0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan12 halaman

Percobaan 8

Diunggah oleh

masoryr
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan12 halaman

Percobaan 8

Diunggah oleh

masoryr
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pemrograman Web

Bab 8
Pengenalan Framework Laravel

Pendahuluan & Sejarah Laravel


Laravel dirilis dibawah lisensi MIT dengan kode sumber yang
sudah disediakan oleh Github, sama seperti framework lainnya,
Laravel dibangun dengan menggunakan konsep MVC (Model-
Controller-View), kemudian Laravel dilengkapi juga dengan
command line tool yang bernama “Artisan” yang bisa
digunakan untuk packaging bundle dan instalasi bundle melalui
command prompt. Laravel merupakan framework yang mudah
diakses, powerful dan menyediakan tools yang diperlukan
untuk skala aplikasi besar. Laravel juga merupakan sebuah
aplikasi luar biasa dari sebuah kumpulan program kontrol,
sistem migrasi yang ekspresif dan dukungan tools yang Anda
butuhkan dalam menguji aplikasi Anda yang terintegrasi
dengan beberapa aplikasi lainnya. Tidak heran jika Framework
Laravel berbasis PHP ini menjadi primadona framework bagi
programmer PHP untuk membuat aplikasi yang lebih elegan
dan dinamis. Karena framework ini menekankan
kesederhanaan dan leksibilitas pada desainnya.
Sejarah framework Laravel dibuat oleh Taylor Otwell, proyek Laravel dimulai
pada April 2011. Awal mula proyek ini dibuat, karena Otwell sendiri tidak
menemukan framework yang up-to-date dengan versi PHP. Mengembangkan
framework yang sudah ada juga bukan merupakan ide yang bagus, karena
keterbatasan sumber daya. Dikarenakan beberapa keterbatasan tersebut,
Otwell membuat sendiri framework dengan nama Laravel.

Konsep MVC (Model View Controller)


Konsep dari pemrogrman konsep pemrograman yang memisahkan business logic (alur pikir), data
logic (penyimpanan data) dan presentation logic (antarmuka aplikasi). Model mewakili struktur data,
view adalah layer yang mengatur bagian tatap muka pengguna dan controller adalah layer yang
menjembatani antara layer model dan layer view. Laravel sendiri menerapkan MVC (Model View
Controller) sebagai design pattern dalam arsitekturnya. Dengan ini Laravel memiliki pola dan
arsitektur yang tersusun dengan baik. Dengan adanya standar arsitektur seperti ini dapat membantu
pengembang untuk lebih cepat memahami arsitektur dalam program aplikasi. Jika ditampilkan dalam
sebuah skema arsitektur, pada Laravel terdapat routing yang berfungsi untuk mengelola url dari
program aplikasi, untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini yang merupakan skema
arsitektur dari Laravel.

Eko Verianto, S.Kom, M.Cs.


Fakultas Teknologi Informasi Program Studi Sistem Informasi 1
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
Pemrograman Web

Gambar 8.1 Arsitektur MVC

Composer
Composer adalah dependensi manajer aplikasi level untuk bahasa pemrograman PHP yang
menyediakan format standar untuk mengelola dependensi software PHP dan library yang diperlukan.
Composer ini dikembangkan oleh Nils Adermann dan Jordi Boggiano, rilis pertama kali pada tanggal
1 Maret 2012. Composer ini terinspirasi dari “npm”-nya Node.js dan “bundler”-nya Ruby. Composer
digunakan melalui perintah command line. Composer dapat diperoleh melalui website resminya,
yaitu https://getcomposer.org. selanjutnya untuk melihat apakah composer sudah berhasil dipasang
pada computer dapat menggunakan perintah composer pada command line atau terminal. Adapun
hasil pengencekan composer seperti yang terlihat pada gambar berikut.

Gambar 8.2 Composer

Fitur Laravel
Kerangka kerja Laravel memiliki ekosistem besar yang mencangkup beberapa pekerjaan khusus
seperti routing, templating, manajemen basis data dan sebagainya. Laravel memang menyediakan
berbagai macam fitur yang dapat mempermudah dan memaksimalkan pekerjaan pengembang.

Eko Verianto, S.Kom, M.Cs.


