0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan12 halaman

Risiko Pengangkutan Batu Bara di PT AKG

Diunggah oleh

ilhampras100320
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan12 halaman

Risiko Pengangkutan Batu Bara di PT AKG

Diunggah oleh

ilhampras100320
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DOI: 10.30829/jumantik.v8i2.

14582

Research Article
Identifkasi Bahaya, Penilaian, dan Pengendalian Risiko Proses Pengangkutan Batu Bara
di PT Alam Karya Gemilang Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur

Fathurrahman Sufi1, Lina Yuliana2*, Yan Fuadi3


1
Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Vokasi, Universitas Balikpapan
2,3
Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Vokasi, Universitas Balikpapan

Abstract
Transportation of coal production results is an activity of moving coal from the front-
loading area to the storage area for further transportation to the barge. The process of
transporting coal is an important activity in mining activities that have a very high
occupational health and safety risk. The purpose of conducting this research is to improve
hazard, risk assessment, and control in the coal hauling process carried out by PT Alam Karya
Gemilang. The type of research method used is descriptive qualitative research. This research
method is used to describe descriptively the assessment and control of occupational safety and
health risks using the hazard identification risk assessment risk control (HIRARC) method at
PT Alam Karya Gemilang. Data collection was carried out by direct field observation and
interviews with unit operators, field supervisors, and safety personnel in the field. The results
of the study contained 16 hazards which included: slippery front area, narrow front area,
loading coal during the day and night, dusty roads, foggy roads, damaged units, blind spot
areas, exhaust emissions, interaction with heavy equipment units, slippery roads, and bumpy
roads. And of the 21 hazards, there are 25 identified risks, namely 4 hazards with low risk, 8
hazards with moderate risk, and 13 hazards with high risk. Controls carried out are
administrative controls and engineering techniques.

Keywords: assessment, control, coal, hazard, handling, risk

Pendahuluan pemanfaatan, pengangkutan dan penjualan, serta


Pertambangan bukanlah hal yang baru di kegiatan pascatambang”. Hal tersebut tidak
Indonesia, pertambangan memiliki makna terlepas dari peran pemerintah sebagai upaya
tersendiri sesusai dengan pasal 1, ayat (1) dalam pengelolaan di sektor pertambangan.
Undang-undang No 3 tahun 2020 tentang Proses pertambangan terdapat beberapa proses
perubahan atas Undang-undang No 4 Tahun yang merupakan bagian dari aktivitas
2009 tentang pertambangan mineral dan batu pertambangan salah satunya aktivitas
bara “Pertambangan adalah sebagian atau seluruh pengangkutan. Pengangkutan hasil produksi
tahapan kegiatan dalam rangka, pengelolaan dan merupakan kegiatan penting dalam aktivitas
pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi pertambangan yang dimana kegiatan tersebut
penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, meliputi pengangkutan dari tempat penyimpanan
konstruksi, penambangan, pengolahan dan/atau sementara atau area front loading lalu diangkut
pemurnian atau pengembangan dan/atau melalui jalan hauling menuju stock pile hingga
pada pengangkutan menuju kapal tongkang untuk
*corresponding author: Lina Yuliana
di distribusikan kepada konsumen. Proses tersebut
Program Studi Keselamatan dan Kesehatan
Kerja, Fakultas Vokasi, Universitas Balikpapan kita tidak terlepas dari potensi bahaya dan risiko
Email: lina.yuliana@uniba-bpn.ac.id pada proses pengangkutan, tentunya efek yang
Summited: 19-01-2023 Revised: 08-04-2023 akan ditimbulkan ialah bertambahnya angka
Accepted: 03-05-2023 Published: 19-05-2023 kecelakaan kerja pada proses pengangkutan.

