0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
83 tayangan18 halaman

Manajemen Risiko Tambang Nikel HIRARC

Makalah ini membahas manajemen risiko dalam kegiatan pertambangan bijih nikel di PT Manado Karya Anugrah, dengan fokus pada proses loading, hauling, dan dumping. Metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) digunakan untuk mengidentifikasi dan menilai potensi bahaya serta memberikan rekomendasi pengendalian risiko. Hasil analisis menunjukkan adanya berbagai potensi bahaya dengan tingkat risiko yang bervariasi, yang memerlukan perhatian dan pengendalian lebih lanjut untuk meningkatkan keselamatan kerja.

Diunggah oleh

Elisabeth
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
83 tayangan18 halaman

Manajemen Risiko Tambang Nikel HIRARC

Makalah ini membahas manajemen risiko dalam kegiatan pertambangan bijih nikel di PT Manado Karya Anugrah, dengan fokus pada proses loading, hauling, dan dumping. Metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) digunakan untuk mengidentifikasi dan menilai potensi bahaya serta memberikan rekomendasi pengendalian risiko. Hasil analisis menunjukkan adanya berbagai potensi bahaya dengan tingkat risiko yang bervariasi, yang memerlukan perhatian dan pengendalian lebih lanjut untuk meningkatkan keselamatan kerja.

Diunggah oleh

Elisabeth
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH MANAJEMEN TAMBANG

Dosen Pengampu : Neny Sukmawatie, S. Hut, M.P

Disusun Oleh :
KELOMPOK 6
Elisabeth P. L. Purba 2330205040033
Nazwa Tiza Syuhada 2330105040005
Aldio H. D. Bangun 2330105041002
Ikal Musadi 2330105040020
Siti Hafsah S. Harahap 2330105040023
Hazael F. Y. Simanjuntak 2330205040048

KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI SAINS DAN TEKNOLOGI


UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
TAHUN 2025
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, Nya lah kami dapat menyelesaikan ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang
dimiliki. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu Neny Sukmawatie, S. Hut, M.P selaku dosen
Pengampu Mata Kuliah Manajemen Tambang
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai Manajemen Tambang. Kami juga menyadari sepenuhnya
bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang
diharapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa
yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya
makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun.

Februari , 2025

Kelompok 6

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................................. ii


DAFTAR ISI ............................................................................................................................iii
BAB I ......................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ..................................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................................... 1
C. Tujuan ................................................................................................................................... 1
BAB II ........................................................................................................................................ 3
PEMBAHASAN ........................................................................................................................ 3
2.1 Analisis Hazard Identification ,Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) .............. 3
2.1.1 Kegiatan Loading.......................................................................................................... 4
2.1.2 Kegiatan Hauling..................................................................... ...............................4

2.1.3 Kegiatan Dumping...................................................................................................5

2.2 Analisis Penilaian Potensi Resiko .....................................................................................6

2.3 Pengendalian Resiko........................................................................................................10

2.4 Strategi Pengendalian Resiko..........................................................................................12

BAB III .................................................................................................................................... 13


PENUTUP ............................................................................................................................... 13
A. KESIMPULAN..................................................................................................................13

B. SARAN..............................................................................................................................14

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................15

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
PT Manado Karya Anugrah adalah perusahaan kontraktor yang bergerak di bidang
pertambangan bijih nikel yang berlokasi di desa Buli, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera
Timur, Provinsi Maluku Utara. Kegiatan pertambangan, khususnya di PT. Manado Karya
Anugrah ini , memiliki risiko tinggi terkait keselamatan dan kesehatan kerja. Setiap aktivitas
penambangan, seperti loading, hauling, dan dumping, berpotensi menimbulkan kecelakaan
kerja yang dapat mengakibatkan cedera serius atau bahkan kematian. Oleh karena itu, penting
untuk menerapkan manajemen risiko yang efektif guna mengidentifikasi dan mengendalikan
potensi bahaya yang ada. Metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) telah
digunakan untuk menganalisis risiko di area tambang, namun dalam penelitian ini, metode
Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) dipilih karena
memberikan pendekatan yang lebih komprehensif dalam pengendalian risiko. Dengan
menggunakan HIRARC, diharapkan dapat dilakukan identifikasi bahaya yang lebih mendalam
serta penilaian dan pengendalian risiko yang lebih efektif.

