Manajemen Risiko Tambang Nikel HIRARC
Manajemen Risiko Tambang Nikel HIRARC
Disusun Oleh :
KELOMPOK 6
Elisabeth P. L. Purba 2330205040033
Nazwa Tiza Syuhada 2330105040005
Aldio H. D. Bangun 2330105041002
Ikal Musadi 2330105040020
Siti Hafsah S. Harahap 2330105040023
Hazael F. Y. Simanjuntak 2330205040048
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, Nya lah kami dapat menyelesaikan ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang
dimiliki. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu Neny Sukmawatie, S. Hut, M.P selaku dosen
Pengampu Mata Kuliah Manajemen Tambang
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai Manajemen Tambang. Kami juga menyadari sepenuhnya
bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang
diharapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa
yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya
makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun.
Februari , 2025
Kelompok 6
ii
DAFTAR ISI
B. SARAN..............................................................................................................................14
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
PT Manado Karya Anugrah adalah perusahaan kontraktor yang bergerak di bidang
pertambangan bijih nikel yang berlokasi di desa Buli, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera
Timur, Provinsi Maluku Utara. Kegiatan pertambangan, khususnya di PT. Manado Karya
Anugrah ini , memiliki risiko tinggi terkait keselamatan dan kesehatan kerja. Setiap aktivitas
penambangan, seperti loading, hauling, dan dumping, berpotensi menimbulkan kecelakaan
kerja yang dapat mengakibatkan cedera serius atau bahkan kematian. Oleh karena itu, penting
untuk menerapkan manajemen risiko yang efektif guna mengidentifikasi dan mengendalikan
potensi bahaya yang ada. Metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) telah
digunakan untuk menganalisis risiko di area tambang, namun dalam penelitian ini, metode
Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) dipilih karena
memberikan pendekatan yang lebih komprehensif dalam pengendalian risiko. Dengan
menggunakan HIRARC, diharapkan dapat dilakukan identifikasi bahaya yang lebih mendalam
serta penilaian dan pengendalian risiko yang lebih efektif.
B. Rumusan Masalah
Adapun beberapa rumusan masalah yang menarik untuk diketahui yaitu,
1. Apa saja potensi bahaya yang terdapat dalam kegiatan loading, hauling, dan dumping
di PT. Manado Karya Anugrah?
2. Bagaimana tingkat risiko yang dihasilkan dari potensi bahaya tersebut jika
menggunakan metode HIRARC?
3. Apa rekomendasi pengendalian risiko yang dapat diterapkan untuk meminimalisir
kecelakaan kerja di area tambang
C. Tujuan
Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi potensi bahaya yang ada dalam kegiatan loading, hauling, dan
dumping di PT. Manado Karya Anugrah.
1
2. Menganalisis tingkat risiko yang dihasilkan dari potensi bahaya tersebut dengan
menggunakan metode HIRARC.
3. Memberikan rekomendasi pengendalian risiko yang efektif untuk meningkatkan
keselamatan dan kesehatan kerja di area tambang.
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Analisis Hazard Identification ,Risk Assessment and Risk Control (HIRARC)
Metode analisis HIRARC, atau Hazard Identification ,Risk Assessment and Risk
Control, adalah suatu pendekatan sistematis yang digunakan untuk mengidentifikasi
potensi bahaya dan menilai risiko yang terkait dengan suatu kegiatan atau proses,
terutama dalam konteks keselamatan dan kesehatan kerja. Proses ini dimulai dengan
identifikasi bahaya yang mungkin terjadi, baik yang bersifat rutin maupun non-rutin,
diikuti dengan penilaian risiko yang melibatkan analisis kemungkinan terjadinya bahaya
tersebut dan dampaknya terhadap pekerja atau lingkungan. HIRARC bertujuan untuk
memberikan pemahaman yang jelas mengenai risiko yang ada, sehingga langkah-
langkah pengendalian yang tepat dapat direncanakan dan diterapkan untuk mengurangi
atau menghilangkan risiko tersebut. Dengan demikian, HIRARC berperan penting
dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat, serta mencegah
terjadinya kecelakaan kerja.
