Modul Literasi Digital
Modul Literasi Digital
Sejak pertama kali diluncurkan tahun 2018 program Digital Talent Scholarship (DTS), Kementerian
Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) mengambil peran penting dalam hal penyediaan
tenaga kerja terampil dan semi-terampil di bidang TIK, alih kompetensi bagi masyarakat yang
terdampak kemajuan digitalisasi dan pandemi, serta pengembangan kewirausahaan masyarakat.
Pada pelaksanaan di tahun 2024, jumlah peserta yang menjadi target DTS terus bertambah dari
tahun-tahun sebelumnya hingga mencapai 100.000 peserta. Namun, di tengah kesenjangan digital
yang masih dihadapi oleh Indonesia saat ini, program DTS strategis untuk terus diperluas ruang
lingkup dan sasarannya sehingga dapat memberikan peran yang lebih besar bagi pengembangan SDM
dan peningkatan keterampilan digital di masyarakat. Terlebih dengan prioritas pemerintahan
Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa salah satu fokus pembangunan Indonesia di tahun
2019-2024 adalah pada aspek pembangunan Sumber Daya Manusia. Sehingga Kementerian Kominfo,
sebagai leading sector bidang komunikasi dan informatika, dapat berperan menjadi fasilitator dan
akselerator untuk pengembangan SDM di bidang kominfo.
Sejalan dengan proses restrukturisasi organisasi paska kebijakan pemerintah untuk menyatukan
seluruh fungsi penelitian yang ada di kementerian ke lembaga Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN), maka tugas fungsi Badan Litbang SDM, Kementerian Kominfo mulai tahun 2022 fokus pada
pengembangan SDM bidang kominfo. Tugas pengembangan SDM melalui Program DTS yang semula
dilaksanakan oleh task force, kini menjadi tugas fungsi yang melekat pada unit kerja. Sementara
pelaksanaan Program DTS tetap dijalankan melalui 8 (delapan) akademi, yaitu: Fresh Graduate
Academy (FGA), Vocational School Graduate Academy (VSGA), Professional Academy (ProA), Talent
Scouting Academy (TSA), Government Transformation Academy (GTA), Digital Leadership Academy
(DLA), Digital Entrepreneurship Academy (DEA), dan Thematic Academy (TA).
Thematic Academy, sebagai bagian dari program DTS, merupakan pelatihan non sertifikasi tanpa
penjenjangan, yang ditujukan untuk meningkatkan keterampilan digital masyarakat umum, kalangan
tertentu, maupun sektor tertentu. Pelatihan dibuka seluas-luasnya kepada masyarakat agar literasi
digital masyarakat dapat meningkat.
Selamat mengikuti Pelatihan Digital Talent Scholarship, mari persiapkan diri kita menjadi talenta
digital Indonesia.
Nusirwan
2
INFORMASI PELATIHAN
3
Pendahuluan
Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan tentang literasi digital bagi
masyarakat pedesaan. Peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat memanfaatkan
pengetahuan yang dipelajari untuk membantu pemerintah desa dalam membangun dan
merawat infrastruktur jaringan internet di desa.
Latar belakang
Literasi digital merupakan kapasitas penting yang perlu diasah oleh masyarakat desa
untuk dapat mengikuti perkembangan zaman dan memanfaatkan potensi yang
ditawarkan oleh teknologi digital demi peningkatan kesejahteraan dan keberlanjutan
komunitas mereka. Melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang literasi digital,
masyarakat pedesaan dapat menggali potensi positif sambil mengatasi berbagai
tantangan yang muncul dalam penggunaan internet. Termasuk bagaimana teknologi
digital dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia
dan mendorong inovasi yang berkelanjutan.
Masyarakat desa yang memiliki kemampuan literasi digital yang kuat cenderung lebih
mandiri dalam mencari informasi, menyelesaikan masalah, dan mengambil keputusan.
Ini memberi mereka rasa empowerment yang penting untuk meningkatkan kualitas
hidup mereka. Oleh sebab itu, kecakapan digital harus dimulai dari hal-hal yang dekat
dengan kehidupan kita sehari-hari, seperti komunikasi, penyebaran informasi, jual beli,
dan lain sebagainya.
Konsep dan informasi perihal literasi digital seringkali dianggap rumit oleh masyarakat
pedesaan, dengan materi kontekstual yang berfokus pada dua pilar yaitu Cakap dan
Aman digital, maka peserta pelatihan dapat memperkaya referensi literasi digital dan
mempraktikkannya pada konteks masyarakat pedesaan.
Deskripsi Pelatihan
Literasi digital menjadi kunci dalam upaya masyarakat desa untuk dapat menggunakan
internet secara positif. Empat pilar literasi digital yaitu Cakap, Aman, Budaya dan Etika,
(CABE) menjadi dasar kerangka berpikir kritis yang penting untuk dibekalkan kepada
seluruh masyarakat desa agar dapat mengoptimalkan penggunaan internet secara positif
dan menjauhkan serta mengantisipasi dampak negatif penggunaan internet.
Peserta pelatihan ini akan mempelajari tentang empat pilar literasi digital dan
konteksnya pada masyarakat pedesaan. Peserta dari pelatihan ini diharapkan dapat
mengenal pengetahuan mengenai Cakap dan Aman digital secara praktis dan
mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari teknis pengoptimalan
pencarian informasi di internet, peningkatan keamanan data pribadi dan berbagai
aktivitas online, hingga pencegahan dan antisipasi hoax (berita bohong).
4
Pelatihan ini juga akan membahas mengenai Budaya dan Etika digital, seperti
pengenalan tubuh digital, antisipasi konten negatif, hingga berpartisipasi aktif
mengantisipasi perundungan digital. Diharapkan materi ini dapat menjadi landasan
spirit untuk mengembangkan literasi digital sesuai dengan kearifan lokal yang ada di
desa.
Tujuan Pembelajaran
A. Tujuan Umum
Setelah mempelajari modul ini diharapkan siswa memiliki pengetahuan dasar empat
pilar literasi digital.
B. Tujuan Khusus
Adapun tujuan mempelajari empat pilar literasi digital adalah untuk dapat
memahami budaya dan etika digital sebagai dasar berinteraksi dalam ruang digital.
Keterampilan praktis dalam menerapkan literasi digital sehari-hari akan dipelajari
dalam materi cakap dan aman digital.
Kompetensi Dasar
Kompetensi Khusus:
● Mengerti dan mempraktikkan pengetahuan budaya digital, khususnya antisipasi
konten negatif, digitalisasi budaya dan peran perempuan dalam ruang digital;
● Mengerti dan mempraktikkan pengetahuan etika digital, khususnya mencegah
terjadinya perundungan digital dan menghargai data digital pribadi;
● Mengerti dan menerapkan pengetahuan tentang kecakapan dan keamanan digital
yang dekat dalam kehidupan sehari-hari seperti pengamanan akun pribadi,
pengamanan media sosial, dan sebagainya.
5
INFORMASI PEMBELAJARAN
Rasio
Materi Kegiatan Durasi Sumber
Unit Kompetensi Praktik :
Pembelajaran Pembelajaran Pelatihan Pembelajaran
Teori
Materi Pokok
6
BAB I
MASYARAKAT DESA CAKAP DIGITAL
Di tengah perkembangan cakap digital ini, lanskap digital menjadi faktor penting yang
mempengaruhi cara kita beradaptasi dan berperan dalam dunia digital. Lanskap digital
mencakup seluruh ekosistem teknologi, aplikasi, platform, dan perilaku digital yang
membentuk lingkungan digital tempat kita beroperasi. Dalam konteks Indonesia,
lanskap digital berkembang pesat, terutama dalam beberapa aspek kunci, seperti
aplikasi dan media, situs web, konten digital, mesin pencari dan kecerdasan buatan (AI),
hingga e-commerce, transaksi online, dan e-money.
Melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang cakap digital, kita dapat menggali
potensi positif sambil mengatasi berbagai tantangan yang muncul. Termasuk bagaimana
teknologi digital dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat
Indonesia dan mendorong inovasi yang berkelanjutan.
Cakap digital merupakan langkah penting bagi masyarakat desa untuk dapat mengikuti
perkembangan zaman dan memanfaatkan potensi yang ditawarkan oleh teknologi
digital demi peningkatan kesejahteraan dan keberlanjutan komunitas mereka.