B. Rumusan Masalah
Adapun beberapa rumusan masalah yang menarik untuk diketahui yaitu,

1. Apa saja potensi bahaya yang terdapat dalam kegiatan loading, hauling, dan dumping
di PT. Manado Karya Anugrah?
2. Bagaimana tingkat risiko yang dihasilkan dari potensi bahaya tersebut jika
menggunakan metode HIRARC?
3. Apa rekomendasi pengendalian risiko yang dapat diterapkan untuk meminimalisir
kecelakaan kerja di area tambang

C. Tujuan
Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Mengidentifikasi potensi bahaya yang ada dalam kegiatan loading, hauling, dan
dumping di PT. Manado Karya Anugrah.

1
2. Menganalisis tingkat risiko yang dihasilkan dari potensi bahaya tersebut dengan
menggunakan metode HIRARC.
3. Memberikan rekomendasi pengendalian risiko yang efektif untuk meningkatkan
keselamatan dan kesehatan kerja di area tambang.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Analisis Hazard Identification ,Risk Assessment and Risk Control (HIRARC)

Metode analisis HIRARC, atau Hazard Identification ,Risk Assessment and Risk
Control, adalah suatu pendekatan sistematis yang digunakan untuk mengidentifikasi
potensi bahaya dan menilai risiko yang terkait dengan suatu kegiatan atau proses,
terutama dalam konteks keselamatan dan kesehatan kerja. Proses ini dimulai dengan
identifikasi bahaya yang mungkin terjadi, baik yang bersifat rutin maupun non-rutin,
diikuti dengan penilaian risiko yang melibatkan analisis kemungkinan terjadinya bahaya
tersebut dan dampaknya terhadap pekerja atau lingkungan. HIRARC bertujuan untuk
memberikan pemahaman yang jelas mengenai risiko yang ada, sehingga langkah-
langkah pengendalian yang tepat dapat direncanakan dan diterapkan untuk mengurangi
atau menghilangkan risiko tersebut. Dengan demikian, HIRARC berperan penting
dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat, serta mencegah
terjadinya kecelakaan kerja.
Metode HIRARC (Hazard Identification ,Risk Assessment and Risk Control)
diterapkan di PT. Manado Karya Anugrah untuk mengidentifikasi dan menilai potensi
bahaya yang ada dalam kegiatan penambangan bijih nikel, khususnya pada proses
loading, hauling, dan dumping. Dalam Perusahaan ini, langkah pertama yang dilakukan
adalah mengidentifikasi berbagai bahaya yang mungkin terjadi selama aktivitas
penambangan. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa terdapat sejumlah potensi bahaya,
seperti tabrakan antar alat berat, kondisi jalan yang licin dan bergelombang, serta debu
yang mengganggu visibilitas. Dengan menggunakan HIRARC, setiap potensi bahaya
tersebut dinilai berdasarkan kemungkinan terjadinya dan dampaknya, sehingga dapat
diketahui tingkat risiko yang dihadapi oleh pekerja di lapangan.

Berikut merupakan Analisis HIRARC identifikasi bahaya dalam proses


loading,hauling, dan dumping:

3
2.1.1 Kegiatan Loading
Proses loading di PT. Manado Karya Anugrah merupakan tahap kritis
dalam kegiatan penambangan bijih nikel, di mana ore dimuat ke dalam dump
truck untuk diangkut ke lokasi selanjutnya. Selama proses ini, terdapat beberapa
potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan pekerja dan alat berat. Salah
satu bahaya utama yang teridentifikasi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan
antara dump truck dan excavator. Hal ini dapat terjadi ketika jarak antara kedua
alat berat tersebut terlalu dekat, terutama saat pengisian material ore ke dalam
dump truck. Jika tidak diatur dengan baik, situasi ini dapat menyebabkan
kecelakaan serius yang mengakibatkan kerugian baik dari segi keselamatan
maupun finansial.