JUMANTIK Volume 8 No.2 Mei 2023 149


DOI: 10.30829/jumantik.v8i2.14582

Metode Hazard Identification Risk Assessment kegiatan usaha pertambangan, terjadi pada jam
and Risk Control (HIRARC) merupakan sebuah pekerja tambang yang mendapat cidera, dan
metode dalam mencegah atau meminimalisir terjadi didalam wilayah usaha pertambangan, ke 5
kecelakaan kerja. HIRARC merupakan metode unsur tersebut mengacu pada Kepmen No. 1827
yang dimulai dari menentukan jenis kegiatan kerja K/30/MEM/2018.
yang kemudain diidentifikasi sumber bahayanya Penelitian yang dilakukan oleh Mitafahul
sehingga di dapatkan risikonya. kemudian akan Jannah (2015), yaitu Identifikasi Bahaya,
dilakukan penilaian resiko dan pengendalian Penilaian Risiko dan Pengendalian Risiko pada
risiko untuk mengurangi paparan bahaya yang Aktivitas Tambang Batubara di PT. Kim
terdapat pada setiap jenis pekerjaan. (Purnama, Kabupaten Muaro Bungo, Jambi. Dari tabel Hira
2015). menunjukkan bahwa terjadinya kecelakaan kerja
Menyadari akan hal tersebut maka sesuai tertinggi adalah aktivitas hauling batubara menuju
dengan Undang – undang Republik Indonesia No. stockpile dengan menggunakan dump truck
1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja yang dimana terdapat bahaya seperti jarak beriringan
berbunyi, bahwa setiap pekerja berhak dump truck yang terlalu dekat, dan jalan yang
mendapatkan perlindungan atas keselamatannya licin. Kasus tersebut menjadi salah satu bukti
dalam melakukan pekerjaan. Oleh karena itu, bahwa kecelakaan kerja didalam proses
sesuai dengan peraturan yang berlaku setiap pengangkutan batu bara mempunyai risiko
perusahaan yang didalamnya terdapat pekerja dan terhadap K3 sehingga perlu dilakukan kegiatan
risiko terjadinya bahaya wajib untuk memberikan identifikasi bahaya dan penilaian risiko pada
perlindungan keselamatan terhadap para pekerja. proses pengangkutan batu bara agar diketahui
Penyebab kecelakaan kerja dibagi menjadi lima, tingkat risiko dari bahaya yang telah
yaitu faktor man, tool / machine, material, teridentifikasi sehingga risiko tersebut dapat
method, environment, bahan baku, dan faktor dikendalikan sebaik-baiknya.
lingkungan. (Wijaya, Panjaitan, Palit, 2015). Kegiatan identifikasi bahaya, penilaian dan
Berdasarkan data ILO (International Labour pengendalian risiko merupakan bagian dari
Organization) mengatakan bahwa tingkat manajemen risiko pada tahap perencanaan
pencapaian kinerja K3 di perusahaan Indonesia sehingga sangat penting sebagai alat untuk
masih sangat rendah. Data tersebut meyataka melindungi perusahaan terhadap kemungkinan
bahwa hanya 2% atau sekitar 317 perusahaan yg yang merugikan dan upaya preventif untuk
menerapkan K3 di Indonesia sedangkan sisanya melindungi tenaga kerja dari kecelakaan kerja.
98% atau sekitar 14.700 perusahaan belum Dalam penerapannya tidak hanya melibatkan
menerapkan K3 secara baik. Sedangkan data pihak manajemen tetapi ada komitmen antara
kecelakaan kerja di Indonesia menurut BPJS pihak manajemen dan seluruh pihak yang terkait.
Ketenagakerjaan periode January sampai dengan Kegiatan identifikasi bahaya dan penilaian risiko
September 2021 sebanyak 82 ribu kasus akibat di tempat kerja mempunyai tujuan meminimalkan
kecelakaan kerja dan 179 kasus diakibatkan oleh kerugian akibat kecelakaan kerja serta
penyakit akibat kerja (PAK) sedangkan 65% meningkatkan peluang untuk meningkatkan hasil
disebabkan oleh covid-19. Berdasarkan data dari produksi melalui suasana kerja yang aman dan
kementrian energy sumber daya mineral (ESDM) nyaman sehingga dapat memotong mata rantai
sebanyak 93 kasus kecelakaan kerja di area kerugian akibat kegagalan produksi yang
pertambangan pada tahun 2021 dan kecelakaan ini disebabkan oleh kecelakaan akibat kerja.Adapun
meliputi kelas ringan sebanyak 36 kasus, kelas tujuan penelitian yang di lakukan di PT. Alam
berat sebanyak 57 kasus, dan meninggal akibat Karya Gemilang adalah mengidentifikasi
kecelakaan kerja sebanyak 11 kasus. Pada area bahaya,penilaian,dan pengendalian risiko pada
tambang terdapat 5 unsur kecelakaan terdiri atas, proses pengangkutan batubara menggunakan
benar–benar terjadi tanpa unsur kesengajaan yang metode Hazard Identification Risk Assasment
mengakibatkan cidera pekerja tambang, akibat Risk Control (HIRARC).