Metode HIRARC (Hazard Identification ,Risk Assessment and Risk Control)
diterapkan di PT. Manado Karya Anugrah untuk mengidentifikasi dan menilai potensi
bahaya yang ada dalam kegiatan penambangan bijih nikel, khususnya pada proses
loading, hauling, dan dumping. Dalam Perusahaan ini, langkah pertama yang dilakukan
adalah mengidentifikasi berbagai bahaya yang mungkin terjadi selama aktivitas
penambangan. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa terdapat sejumlah potensi bahaya,
seperti tabrakan antar alat berat, kondisi jalan yang licin dan bergelombang, serta debu
yang mengganggu visibilitas. Dengan menggunakan HIRARC, setiap potensi bahaya
tersebut dinilai berdasarkan kemungkinan terjadinya dan dampaknya, sehingga dapat
diketahui tingkat risiko yang dihadapi oleh pekerja di lapangan.
3
2.1.1 Kegiatan Loading
Proses loading di PT. Manado Karya Anugrah merupakan tahap kritis
dalam kegiatan penambangan bijih nikel, di mana ore dimuat ke dalam dump
truck untuk diangkut ke lokasi selanjutnya. Selama proses ini, terdapat beberapa
potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan pekerja dan alat berat. Salah
satu bahaya utama yang teridentifikasi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan
antara dump truck dan excavator. Hal ini dapat terjadi ketika jarak antara kedua
alat berat tersebut terlalu dekat, terutama saat pengisian material ore ke dalam
dump truck. Jika tidak diatur dengan baik, situasi ini dapat menyebabkan
kecelakaan serius yang mengakibatkan kerugian baik dari segi keselamatan
maupun finansial.
Selain itu, kondisi material di area loading yang lunak dan tidak rata juga
menjadi faktor risiko yang signifikan. Ketika excavator beroperasi di area yang
tidak stabil, ada kemungkinan alat tersebut terperosok atau bahkan terbalik
akibat tidak mampu menahan beban material yang diangkat. Situasi ini
berpotensi menyebabkan cedera pada operator excavator dan kerusakan pada
alat berat itu sendiri. Oleh karena itu, penting untuk melakukan perawatan dan
pengawasan yang ketat terhadap kondisi area loading agar dapat meminimalisir
risiko yang ada.
5
Situasi ini dapat mengakibatkan cedera serius pada pengemudi dan kerusakan
pada alat berat.
Selain itu, area dumping yang tidak memadai, seperti yang
bergelombang, licin, dan berlumpur, juga meningkatkan risiko kecelakaan.
Ketika dump truck melakukan manuver di area dumping, ada kemungkinan
terjadinya tabrakan dengan dump truck lainnya atau alat berat lain yang
beroperasi di sekitar. Hal ini dapat menyebabkan kerugian material dan
mengancam keselamatan pekerja yang berada di dekat area tersebut. Oleh
karena itu, penting untuk memastikan bahwa area dumping dirancang dan
dipelihara dengan baik untuk mengurangi risiko yang ada.
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah keberadaan tanggul
pengaman (safety berm) di area dumping. Jika tanggul tidak sesuai dengan
standar atau tanah di sekitarnya kurang padat, ada risiko bahwa unit dump truck
dapat terbalik atau terperosok saat melakukan dumping. Selain itu, potensi
bahaya juga dapat muncul dari lemparan batuan saat proses dumping, yang dapat
membahayakan pekerja di sekitar area. Oleh karena itu, pengendalian risiko
yang efektif, seperti perbaikan kondisi area dumping, penerapan prosedur
keselamatan yang ketat, dan pelatihan bagi pekerja, sangat diperlukan untuk
memastikan keselamatan selama proses dumping di lokasi tambang.