Selain itu, kondisi material di area loading yang lunak dan tidak rata juga
menjadi faktor risiko yang signifikan. Ketika excavator beroperasi di area yang
tidak stabil, ada kemungkinan alat tersebut terperosok atau bahkan terbalik
akibat tidak mampu menahan beban material yang diangkat. Situasi ini
berpotensi menyebabkan cedera pada operator excavator dan kerusakan pada
alat berat itu sendiri. Oleh karena itu, penting untuk melakukan perawatan dan
pengawasan yang ketat terhadap kondisi area loading agar dapat meminimalisir
risiko yang ada.

Selanjutnya, faktor lingkungan juga berkontribusi terhadap potensi


bahaya selama proses loading. Misalnya, saat cuaca buruk, seperti hujan, kondisi
jalan menuju area loading dapat menjadi licin dan berbahaya. Hal ini dapat
menyebabkan dump truck tergelincir atau kehilangan kendali saat memasuki
area loading. Selain itu, debu yang dihasilkan dari aktivitas loading dapat
mengganggu visibilitas pengemudi dump truck, meningkatkan risiko terjadinya
tabrakan atau kecelakaan lainnya. Oleh karena itu, pengendalian risiko yang
efektif, seperti penyiraman jalan untuk mengurangi debu dan penerapan SOP
yang ketat, sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan selama proses loading
di area tambang.

2.1.2 Kegiatan Hauling


Proses hauling di PT. Manado Karya Anugrah melibatkan pengangkutan
ore dari area loading menuju lokasi tujuan, yaitu Exportable Transit Ore (ETO).
Selama proses ini, terdapat berbagai potensi bahaya yang dapat mengancam
keselamatan pekerja dan alat berat. Salah satu bahaya utama yang teridentifikasi
4
adalah kondisi jalan yang bergelombang dan menurun. Jalan yang tidak rata
dapat menyebabkan dump truck tergelincir atau kehilangan kendali, terutama
saat melewati tanjakan atau turunan yang curam. Hal ini berpotensi
mengakibatkan kecelakaan serius, seperti terbaliknya dump truck atau tabrakan
dengan alat berat lainnya.
Selain itu, permukaan jalan yang licin dan berlumpur saat hujan juga
menjadi faktor risiko yang signifikan dalam proses hauling. Ketika jalan menjadi
licin, pengemudi dump truck dapat kehilangan kendali, yang dapat
menyebabkan kecelakaan fatal. Selain itu, banyaknya debu yang dihasilkan
selama perjalanan hauling dapat mengganggu visibilitas pengemudi,
meningkatkan risiko terjadinya tabrakan dengan kendaraan lain atau objek di
sekitar jalan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeliharaan rutin pada
jalan dan menerapkan langkah-langkah pengendalian yang tepat untuk
mengurangi risiko yang terkait dengan kondisi jalan.
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kecepatan pengemudi dump
truck. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa beberapa pengemudi sering kali
melebihi batas kecepatan yang ditetapkan oleh perusahaan, yaitu 20 km/jam.
Kecepatan yang berlebihan dapat mengakibatkan hilangnya kendali saat
mengemudikan dump truck, terutama di jalan yang tidak stabil. Selain itu,
kelelahan pengemudi juga dapat mempengaruhi konsentrasi dan respons mereka
saat berkendara. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pelatihan
keselamatan dan pengawasan yang ketat terhadap pengemudi, serta menerapkan
kebijakan yang jelas mengenai batas kecepatan dan istirahat yang cukup untuk
memastikan keselamatan selama proses hauling.

2.1.3 Kegiatan Dumping


Proses dumping di PT. Manado Karya Anugrah merupakan tahap
penting dalam kegiatan penambangan bijih nikel, di mana ore yang telah
diangkut dari area loading dibuang ke lokasi yang telah ditentukan. Selama
proses ini, terdapat beberapa potensi bahaya yang dapat mengancam
keselamatan pekerja dan alat berat. Salah satu bahaya utama yang teridentifikasi
adalah risiko tergelincirnya unit dump truck saat memasuki area dumping.
Kondisi jalan yang tidak stabil, terutama jika terdapat genangan air atau lumpur,
dapat menyebabkan dump truck kehilangan kendali dan berpotensi terbalik.