JUMANTIK Volume 8 No.2 Mei 2023 150


DOI: 10.30829/jumantik.v8i2.14582

Metode Penelitian Data yang diperoleh dianalisis secara


Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan tabel dan
kualitatif menggunakan rancangan deskriptif. dibandingkan dengan standard, peraturan dan
sendiri memiliki tujuan utama untuk membuat teori yang berhubungan dengan kegiatan K3 di
suatu gambaran mengenai implementasi secara pertambangan seperti Keputusan Menteri Energi
objektif (Sugiono,2016). Metode penelitian ini dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia
menggunakan metode Hazard Identification Risk Nomor 1827 K/30/MEM/2018 dan metode
Assasment Risk Control (HIRARC) untuk identifikasi bahaya dan penilaian risiko (IBPR)
menggambarkan secara deskriftif mengenai yang digunakan mengacu pada IBPR milik PT
penilaian dan pengendalian risiko keselamatan Alam Karya Gemilang.
dan kesehatan kerja di PT Alam Karya Gemilang.
Data dikumpulkan dengan cara melakukan Hasil Penelitian
observasi langsung kelapangan dengan Hasil penelitian yang dibagi menjadi 3
mengidentifikasi langsung pada proses aktivitas pada proses pengangkutan batu bara
pengangkutan batu bara yang meliputi loading menunjukan terdapat 25 risiko yang terbagi
coal di area front loading, melintas pada jalur menjadi bahaya dengan risiko rendah berjumlah 4
hadling, dan loading coal dari stockpile menuju dari 25 risiko, bahaya dengan risiko sedang
kapal tongkang. Setelah bahaya diidentifikasi lalu berjumlah 8 dari 25 risiko dan bahaya dengan
dilakukan penilaian bahaya dengan risiko tinggi berjumlah 13 dari 25 risiko. Dari
mengkombinasikan antara nilai probability, semua bahaya yang telah dilakukan identifikasi
severity dan rate untuk mengetahui tingkat risiko menggunakan metode Hazard Identification Risk
sehingga dapat dilakukan upaya pengendalian Assasment Risk Control (HIRARC) serta
sesuai bahaya yang ada didasari dengan urutan menentukan nilai probability (P), severity (S), dan
hirarki pengendalian yakni eliminasi, subtitusi, rate (R) pengendalian telah dilakukan sesuai
rekayasa teknis, administrasi, dan alat pelindung bahaya yang ada didasari dengan urutan hirarki
diri. pengendalian yakni eliminasi, subtitusi, rekayasa
teknis, administrasi, dan alat pelindung diri.

Tabel 1. Hasil identifikasi bahaya dan pengendalian risiko pada proses pengangkutan batu bara
di PT Alam Karya Gemilang
Status Pengendalian yang
No Aktivitas Bahaya Risiko P S R
Risiko dilakukan
Administrasi
1.Training operator
Operator
2.Pemberlakuan simper
Loading Coal di Tidak Tabrakan Tidak
1 3 3 9 PPE
Front Loading Terampil antar unit Diterima
1.Penggunaan safety belt
(unskilled)
2.Pemasangan air bag
system pada unit
Administrasi
Kerusakan
1.Training operator
unit
2.Pemberlakuan simper
Akibat Tidak
3 3 9 PPE
tersenggol Diterima
1.Penggunaan safety belt
bucket
2.Pemasangan air bag
excavator
system pada unit

JUMANTIK Volume 8 No.2 Mei 2023 151


DOI: 10.30829/jumantik.v8i2.14582

Rekayasa Teknik
1.Scraping Jalan
2. Penimbunan material
keras pada area jalan front
loading
Administrasi
1. Training operator
Unit
Area Front Tidak 2.Induksi P5M
Hauler 3 4 12
Licin Diterima 3.Inspeksi berkala pada
Terbalik
area front loading
4. SOP loading coal di
front loading
PPE
1.Penggunaan safety belt
2.pemasangan air bag
system
Rekayasa Teknik
1.Perbaikan jalan pada
area Front Loading
2.Penggunaan Ban
Standar
3. Penimbunan material
keras pada area jalan
Unit front loading
Tidak
Hauler 3 3 9 Administrasi
Diterima
Amblas 1.Pengawasan Kegiatan di
Front Loading
2. SOP loading coal di
front loading
PPE
1.safety belt
2.pemasangan air bag
system
Rekayasa Teknik
1.Pelebaran Front
Loading sebesar tiga ½
Front Senggolan 3 2 6 Tidak kali lebar alat angkut
Loading degan Diterima untuk jalur dua arah
Sempit Unit Lain Administrasi
1.Training Pengoperasian
Unit
2.Pemberlakuan SIMPER
Operator
3. .Inspeksi berkala pada
area front loading
4. SOP area front loading
2 2 4 Diterima Rekayasa Teknik
1,Pelebaran pada Area
Keausan
Front sebesar tiga ½ kali
Ban
lebar alat angkut untuk
Akibat
jalur dua arah
Manuver
Administrasi
Sempit
1.Melakukan P2H pada
unit
Loading Kerusakan 3 1 3 Diterima Rekayasa Teknik
Coal pada unit 1. Pelebaran pada Area
Siang Hari Akibat Front sebesar tiga ½ kali
tersenggol lebar alat angkut untuk
bucket jalur dua arah
excavator