Fakultas Teknologi Informasi Program Studi Sistem Informasi 2
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
Pemrograman Web

Dengan adanya berbagai macam fitur pada Laravel, proses pengembangan aplikasi web juga dapat
lebih cepat.
Tabel 8.1 Fitur Laravel
Fitur Deskripsi
Bundles Bundel atau ikatan menyediakan sistem kemasan modular. Dengan fitur ini
kita dapat dengan mudah untuk melakukan penambahan paket aplikasi ke
dalam project kita. Laravel versi 4.x menggunakan composer sebagai manajer
aplikasi
Eloquent ORM Implementasi PHP lanjutan dari active record yang menyediakan metode
(Object- tersendiri dalam mengatur relationship antar obyek di database. Laravel
Relational query builder adalah salah satu fitur yang disupport Eloquent
Mapping)
Application fitur pengembangan aplikasi secara umum, baik dengan controller atau
logic pendeklarasian route
Reverse routing fitur yang mempu mendefinisikan hubungan antara link dan route, sehingga
memungkinkan perubahan link dari route atau tanpa melakukan pengubahan
di view
Restfull merupakan cara opsional untuk memisahkan logika antara HTTP GET dan
controllers POST
Class auto menyediakan fitur untuk load PHP class tanpa perlu melakukan include, On-
loading, demand loading hanya akan me-load class yang diperlukan.
View composers merupakan kode logic yang dieksekusi ketika view di-load
IoC container memungkinkan obyek baru yang akan dihasilkan sesuai prinsip kontrol,
dengan instansiasi opsional dan referensi dari obyek baru
Migrations, menyediakan sistem kontrol untuk skema database, sehingga memungkinkan
untuk menghubungkan antara perubahan kode aplikasi dengan layout
database, memudahkan deploy dan update aplikasi
Unit testing menyediakan fitur testing untuk mendeteksi atau mencegah kode ganda atau
berulang (regresi), unit test ini dapat dijalankan melalui perintah command
line
Automatic fitur yang memungkinkan pembuatan halaman/paging secara otomatis
pagination dengan metode yang sudah diintegrasikan ke laravel

Pembaruan Versi Laravel


Dimulai dengan rilis pertama, fitur Laravel dibangun dengan Autentikasi, Eloquent ORM (Object
Relational Mapping) untuk operasi database, localization, model dan relationship, mekanisme
routing yang sederhana, caching, session, views, module dan library, HTML, dsb. Bahkan pada rilis
pertama, Laravel sudah memiliki beberapa fungsi yang mengesankan. Pada saat itu Laravel versi ini
belum berbasis MVC (Model-View-Controller), tetapi developer menyukai karena sintaks yang
friendly dan potensi framework baru ini yang begitu menjanjikan. Dalam bulan-bulan berikutnya,
Taylor menambahkan method validasi, pagination, paket command line installer, ekspansi Eloquent
ORM (Object Relational Mapping), dan termasuk beberapa ratus unit testing untuk komponen
framework. Laravel versi 1 ke versi berikutnya dalam kurun waktu kurang dari enam bulan.

Eko Verianto, S.Kom, M.Cs.


Fakultas Teknologi Informasi Program Studi Sistem Informasi 3
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
Pemrograman Web