5
Situasi ini dapat mengakibatkan cedera serius pada pengemudi dan kerusakan
pada alat berat.
Selain itu, area dumping yang tidak memadai, seperti yang
bergelombang, licin, dan berlumpur, juga meningkatkan risiko kecelakaan.
Ketika dump truck melakukan manuver di area dumping, ada kemungkinan
terjadinya tabrakan dengan dump truck lainnya atau alat berat lain yang
beroperasi di sekitar. Hal ini dapat menyebabkan kerugian material dan
mengancam keselamatan pekerja yang berada di dekat area tersebut. Oleh
karena itu, penting untuk memastikan bahwa area dumping dirancang dan
dipelihara dengan baik untuk mengurangi risiko yang ada.
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah keberadaan tanggul
pengaman (safety berm) di area dumping. Jika tanggul tidak sesuai dengan
standar atau tanah di sekitarnya kurang padat, ada risiko bahwa unit dump truck
dapat terbalik atau terperosok saat melakukan dumping. Selain itu, potensi
bahaya juga dapat muncul dari lemparan batuan saat proses dumping, yang dapat
membahayakan pekerja di sekitar area. Oleh karena itu, pengendalian risiko
yang efektif, seperti perbaikan kondisi area dumping, penerapan prosedur
keselamatan yang ketat, dan pelatihan bagi pekerja, sangat diperlukan untuk
memastikan keselamatan selama proses dumping di lokasi tambang.

2.2 Analisis Penilaian Potensi Resiko

Penilaian risiko dilakukan dengan menilai kemungkinan terjadinya risiko dan


konsekuensi dari risiko yang ada, sehingga didapatkan tingkat risiko dari masing-masing
kegiatan, yaitu kegiatan loading, hauling dan dumping.
Analisis penilaian potensi risiko di PT. Manado Karya Anugrah dilakukan
setelah tahap identifikasi bahaya, dengan tujuan untuk mengevaluasi kemungkinan
terjadinya risiko dan dampaknya terhadap keselamatan pekerja dan operasional alat
berat. Dalam penelitian ini, penilaian risiko dilakukan untuk tiga kegiatan utama, yaitu
loading, hauling, dan dumping. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kegiatan
loading terdapat empat potensi bahaya yang teridentifikasi, di mana dua di antaranya
memiliki tingkat risiko medium dan dua lainnya memiliki tingkat risiko tinggi. Hal ini
menunjukkan bahwa meskipun ada upaya untuk mengelola risiko, masih terdapat
potensi bahaya yang memerlukan perhatian lebih untuk mencegah kecelakaan kerja.
Selanjutnya, pada kegiatan hauling, analisis penilaian risiko mengungkapkan
adanya delapan potensi bahaya, dengan rincian tiga potensi bernilai rendah, dua potensi
6
bernilai medium, dan tiga potensi bernilai tinggi. Temuan ini menyoroti pentingnya
pengawasan dan pengendalian yang lebih ketat dalam proses hauling, terutama terkait
dengan kondisi jalan dan kecepatan pengemudi. Di sisi lain, kegiatan dumping
menunjukkan enam potensi bahaya, di mana dua potensi memiliki tingkat risiko
medium dan empat potensi memiliki tingkat risiko tinggi. Dengan demikian, hasil
penilaian risiko ini memberikan gambaran yang jelas mengenai area yang memerlukan
perbaikan dan pengendalian lebih lanjut, serta menjadi dasar untuk merumuskan
langkah-langkah mitigasi yang efektif guna meningkatkan keselamatan dan kesehatan
kerja di area tambang.

7
Tabel 1. Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko pada Kegiatan Loading, Hauling dan
Dumping

Penilaian Resiko
Urutan
Potensi Bahaya Resiko Tingkat
Pekerjaan Kemungkinan Keparahan Resiko
Kegiatan 1. Lajur antrian 1. Tabrakan
memasuki dump truckyang atau 3 2 3x2=6
dan keluar padat dan bersenggolan Medium
dari area penumpukan dump dengan dump
loading, dan truckdi area truck lain.
padasaat loading point
kegiatan kurang dari 2,5
loading ore meter