JUMANTIK Volume 8 No.2 Mei 2023 152


DOI: 10.30829/jumantik.v8i2.14582

2.Pemasangan sensor
mundur disetiap unit
Administrasi
1. Training Operator
2.Pengawasan Kegiatan di
front loading
Loading Kerusakan 3 1 3 Diterima Rekayasa Teknik
Coal pada Unit 1. Pelebaran pada Area
Malam Hari Akibat Front sebesar tiga ½ kali
Tersenggo lebar alat angkut untuk
l Bucket jalur dua arah
Excavator 2. Pemasangan sensor
mundur disetiap unit
Administrasi
1.Training Driver
2.Pengawasan Kegiatan di
front loading
3. Menempatkan tower
lamp pada area front
loading
Unit 3 4 12 Tidak Rekayasa Teknik
Tabrakan Diterima 1.Pemasangan kamera
Akibat pengawas disetiap unit
Driver 2.Pemasangan alarm
Fatigue fatigue
Adiministrasi
1. Melakukan pengecekan
fatigue secara acak
2. Pengaturan Jadwal
Kerja
3. Melakukan coffe break
selama 15 menit
Batu bara Mengenai 3 4 12 Tidak Administrasi
terjatuh saat kaca kabin Diterima 1.Pengawasan secara
di loading yang langsung pada proses
berakibat loading batu bara
kaca kabin 2.SOP loading batu bara
pecah 3.Melakukan safety
breafing di awal shift
2. Melintas di Jalur Jalan Terjadi 3 4 12 Tidak Rekayasa Teknik
Hauling hauling penumpuk Diterima 1. Pelebaran Jalan sebesar
tidak sesuai an unit di tiga ½ kali lebar alat
standard jalan angkut untuk jalur dua
hauling arah
2. Pembuatan safety berm
3. pemasangan road
barried
Administrasi
1.Pemabuatan SOP jalan
hauling
2. Pemasangan rambu lalu
lintas

JUMANTIK Volume 8 No.2 Mei 2023 153


DOI: 10.30829/jumantik.v8i2.14582

Operator Tabrakan 3 4 12 Tidak Rekayasa Teknik


melebihi antar unit Diterima 1.pemasangan GPS
batas kecepatan di setiap unit
kecepatan 2.Pemasangan kamera
dijalur pengawas di setiap unit
hauling Administrasi
1.Melakukan pemantauan
kecepatan secara rutin
2.Pembuatan SOP
penggunaan unit angkut
3.Pemasangan rambu
kecepatan
Jalan Tabrakan Rekayasa Teknik
Berdebu dengan 1.Penyiraman Jalan
Unit Lain Hauling secara berkala
Akibat 2. Pemasangan lampu
Jarak rotary
Pandang 3. pemasangan road
Terbatas barried pada safety berm
Administrasi
1.Mengikuti Isyarat
Rambu Lalulintas
Tambang
2.Standar Jarak Aman
Beriringan minimal 1x
Panjang alat angkut
3.Menyalakan Lampu
Unit
4.Komunikasi dua arah
Jalan Tabrakan 3 4 12 Tidak Rekayasa Teknik
Berkabut dengan Diterima 1.Pemasangan Lampu
Unit Lain Kabut dan lampu rotary
Akibat 2. pemasangan road
Jarak barried pada safety berm
Pandang Administrasi
Terbatas 1.Pengawasan dengan
Memastikan Jarak
Pandang yang Aman
2.Standar Jarak Aman
Beriringan minimal 1x
Panjang unit
3.Komunikasi dua arah
4.Stop Operasi Jika Jarak
Pandang Kurang dari 10
meter
Unit Pelumas/B 3 3 9 Tidak Rekayasa Teknik
Mengalami BC Diterima 1.Servis unit secara
Kerusakan Tumpah/ berkala
Tercecer Administrasi
1.P2H Unit
2.Prosedur Penanganan
Unit di Luar Workshop
3.Pemberlakukan surat
ijin layak operasi (SILO)
disetiap unit

