran dan keingintahuan dari target audiens sehingga akan
meningkatkan kemungkinan poster tersebut dibaca oleh meeka.

6. Pemilihan Ukuran Poster

Seperti sudah dibahas sebelumnya, pemilihan ukuran poster akan sangat


bergantung pada luas bidang dan lokasi yang menjadi target pemasangan poster,
sehingga hal ini harus dipertimbangkan pada saat mendesainnya.

7. Desain Untuk Setiap Ukuran

Kalau Anda belum mengetahui lokasi pemasangan, buatlah beberapa versi poster
untuk berbagai ukuran untuk menyesuaikan ukuran font, layout, dan desain poster
supaya tetap jelas terbaca oleh target audiens, apapun ukuran yang digunakan.

8. Target Audiens

Tips terakhir, pastikan desain poster Anda disesuaikan dengan target audiens yang
anda sasar, baik dari segi demografis ataupun psikografis, sehingga akan dapat
lebih meningkatkan peluang ketertarikan audiens tersebut untuk membaca poster
yang dipasang.

Anda mungkin juga menyukai