2. Material di 2. Excavator
area loading dapat 3 4 3x4=12
lunak dan terperosok, dan High
tidak rata terbalik pada
saat maju
setelah
pengisian
material
karena tidak
kuat menahan
beban unit
3. Jarak dump 3. Bucket
truck dengan excavator 3 3 3x3=9
excavator mengenai Medium
terlalu dekat vassel dump
truck pada
saat loading
karena jarak
antara dump
truck dengan
excavator
terlalu dekat
4. Driver dump 4. Dump truk
truck melebihi tabrakan atau 3 5 3x5=15
kecepataan dump truck High
Kegiatan yang di terbalik
Hauling pada tentukan oleh
saat dump truk perusahaan
menuju ETO 20km/jam
(Exportable
Transit Ore)
5. Banyaknya 5.1. Dump
debu di jalan truck 3 2 3x2=6
Sehingga menabrak Medium
jarak pandang safety berm
terbatas. karena
banyaknya
debu di jalan
hauling
sehinggajarak
pandang
terbatas.
3x4=20

8
5.2. Tabrakan 3 4 High
antara dump
truck

5.3.Driver 2 1 2x2=2
dump truck Low
terkena debu
karena tidak
menutup kaca
5.4.Operator unit yang 2 2 2x2=4
kelelahan dan Low
mengalamiirtasi mata

6. Jalan 6. Dump truck


hauling tergelincir dan terbalik 3 4 3x4=12
bergelombang karena jalan hauling High
dan menurun bergelombang dan
pada jalan menurun
menuju ETO
7. Permukaan 7.Dump truk tergelincir
jalan yang sehingga membuat 4 4 4x4=16
licin dan dump truck hilang High
berlumpur kendali danberpotensi
pada saat menabrak unit lain atau
hujan tanggul
8.Perawatan 8.1.Dump truk tidak 2x3=6
yang kurang kuat menanjak/ mundur 2 3 Medium
baik padaunit saat menanjak
dump truk kerusakan pada rem

8.2. Dump truk 2 1 2x2=2


mengalami kerusakan Low
dan pecah ban

9.Ruang gerak 9.1.Bersenggolan 3 4 3x4=12


yang terbatas dengan dump truk High
pada area lainnya
dumping
Poses Dumping
ORE di ETO
(Exportable
Transit Ore)
10.Area 10.1.Dump truck 4 4 4x4=16
Dumping tergelincir dan terbalik High
tidak memadai karena area dumping
seperti licin
bergelombang
, licin dan
berlumpur
10.2.Terperosok dan 2 3 2x3=6
menambrak tanggul Medium

9
2.3 Pengendalian Resiko

Analisis pengendalian risiko di PT. Manado Karya Anugrah merupakan langkah


penting setelah identifikasi dan penilaian risiko dilakukan. Tujuan dari pengendalian
risiko adalah untuk mengurangi atau menghilangkan potensi bahaya yang dapat
mengancam keselamatan pekerja dan operasional alat berat. Berdasarkan hasil
identifikasi bahaya pada kegiatan loading, hauling, dan dumping, langkah-langkah
pengendalian yang tepat perlu dirumuskan untuk memastikan bahwa risiko yang
teridentifikasi dapat dikelola dengan baik. Pengendalian risiko ini mencakup penerapan
prosedur keselamatan, pelatihan bagi pekerja, serta perawatan rutin terhadap alat berat
dan infrastruktur.
Pada kegiatan loading, pengendalian risiko yang diusulkan meliputi penerapan
SOP yang ketat dalam pengoperasian alat berat. Hal ini termasuk pengaturan jarak aman
antara dump truck dan excavator selama proses pengisian ore. Selain itu, perawatan area
loading juga harus dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa kondisi
permukaan tetap stabil dan tidak lunak. Pengawasan yang ketat di area loading juga
diperlukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat kelalaian atau tindakan tidak
aman dari pekerja.
Dalam proses hauling, pengendalian risiko harus difokuskan pada kondisi jalan
dan kecepatan pengemudi. Penyiraman jalan secara berkala dapat dilakukan untuk
mengurangi debu dan meningkatkan visibilitas, terutama saat cuaca buruk. Selain itu,
penting untuk menetapkan batas kecepatan yang ketat dan memberikan pelatihan
kepada pengemudi mengenai pentingnya mematuhi batas kecepatan tersebut.
Pengawasan terhadap kondisi fisik pengemudi juga perlu dilakukan untuk mencegah
kelelahan yang dapat mempengaruhi konsentrasi dan keselamatan saat berkendara.
Terakhir, pada kegiatan dumping, pengendalian risiko harus mencakup
perbaikan kondisi area dumping dan penerapan prosedur keselamatan yang ketat. Area
dumping harus dirancang agar aman dan memadai, dengan tanggul pengaman yang
sesuai standar untuk mencegah terbaliknya dump truck. Selain itu, pelatihan bagi
pekerja mengenai prosedur dumping yang aman dan pengawasan yang ketat di area
dumping sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan. Dengan menerapkan
langkah-langkah pengendalian risiko yang efektif, diharapkan keselamatan dan
kesehatan kerja di PT. Manado Karya Anugrah dapat ditingkatkan, serta mengurangi
kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja di lokasi tambang.