JUMANTIK Volume 8 No.2 Mei 2023 154


DOI: 10.30829/jumantik.v8i2.14582

Blind Spot Tabrakan 3 4 12 Tidak Rekayasa Teknik


dengan Diterima 1. Pelebaran Jalan pada
Unit Lain area Blind Spot sebesar
dua kali lebar alat angkut
2.Pemasangan separator
pada area jalan blind spot
dengan tinggi ¾ diameter
roda unit
Administrasi
1.Penggunaan Radio
Komunikasi
2.Pemasangan Rambu
Emisi Gas Pencemar 3 3 9 Tidak Rekayasa Teknik
Buang an Udara Diterima 1.Servis Unit Secara
Berkala
Administrasi
1.P2H Unit
2.Inspeksi Berkala Unit
3.Pengukuran Emisi
Secara Berkala
4. Pemberlakukan surat
ijin layak operasi (SILO)
disetiap unit
Rekayasa Teknik
Interaksi Tabrakan 3 4 12 Tidak 1. Pelebaran Jalan sebesar
dengan Unit Diterima tiga ½ kali lebar alat
A2B angkut untuk jalur dua
arah
2. Pemasangan separator
pada area jalan blind spot
dengan tinggi ½ diameter
roda unit
3.Pemasangan buggy whip
pada unit
Administrasi
1.Penggunaan Radio
Komunikasi
2.Pemasangan Rambu
3.Standard Jarak Aman
Beriringan minimal 1x
Panjang unit
Jalan Licin Unit 3 4 12 Tidak Rekayasa Teknik
Terbalik Diterima 1.Penyekrapan Jalan
2. Pemasangan agregat
pada jalan hauling
3. pembuatan safety berm
setinggi ¾ diameter ban
unit
Jalan Unit 3 4 12 Tidak Rekayasa Teknik
Bergelomba Terbalik Diterima 1.Penyekrapan Jalan
ng 2.Standar Grade Jalan
Hauling < 12%
3.pembuatan safety berm
setinggi ¾ diameter ban
unit
3. Loading coal dari Area Unit 3 4 12 Tidak Rekayasa Teknik
stockpile menuju stockpile Hauler Diterima 1.Scraping area Jalan
kapal tongkang Licin Terbalik sekitar stockpile

JUMANTIK Volume 8 No.2 Mei 2023 155


DOI: 10.30829/jumantik.v8i2.14582

2.Penimbunan material
keras pada area jalan
stockpile
Administrasi
1.Pengawasan Kegiatan di
area stockpile
PPE
1.safety belt
2.pemasangan air bag
system
3 3 9 Tidak Rekayasa Teknik
Unit Diterima 1.Penimbunan material
Hauler keras diarea jalan
Amblas stockpile
2.Penggunaan Ban
Standar
Administrasi
1.Pengawasan Kegiatan di
area stockpile
2. SOP pada area
stockpile
PPE
1.Safety Belt
2.pemasangan air bag
system
Emisi Gas Pencemar 3 3 9 Tidak Rekayasa Teknik
Buang an Udara Diterima 1.Servis Unit Secara
Berkala
Administrasi
1.P2H Unit
2.Inspeksi Berkala Unit
3.Pengukuran Emisi
Secara Berkala
Jalan Tabrakan 3 4 12 Tidak Rekayasa Teknik
Berdebu dengan Diterima 1.Penyiraman Jalan secara
Unit Lain berkala
Akibat Administrasi
Jarak 1.Pembuatan SOP jalan
Pandang hauling
Terbatas 2.Penyiraman Jalan
Hauling secara berkala
3..Standar Jarak Aman
Beriringan minimal 1x
Panjang unit
4. Menyalakan Lampu
Unit
PPE
1.safety belt
2.pemasangan air bag
system
Batu bara Mengenai 3 4 12 Tidak Administrasi
terjatuh saat kaca kabin Diterima 1.Pengawasan secara
di loading yang langsung pada proses
berakibat loading batu bara
kaca kabin 2.SOP loading batu bara
pecah 3.Melakukan safety
breafing di awal shift

JUMANTIK Volume 8 No.2 Mei 2023 156


DOI: 10.30829/jumantik.v8i2.14582

Pintu Vessel Batubara 2 2 4 Tidak Administrasi


Terbuka Tumpah/ Diterima 1. P2H Unit
Tercecer 2.Inspeksi Berkala Unit
3. SOP loading batu bara
4.Batubara yang Tumpah
Dimuat Kembali