Masyarakat desa yang memiliki literasi digital yang kuat cenderung lebih mandiri dalam
mencari informasi, menyelesaikan masalah, dan mengambil keputusan. Ini memberi
mereka rasa empowerment yang penting untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Oleh sebab itu, kecakapan digital harus dimulai dari hal-hal yang dekat dengan
kehidupan kita sehari-hari, seperti komunikasi, penyebaran informasi, jual beli, dan lain
sebagainya.
7
Modul ini mengajak masyarakat pedesaan untuk mengasah kecakapan digital melalui
hal yang dekat dengan keseharian masyarakat desa saat ini seperti cakap mencari
informasi, aktivitas di media sosial, hingga transaksi ekonomi melalui aplikasi online.
Cakap juga mampu berpikir kritis terhadap berbagai informasi yang beredar, sehingga
masyarakat desa mampu menghindarkan diri dari berita hoaks (berita bohong),
sekaligus aktif membantu menangkal penyebaran berita hoaks di desa yang dapat
berakibat fatal bagi kehidupan masyarakat.
Di era digital, ada banyak sekali informasi yang bisa diakses oleh masyarakat desa dari
internet. Dahulu masyarakat desa mencari informasi seputar masalah pertanian,
peternakan, bahan pendidikan untuk sekolah, masalah kesehatan, dsb melalui buku,
tenaga penyuluh, atau kegiatan seminar yang harus dihadiri di kota atau kecamatan.
Melalui internet, berbagai informasi penting untuk kehidupan masyarakat desa tersebut
dapat diakses dan dipelajari langsung. Masyarakat pedesaan perlu meningkatkan
keterampilan dalam mencari informasi melalui internet karena beberapa alasan yang
penting:
8
dalam berbagai bidang, seperti bahasa, teknologi, keterampilan kerja, dan lain-lain.
Pernah dengar istilah googling? Sebenarnya istilah tersebut kalau diartikan yaitu
mencari sumber informasi di internet melalui Google. Google merupakan mesin pencari
informasi yang paling populer saat ini.
Apa sebenarnya mesin pencari itu? Mesin pencarian informasi adalah situs yang
memiliki kemampuan untuk mencari halaman situs web di internet berdasarkan basis
data dengan bantuan kata kunci (Modul Cakap Bermedia Digital (2021). Sebenarnya
masih banyak mesin pencari lainnya yang bisa kita gunakan seperti Yahoo, Bing, Yandex,
DuckDuckGo, Baidu, [Link], Naver, dan sebagainya.
Bagaimana cara kerja mesin pencari? Mesin pencarian informasi memiliki tiga tahapan
kerja sebelum menyajikan informasi yang kita butuhkan. Pertama, penelusuran
(crawling), yaitu langkah ketika mesin pencarian informasi yang kita akses menelusuri
triliunan sumber informasi di internet. Penelusuran tersebut tentu mengacu pada kata
kunci yang diketikkan pada mesin pencarian informasi. Kedua, pengindeksan (indexing),
yakni pemilahan data atau informasi yang relevan dengan kata kunci yang kita ketikkan.
Ketiga, pemeringkatan (ranking), yaitu proses pemeringkatan data atau informasi yang
dianggap paling sesuai dengan yang kita cari.
Saat ini metoda pencarian informasi berkembang dengan hadirnya kecerdasan buatan
(artificial intelligence/AI). Secara umum, kecerdasan artifisial merujuk pada program
komputer yang dirancang untuk meniru kecerdasan manusia, termasuk kemampuan
9
pengambilan keputusan, logika, dan karakteristik kecerdasan lainnya (Kemdikbud,
2023). AI menggunakan machine learning, natural language processing, dan komputasi
kognitif untuk menganalisis dan memahami data, lalu membuat prediksi atau
rekomendasi berdasarkan data tersebut. Saat ini, AI telah banyak digunakan di berbagai
mesin pencari seperti Bing Chat dan Bard Google, selain ChatGPT yang dikembangkan
oleh OpenAI, yang penggunaannya semakin populer saat ini.
Apa perbedaan mesin pencari biasa dengan mesin pencari dengan pencarian berbasis
AI ini? Mesin pencari biasa mengandalkan pencocokan kata kunci yang ditulis oleh
pengguna, sedangkan mesin pencari AI lebih dari itu dengan berusaha memahami
maksud, konteks, dan perilaku pengguna. Jadi tidak hanya menampilkan hasil
berdasarkan kata kunci yang dimasukkan, mesin pencari berbasis AI ini memberikan
hasil yang lebih kompleks dengan mengolah data yang sudah “dilatih” menggunakan
machine learning.
Sebelum bicara lebih jauh tentang mesin pencari AI, mari kita kembali melihat
penggunaan mesin pencari biasa. Kita semua pasti sudah sering Googling, tapi tahukah
bahwa Google menyediakan fitur yang dapat mempermudah kita mendapatkan hasil
pencarian secara lebih tepat?
Berikut beberapa trik yang dapat digunakan untuk mencari informasi di Google secara
lebih akurat:
● Menggunakan tanda kutip (“....”): untuk mencari frasa yang sama persis. Hasil
pencarian akan memberikan semua halaman yang mengandung percis frasa yang
ditulis, misalnya: “literasi digital Indonesia”.
● Menggunakan tanda minus (-): memberikan hasil pencarian yang tidak mengandung
kata yang dituliskan, misalnya: literasi digital -indonesia
● Mencari di situs web tertentu (site:....): memberikan hasil pencarian hanya di situs
web yang tertulis, misalnya: literasi digital site:[Link]
● Mencari jenis file tertentu (filetype:....): memberikan hasil pencarian dengan jenis file
tertentu, misalnya: literasi digital filetype:pdf
Mengapa masyarakat desa perlu cakap menggunakan media sosial? Karena media sosial
tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi dan mencari hiburan saja. Masyarakat
pedesaan perlu mengasah kecakapan dalam bermedia sosial untuk memperluas
jaringan sosial, mempromosikan produk lokal, mengakses informasi penting,
berpartisipasi dalam diskusi publik, dan memperkuat komunitas, yang secara
keseluruhan membantu meningkatkan konektivitas, memajukan usaha kecil,
meningkatkan akses terhadap informasi, memperjuangkan kepentingan bersama, serta
membangun potensi lokal untuk kesejahteraan komunitas mereka.
10
Apa itu media sosial? Bagaimana kita bisa mulai dapat memanfaatkan media sosial
dengan lebih baik lagi? Media sosial memungkinkan setiap penggunanya berinteraksi
satu sama lain dengan menciptakan konten informasi dan membagikannya dan juga
menerima informasi dari pengguna yang lain. Beberapa ciri dari media sosial adalah
memungkinkan setiap orang untuk membuat akun, adanya halaman profil untuk setiap
pengguna yang menyajikan data pengguna, fitur untuk membuat konten dan
membagikannya, interaksi dengan pengguna lain yang dapat dilakukan melalui
memberi komentar dan tombol suka, adanya tanda waktu dari setiap postingan, dan
lain-lain.
a. Membangun Hubungan
Fungsi dasar dari media sosial adalah alat untuk bersosialisasi. Jadi kita bisa
memanfaatkan media sosial ini untuk membangun hubungan dengan banyak orang.
Seperti halnya kita sebagai pelaku UMKM, media sosial juga bisa digunakan
membangun hubungan dengan pelanggannya. Berdasarkan data dari IPSOS (2018),
menyebutkan bahwa 81% pengguna di Indonesia suka berinteraksi dengan UMKM di
Instagram.
b. Pencitraan (Branding)
Media sosial memberi kita kesempatan untuk menyampaikan tentang apa yang kita
kuasai dan seperti apa kita ingin dikenal. Jika kita pelaku UMKM, kita bisa
menampilkan usaha kita di media sosial agar lebih dikenal orang.
c. Meningkatkan Visibilitas
Jika kita konsisten mengelola postingan di media sosial, maka konten kita berpotensi
untuk dilihat lebih banyak orang. Konten yang bagus akan dibagikan, semakin banyak
orang yang membagikannya, semakin banyak orang yang melihatnya. Tapi tidak cuma
posting, kita juga harus berinteraksi dengan konten orang jika ingin lebih dilihat.
Semakin banyak dilihat orang maka pencitraan atau dagangan kita bisa lebih laku.
d. Media Pembelajaran
Dari media sosial, kita bisa banyak belajar. Ada video editor yang mahir hanya belajar
dari YouTube, belajar membangun konten lewat Instagram, belajar tip dan trik
aplikasi perkantoran dari TikTok, dan masih banyak lagi. Pilihlah konten yang
bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kita.