10
Tabel 2 Pengendalian Resiko pada kegiatan loading, hauling dan dumping

Urutan Tingkat Tingkat


Potensi Bahaya Resiko Pengendalian Resiko
Pekerjaan Resiko Resiko
Kegiatan 1. Lajur antrian 1. Tabrakan atau 1 Menggunakan
memasuki dump truck yang bersenggolan dengan 3x2=6 klatsonpada saat akan 2x1=2
dan keluar padat dan dump truck lain. Medium bermanuver mundur Low
dari area penumpukan dump 2. Jarak antara dump
loading, truckdi area loading truck
danpada point kurang dari minimal 2,5 meter
saat 2,5 meter sesuaiSOP perusahaan
kegiatan 2. Keadaan 2. Excavator dapat 1. Perawatan area
loading material diarea terperosok dan 3x3=9 loading 2x2=4
ore loading lunak dan terbalikpada saat Medium oleh grader Low
tidak rata maju setelah 2. Melakukan
pengisian material Pengawasandi area
karena tidak kuat loading
menahan beban unit
3. Jarak dump 3. Bucket excavator
truck dengan mengenai vassel 2x1=2 dump truck dan 1x1=1
excavator terlalu dump truck pada saat Low excavator Low
dekat loadingkarena jarak 2. SOP pengoperasian
antara dump truck excavator
dengan
excavator terlalu
dekat
4. Driver dump 4. Dump truk 1. Menetapkan
truck melebihi tabrakan atau dump 3x5=15 batas kecepatan 2x3=6
kecepataanyang di truckterbalik High 20km/jam sesuai Medium
tentukan oleh peraturan
perusahaan perusahaan,
20km/jam 2. Memberikan
Training kepada
5. Banyaknya debu 5.1.Dump truck driver Dump truck
Kegiatan di jalan sehingga menabrak safety berm 3x2=6 1. Penyiraman jalan 2x1=2
Hauling jarak pandang karena banyaknya Medium secaraberkala Low
padasaat terbatas. debu di jalan
dump truk hauling
menuju sehinggajarak
ETO pandang terbatas.
(Exportabl 5.2.Tabrakan antara 3x4=20 3x3=9
e Transit dumptruck High 1. Menggunkan klakson Medium
Ore) danmenyalakan lampu
5.3. Driver dump 2x2=4 unit 2x1=2
truck terkena debu Low 1. Menutup kaca kabin Low
karenatidak dangunakan masker
menutup kaca
5.4. Operator unit 2x2=4 2x1=2
yang kelelahan dan Low 1. Kontrol pengawasan Low
mengalamiirtasi mata sebelum memulai
pekerjaandan selalu
mengadakan

11
6. Jalan hauling 6. Dump truck pengecekan kesehatan
bergelombang tergelincir dan terbalik 3x4=12 padapekerja 2x3=6
dan menurun karena jalan hauling High 1. Perawatan jalan Medium
pada jalan bergelombang dan oleh
menuju ETO menurun grader dan bulldozer
2. Menurunkan
kecepatansaat
melewati jalan
7. Permukaan 7. Dump truk tergelincir bergelombang dan
jalan yang licin sehingga membuat 4x4=16 menurun 3x3=9
dan berlumpur dumptruck hilang High 1. Melakukan Medium
pada saathujan kendali dan cleaning areadari
berpotensi menabrak genangan air atau
unitlain atau tanggul lumpur.
2. Melakukan
penimbunanpada jalan.