Sumber: Data Olahan Peneliti,2021

Pembahasan kategori bahaya tinggi adalah operator yang tidak


Sesuai persyaratan OHSAS 18001, setiap terampil (unskilled), unit hauler terbalik, unit
organisasi harus menetapkan prosedur mengenai tabrakan akibat driver fatigue, batu bara terjatuh
identifikasi bahaya. Proses identifikasi bahaya saat di loading, jalan hauling yang tidak sesuai
merupakan tahapan awal dalam melakukan standar, opearot yang melebihi batas kecepatan,
manajemen risiko untuk mengetahui masalah K3 tabrakan dengan unit lain akibat jarak pandang
yang ada pada proses kerja di perusahaan terbatas, unit terbalik,risiko ini teridentifikasi
terkhususnya pada proses pengangkutan batu bara pada aktivitas diarea front loading batu bara dan
di PT Alam Karya Gemilang. Identifikasi bahaya, pada saat pengangkutan (hauling) baik dari area
penilaian risiko dan pengendaliannya merupakan front loading menuju stockpile ataupun area
bagian sistem manajemen risiko yang merupakan stockpile menuju area pengangkutan kekapal
dasar dari Sistem Manajemen Kesehatan dan tongkang. Maka dari tindakan yang harus
Keselamatan Kerja (SMK3), yang terdiri dari dilakukan oleh pihak perusahaan adalah
identifikasi bahaya (hazard identification), melakukan mitigasi ekstra terhadap kegiatan
penilaian risiko (risk assessment) dan tersebut untuk menekan angka kecelakaan kerja
pengendalian risiko (risk control). (Supriyadi, pada aktivitas tersebut. Risiko adalah kombinasi
Nalhadi, & Rizaal, 2015). Namun hal yang terjadi dari kemungkinan dan keparahan dari suatu
dilapangan perusahaan seringkali mengalami kejadian (Ramli, 2013).
kesulitan dalam merumuskan bahaya yang Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian
terdapat pada setiap proses atau langkah kerja hal yang dilakukan oleh F. Indrajaya, M. I. Pakpahan,
ini disebabkan begitu banyak kegiatan yang harus Y. Taruna, N. Sukmawatie, F. Murati tahun 2022
diidentifikasi. yang membagi hasil penilaian risiko menjadi 3
Hasil penelitian identifikasi bahaya yang yaitu: low risk, medium risk, dan high risk pada
termasuk pada kategori risiko sedang dan rendah penelitian yang berjudul “Identifikasi bahaya dan
adalah kerusakan unit akibat tersenggol bucket risiko kecelakaan kerja pada kegiatan pengupasan
excavator, keausan ban akibat manufer sempit, tanah penutup dengan metode HIRARC”.
unit hauler amblas, risiko tersebut bersumber pada Selain risiko bahaya yang tinggi pada aktivitas
saat aktivitas diarea front loading batu bara di area pengangkutan adapun bahaya risiko terhadap
produksi. Maka dari itu hasil dari penilaian risiko pencemaran lingkungan berupa emisi gas buang,
tersebut maka pekerjaan atau aktivitas tersebut jalan yang berdebu, batu bara tumpah,dan
dapat dilanjutkan namun perlu dilakukan evaluasi kebocoran pada tangki bahan bakar unit atau
atau pengawasan terhadap pengendalian yang kebocoran oli pada unit, dari hasil peniliaian
sudah ada yang telah diimplementasikan oleh risiko pada pencemaran lingkungan tersebut maka
perusahaan untuk memastikan apakah perlu pihak perusahaan harus lebih ekstra dalam
dilakukan penambahan pengendalian untuk memperhatikan unit yang digunakan agar tidak
mengurangi risiko yang dapat menghalangi atau terjadi pencemaran lingkungan yang diakibatkan
menunda kegiatan pengangkutan batu bara. oleh unit yang digunakan. Pengendalian yang
Sedangkan risiko bahaya yang masuk pada telah dilakukan oleh PT Alam Karya Gemilang