Ada yang tahu bagaimana caranya mendapatkan manfaat dari media sosial yang kita
miliki? Berikut langkah-langkah yang harus kita lakukan :
11
a. Profil yang Jelas
Buat nama akun yang singkat dan jelas menggambarkan siapa atau apa usaha Anda
dengan foto profil yang sesuai. Jika UMKM, lengkapi lokasi, tautan, dan kontak di
profil akun media sosial.
c. Rajin Berinteraksi
Berilah respon pada setiap komen yang masuk dan jangan segan-segan untuk juga
memberikan like atau comment di postingan orang.
Google bersama Temasek dan Bain & Co bertajuk e-Conomy SEA 2022 terbaru tentang
ekonomi digital di Asia Tenggara menunjukkan, pertumbuhan ekonomi digital terjadi di
berbagai sektor.
Perubahan pola hidup di masyarakat, terutama dalam akses teknologi informasi dan
perangkat gawai. Menyebabkan berbagai macam sektor kegiatan, usaha dan pelayanan
menjadi lebih praktis dan mudah. Salah satunya di sektor keuangan dengan melakukan
transaksi secara non tunai atau Layanan keuangan digital (LKD).
12
1.3.1 Mengenal Pinjol (Pinjaman Online)
Adalah platform penyedia jasa pinjaman secara digital. Pinjol sebenarnya memberikan
kemudahan di Masyarakat. Cara pendaftarannya pun sangat mudah, cukup data via
online, dan pengajuan pinjaman diproses. Nah, dengan kemudahan ini memunculkan
banyak pinjol.
Maraknya kehadiran pinjaman online (pinjol) ilegal belakangan ini telah menimbulkan
keresahan di masyarakat. Tak jarang, mereka yang terjebak menerima perlakuan tak
etis, bahkan teror saat ditagih pinjol ilegal.
Dikutip dari [Link] persyaratannya perusahaan pemberi pinjaman online yang legal
memiliki kriteria-kriteria sebagai berikut:
Tetapi ternyata banyak pinjaman online yang tidak memenuhi syarat di atas, bahkan
mereka cenderung bercirikan di bawah ini:
Apabila dalam sebuah iklan ditemui perusahaan pemberi pinjaman online yang
diragukan kebenarannya silakan cek izin perusahaan mereka sebagai pemberi pinjol di
[Link]/keuangandigital
13
Apabila sudah mendapat pinjol yang ilegal silakan kontak OJK 157 @kontak157 melalui
telepon 157, WhatsApp 081157157157, atau email konsumen@[Link].
Perjudian online adalah bentuk perjudian yang dilakukan melalui internet atau platform
daring. Ini memungkinkan individu untuk memasang taruhan atau berpartisipasi dalam
permainan judi menggunakan komputer, ponsel cerdas, atau perangkat elektronik
lainnya yang terhubung ke internet. Aktivitas perjudian online mencakup berbagai jenis
permainan seperti kasino, taruhan olah raga, poker, bingo, slot, dan lain sebagainya.
Platform perjudian online dirancang untuk menipu pemain dan mengambil keuntungan
dari mereka.
14
● Penyedia Perangkat Lunak Tidak Terpercaya: Beberapa situs menggunakan
perangkat lunak yang tidak adil atau tidak terverifikasi untuk memanipulasi hasil
permainan.
● Tidak Ada Pembayaran atau Penarikan yang Terhambat: Situs yang tidak
terpercaya mungkin menunda atau bahkan membatasi kemampuan pemain untuk
menarik kembali dana mereka setelah mereka menang.
● Bentuk judi online beragam dan akan terus berubah-ubah menyesuaikan
sasaran korban judi online. Beberapa bentuk yang umum dijumpai diantaranya:
judi kasino, poker online, poker video, permainan bingo online, lomba balapan dan
taruhan, judi E-sport (game seperti Dota 2, League of Legends, dsb), Togel dan lotre
online, perjudian dengan mata uang kripto (bitcoin, etherium, dsb), perjudian sosial
(jejaring sosial atau media sosial).
Kita semua tahu bahwa judi online memberikan berbagai kerugian, mulai dari kerugian
fisik hingga mental. Ketergantungan pada judi online sama seperti judi konvensional,
dapat menyebabkan kesulitan dalam mengendalikan keinginan untuk berjudi dan
meningkatkan risiko masalah kesehatan mental seperti stres, kecemasan, atau depresi.
Selain itu, kerugian finansial yang serius juga dapat terjadi, terutama jika seseorang
terlalu terlibat dalam judi online, yang mungkin mengakibatkan pengabaian tanggung
jawab keuangan dan masalah hukum di beberapa yurisdiksi. Selain itu, terlibat dalam
judi online juga berarti menghabiskan waktu yang berharga yang seharusnya dapat
digunakan untuk kegiatan yang lebih produktif dan bermanfaat.
Masyarakat pedesaan harus melakukan transaksi online dengan hati-hati karena ada
risiko keamanan dan privasi yang harus mereka perhatikan. Dengan semakin banyaknya
akses internet di daerah pedesaan dan pertumbuhan perdagangan online, penting bagi
penduduk desa untuk memahami cara melakukan transaksi dengan aman, mengenali
potensi penipuan, dan menjaga informasi pribadi serta keuangan mereka dari ancaman
cyber. Melakukan transaksi online dengan hati-hati memungkinkan masyarakat desa
untuk memanfaatkan manfaat ekonomi dan akses yang ditawarkan oleh perdagangan
online tanpa mengorbankan keamanan dan kepercayaan mereka dalam proses tersebut.
Apa itu transaksi digital? Apa saja ruang-ruang bertransaksi digital? Bagaimana caranya
menjaga keamanan dalam transaksi digital?
15
(cashless) melalui berbagai jenis pembayaran termasuk dompet digital. Saat ini,
transaksi digital semakin diminati karena lebih praktis dan juga aman serta didukung
dan dilindungi oleh pemerintah dan lembaga keuangan resmi.
Apa sih keuntungan transaksi digital? Berikut beberapa keuntungan transaksi digital :
Dompet Digital juga biasa disebut dengan e-wallet merupakan alat pembayaran
elektronik yang memungkinkan orang untuk menyimpan uang mereka dan melakukan
transaksi melalui ponsel pintar atau desktop yang terkoneksi internet. Saat ini dompet
digital telah banyak yang terkoneksi dengan berbagai bank dan lokapasar (marketplace),
sehingga memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi keuangan ataupun
belanja online.
Berikut beberapa contoh e-wallet yang seringkali digunakan seperti ShopeePay, LinkAja,
OVO, Gopay, Dana, DOKU, dan sebagainya.
Karena dewasa ini banyak pilihan aplikasi e-wallet, kita sebagai pengguna e-wallet harus
benar-benar memperhatikan hal-hal berikut ini :
1. Kenali masing-masing karakteristik dari setiap dompet digital yang ada.
Masing-masing dompet digital memiliki layanan yang berbeda-beda;
2. Pastikan kredibilitas dari dompet digital tersebut. Perhatikan legalitas, sudah
terdaftar di Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan juga review dari
pengguna aplikasi tersebut yang bisa dilihat di Google Play atau App Store. Tentukan
peruntukkan dan kebutuhannya. Kita menggunakan dompet digital untuk berbagai
macam keperluan, seperti untuk pembelian pulsa/data, pembayaran listrik,
pembayaran TV Kabel, pembayaran PDAM, dan sebagainya;
16
3. Pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan kita dan terkoneksi dengan layanan
perbankan yang kita miliki;
4. Gunakan dompet digital dengan bijak. Karena kemudahan penggunaannya, dompet
digital akan membawa kita ke pola hidup konsumtif. Tentukan kebutuhan-kebutuhan
apa saja yang memang diprioritaskan. Dengan demikian, kita dapat terhindar dari
kebiasaan berbelanja berlebihan hanya karena untuk memenuhi keinginan
ketimbang kebutuhan.
Siapa akun dompet digital (e-wallet) yang pernah kena retas sama orang tidak dikenal?