2.4 Strategi Pengendalian Resiko


Strategi pengendalian risiko yang dihasilkan dari analisis HIRA di PT. Manado
Karya Anugrah berfokus pada penerapan langkah-langkah yang sistematis dan
terencana untuk mengurangi potensi bahaya yang teridentifikasi dalam kegiatan
loading, hauling, dan dumping. Salah satu strategi utama adalah penerapan prosedur
operasional standar (SOP) yang ketat untuk setiap kegiatan. SOP ini mencakup panduan
yang jelas mengenai pengoperasian alat berat, jarak aman antara alat, dan langkah-
langkah yang harus diambil dalam situasi darurat. Dengan adanya SOP yang jelas,
diharapkan semua pekerja dapat memahami dan mematuhi prosedur yang ditetapkan,
sehingga mengurangi risiko kecelakaan kerja.
Selain penerapan SOP, pelatihan keselamatan kerja bagi semua pekerja juga
peralatan berfungsi dengan baik dan jalan dalam kondisi aman, risiko kecelakaan dapat
diminimalisir secara signifikan.
Terakhir, pengawasan yang ketat di lapangan juga merupakan bagian dari
strategi pengendalian risiko. Manajemen perlu memastikan bahwa ada pengawas yang
bertanggung jawab untuk memantau setiap kegiatan di lokasi tambang. Pengawas ini
harus dilengkapi dengan pengetahuan yang memadai tentang keselamatan kerja dan
mampu memberikan arahan serta tindakan korektif jika terjadi pelanggaran terhadap
prosedur keselamatan. Dengan adanya pengawasan yang efektif, diharapkan setiap
potensi bahaya dapat terdeteksi lebih awal, dan langkah-langkah pencegahan dapat
segera diambil untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja di PT. Manado Karya
Anugrah.

12
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Hasil analisis HIRA yang dilakukan di PT. Manado Karya Anugrah


menunjukkan bahwa kegiatan penambangan bijih nikel, khususnya pada proses
loading, hauling, dan dumping, memiliki sejumlah potensi bahaya yang
signifikan. Melalui identifikasi bahaya, ditemukan berbagai risiko yang dapat
mengancam keselamatan pekerja dan operasional alat berat. Pada kegiatan
loading, terdapat risiko tinggi terkait tabrakan antara dump truck dan excavator,
serta kondisi material yang tidak stabil. Sementara itu, pada kegiatan hauling,
risiko tinggi muncul dari kondisi jalan yang bergelombang dan licin, serta
kecepatan pengemudi yang melebihi batas. Di sisi lain, kegiatan dumping juga
menunjukkan risiko tinggi akibat area dumping yang tidak memadai dan potensi
terbaliknya dump truck.
Penilaian risiko yang dilakukan menunjukkan bahwa dari total potensi
bahaya yang teridentifikasi, beberapa di antaranya memiliki tingkat risiko yang
tinggi, yang memerlukan perhatian dan tindakan pengendalian yang segera.
Hasil analisis ini memberikan gambaran yang jelas mengenai area yang paling
berisiko dan menjadi prioritas dalam pengelolaan keselamatan kerja. Dengan
demikian, perusahaan dapat merumuskan langkah-langkah mitigasi yang lebih
efektif untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja di lokasi
tambang.
Strategi pengendalian risiko yang diusulkan berdasarkan hasil analisis
HIRA mencakup penerapan prosedur operasional standar (SOP) yang ketat,
pelatihan keselamatan kerja bagi pekerja, serta perawatan rutin terhadap alat
berat dan infrastruktur. Selain itu, pengawasan yang ketat di lapangan juga
menjadi bagian penting dari strategi ini untuk memastikan bahwa semua
prosedur keselamatan diikuti dengan baik. Dengan menerapkan langkah-
langkah pengendalian yang tepat, diharapkan risiko yang teridentifikasi dapat
diminimalisir, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi
semua pekerja.

13
Secara keseluruhan, analisis HIRA di PT. Manado Karya Anugrah memberikan
kontribusi yang signifikan dalam upaya meningkatkan keselamatan dan
kesehatan kerja di area tambang. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai
potensi bahaya dan risiko yang ada, perusahaan dapat mengambil tindakan
proaktif untuk melindungi pekerja dan mengurangi kemungkinan terjadinya
kecelakaan. Implementasi rekomendasi yang dihasilkan dari analisis ini
diharapkan dapat meningkatkan kesadaran keselamatan di kalangan pekerja dan
menciptakan budaya keselamatan yang lebih baik di industri pertambangan.