JUMANTIK Volume 8 No.2 Mei 2023 157


DOI: 10.30829/jumantik.v8i2.14582

pada proses pengangkutan batu bara dan berkelanjutan kepada seluruh para pekerja
menyesuaikan dengan bahaya dan risiko yang baik superitendant, supervisor,dan para pekerja
muncul pada aktivitas kerja. Untuk jenis upaya yang terlibat pada proses penambangan
pengendalian yang telah dilakukan oleh PT Alam terkhususnya para operator unit pengangkutan
Karya Gemilang dapat dilihat pada tabel hasil batu bara. Dalam penegakan disiplin penggunaan
penelitian. APD terkhususnya sabuk keselamatan (safety
Hasil pengendalian yang disebutkan pada tabel belt) dapat dilakukan pengawasan dan
hasil penelitian aspek yang kurang mendapatkan diberlakukannya sanksi terhadap pekerja yang
perhatian adalah area front loading batu bara melanggar. Penilaian resiko kecelakaan kerja
diarea produksi. Sehingga area tersebut sangat menggunakan HIRA di PT X jenis kecelakaan
berbahaya dan apabila terjadi kecelakaan kerja yang terjadi tangan terpotong dan terjepit
dapat menghambat produksi batu bara. Serta pada penyambung lori. Pengendalian teknik,
aspek lingkungan yang berupa emisi gas buang administrasi dan alat pelindung diri menjadi
yang dihasilkan oleh unit pengangkutan belum priotiras. Setiap stasiun kerja diperiksa, bekerja
diketahui dampak polusi yang dihasilkan apakah sesuai SOP dan senantiasa menggunakan APD
masih berada dibawah nilai ambang batas (NAB) (Afnella, 2021).
atau telah berada diatas nilai ambang batas Selain upaya penekanan wajib APD terhadap
tersebut yang telah di atur dalam Permen LHK para operator unit pengakut batu bara, setiap unit
No. 20 tahun 2017 tentang baku mutu emisis gas wajib dilengkapi dengan radio komunikasi (handy
buang kendaraan bermotor tipe baru kategori M, talkie) atau biasa disingkat HT. HT wajib ada pada
kategori N, dan kategori O. Maka dari itu setiap unit yang digunakan untuk melakukan
pengukuran pada emisi gas buang dapat segera di pengangkutan batu bara sebagai alat komunikasi
implementasikan agar segera dapat melakukan dua arah pada saat berada di area tambang
dan menetapkan upaya mitigasi sesuai dengan terkhususnya pada saat melakukan hauling
peraturn yang telah disebutkan diatas. dimana pada area jalan hadling terdapat beberapa
Selain itu aspek yang menjadi perhatian titik blind spot baik pada jalan yang menanjak
khusus terhadap pengendalian ini yang telah atau tikungan.
perusahaan lakukan adalah konsistennya para Aktivitas yang berhubungan dengan
pekerja menggunakan sabuk keselamatan (safety pengoperasian unit terkhususnya pengoperasian
belt) pada saat mengoperasikan unit saat proses unit pengangkutan batu bara PT Alam Karya
pengangkutan batu bara. Adapun alasan beberapa Gemilang memberlakukan surat ijin mengemudi
pekerja tidak menggunakan sabuk pengaman diarea pertambangan atau biasa disebut SIMPER.
(safety belt) karena ketidaknyamanan dan SIMPER diterbikan Ketika para operator telah
membatasi ruang gerak pekerja pada saat dinyatakan lulus ujian teori dan praktek serta
pengoperasian unit saat proses pengangkutan batu dibuktikan dari SIM yang dikeluarkan oleh pihak
bara sehingga dapat disimpulkan para pekerja kepolisian sebagai dasar dalam penerbitan
belum mengetahui dampat atau risiko yang akan SIMPER. Surat ini merupakan salah satu bentuk
terjadi jika tidak menggunakan sabuk pengendalian kecelakaan pada saat pengoperasian
keselamatan (safety belt). unit diarea pertambangan dan telah disetujui oleh
Adapun upaya yang dapat dilakukan oleh Kepala Teknik Tambang (KTT) ketika akan
perusahaan dalam meningkatkan kesadaran mengoperasikan unit SIMPER wajib dibawa dan
pekerja terhadap pentingnya penggunaan alat dikalungkan pada leher operator yang bertujuan
pelindung diri (APD) terkhusunya sabuk untuk mengetahui siapa yang mengoperasikan
keselamatan (safety belt) yaitu dengan unit tersebut ketika terjadi kecelakaan kerja pada
mengadakan training atau seminar yang bersifat saat proses pengangkutan batu bara. Keselamatan
diskusi untuk meningkatkab kesadaran para kerja dan kesehatan kerja merupakan hal yang
pekerja dalam penggunaan APD terkhususnya paling penting bagi perusahaan, karena dampak
sabuk keselamatan (safety belt) secara bertahap kecelakaan dan penyakit kerja tidak hanya

JUMANTIK Volume 8 No.2 Mei 2023 158


DOI: 10.30829/jumantik.v8i2.14582

merugikan karyawan, tetapi juga merugikan (http://www.bpjsketenagakerjaan. go. Id /