Ayo segera lindungi akun kita. Walau transaksi digital memberikan banyak kemudahan,
tapi kita harus tetap waspada agar tidak menjadi korban penipuan atau kejahatan siber
lainnya. Berikut kiat untuk tetap aman bertransaksi digital:
a. Gunakan kata sandi (password) yang kuat di setiap akun (misalnya dompet digital
atau lokapasar) yang kita gunakan. Kata sandi yang kuat memuat paling tidak 8
karakter dan merupakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan tanda baca.
b. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (Two Factor Authentication/2FA) di akun yang kita
miliki. Hal ini untuk menambah kunci keamanan selain kata sandi.
c. Hindari menggunakan Wi-Fi Publik saat bertransaksi, gunakan jaringan pribadi,
karena penggunaan jaringan publik rentan untuk diserang oleh peretas.
d. Pantau terus transaksi di dompet digital atau lokapasar.
e. Jika ada transaksi yang mencurigakan, segera laporkan ke penyedia layanan. Selalu
gunakan aplikasi yang terpercaya.
f. Jika melakukan pembayaran menggunakan QR Code (seperti QRIS), periksa ulang
transaksinya sebelum disetujui. Jangan sampai kita bertransaksi dengan pihak yang
salah.
g. Gunakan autentikasi biometrik seperti sidik jari atau pengenal wajah (face
recognition) yang membuat transaksi kita lebih aman.
Ada yang tahu dengan lokapasar? Coba cek keranjang aplikasi lokapasar anda, mana
yang sudah siap di-check out? Atau malah anda adalah pemilik toko di lokapasar?
Di era digital sekarang ini memang berbelanja jadi semakin mudah dengan hadirnya
lokapasar atau marketplace. Lokapasar merupakan tempat berjualan secara daring
dimana penjual dan pembeli dapat bertemu untuk melakukan transaksi produk atau
layanan. Platform lokapasar yang banyak digunakan di Indonesia misalnya Tokopedia,
Shopee, Blibli, Bukalapak, Lazada, dan sebagainya.
Untuk dapat menggunakan lokapasar, kita harus dapat memahami hal-hal berikut:
a. Navigasi lokapasar, yaitu paham bagaimana mencari produk, menelusuri kategori,
17
mengisi keranjang belanja, menghubungi penjual, melihat review produk, dan
lain-lain.
b. Pengetahuan produk, yaitu paham membaca spesifikasi produk, menganalisis
ulasan dan rating produk sehingga membantu dalam membuat keputusan pembelian.
c. Kebijakan, syarat, dan ketentuan, yaitu paham kebijakan pengembalian, kebijakan
privasi, syarat dan ketentuan, biaya pengiriman, cara pembayaran dan lain-lain.
d. Keamanan, yaitu paham bagaimana melindungi informasi pribadi dan keuangan saat
berbelanja.
e. Pembayaran digital, yaitu paham cara bertransaksi digital dengan aman
menggunakan kartu kredit, transfer bank, dompet digital ataupun lainnya.
f. Perbandingan produk dan harga, yaitu bagaimana mampu untuk membandingkan
produk dan harga dari berbagai penjual untuk mendapatkan penawaran terbaik.
g. Pengelolaan akun, misalnya memahami tentang pengelolaan pengiriman,
menambah alamat pengiriman, memilih layanan kurir serta melacak pengiriman.
Jika kita pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM), maka lokapasar pun akan
dapat membantu usaha kita. Beberapa keuntungan menggunakan lokapasar bagi
UMKM, misalnya kemudahan bertransaksi, meningkatkan jangkauan pemasaran,
memudahkan hubungan dengan pembeli, memudahkan orang mengenal produk kita,
menekan biaya operasional (seperti toko dan karyawan) serta memudahkan melakukan
promosi secara daring.
Bahkan sekarang ada teknologi kecerdasan artifisial (AI) yang bisa membantu untuk
membuat chatbot komunikasi dengan pelanggan, memetakan perilaku pelanggan, dan
sebagainya.
Hoaks bukan hanya tentang berita atau kabar yang beredar secara digital. Hoaks sudah
ada sejak dahulu, hanya saja dengan adanya internet penyebarannya menjadi lebih
cepat dan luas. Hoaks datang dari sebuah pernyataan katanya, ada yang bilang, dan
sejenisnya. Hoaks adalah gosip, yang semakin diputar balikan atau ditambahkan maka
akan semakin sip informasinya. Secara makna hoaks adalah informasi yang direkayasa
untuk menutupi informasi sebenarnya atau juga bisa diartikan sebagai upaya
pemutarbalikan fakta menggunakan informasi yang meyakinkan tetapi tidak dapat
diverifikasi kebenarannya. Tetapi hoaks bukan sekedar gosip atau informasi yang
direkayasa saja. Kreativitas kita sangat mempengaruhi hoaks kemudian berkembang
pesat menjadi beragam.
Hoaks adalah tindakan mengaburkan sebuah informasi yang benar. Hoaks merupakan
informasi yang tidak benar atau tidak sah yang disebarluaskan melalui internet, yang
dapat menimbulkan kerugian bagi individu atau masyarakat. Cara kerjanya yaitu dengan
membanjiri suatu media, melalui pesan-pesan yang salah. Hal tersebut mengakibatkan
18
pesan yang benar akan tertutupi. Lantas bagaimana bedanya hoaks dengan berita
bohong biasa. Letak perbedaan diantara keduanya yaitu hoaks adalah sebuah sesuatu
yang disengaja atau sudah direncanakan.
Tahukah bahwa media sosial yang kita gunakan sehari-hari menjadi media yang efektif
dalam penyebaran hoaks? Kok bisa ya? Karena jumlah pengguna media sosial sangat
besar, sehingga memungkinkan penyebaran informasi dengan cepat dan masif.
Melawan hoaks dapat dilakukan dengan mengecek keabsahan informasi sebelum
menyebarluaskannya, serta menyebarkan informasi yang akurat dan terpercaya.
Hal yang paling sederhana untuk mencegah termakan informasi hoaks, jika ada sebuah
informasi yang kita diragukan kebenarannya, maka kita perlu melakukan pemeriksaan
terlebih dahulu untuk mengetahui apakah informasi tersebut benar atau tidak. Biasanya
beberapa hoax yang tersebar memiliki ciri sebagai berikut:
● Kontennya mengandung emosi: membuat kita sangat gembira, sangat sedih atau
marah.
● Minta diviralkan: pesan berantai yang biasanya diakhiri dengan perintah untuk
menyebarkan.
● Tidak jelas sumbernya: tidak memiliki sumber yang jelas, laman situs yang tidak jelas
pengelolanya.
● Mencatut nama orang atau lembaga terkenal.
● Tidak logis: informasinya tidak dapat diterima dengan akal sehat.
● Tata bahasa yang buruk: banyak kesalahan ketik, susunan kalimat yang tidak
beraturan, terkadang banyak menggunakan huruf kapital.
Masyarakat desa perlu memahami hoaks itu terbagi menjadi tiga kategori:
1. Misinformasi: informasi salah yang disebarkan oleh orang yang mempercayainya
sebagai hal yang benar.
2. Disinformasi: kebohongan yang disengaja dan berkenan dengan orang-orang yang
disesatkan secara aktif oleh aktor jahat.
3. Mal-informasi: informasi yang berdasarkan realitas, tapi digunakan untuk merugikan
orang, organisasi, atau negara lain. Biasanya dengan menggunakan informasi yang
dipenggal.
Kenapa masyarakat atau kita sendiri menjadi mudah percaya terhadap hoaks?
Sebenarnya banyak hal yang membuat kita mudah percaya terhadap informasi hoaks, di
antaranya:
19
● Bisik-bisik tetangga, saudara, kawan;
● Mengambil kesimpulan hanya dari judul;
● Tidak mencari tahun dari sumber lain;
● Pas dengan perasaan/keyakinan kita;
● Sering muncul di media sosial;
● Tergiur iming-iming pahala;
● Mudah percaya pada sumbernya.
Pada prinsipnya kita sebagai pengguna internet penting untuk menjadi warganet yang
“kebal hoaks”. Dan tipsnya di antaranya sebagai berikut:
1. Baca, setiap informasi yang tersaji di depan kita perlu dibaca secara utuh. Jangan
mengambil kesimpulan hanya dari judul berita saja.
2. Mampu berpikir kritis, rawatlah akal sehat ketika membaca sebuah informasi.
3. Double-check, cek dan ricek kembali setiap informasi yang kita terima.
4. Gunakan pikiran logis dan ilmiah dalam menilai suatu berita, jangan baper, membawa
perasaan ketika menelaah informasi.
5. Tahan jempol, saring sebelum sharing dan berkomentar. Pilihlah informasi yang
memang mau disebarkan dan jika ingin berkomentar negatif.
6. Lapang dada, toleran, dan sabar adalah perilaku yang perlu kita kedepankan ketika
menerima suatu berita.
7. Dan penting bagi kita untuk berdiri sendiri di atas kejujuran dan kebenaran agar
hoaks tidak mudah menyebar.