Laravel versi 2 dirilis ke developer pada 24 November 2011, upgrade beberapa itur diantaranya
dukungan controller, engine template dan penggunaan invers. Dengan penambahan itur controller
ini, maka laravel versi 2 ini sudah resmi menjadi framework yang berbasis MVC. Kurang dari dua
bulan kemudian resmi Laravel 3 di rilis.
Pada 22 Februari 2012, Laravel 3 dirilis, memfokuskan pada unit test integration, artisan command
line interface, database migration, session driver dan database driver. Laravel 3 adalah rilis paling
stabil dan solid Laravel pada waktu itu, cukup kuat untuk digunakan untuk berbagai jenis aplikasi web
yang menawarkan kesederhanaan dan sangat cocok digunakan untuk belajar framework dalam
waktu yang singkat dibandingkan dengan framework lainnya. Laravel 3 dengan cepat mengejar
framework-framework PHP lainnya seperti CodeIgniter dan Kohana, banyak developer mulai beralih
ke framework Laravel karena kode yang dihasilkan sangat ekspresif. Beberapa developer
memposting blog, tutorial, ulasan dan pelajaran secara online yang didedikasikan untuk Laravel 3,
dimana mereka memuji sebagai hal baru di dunia framework berbasis PHP.
Forum laravel terus menerus menerangi pengguna framework ini. Laravel 3 dirilis secara stabil untuk
beberapa waktu. Sekitar 5 bulan setelah dirilis, creator Laravel memutuskan untuk menulis ulang
framework dari awal sebagai satu set paket yang didistribusikan melalui composer. Kemudian
barulah dirilis Laravel 4, upgrade signiikan yang menampilkan arsitektur yang berbeda dari inti
framework.
Tampaknya ada versi baru dari Laravel setiap beberapa bulan. Laravel 4 secara resmi dirilis satu tahun
dan 3 bulan setelah rilis versi 3 tepat pada tanggal 28 Mei 2013. Beberapa developer menyebutnya
“terlalu cepat” update dari versi satu ke versi yang lain, karena mereka harus bermigrasi ke versi baru
dan kadang-kadang itu hanya tidak mungkin dengan aplikasi besar yang sudah dibangun pada
arsitektur sebelumnya. Masyarakat meminta untuk lebih stabil, beberapa itur baru dan unit testing
yang lebih baik dari komponen Laravel itu. Laravel 4 ditulis ulang dari bawah ke atas sebagai
kumpulan komponen (atau paket) yang ter-integrasi dengan satu sama lain untuk membuat
framework yang stabil. Pengelolaan komponen ini dilakukan melalui “Composer” yang disebut
sebagai PHP dependency manager. Laravel 4 memiliki itur yang ada di versi lain atau bahkan
framework yang telah ada sebelumnya, seperti database seeding, message queues, built-in mailer,
itur Eloquent ORM, soft delete, dan bahkan lebih dari itu. Berbeda dari versi sebelumnya, Laravel 4
ini akan ada jadwal rilis secara teratur setiap 6 bulan untuk update (patch dan perbaikan bug).
Dengan unit test yang meliputi 100% dari fungsi framework tersebut, Laravel 4 ini akan menjanjikan
untuk menjadi stabil dan mudah di update secara online dengan melalui composer.
Tabel 8.2 Perkembangan Fitur Laravel
Fitur Laravel 1 Laravel 2 Laravel 3 Laravel 4
Auth Y Y Y Y
Cache Y Y Y Y
Eloquent Y Y Y Y
DB Connectors Y Y Y Y
MySQL Y Y Y Y
PotgreSQL Y Y Y Y
SQLite Y Y Y Y

Eko Verianto, S.Kom, M.Cs.


Fakultas Teknologi Informasi Program Studi Sistem Informasi 4
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
Pemrograman Web

SQLServer Y Y
Migrations Y Y
IoC Container Y Y Y
Config Y Y Y Y
Form Helpers Y Y Y Y
HTML Helpers Y Y Y Y
URL Helpers Y Y Y Y
Routing Y Y Y Y
Controller Y Y Y
Model Y Y Y Y
View Y Y Y Y
Relationship Y Y Y
Between Models
Redirects Y Y Y Y
Response Y Y Y Y
String Helpers Y Y Y Y
Validation Y Y Y
Unit Test Y Y
Blade Templating Y Y
Engine
DB Seeding Y
Queues Y
Mail Y
Facades Y
Command Line Y Y
Interface (CLI)

Kebutuhan Sistem
• Text Editor: VS Code, Notepad++, Atom, Sublime
• Local Web Server: XAMPP, WAMPServer, Bitnami Stack, AMPPS
• Browser: Chrome, Firefox, Opera, Edge
• Dependency Manager: composer
• Rest API Testing: postman
• Additional Requirement: --

Instalasi Laravel
Proses instalasi Laravel dapat dilakukan dengan memanfaatkan terminal pada Linux dan MacOS serta
command prompt pada Windows. Selanjutnya adalah melakukan proses instalasi Laravel melalui
composer dapat dilakukan dengan menggunakan perintah berikut ini:
composer create-project --prefer-dist laravel/laravel LaravelProjectName "6.*"

Perintah tersebut akan menghasilkan sebuah proyek Laravel dengan versi terbaru. Jika proses
download berjalan dengan baik, lakukan pemeriksaan proyek yang terdapat pada direktori htdocs.

Eko Verianto, S.Kom, M.Cs.