perusahaan (Wibowo, 2016). berita / 180926 / Jumlah kecelakaan-
kerjadi-indonesia-relatif-tinggi.html).
Kesimpulan (Diakses pada tanggal 16 November
Berdasarkan hasil penelitian yang di 2022).
identifikasi pada proses pengangkutan batu bara Hardiyono, H., Pongky, P., Rusba, K., Siboro, I.,
mulai dari pengangkutan pada area front loading & Pranajaya, A. (2022). Identifikasi
batu bara hingga pada tahap pengangkutan Bahaya dan Risiko pada Aktivitas
menuju kapal tongkang di PT Alam Karya pengupasan Permukaan Tanah dan
Gemilang dapat disimpulan bahwa terdapat 21 Pengangkutan Top Soil dan Overburden
bahaya yang meliputi: operator yang tidak di PT Alam Jaya Pratama Kutai
terampil (unskilled), area front licin,area front Kartanegara. Jurnal Ilmiah
yang sempit,loading coal pada siang dan malam Hospitality, 11(2), 827-834.
hari,batu bara terjatuh saat di loading, jalan Hazyiyah Ghaisani, Erwin Dyah Nawawinetu
hauling yang tidak sesuai standar, operator yang (2014). Identifikasi Bahaya, Peneliaian
melebihi batas kecepatan, jalan berdebu,jalan Risiko dan Pengendalian Risiko Pada
berkabut,unit mengalami kerusakan, area blind Proses Blasting di PT Cibaliung
spot, emisi gas buang,interaksi dengan unit alat Sumberdaya, Banten. The Indonesian
berat,jalan licin,dan jalan bergelombang. Journal of Occupational Safety and
Pada penilaian risiko terdapat 25 risiko yang Health, vol 3 no 1.
teridentifikasi yaitu 4 bahaya dengan risiko Indrajaya, F., Pakpahan, M. I., Taruna, Y.,
rendah, 8 bahaya dengan risiko sedang, dan 13 Sukmawatie, N., & Murati, F. (2022).
bahaya dengan risiko tinggi. Upaya pengendalian Identifikasi Bahaya dan Risiko
risiko yang dilakukan pada saat proses Kecelakaan Kerja pada Kegiatan
pengangkutan batu bara di PT Alam Karya Pengupasan Tanah Penutup dengan
Gemilang terdapat 30 upaya pengendalian dengan Metode HIRARC. Jurnal
metode rekayasa Teknik, administrasi, dan alat Pertambangan, 6(4), 171-177.
pelindung diri (PPE) yang disesuaikan dengan International Labour Organization, 2021. Data
bahaya yang akan muncul pada setiap proses Angka Kecelakaan Kerja di Seluruh
pengangkutan batu bara. Dunia 2021, Kantor ILO Indonesia.
Jannah, M., Abdullah, R., & Murad, M. (2015).
Ucapan terima kasih Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko,
Peneliti mengucapkan banyak terima kasih Dan Pengendalian Resiko Pada Aktivitas
kepada supervisor HSE yang banyak memberikan Tambang Batubara Di PT. KIM
bantuan, arahan, dan dukungan serta ucapan Kabupaten Muaro Bungo, Provinsi
terimakasih kepada Bapak Direktur PT. Alam Jambi. Bina Tambang, 2(1), 258-270.
Karya Gemilang yang telah memberikan izin Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya
sebagai tempat pelaksanaan penelitian sehingga Mineral Republik Indonesia Nomor 1827
penelitian ini dapat terlaksana. K/30/MEM/2018 Tentang Pedoman
Pelaksanaan Kaidah Teknik
Referensi Pertambangan Yang Baik.
Afnella. W., Utami., TN. (2021). Analisis Risiko Mauliyani, H., Romdhona, N., Andriyani, A., &
Kecelakaan Kerja Metode HIRA (Hazard Fauziah, M. (2022). Identifikasi Risiko
Identification and Risk Assessment) di Keselamatan Kerja Metode HIRARC
PT X. PREPOTIF Jurnal Kesehatan pada Tahap Pembuatan Tangki di PT.
Masyarakat. 5 (2). 1004 – 1012. Gemala Sarana Upaya. Environmental
BPJS Ketenagakerjaan, 2021. Jumlah Kecelakaan Occupational Health and Safety
Kerja di Indonesia Relatif Tinggi Journal. 2(2), 163-174.

JUMANTIK Volume 8 No.2 Mei 2023 159


DOI: 10.30829/jumantik.v8i2.14582

MODI (Minerba One Data Indonesia), 2021. Charoen Pokphand Indonesia. Jurnal
Jumlah Kecelakaan di Tambang Tirta. Vol. 3. No. (1). pp. 29-34.
(http://www.modi.esdm. go.id). 2021
Moleong, L. J. 2017. Metode Penelitian Kualitatif.
Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
OHSAS 18001. Jakarta: PT. Dian Rakyat
Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor:
PER.05/MEN/1996 tentang Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja.
Permenlhk (Peraturan Menteri Lingkungan Hidup
dan Kehutanan Nomor:
P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017
). (2017) Tentang baku mutu emisi gas
buang kendaraan bermotor tipe baru
kategori M, kategori N, dan Kategori O.
Purnama, D.S. 2015. Analisa Penerapan Metode
HIRARC (Hazard Identification Risk
Assessment and Risk Control) dan
HAZOPS (Hazard and Operability Study)
dalam Kegiatan Identifikasi Potensi
Bahaya dan Risiko Pada Proses
Unloading Unit di PT. Toyota Astra
Motor. Jurnal Pasti. Vol. 9. No. (3). pp.
311-319.
Ramli, Soehatman. 2013. Smart Safety Panduan
Penerapan SMK3 Yang Efektif. Jakarta
: PT Dian Rakyat.
Supriyadi, S., Nalhadi, A., & Rizaal, A. 2015
Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko
K3 pada Tindakan Perawatan &
Perbaikan Menggunakan Metode
HIRARC (Hazard Identification and Risk
Assessment Risk Control) pada PT. X.
Seminar Nasional Riset Terapan. pp. 281-
286.
Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 tentang
Keselamatan Kerja
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang
Perubahan UU Nomor 4 Tahun 2009
tentang Pertambangan Mineral dan
Batubara
Wibowo, 2016. Manajemen Kinerja, Edisi
Kelima, PT. Rajagrafindo Persada
Jakarta-14240.
Wijaya, A., Panjaitan, W.S. & Palit, H.C. 2015.
Evaluasi Kesehatan dan Keselamatan
Kerja dengan Metode HIRARC pada PT.

JUMANTIK Volume 8 No.2 Mei 2023 160

Anda mungkin juga menyukai