Banyak alat digital yang bisa kita manfaatkan untuk melakukan verifikasi hoaks secara
mandiri, mulai dari situs web sampai WhatsApp Chatbot. Semua itu bisa kita akses
melalui laman [Link] Berikut beberapa alat bantu yang bisa kita
gunakan di situs web sebagai verifikasi berita hoaks, di antaranya:
b. Situs [Link]
Situs yang mengumpulkan hasill debunk yang dilakukan oleh Masyarakat Anti Fitnah
Indonesia (MAFINDO) akan hoaks yang beredar di internet. Kita tinggal memasukan
kata kunci di bagian pencarian, maka akan diberikan hasil debunking hoaks yang
sesuai dengan kata kunci yang diberikan.
20
c. Situs [Link]/inihoaks
Serupa dengan situs [Link], tetapi situs ini dikelola oleh tim dari
Kementerian KOMINFO.
21
BAB II
MENGGUNAKAN INTERNET SECARA AMAN DI DESA
Seiring dengan perbaikan kualitas akses internet di desa, maka perubahan perilaku
menuju ruang digital pun tak terelakkan. Aktivitas yang berfokus pada digital
memberikan banyak keuntungan, terutama dalam hal kemudahan dan kenyamanan
dalam melakukan berbagai aktivitas. Misalnya, berbelanja sekarang dapat dilakukan
secara online tanpa harus datang ke toko fisik. Cukup dengan perangkat terhubung
internet, kita dapat memilih, membandingkan harga, bernegosiasi dengan penjual, dan
menyelesaikan transaksi keuangan dengan mudah.
Akan tetapi, pertumbuhan ini juga membawa potensi risiko, terutama dalam hal
keamanan digital. Di era digital ini banyak sekali kasus-kasus kejahatan yang sering
terjadi, seperti pencurian data, penipuan online, peretasan akun, pemerasan online,
investasi bodong dengan skema ponzi, serta rentannya keamanan data anak. Oleh sebab
itu, perlunya pemahaman tentang keamanan digital agar aku, anda, kita, dan semua
orang dapat meminimalisir risiko menjadi korban kejahatan digital.
Tetap berada di dunia digital ini sangatlah penting, tetapi juga penting untuk
melakukannya dengan bijak dan aman. Dengan pemahaman yang baik tentang
keamanan digital, kita dapat menjelajahi dunia digital dengan lebih percaya diri dan
meminimalisir terjerat kejahatan digital. Selamat datang di dunia keamanan digital yang
menarik dan penting.
Hal yang harus diperhatikan dalam keamanan digital ini meliputi perlindungan pribadi
seperti aset digital dan identitas pribadi. Perlindungan aset digital sangat erat kaitannya
dengan akun-akun digital meliputi akun media sosial, akun belanja, akun toko digital,
dan lain-lain.
Pentingnya menjaga keamanan digital tergantung dari salah satu komponen pendukung
utama komputer yaitu brainware (manusia). Jika hardware sudah ada, dan pendukung
software sudah tersedia, peran selanjutnya tentang praktik keamanan digital
22
bergantung pada manusianya itu sendiri. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam
keamanan digital yaitu serangan gangguan pada perangkat / gawai (dikenal dengan
istilah malware) dan upaya penipuan melalui komunikasi (dikenal dengan istilah
phising).
Pada umumnya malware ini menyebar melalui tautan-tautan yang diberikan melalui
iklan, atau file berbentuk APK. Cara kerja dan dampak dari malware ini umumnya
membuat gawai (handphone/ komputer) menjadi lebih lambat dan tidak optimal
kinerjanya. Selain itu cara kerjanya seperti menjadi penyusup ke dalam gawai kita
kemudian mengambil data-data pribadi kita dan mengirimkannya pada pihak lain,
dapat digunakan untuk kepentingan perusahaan atau bisa untuk membajak data kita.
Pada tingkat yang paling parah, malware ini dapat menyebar melalui jaringan internet
ke perangkat-perangkat lain dan membuat penggunaan perangkat kita terhenti.
Phising merupakan suatu bentuk penipuan yang dicirikan dengan percobaan untuk
mendapatkan informasi yang sensitif, seperti kata sandi dan kartu kredit, dengan
menyamar sebagai seseorang atau pebisnis terpercaya melalui komunikasi elektronik
resmi. Salah satu penyebab utama aksi ini dapat terjadi adalah faktor kelalaian manusia
berupa kurangnya ketelitian dan rendahnya pengetahuan mengenai teknologi
keamanan.
Berdasarkan jenisnya, phising terbagi menjadi tiga:
1. Whaling: upaya phising yang menargetkan kepada pelaku bisnis.
2. Pharming: upaya phising yang menggunakan malware yang dipasang di perangkat
komputer korban untuk mengalihkan mereka ke situs perangkap.
3. Voice phishing: upaya phising dengan menggunakan video call atau telekonferensi.
23
dipercaya.
● Meminta target untuk membalas dengan nama pengguna atau surel yang disertai
kata sandi.
● E-mail yang mengandung tautan untuk melihat atau mengunduh file dari seseorang
yang tidak dikenal.
● Membujuk dengan diskon atau hadiah.
● Tautan dalam kolom komentar media massa yang mengarah ke halaman masuk palsu
atau halaman setel ulang kata sandi.
Keamanan digital di ponsel dan media sosial adalah hal yang sangat penting untuk
melindungi data pribadi dan informasi kita dari ancaman dan risiko kejahatan online.
Berikut adalah beberapa langkah penting yang harus kamu perhatikan untuk
meningkatkan keamanan digital di ponsel dan media sosial:
Masyarakat desa perlu memperhatikan beberapa aturan keamanan digital dasar bagi
pengguna internet, sebagai berikut:
Password adalah kunci untuk melindungi akun dan data pribadi kita di berbagai
platform digital. Penting untuk memiliki kata sandi yang kuat dan unik pada setiap akun.
Hindari kata sandi yang mudah ditebak dan pertimbangkan untuk menggunakan frasa
sandi yang panjang. Selalu perbarui dan simpan kata sandi dengan aman. Jangan pernah
membagikan kata sandi kamu pada orang lain dan hindari menggunakan kata sandi
yang sama untuk semua akun.
2FA adalah lapisan tambahan keamanan yang mengharuskan kita memasukkan lebih
dari sekadar kata sandi saat masuk ke akun digital. Biasanya, ini melibatkan
penggunaan perangkat lain seperti ponsel untuk menerima kode atau pesan verifikasi.
Dengan 2FA, bahkan jika kata sandi kita terbocor, orang lain masih memerlukan akses
ke perangkat kedua untuk masuk ke akun kita. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa
kita adalah pemilik sah akun tersebut.
24
Cara kerja 2FA pertama, kita login dengan username atau e-mail kita. Kemudian, langkah
kedua adalah konfirmasi tambahan, seperti memasukkan kode yang dikirim lewat SMS
atau persetujuan melalui handphone kita.
Langkah-langkah untuk mengaktifkan 2FA pada G-mail, WhatsApp, dan media sosial:
25
2.3.3 One-Time Passwords (OTP) dan Cara Menggunakannya
OTP adalah sandi sementara yang hanya dapat digunakan satu kali. OTP dapat
dikirimkan melalui SMS, WhatsApp, atau email saat kita melakukan transaksi online
atau masuk ke akun penting. OTP menambahkan lapisan keamanan tambahan dan kita
harus menjaganya agar tidak jatuh ke tangan yang salah.
Antivirus adalah perangkat lunak yang dirancang untuk melindungi perangkat kita dari
ancaman malware dan virus. Penting untuk meng-install dan meng-update antivirus
secara teratur melalui sumber resmi seperti Appstore dan Playstore agar melindungi
data pribadi dan perangkat kita terlindung dari serangan berbahaya.
Dengan memahami dan mengikuti praktik-praktik keamanan ini, kita dapat menjaga
identitas digital dan data pribadi kita lebih aman saat berinteraksi di dunia digital yang
semakin kompleks. Keamanan online adalah tanggung jawab bersama dan
langkah-langkah ini dapat membantu melindungi kita dari potensi ancaman dan
kebocoran data.