Fakultas Teknologi Informasi Program Studi Sistem Informasi 5
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
Pemrograman Web

Terdapat cukup banyak sumber daya yang dihasilkan oleh Laravel. Sumber daya yang ada pada
Laravel ini akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan pengembangan, misalkan saja
menambahkan beberapa file pada layer model, view dan controller. Gambar 8.3 berikut ini
menunjukan resource yang terdapat pada direktori phplaravel.

Gambar 8.3 Laravel Resource

Adapun cara yang digunakan untuk menjalankannya adalah dengan masuk terlebih dahulu ke proyek
Laravel kemudian gunakan perintah berikut ini:
php artisan serve

Jika perintah tersebut dieksekusi, maka server akan mengirimkan informasi seperti yang tampak
pada Gambar 8.4 berikut ini.

Gambar 8.4 Server Laravel Dijalankan

Berdasarkan informasi yang ditunjukan Gambar 8.4, akses ip dan port tersebut pada browser untuk
melihat halaman utama dari Laravel seperti yang ditunjukan Gambar 8.5 berikut ini.

Gambar 8.5 Halaman Utama Laravel

Eko Verianto, S.Kom, M.Cs.


Fakultas Teknologi Informasi Program Studi Sistem Informasi 6
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
Pemrograman Web

Dasar Routing
Routing pada Laravel berfungsi untuk mengatur alur url dalam aplikasi web dan mendefinisikan url
tersebut akan memanggil controller mana atau mengeksekusi fungsi apa. Gambar 8.6 berikut ini
merupakan salah satu bentuk kode routing pada Laravel, kode ini menunjukan jika pengguna
mengirimkan permintaan ‘/’ pada endpoint url, maka fungsi akan menampilkan view welcome.
<?php
Route::get('/', function () {
return view('welcome');
});
Gambar 8.6 Bentuk Routing dengan Fungsi

Bentuk lain dari routing membutuhkan peran layer controller, karena fungsi atau metode yang
sebelumnya ada pada route akan dipindahkan pada controller.
Route::get('/', 'UserController@index');
Gambar 8.7 Bentuk Routing Tanpa Fungsi

Perintah tersebut berarti jika ada request dengan endpoint ‘/’ pada url, maka metode index pada
UserController akan dieksekusi. Adapun metode untuk menampilkan view welcome pada metode
index seperti berikut ini.
public function index()
{
return view('welcome');
}
Gambar 8.8 Metode Index pada UserController

Layer Controller
Controller merupakan layer yang menghubungkan antara layer model dan layer view, pada Laravel
controller dapat dibuat dengan menggunakan perintah php artisan.
php artisan make:controller NamaController

Jika perintah tersebut dieksekusi dan berhasil, maka Laravel akan menghasilkan sebuah file controller
seperti pada Gambar 8.9 berikut ini (*Nama Controller: UserController).

Gambar 8.9 Membuat Controller Dengan PHP Artisan

Eko Verianto, S.Kom, M.Cs.


Fakultas Teknologi Informasi Program Studi Sistem Informasi 7
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
Pemrograman Web

File UserController memiliki kode yang secara default ada Ketika controller tersebut dihasilkan.
Adapun kode yang terdapat pada UserController seperti berikut ini.
<?php

namespace App\Http\Controllers;

use Illuminate\Http\Request;

class UserController extends Controller


{
//
}
Gambar 8.10 Kode dari UserController

Layer View
Layer view merupakan layer yang berhubungan dengan end user, layer ini biasanya berisi struktur
html dan elemen-elemen html seperi form, table, heading dan lainnya. Adapun cara membuat file
pada layer view cukup dilakukan secara manual, yaitu dengan klik kanan pada direktori views
kemudian pilih new file. Buatlah penamaan file dengan menambahkan .blade.php seperti pada
Gambar 8.11 berikut ini.

Gambar 8.11 File main pada Layer View


Untuk dapat menjalankan file main pada layer view, dapat dilakukan dengan membuat route secara
langsung, tanpa melibatkan layer controller seperti berikut ini.
Route::get('/main', function () {
return view('main');
});
Gambar 8.12 Routing ke View main

Selain dengan cara seperti pada Gambar 8.12, cara lain yang dapat digunakan untuk mengeksekusi
file main pada layer view adalah dengan memanfaatkan controller. Langkah pertama adalah
membuat perintah routing seperti pada route seperti berikut.
Route::get('/main', 'UserController@main');
Gambar 8.13 Route main

Eko Verianto, S.Kom, M.Cs.