7
Tabel 1. Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko pada Kegiatan Loading, Hauling dan
Dumping
Penilaian Resiko
Urutan
Potensi Bahaya Resiko Tingkat
Pekerjaan Kemungkinan Keparahan Resiko
Kegiatan 1. Lajur antrian 1. Tabrakan
memasuki dump truckyang atau 3 2 3x2=6
dan keluar padat dan bersenggolan Medium
dari area penumpukan dump dengan dump
loading, dan truckdi area truck lain.
padasaat loading point
kegiatan kurang dari 2,5
loading ore meter
2. Material di 2. Excavator
area loading dapat 3 4 3x4=12
lunak dan terperosok, dan High
tidak rata terbalik pada
saat maju
setelah
pengisian
material
karena tidak
kuat menahan
beban unit
3. Jarak dump 3. Bucket
truck dengan excavator 3 3 3x3=9
excavator mengenai Medium
terlalu dekat vassel dump
truck pada
saat loading
karena jarak
antara dump
truck dengan
excavator
terlalu dekat
4. Driver dump 4. Dump truk
truck melebihi tabrakan atau 3 5 3x5=15
kecepataan dump truck High
Kegiatan yang di terbalik
Hauling pada tentukan oleh
saat dump truk perusahaan
menuju ETO 20km/jam
(Exportable
Transit Ore)
5. Banyaknya 5.1. Dump
debu di jalan truck 3 2 3x2=6
Sehingga menabrak Medium
jarak pandang safety berm
terbatas. karena
banyaknya
debu di jalan
hauling
sehinggajarak
pandang
terbatas.
3x4=20
8
5.2. Tabrakan 3 4 High
antara dump
truck
5.3.Driver 2 1 2x2=2
dump truck Low
terkena debu
karena tidak
menutup kaca
5.4.Operator unit yang 2 2 2x2=4
kelelahan dan Low
mengalamiirtasi mata
9
2.3 Pengendalian Resiko
10
Tabel 2 Pengendalian Resiko pada kegiatan loading, hauling dan dumping
11
6. Jalan hauling 6. Dump truck pengecekan kesehatan
bergelombang tergelincir dan terbalik 3x4=12 padapekerja 2x3=6
dan menurun karena jalan hauling High 1. Perawatan jalan Medium
pada jalan bergelombang dan oleh
menuju ETO menurun grader dan bulldozer
2. Menurunkan
kecepatansaat
melewati jalan
7. Permukaan 7. Dump truk tergelincir bergelombang dan
jalan yang licin sehingga membuat 4x4=16 menurun 3x3=9
dan berlumpur dumptruck hilang High 1. Melakukan Medium
pada saathujan kendali dan cleaning areadari
berpotensi menabrak genangan air atau
unitlain atau tanggul lumpur.
2. Melakukan
penimbunanpada jalan.
12
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
13
Secara keseluruhan, analisis HIRA di PT. Manado Karya Anugrah memberikan
kontribusi yang signifikan dalam upaya meningkatkan keselamatan dan
kesehatan kerja di area tambang. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai
potensi bahaya dan risiko yang ada, perusahaan dapat mengambil tindakan
proaktif untuk melindungi pekerja dan mengurangi kemungkinan terjadinya
kecelakaan. Implementasi rekomendasi yang dihasilkan dari analisis ini
diharapkan dapat meningkatkan kesadaran keselamatan di kalangan pekerja dan
menciptakan budaya keselamatan yang lebih baik di industri pertambangan.
B. SARAN
14
DAFTAR PUSTAKA
Surabaya : e-jurnal Teknik. Universitas Negeri Surabaya. Vol 08, No 1, Tahun 2019, 34-
40
Geri,R,A 2022 Skripsi Identifikasi Resiko Kecelakaan Kerja Dengan Metode Hazard
Identification, Risk Assessment (HIRA) di Hauling Area Tambang Banko Barat
Pit 1 Timur PT. Bukit Asam Tbk. Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra
Selatan : Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”
Prabowo. A., (2017). ‘Kajian Kesehatan Keselamatan Kerja Pada Area Loading
Point Penambangan Nikel PT.Vale Indonesia Tbk. Sorowako Kecamatan
Nuha Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan
15