Masyarakat desa perlu menjaga data pribadinya karena informasi pribadi mereka dapat
digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan yang
merugikan. Data pribadi, seperti nama, alamat, nomor telepon, dan informasi keuangan,
dapat dieksploitasi untuk tujuan penipuan, pencurian identitas, atau penyalahgunaan
lainnya. Selain itu, dengan semakin meningkatnya penetrasi internet dan teknologi
informasi di pedesaan, risiko penyalahgunaan data pribadi juga semakin besar. Dengan
menjaga keamanan data pribadi mereka, masyarakat desa dapat melindungi diri dari
potensi ancaman cyber dan memastikan bahwa informasi sensitif mereka tidak
disalahgunakan oleh pihak yang tidak berwenang.
Masyarakat desa perlu memahami, saat kita berselancar didunia maya akan
meninggalkan jejak digital. Untuk menjaga reputasi kita di dunia maya dan menghindari
kerugian yang timbul dari penyebaran informasi, maka kita harus merawat jejak digital.
26
Merawat jejak digital adalah proses mengontrol dan mengelola informasi yang
diterbitkan di internet tentang diri kita. Hal ini penting untuk dilakukan karena
informasi yang diterbitkan di internet dapat digunakan oleh berbagai pihak, seperti
perusahaan, kampanye politik, atau bahkan penipu. Dengan merawat jejak digital, kita
dapat memastikan informasi yang diterbitkan di internet tentang diri kita akurat,
profesional, dan mencerminkan identitas kita yang sebenarnya.
a. Perlu masyarakat desa ketahui, jejak digital terbagi menjadi dua, yaitu:
● Jejak digital pasif: Data atau informasi yang ditinggalkan tanpa disadari, seperti
rute pada Google Maps, riwayat pencarian, situs yang dikunjungi, transaksi
belanja, riwayat telepon, dan lain-lain.
● Jejak digital aktif: Data atau informasi yang ditinggalkan dengan sengaja, seperti
unggahan foto/video, status di media sosial, testimoni produk/jasa, percakapan di
aplikasi perpesanan, dan lain-lain.
b. Bahaya jejak digital yang perlu diketahui oleh masyarakat desa di antaranya adalah :
● Pencurian identitas seperti nama, nomor telepon, hingga kartu kredit tanpa ijin
untuk melakukan penipuan atau kejahatan lainnya.
● Penyebaran informasi seseorang baik individu atau kelompok kepada publik
(doxing) sehingga menimbulkan perspektif (framing) yang salah terhadap pemilik
data.
● Akses ilegal terkait data pribadi yang tersimpan di internet.
● Pencemaran nama baik atau penghinaan.
27
memberitahu anda jika terdapat berita baru tentang anda di internet melalui surel
(e-mail). Anda cukup mengisi kolom pencarian dengan menulis nama anda sendiri
dan pilih “Buat Notifikasi”.
Penggunaan internet melalui gawai (handphone) oleh anak-anak mulai merambah desa.
Pemandangan anak asyik bermain handphone sendiri sudah cukup umum dijumpai di
berbagai desa di Indonesia. Pada umumnya anak-anak menggunakan handphone untuk
menonton video (Youtube) dan bermain game online. Apakah orang tua benar-benar
mengetahui video apa yang ditonton? game apa yang dimainkan? dan apa dampak
negatifnya menonton video serta bermain game tersebut?
Banyak anak sudah kesulitan untuk berpisah dari handphone, bahkan marah-marah dan
rewel ketika handphone diambil oleh orangtua, inilah tanda-tanda kecanduan
handphone (akses internet) yang sangat perlu diwaspadai oleh orang tua
Anak-anak yang berusia 0 hingga 18 tahun dianggap sebagai anak-anak di bawah umur.
Mereka berada dalam tahap pertumbuhan fisik, kognitif, dan moral yang rentan
terhadap pengaruh media, terutama media digital. Oleh sebab itu, orang tua perlu
memahami aspek-aspek keselamatan digital bagi anak yang meliputi:
a. Pendidikan Digital: Ajarkan anak tentang penggunaan yang aman dan bertanggung
jawab terhadap teknologi digital. Mereka harus memahami risiko online, privasi, dan
pentingnya berkomunikasi dengan orang dewasa jika mereka menghadapi masalah.
b. Pengawasan Orang Tua: Orang tua perlu aktif mengawasi dan mengelola aktivitas
online anak-anak mereka. Ini termasuk memantau situs web yang mereka kunjungi,
aplikasi yang mereka gunakan, dan konten yang mereka akses.
c. Konten Tepat Usia: Pastikan bahwa anak-anak hanya mengakses konten yang sesuai
dengan usia mereka. Anak-anak rentan mengakses konten kekerasan, kata-kata kasar,
hingga pornografi.
d. Penggunaan Media Sosial: Tentukan batasan pada penggunaan media sosial oleh
anak-anak. Ajari mereka bagaimana berinteraksi secara aman dan sehat dengan
orang lain di platform media sosial.
e. Pencegahan Cyberbullying: Ajari anak tentang cyberbullying, cara mengenali
tanda-tanda, dan pentingnya segera melaporkannya jika mereka menjadi korban atau
menyaksikan tindakan cyberbullying.
f. Pengaturan Privasi: Selalu periksa dan atur pengaturan privasi di perangkat dan akun
online anak. Pastikan bahwa informasi pribadi mereka dilindungi dengan baik.
g. Penggunaan Aplikasi Keamanan: Install aplikasi keamanan atau kontrol orang tua di
perangkat anak-anak untuk membantu melindungi mereka dari konten dan aktivitas
berbahaya.
28
h. Pemantauan Aktivitas Online: Lakukan pemantauan reguler atas aktivitas online
anak-anak, meliputi memeriksa pesan, media sosial, dan penggunaan internet
mereka.
i. Ketertarikan Online: Ajari anak untuk berhati-hati dalam berbicara tentang diri
mereka secara online dan menghindari berbicara tentang informasi pribadi yang
tidak perlu kepada orang yang mereka tidak kenal.
Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam dunia digital untuk melindungi,
mendidik, dan mendukung anak-anak mereka agar dapat menggunakan teknologi
dengan bijak dan aman. Orang tua memegang peranan penting untuk melakukan
pengawasan, memberikan pendidikan digital, mengatur privasi anak, memantau
aktivitas online, mengajari netiket, kontrol pembelian aplikasi dan game, serta
melakukan pemantauan terhadap konten seksual. Dengan pendekatan yang bijak,
pendidikan yang tepat, dan komunikasi yang terbuka, orang tua dapat membantu
anak-anak mengembangkan keterampilan digital yang aman dan bertanggung jawab.
Orang tua dapat memanfaatkan fitur parental control untuk menjaga anak-anak di dunia
digital dengan cara:
1. Filter konten: pengaturan untuk memblokir atau memfilter konten yang tidak sesuai
dengan usia anak-anak, seperti situs yang mengandung kekerasan, pornografi, atau
bahasa kasar.
2. Batasan waktu: atur waktu penggunaan gadget pada anak.
3. Kontrol aplikasi: pengaturan untuk membatasi akses dan mengontrol penggunaan
aplikasi yang tidak sesuai.
4. Pengawasan riwayat aktivitas: orang tua harus secara berkala mengawasi riwayat
pencarian, situs web yang dikunjungi, atau aplikasi yang digunakan.
5. Peraturan privasi: pengaturan untuk privasi anak, seperti pengaturan keamanan
akun, pengelolaan kata sandi, dan pengaturan privasi pada media sosial.
Google Family Link adalah salah satu perangkat lunak pengawasan orang tua yang
memungkinkan kamu mengelola dan memantau penggunaan perangkat Android pada.
Berikut adalah panduan singkat tentang cara memasang dan mengaplikasikan Google
Family Link:
a. Memasang Aplikasi:
1. Install aplikasi Google Family Link for Parent ke dalam perangkat;
29
2. Ketuk anak panah ke bawah untuk membaca halaman informasi singkat;
30
8. Buat atau masukkan akun Google Anak;
9. Ikuti petunjuk yang muncul sesuai tindakan yang dipilih;
10. Setelah selesai, buka handphone Anak;
11. Install aplikasi Google Family Link for children & teenagers;
12. Setujui beberapa hal jika muncul;
13. Login dengan akun anak yang sudah dikaitkan ke aplikasi orang tua.
Aplikasi Family Link for Parent (untuk orang tua) dapat diunduh melalui halaman
produknya di Play Store atau Apps Store. Kamu dapat memasangnya sesuai dengan
perangkat yang kamu gunakan. Sementara untuk Family Link for children & teenagers
hanya dapat ditemukan di Play Store. Aplikasi ini bisa kamu install pada handphone,
tablet, atau Chromebook yang mendukung pemasangan aplikasi Android.