Fakultas Teknologi Informasi Program Studi Sistem Informasi 8
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
Pemrograman Web

Langkah selanjutnya adalah menambahkan metode main pada controller, yang mana metode ini
memiliki pernyataan redirect ke file main pada layer view. Adapun perintah dari metode main yang
dimaksud seperti berikut ini.
public function main()
{
return view('main');
}
Gambar 8.14 Metode main pada UserController

Adapun untuk file main yang ada pada layer view memiliki struktur html yang dapat disesuaikan untuk
ditampilkan, atau dapat juga menggunakan struktur pada bootstrap seperti berikut.
<!doctype html>
<html lang="en">
<head>
<title>Title</title>
<!-- Required meta tags -->
<meta charset="utf-8">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1, shrink-to-
fit=no">

<!-- Bootstrap CSS -->


<link rel="stylesheet"
href="https://stackpath.bootstrapcdn.com/bootstrap/4.3.1/css/bootstrap.min.css"
integrity="sha384-ggOyR0iXCbMQv3Xipma34MD+dH/1fQ784/j6cY/iJTQUOhcWr7x9JvoRxT2MZw1T"
crossorigin="anonymous">
</head>
<body>

<!-- Optional JavaScript -->


<!-- jQuery first, then Popper.js, then Bootstrap JS -->
<script src="https://code.jquery.com/jquery-3.3.1.slim.min.js" integrity="sha384-
q8i/X+965DzO0rT7abK41JStQIAqVgRVzpbzo5smXKp4YfRvH+8abtTE1Pi6jizo"
crossorigin="anonymous"></script>
<script
src="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/popper.js/1.14.7/umd/popper.min.js"
integrity="sha384-UO2eT0CpHqdSJQ6hJty5KVphtPhzWj9WO1clHTMGa3JDZwrnQq4sF86dIHNDz0W1"
crossorigin="anonymous"></script>
<script src="https://stackpath.bootstrapcdn.com/bootstrap/4.3.1/js/bootstrap.min.js"
integrity="sha384-JjSmVgyd0p3pXB1rRibZUAYoIIy6OrQ6VrjIEaFf/nJGzIxFDsf4x0xIM+B07jRM"
crossorigin="anonymous"></script>
</body>
</html>
Gambar 8.15 Struktur Bootstrap pada main.blade.php

Passing Data Controller ke View


Dalam konsep MVC yang merupakan design pattern dari framework Laravel, passing data ke user
interface (layer view) dapat dilakukan melalui layer controller. Memalui sebuah metode dan dengan

Eko Verianto, S.Kom, M.Cs.


Fakultas Teknologi Informasi Program Studi Sistem Informasi 9
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
Pemrograman Web

menambahkan parameter kedua pada view, data dapat dikirimkan ke layer view. Langkah pertama
adalah membuat route untuk melakukan passing data seperti berikut.
Route::get('/user', 'UserController@user');
Gambar 8.16 Route user

Perintah routing tersebut akan mengeksekusi metode user pada UserController jika menerima
permintaan ‘/user’ pada url. Selanjutnya adalah menambahkan sebuah metode user pada
UserController seperti berikut ini.
public function user()
{
$user = "Siti";
return view('user', ['user' => $user]);
}
Gambar 8.17 Metode user

Metode seperti pada Gambar 8.17 akan mengirimkan nilai dari variable user, untuk menampilkan
nilai tersebut pada view dapat menggunakan perintah berikut ini.
{{ $user }}
Gambar 8.18 Perintah untuk Menampilkan Nilai dari Variabel user

Nilai yang dikirimkan juga dapat dalam bentuk collection seperti array atau list. Jika data yang akan
ditampilkan dalam bentuk array atau collection, maka lakukan perubahan pada metode user di
dalam UserController seperti berikut.
public function user()
{
$user = "Siti";
$koleksi = ['Tas', 'Sepatu', 'Baju', 'Celana', 'Skin Care'];
return view('user', ['user' => $user, 'koleksi' => $koleksi]);
}
Gambar 8.19 Penambahan data collection pada Metode user

