IJIN KERJA PANAS dan pemeriksaan apar
TUJUAN, RUANG LINGKUP DAN DEFINISI UTAMA
Judul: Pedoman Izin Kerja Panas PTFI
Dokumen: GDL-4.01.20-PTFI-002
Tanggal Efektif: 7 Februari 2023
Tujuan: Memberikan panduan dalam penerapan izin kerja panas dan pengendalian bahaya
kebakaran.
Ruang Lingkup: Berlaku untuk semua Unit Organisasi dan Perusahaan Jasa Pertambangan di area
operasi PTFI.
Izin Kerja Panas: Pekerjaan yang bisa menjadi sumber penyalaan api dan menimbulkan risiko
kebakaran.
Area Aman: Lokasi spesifik yang dirancang bebas dari bahan mudah terbakar.
Orang yang Berwenang: Individu yang ditunjuk untuk mengotorisasi pekerjaan panas.
Proses dan Langkah pencegahan
Proses Izin Kerja Panas
• Izin diperlukan untuk operasi kerja panas di area yang berdekatan dengan bahan mudah terbakar atau
gas.
• Survei area harus dilakukan untuk memastikan area tersebut bebas dari bahaya kebakaran.
• Hanya personel berkualifikasi yang boleh melakukan kerja panas.
Langkah Pencegahan Kebakaran
• Alarm dan Sistem Pemadam: Sistem harus dalam kondisi baik dan berfungsi.
• Pemindahan Bahan Mudah Terbakar: Semua bahan mudah terbakar dalam radius tertentu harus
dipindahkan atau dilindungi.
• Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD): APD wajib untuk perlindungan dari bahaya panas dan kebakaran.
Persyaratan dan prosedur tambahan
Persyaratan Pelindung Diri
• Perlindungan Mata dan Kepala: Helm, pelindung mata, dan filter lensa sesuai kebutuhan.
• Pelindung Pendengaran, Jatuh, dan Pernapasan: Sesuai standar dan lingkungan kerja.
• Perlindungan Tubuh: Menggunakan pakaian tahan api, seperti bahan nomex atau kevlar.
Prosedur Tambahan
• Tindakan khusus pada area yang berisiko tinggi, seperti tangki bahan bakar, bejana tekan,
dan area berlapis karet.
• Pengawasan kebakaran (fire watch) wajib di lokasi kerja selama pekerjaan panas dan
setidaknya 1 jam setelah selesai.
Berikut adalah langkah-langkah pemeriksaan rutin untuk APAR:
1. Periksa Tanggal Kedaluwarsa
• Tanggal Pengisian dan Kedaluwarsa: Cek label atau stiker pada APAR yang menunjukkan tanggal
terakhir pengisian atau servis, dan kapan harus dilakukan pengisian ulang. APAR umumnya perlu
diisi ulang setiap 1-5 tahun, tergantung jenisnya.
• Sertifikasi Pemeliharaan: Pastikan APAR telah melalui inspeksi berkala dari teknisi bersertifikat.
2. Cek Indikator Tekanan
• Indikator Tekanan (Pressure Gauge): Sebagian besar APAR memiliki penunjuk tekanan atau
pressure gauge. Pastikan jarum indikator berada di area hijau, yang menandakan tekanan dalam
kondisi normal. Jika jarum berada di area merah, tekanan sudah tidak sesuai dan APAR perlu
diperiksa atau diisi ulang.
3. Periksa Segel dan Pin Pengaman
• Segel Keamanan: Pastikan segel pengaman masih utuh dan belum rusak. Segel ini mencegah pin
pengaman terlepas tanpa disengaja.
• Pin Pengaman: Pastikan pin pengaman masih ada dan dalam kondisi baik. Pin ini memastikan
APAR tidak akan aktif tanpa disengaja.
Berikut adalah langkah-langkah pemeriksaan rutin untuk APAR:
4. Cek Fisik Tabung dan Selang:
• Kondisi Tabung: Pastikan tabung APAR dalam kondisi baik, tanpa karat, bocor, penyok, atau kerusakan fisik
lainnya yang bisa mempengaruhi kinerja APAR.
• Selang APAR: Periksa selang APAR dari retakan, penyumbatan, atau kerusakan. Pastikan selang terpasang
dengan baik dan tidak mengalami kebocoran.
5. Pastikan APAR Mudah Dijangkau
• Lokasi APAR: Pastikan APAR ditempatkan di tempat yang mudah diakses dan terlihat jelas. Jangan
menempatkan APAR di belakang pintu, tertutup barang, atau di tempat yang sulit dijangkau.
• Tanda APAR: Pastikan ada tanda atau label yang jelas di sekitar APAR agar mudah ditemukan dalam keadaan
darurat.
6. Kocok APAR Secara Berkala (Untuk APAR Powder)
• Jika APAR menggunakan media bubuk (powder), kocok tabung setiap beberapa bulan untuk mencegah bubuk
mengendap. Menggoyangkan tabung bisa membantu memastikan media pemadam tetap merata dan efektif
saat digunakan.
7. Cek Instruksi Pemakaian
• Label Instruksi: Pastikan label atau petunjuk penggunaan masih terbaca dengan jelas dan tidak rusak. Ini
penting agar pengguna bisa memahami cara menggunakan APAR dengan benar saat keadaan darurat.
PRE – Incident :
Admin :
- Melakukan PJO ke semua
operator
- Memberikan konseling
kepada pekerja yang terlibat
POST - Incident :
Elemination :
- Tidak ada praktek lagi press
drum menggunakan forklift
Subtitution :
• Press drum bekas
menggunakan
counterweight
Engineering :
• Membuat Counterweight
untuk press drum bekas
Admin :
• Menjadwalkan training
spotter untuk pekerja yang
terlibat
• Melakuakn review SOP
penangan drum bekas
• Identifikasi control baru dan
melakukan review HIRADC
untuk pengoperasian forklift
terimakasih