Melalui halaman tersebut, kamu dapat mengubah ketentuan untuk pemakaian Google
Play Store, Chrome, Search, YouTube, hingga beberapa aplikasi pihak ketiga. Kamu pun
31
dapat mengelola sejumlah pengaturan seperti lokasi, informasi akun, setelan privasi,
hingga login aplikasi.
Untuk mengetahui lebih jelas dan lebih lengkap tentang Praktik Jaga Privasi dan Data
Pribadi kita dapat mengunjungi laman [Link]/jagaprivasi
32
BAB III
BUDAYA DIGITAL
Budaya digital merupakan fenomena yang muncul sebagai dampak dari pesatnya
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam masyarakat modern. Dalam
budaya digital, teknologi telah menjadi unsur integral dalam kehidupan sehari-hari,
mengubah cara kita berkomunikasi, bekerja, belajar, berinteraksi dengan dunia di
sekitar kita, hingga pemilihan hiburan. Dalam konteks globalisasi digital, budaya digital
juga menciptakan peluang untuk kolaborasi lintas batas dan pertukaran budaya yang
lebih cepat. Penting untuk memahami budaya digital secara mendalam, karena hal ini
tidak hanya mempengaruhi kehidupan individu, tetapi juga memiliki implikasi yang
signifikan terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan politik di seluruh dunia. Dengan
memahami budaya digital, kita dapat mengambil langkah-langkah yang bijak dalam
menghadapi kompleksitas dan tantangan yang muncul dalam era digital ini, serta
memaksimalkan manfaat dari inovasi teknologi yang terus berkembang.
Satu hal yang harus kita pahami dan ketahui, tidak semua konten yang ada di dunia
digital baik untuk dikonsumsi dan disebarluaskan. Kita harus sadar dan sama-sama
berupaya untuk tidak mengkonsumsi konten-konten negatif dan tidak
menyebarluaskannya. Hal tersebut berguna agar kita semua terlindung dari bahaya
konten negatif di dunia digital. Hindari konsumsi konten-konten negatif di dunia digital,
pastikan agar kita tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif yang mungkin kita
temui. Alihkan perhatian pada konten yang mempromosikan nilai-nilai luhur Pancasila
dan Bhinneka Tunggal Ika. Ini bisa berarti mencari informasi tentang budaya-budaya
beragam di Indonesia, memahami lebih dalam nilai-nilai keadilan dan persatuan, atau
bahkan berkontribusi dengan ide-ide positif di dunia digital.
Lalu, apa saja jenis-jenis konten negatif yang harus kita hindari?
Dalam Undang-Undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
(ITE) Pasal 40 ayat 2a, telah diklasifikasikan jenis konten apa saja yang termasuk konten
negatif yang bahkan dalam kondisi tertentu bisa dilakukan pemutusan akses jika
diperlukan, diantaranya:
Informasi/dokumen elektronik yang melanggar Peraturan Perundang-Undangan:
● Pornografi/Pornografi Anak
● Perjudian
● Pemerasan
● Penipuan
33
● Kekerasan/Kekerasan Anak
● Fitnah/Pencemaran Nama Baik
● Pelanggaran Kekayaan Intelektual
● Produk dengan Aturan Khusus
● Provokasi SARA
● Berita Bohong
● Terorisme/Radikalisme
● Informasi/Dokumen Elektronik Melanggar UU
a. Kewirausahaan Digital
Banyak sekali perempuan dan ibu rumah tangga yang memulai bisnis online, mulai
dari berjualan produk olahan makanan, pakaian, hingga menawarkan berbagai jasa.
Sayangnya, meskipun kita telah mengetahui bahwa perempuan memiliki peran dan
andil yang besar di dunia digital, ternyata masih ada kesenjangan gender yang terjadi.
34
Terkadang, perempuan dianggap tidak kompeten dan tidak diharuskan memiliki
kecakapan digital, karena orang-orang beranggapan bahwa perempuan cukup dengan
bisa memasak dan membersihkan rumah. Oleh sebab itu, akses perempuan terhadap
pengetahuan, layanan, dan keamanan digital sangat minim.
Untuk menciptakan dunia digital yang aman, inklusif, dan setara maka kita perlu
memperhatikan hak-hak perempuan di ruang digital, diantaranya:
a. Memastikan bahwa perempuan memiliki akses yang setara terhadap teknologi
digital, termasuk akses internet, perangkat keras, dan perangkat lunak.
b. Meningkatkan literasi digital perempuan, mencakup pemahaman tentang cara
menggunakan teknologi digital dengan aman dan efektif, termasuk penggunaan
perangkat lunak, navigasi internet, dan pemahaman tentang privasi online.
c. Perempuan harus dilindungi dari pelecehan siber dan kekerasan online. Hukum dan
regulasi harus ada untuk mengatasi pelecehan online dan memberikan perlindungan
kepada korban.
d. Hak-hak perempuan untuk berpartisipasi secara aktif di ruang digital harus diakui.
Ini mencakup hak untuk berbicara, mengekspresikan pendapat, dan berpartisipasi
dalam diskusi online tanpa takut intimidasi, pelecehan, atau ancaman
Dengan hadirnya teknologi yang semakin canggih, maka kita sebagai bangsa yang kaya
akan keragaman budaya, bahasa, dan adat istiadat perlu memahami pentingnya
memanfaatkan teknologi untuk membantu mengarsipkan keberagaman budaya yang
kita miliki. Penggunaan teknologi dalam mengarsipkan keberagaman budaya tidak
hanya penting untuk pelestarian budaya-budaya yang unik, tetapi juga untuk
memastikan bahwa pengetahuan ini dapat diakses oleh generasi masa depan.
Mari kita manfaatkan teknologi untuk membantu dalam pelestarian warisan budaya,
tradisi, bahasa, seni, dan sejarah masyarakat kita yang beragam.
Nah! Kemudian, bagaimana kita dapat membuat promosi budaya dan wisata dengan
internet agar menarik dan banyak dikunjungi? Simak tips berikut:
35
a. Gunakan Media Sosial:
Manfaatkan platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan YouTube
untuk berbagi foto, video, dan cerita tentang budaya lokal, acara, dan atraksi.
Gunakan hashtag yang relevan untuk meningkatkan jangkauan.
b. Konten Berkualitas:
Buat konten berkualitas tinggi yang menginformasikan dan menghibur audiens. Ini
bisa berupa artikel blog, video wisata, galeri foto, atau podcast tentang budaya lokal
Anda.
c. Interaksi dengan Pengguna:
Tanggapi komentar dan pertanyaan pengguna di media sosial dengan cepat dan
ramah. Buatlah hubungan dengan audiens untuk meningkatkan keterlibatan mereka.
d. Bekerja Sama dengan Influencer:
Kolaborasi dengan influencer lokal atau wisata yang memiliki pengikut yang besar di
media sosial. Mereka dapat membantu dalam hal promosi.
e. Gunakan Layanan Google My Business:
Daftarkan bisnis atau tujuan wisata milikmu di Google My Business agar
kegiatan/usahamu muncul di pencarian Google dan memberikan informasi penting
seperti alamat, jam buka, dan ulasan pelanggan.
f. Gunakan Video Live:
Manfaatkan fitur video live di platform media sosial untuk memberikan tur virtual,
wawancara budaya, atau liputan langsung dari acara lokal.
g. Ulasan Positif:
Minta pengunjung yang puas untuk meninggalkan ulasan positif di situs web,
platform media sosial, dan situs ulasan seperti TripAdvisor. Ulasan positif dapat
mempengaruhi calon wisatawan.
36
BAB IV
ETIKA DIGITAL
Etika di ranah digital atau netiket adalah tata krama yang harus diikuti saat
menggunakan internet. Ini mencakup aturan-aturan tentang bagaimana kita seharusnya
berperilaku saat berinteraksi dengan orang lain di dunia maya. Pentingnya netiket
dalam dunia digital terletak pada fakta bahwa kita berinteraksi dengan orang dari
berbagai budaya, adat istiadat, kebiasaan dan bahasa yang berbeda. Netiket membantu
kita berkomunikasi dengan hormat, menghindari melanggar aturan, dan membentengi
kita agar tidak menjadi pelaku kejahatan di ruang digital. Semakin banyak aspek
kehidupan kita yang beralih ke ranah digital, semakin penting bagi kita untuk
merenungkan implikasi etis dari tindakan-tindakan kita di dunia maya. Etika Digital
bukan hanya tentang mengikuti aturan, tetapi juga tentang memahami dampak dari
tindakan online kita terhadap orang lain dan masyarakat secara keseluruhan. Pada
modul ini akan dipelajari dua hal dalam etika digital yang umum dijumpai dalam
penggunaan internet sehari-hari, yaitu perihal tubuh digital dan perundungan digital
(cyberbullying).