Jika nilai yang akan ditampilkan dalam bentuk collection, maka cara yang digunakan untuk
menampilkannya dengan menambahkan perulangan seperti berikut ini.
@foreach ($koleksi as $item)
<p class="text-center">{{ $item }}</p>
@endforeach
Gambar 8.20 Perulangan untuk Menampilkan Data Collection

Bekerja dengan Metode GET dan POST


Penggunaan metode GET dan POST digunakan untuk menerima data yang dikirimkan. Metode GET
biasanya digunakan untuk mendapatkan nilai dari query string. Pada ini akan dijelaskan terlebih
dahulu penggunaan metode GET kemudian dijelakan pula penggunaan metode POST yang pada
umumnya digunakan untuk mengirimkan nilai yang ada pada form. Pada metode GET, langkah
pertama adalah membuat routing seperti berikut ini.

Eko Verianto, S.Kom, M.Cs.


Fakultas Teknologi Informasi Program Studi Sistem Informasi 10
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
Pemrograman Web

Route::get('/user/{user}', 'UserController@result');
Gambar 8.20 Route user

Perintah pada Gambar 8.20 akan mengeksekusi metode result pada UserController, sehingga perlu
menambahakan metode result pada UserController seperti berikut ini.
public function result($user)
{
return view('result', ['user' => $user]);
}
Gambar 8.21 Metode result dengan Paramete user

Metode pada Gambar 8.21 akan mengirimkan nilai dari sebuah query string untuk ditampilkan pada
view seperti berikut ini.
<h3 class="text-center border">{{ $user }}</h3>
Gambar 8.22 Perintah untuk Menampilkan Endpoint (Query String) pada URL

Selanjutnya memanfaatkan metode POST untuk mengirimkan data yang ada pada form. Langkah
pertama adalah membuat dua buah route seperti berikut ini.
Route::get('/form', 'UserController@form');
Route::post('/form/process', 'UserController@process');
Gambar 8.23 Route form dan process

Kedua route ini memiliki peranan masing-masing, route form digunakan untuk melakukan redirect
ke halaman formulir, sedangkan route process digunakan untuk mengirimkan nilai yang diisikan pada
formulir. Selanjutnya adalah membuat metode pada UserController untuk melakukan redirect ke
halaman formulir dan metode untuk mengirimkan data.
<?php

namespace App\Http\Controllers;

use Illuminate\Http\Request;

class UserController extends Controller


{
public function form()
{
return view('form');
}

public function process(Request $request)


{
$text = $request->input('text');
return $text;
}
}
Gambar 8.24 Metode form dan process

Eko Verianto, S.Kom, M.Cs.


Fakultas Teknologi Informasi Program Studi Sistem Informasi 11
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
Pemrograman Web

Berikutnya adalah membuat sebuah file pada view, file ini digunakan untuk menampilkan formulir
yang nantinya digunakan untuk mengisi data yang akan dikirimkan. Adapun struktur html formulir
seperti berikut ini.
<form action="/form/process" method="POST">
@csrf
<div class="form-group w-25">
<label>Insert text here!</label>
<input type="text" name="text" class="form-control" placeholder="Text">
<small class="text-white">text, number, symbol, etc.</small>
</div>
<button type="submit" class="btn btn-light mb-4">SEND</button>
</form>
Gambar 8.25 Struktur HTML pada form.blade.php

Jika semua Langkah selesai dikerjakan, buka browser dan kirimkan permintaan ‘/form’ pada url,
sehingga tampilan formulir seperti pada Gambar 8.26 berikut ini.

Gambar 8.26 Tampilan Formulir

Isikan data pada formulir pada Gambar 8.26 kemudian kirimkan data tersebut, maka tampilannya
seperti yang tampak pada Gambar 8.27 berikut ini.

Gambar 8.27 Tampilan Hasil

PRE-LAB:
Alat dan Bahan:
• Text Editor
• Local Web Server
• Browser
• Dependency Manager

Pertanyaan:
o Buatlah laporan percobaan dari perkuliahan hari ini, mulai dari instalasi composer sampai
dengan passing data melalui form!

Eko Verianto, S.Kom, M.Cs.


Fakultas Teknologi Informasi Program Studi Sistem Informasi 12
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

Anda mungkin juga menyukai