B. SARAN

Berdasarkan hasil analisis risiko yang dilakukan dengan metode HIRA


di PT. Manado Karya Anugrah, disarankan agar perusahaan secara konsisten
menerapkan dan memperbarui prosedur operasional standar (SOP) yang
berkaitan dengan kegiatan loading, hauling, dan dumping. SOP yang jelas dan
terperinci akan membantu pekerja memahami langkah-langkah yang harus
diambil untuk menghindari potensi bahaya yang telah diidentifikasi. Selain itu,
penting untuk melakukan pelatihan keselamatan secara berkala bagi semua
pekerja, termasuk pengemudi dan operator alat berat, untuk memastikan bahwa
mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk
mengatasi situasi berisiko. Dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman
tentang keselamatan kerja, diharapkan dapat mengurangi kemungkinan
terjadinya kecelakaan di lokasi tambang.

Selain itu, perusahaan juga disarankan untuk melakukan evaluasi dan


pemantauan secara rutin terhadap kondisi jalan dan alat berat yang digunakan
dalam proses penambangan. Perawatan yang baik dan inspeksi berkala akan
membantu mencegah kerusakan yang dapat menyebabkan kecelakaan.
Pengawasan yang ketat di lapangan juga sangat penting untuk memastikan
bahwa semua prosedur keselamatan diikuti dan bahwa pekerja mematuhi batas
kecepatan serta menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai. Dengan
menerapkan langkah-langkah pengendalian risiko yang efektif dan
berkelanjutan, PT. Manado Karya Anugrah dapat menciptakan lingkungan kerja
yang lebih aman dan sehat bagi semua pekerja, serta meningkatkan produktivitas
operasional di area tambang.

14
DAFTAR PUSTAKA

Putri, G. L., Adnyano, A. I. A., & Mohamad, M. A. (2023). Identifikasi Resiko


Kecelakaan Kerja Dengan Metode Hazard Identification and Risk Assessment
(HIRA) di Area Tambang Nikel di PT. Manado Karya Anugrah Site Antam
Moronopo Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara. ReTII, 18(1),
107-115.

Desy, D., ‘Identifikasi Bahaya Dengan Metode Hazard Identification, Risk


Assessment And Risk Control (HIRARC) Dalam Upaya Memperkecil
Risiko Kecelakaan Kerja Di PT. Pal Indonesia’

Surabaya : e-jurnal Teknik. Universitas Negeri Surabaya. Vol 08, No 1, Tahun 2019, 34-
40
Geri,R,A 2022 Skripsi Identifikasi Resiko Kecelakaan Kerja Dengan Metode Hazard
Identification, Risk Assessment (HIRA) di Hauling Area Tambang Banko Barat
Pit 1 Timur PT. Bukit Asam Tbk. Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra
Selatan : Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”

ESDM., 2018, Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor


1827.K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Pertambangan
yang Baik, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber DayaMineral Republik
Indonesia.

Excellentia,R,K., 2021, Skripsi, Rancangan Dimensi Sump Pada Tambang Nikel Di


Site Moronopo PT. Aneka Tambang Desa Buli, Kabupaten Halmahera 66
Timur, Provinsi Maluku Utara. Yogyakarta: Institut Teknologi Nasional
Yogyakarta.

Fazri, R. 2017. Analisis Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Menggunakan


Metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC):
Universitas Serang Raya

Jannah,M., 2015, Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko, dan Pengendalian Resiko


Pada Aktivitas Tambang Batubara di PT. KIM Kabupaten Muaro Bungo
Provinsi Jambi. Padang: Universitas Negeri Padang

Prabowo. A., (2017). ‘Kajian Kesehatan Keselamatan Kerja Pada Area Loading
Point Penambangan Nikel PT.Vale Indonesia Tbk. Sorowako Kecamatan
Nuha Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan

Rizki, K., (2014). ‘ Usulan Perbaikan Sistem Manajemen Keselamatan dan


Kesehatan Kerja (SMK3) Menggunakan Metode Hazard Identification and
Risk Assesment (HIRA) ‘

15

Anda mungkin juga menyukai