Apa itu tubuh digital? Tubuh digital merupakan sebuah istilah baru tentang penjabaran
dan pengenalan diri seseorang secara digital. Pemahaman tentang tubuh digital ini
hadir sebagai bagian dari diri kita yang lain dalam bentuk digital. Oleh sebab itu,
selayaknya tubuh kita di dunia nyata yang memiliki batasan yang tidak boleh dilewati
dan dilanggar oleh orang lain, maka di dunia digital pun kita harus menerapkan batasan
agar orang-orang tidak seenaknya masuk dan melakukan kejahatan pada tubuh digital
kita. Kita tidak bisa menampik bahwa kini kita semua memiliki identitas digital yang
ternyata sama pentingnya dengan identitas diri secara fisik. Data-data digital seperti
media sosial, alamat email, nama pengguna, kata sandi, dan data-data lainnya
menyimpan privasi seseorang. Menjaga privasi tubuh digital kita, sama pentingnya
dengan menjaga privasi kita secara fisik karena tubuh digital juga rentan terhadap
kekerasan.
Ayo hargai tubuh digital kita masing-masing, lindungi privasi kita sebaik mungkin untuk
menghindari dampak negatif dari penggunaan data pribadi oleh orang-orang yang tidak
bertanggung jawab. Apa saja yang harus dilindungi?
37
a. Karakteristik personal: Gambar fotografik (wajah atau bagian lain yang menunjukan
karakteristik yang dapat dikaitkan pada seseorang), sidik jari, tulisan tangan.
b. Alamat pribadi: alamat rumah dan email.
c. Nomor kontak personal: ponsel pribadi dan telepon rumah.
d. Biodata: nama lengkap, nama kecil, nama orang tua, tanggal dan tahun lahir.
e. Data biometric: scan retina, tanda suara (voice signature) sidik jari, geometri wajah .
f. Identitas pribadi: NIK, NPWP, paspor, SIM, akta kelahiran. Rekening bank, BPJS, dan
nomor kartu kredit
g. Informasi pekerjaan: alamat kantor, nomor kantor, dan email kantor.
h. Alamat internet protocol (IP Address) atau alamat Media Access Control (MAC) yang
secara konsisten terhubung pada satu individu tertentu.
Ayo jaga tubuh digital diri sendiri dan orang lain, sama halnya seperti etika dalam
kehidupan kita sehari-hari yang berupaya saling menghargai dan menjaga satu sama
lain.
a. Hormati perangkat dan akun orang lain.
Jangan pernah coba-coba membuka kunci ponsel orang lain tanpa izin, temasuk
melihat kontak masuk dan pesan teks.
b. Saat berbagi perangkat dengan seseorang, jangan menggunakan akun orang lain
tanpa izin dan jangan melihat akun pribadi orang lain.
c. Selalu meminta izin ketika hendak membagikan foto, video, dan informasi yang
melibatkan orang lain di media sosialmu.
d. Meminta izin sebelum membagikan informasi obrolan yang dilakukan secara digital.
e. Meminta izin sebelum menandai (tag) seseorang di media sosial.
f. Anda berhak menyetujui platform dan memberikan opsi saat berkomunikasi, misal:
memberikan opsi untuk mematikan webcam selama panggilan video.
g. Beritahu teman dan kolegamu bahwa anda ingin melakukan panggilan video khusus
daripada berasumsi.
Cyberbullying merupakan tindakan tidak terpuji dan tidak beretika di dunia digital
karena cyberbullying ini digunakan untuk menyakiti, mengancam, atau merendahkan
seseorang secara online. Ini adalah bentuk pelecehan, intimidasi, atau agresi yang terjadi
di ruang digital.
38
4.3.1 Tanda-Tanda Perundungan Digital
a. Mulailah dengan pendidikan awal tentang etika online dan penggunaan yang
bertanggung jawab. Ajarkan anak-anak dan remaja tentang pentingnya menghormati
orang lain di ruang digital.
b. Orang tua dan wali harus memastikan bahwa ada komunikasi terbuka antara mereka
dan anak-anak tentang aktivitas online. Anak-anak harus merasa nyaman untuk
melaporkan masalah cyberbullying kepada orang tua mereka.
c. Orang tua dan wali harus aktif memantau aktivitas online anak-anak mereka. Ini
termasuk mengamati situs web yang mereka kunjungi, teman-teman online, dan
media sosial yang mereka gunakan.
d. Ajarkan anak-anak untuk menggunakan pengaturan privasi yang kuat di platform
media sosial mereka.
e. Hindari berbagi informasi pribadi seperti alamat rumah, nomor telepon, atau
informasi pribadi lainnya dengan orang yang tidak mereka kenal secara langsung.
f. Aktifkan pengaturan keamanan di perangkat dan aplikasi yang digunakan untuk
mengontrol siapa yang dapat mengirim pesan atau menghubungi kita.
39
g. Jika anda menjadi sasaran cyberbullying, pastikan untuk tidak merespons dengan
tindakan yang sama. Sebaliknya, mereka harus melaporkannya kepada pihak
berwenang yang sesuai.
h. Dorong diri kita menjalani kehidupan sosial offline yang sehat dan seimbang.
Aktivitas di dunia nyata juga penting untuk perkembangan sosial dan emosional kita.
i. Laporkan tindakan cyberbullying yang serius atau ancaman fisik, pertimbangkan
untuk melibatkan pihak berwenang atau pengacara. Beberapa tindakan cyberbullying
dapat melanggar hukum dan dapat memiliki konsekuensi hukum.
j. Ikuti kampanye kesadaran tentang cyberbullying di komunitasmu atau di tingkat
nasional. Kampanye ini dapat membantu meningkatkan pemahaman dan mendorong
tindakan pencegahan.
Masyarakat desa dapat menjaga etika digital melalui kearifan masyarakat lokal dengan
mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dan budaya lokal ke dalam perilaku online
mereka. Pertama, mereka dapat mempromosikan penggunaan teknologi yang
bertanggung jawab dan beretika, seperti menghindari menyebarkan informasi palsu
atau menyinggung secara etnis atau budaya. Kedua, dengan memanfaatkan forum
diskusi atau kegiatan komunitas, mereka dapat meningkatkan kesadaran tentang etika
digital, termasuk perlindungan privasi dan penghormatan terhadap orang lain dalam
lingkungan daring. Ketiga, melibatkan para pemimpin masyarakat dan tokoh lokal
dalam memberikan contoh dan mendidik anggota masyarakat tentang pentingnya etika
digital dapat menjadi langkah yang efektif. Dengan mengakar pada kearifan lokal,
masyarakat desa dapat menciptakan lingkungan online yang sehat, inklusif, dan hormat
satu sama lain.
40
Penutup
Pemerataan akses internet tanpa dibarengi dengan upaya untuk meningkatkan
kecakapan skill dan literasi digital akan meningkatkan risiko kemunculan
dampak-dampak yang tidak diharapkan dari penggunaan teknologi, informasi, dan
telekomunikasi (TIK) di tengah masyarakat. Dalam hal ini, akses internet masyarakat
pedesaan perlu dikembangkan dengan prinsip penyediaan konektivitas yang bermakna.
Sebagaimana disebut dalam uraian di atas, kegiatan ini merupakan langkah afirmatif
dari BPSDM Kominfo untuk memastikan pemanfaatan akses internet yang sehat, aman
dan produktif. Langkah ini juga diharapkan dapat ikut meningkatkan kualitas hidup
warga, sekaligus ikut berperan dalam upaya mencerdaskan kehidupan Bangsa.
Seluruh materi di modul ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh peserta
yang telah mempelajarinya. Informasi pada modul literasi digital ini mudah untuk
disampaikan kepada masyarakat luas tanpa harus melalui kegiatan pelatihan khusus,
namun disampaikan melalui aktivitas sehari-hari seperti saat sedang ada kumpul warga,
pertemuan kader posyandu, arisan, pengajian dan kegiatan lain di desa. Selamat
menjadi garda terdepan untuk membangun literasi digital pedesaan di Indonesia!
41
MATERI PELATIHAN
Bahan Tayang
Presentasi
Penilaian
Kehadiran 40 %
Praktik 30 %
Post-test 30 %
3 JP
42
NFORMASI PEMBELAJARAN
Materi Pokok
43