PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK
“LARAVEL”
DISUSUN OLEH:
INDAH MUSPIRA
2022040015
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS HANDAYANI MAKASSAR
LARAVEL
Laravel adalah framework aplikasi web berbasis PHP yang dikembangkan oleh Taylor Otwell. Dirilis
pertama kali pada tahun 2011, Laravel segera mendapatkan popularitas karena sintaksisnya yang bersih,
ekspresif, dan mudah dipahami. Framework ini mengikuti pola arsitektur Model-View-Controller (MVC)
yang memisahkan logika aplikasi menjadi tiga komponen utama: model, view, dan controller. Hal ini
memungkinkan pengembang untuk membuat kode yang terorganisir, mudah dipelihara, dan dapat diuji.
FITUR UTAMA
Arsitektur MVC:
Laravel mengikuti pola arsitektur MVC yang memisahkan logika aplikasi menjadi tiga komponen
utama:
Model: Representasi dari struktur data dan logika bisnis aplikasi.
View: Tampilan atau antarmuka pengguna.
Controller: Mengatur interaksi antara model dan view.
Pemisahan ini memungkinkan pengembang untuk mengelola kode dengan lebih efisien dan
meningkatkan keterbacaan serta pemeliharaan kode.
Mesin Templat Blade:
Laravel dilengkapi dengan mesin templat yang disebut Blade.
Blade memungkinkan pengembang untuk membuat tampilan yang dinamis dengan menyisipkan
kode PHP langsung ke dalam tampilan.
Ini membuat tampilan menjadi lebih ekspresif dan mudah dipahami.
ORM Eloquent:
Laravel menyediakan ORM yang kuat bernama Eloquent.
Eloquent memungkinkan pengembang untuk berinteraksi dengan basis data menggunakan objek PHP
alih-alih menulis kueri SQL secara langsung.
Hal ini membuat pengembangan aplikasi yang melibatkan basis data menjadi lebih cepat, aman, dan
mudah dipelihara.
CLI Artisan:
Laravel dilengkapi dengan CLI yang disebut Artisan.
Artisan menyediakan berbagai perintah untuk mengotomatiskan tugas-tugas seperti pembuatan
kontroler, model, migrasi basis data, dan banyak lagi.
Ini mempercepat proses pengembangan dan mengurangi kebutuhan akan pekerjaan berulang.
Routing:
Laravel menyediakan sistem routing yang sederhana dan ekspresif.
Pengembang dapat dengan mudah menentukan rute untuk berbagai jenis permintaan HTTP (GET,
POST, PUT, DELETE, dll.).
Ini memungkinkan pengembang untuk mengelola URL aplikasi dengan mudah.
Middleware:
Middleware adalah lapisan yang ditempatkan di antara permintaan HTTP dan respons yang
dihasilkan oleh aplikasi.
Laravel menyediakan middleware yang memungkinkan pengembang untuk menerapkan berbagai
jenis logika pada permintaan HTTP, seperti autentikasi, otorisasi, dan sebagainya.
Autentikasi dan Otorisasi:
Laravel menyediakan sistem autentikasi yang lengkap dengan fitur-fitur seperti registrasi pengguna,
login, logout, reset password, dan verifikasi email.
Selain itu, Laravel juga menyediakan sistem otorisasi yang kuat berdasarkan role dan permission.
Pengujian:
Laravel dibangun dengan pengujian dalam pikiran.
Framework ini menyediakan berbagai fasilitas untuk menguji aplikasi, termasuk pengujian unit dan
pengujian fitur.
Ini memungkinkan pengembang untuk memastikan bahwa aplikasi yang mereka kembangkan
berfungsi sebagaimana yang diharapkan.
Antrian:
Laravel menyediakan fitur antrian yang memungkinkan pengembang untuk menunda eksekusi tugas-
tugas yang memakan waktu.
Ini berguna untuk memproses tugas-tugas seperti pengiriman email, pengiriman pesan, dan
pemrosesan gambar secara asinkron.
Komunitas dan Ekosistem:
Laravel memiliki komunitas yang besar dan aktif. Ada banyak sumber daya yang tersedia untuk belajar
Laravel, termasuk dokumentasi resmi, forum diskusi, tutorial online, dan banyak lagi. Selain itu, ada juga
banyak paket ekstensi (packages) dan alat-alat pendukung yang dibangun oleh komunitas untuk
memperluas fungsionalitas Laravel.