0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
177 tayangan15 halaman

Prosedur IBPR PT Pratama Bersama

Prosedur ini menguraikan langkah-langkah untuk mengidentifikasi bahaya keselamatan kerja, menilai risiko, dan menerapkan tindakan pengendalian yang terkait dengan operasi perusahaan PT. Pratama Bersama. Tujuannya adalah untuk membantu manajer, supervisor, dan pihak-pihak lain yang bertanggung jawab atas keselamatan karyawan. Prosedur ini berlaku untuk semua bahaya dan risiko yang terkait dengan kegi

Diunggah oleh

kontrol ajpr
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
177 tayangan15 halaman

Prosedur IBPR PT Pratama Bersama

Prosedur ini menguraikan langkah-langkah untuk mengidentifikasi bahaya keselamatan kerja, menilai risiko, dan menerapkan tindakan pengendalian yang terkait dengan operasi perusahaan PT. Pratama Bersama. Tujuannya adalah untuk membantu manajer, supervisor, dan pihak-pihak lain yang bertanggung jawab atas keselamatan karyawan. Prosedur ini berlaku untuk semua bahaya dan risiko yang terkait dengan kegi

Diunggah oleh

kontrol ajpr
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

No.

Dokumen DOC-PB-031
PT. PRATAMA BERSAMA
Tanggal Efektif 05-Juni-2020
Edisi / Revisi 1/0
PROSEDUR IBPR
Halaman 1

PT. PRIATAMA BERSAMA

PROSEDUR
IBPR

NO. DOKUMEN : DOC-PB-031


EDISI / REVISI : 1/0
TANGGAL EFEKTIF : 05 Juni 2020

Disiapkan Diperiksa Disetujui

INDRA WAHYU TRI M. SEMBI H


KRISMANTO. G
SAPUTRO
HSE Officer Dept. Head HSE KTT
No. Dokumen DOC-PB-031
PT. PRATAMA BERSAMA
Tanggal Efektif 05-Juni-2020
Edisi / Revisi 1/0
PROSEDUR IBPR
Halaman 2

DAFTAR ISI

Contents
DAFTAR ISI..............................................................................................................................2
LEMBAR CATATAN PERUBAHAN DOKUMEN................................................................3
Risk Assessment Team Leader Ketua Tim Penialaian Resiko..............................................8
Risk Assessment Team Tim Penilaian Resiko..........................................................................9
Purpose…...…………………………………………………………………………………………..4

Scope…………………………………………………………..……………………………………...4

Control Objective…………………......
……………………………………………………………………….4

Definition of
Terms………………………………………………………………………………………………….7

Procedures………………………………………….………..………………………………………9

Responsibility of Prosess Owners…………………………………………………......


……………………………………….13

Policies…..………………………………………………………………………………………….13
No. Dokumen DOC-PB-031
PT. PRATAMA BERSAMA
Tanggal Efektif 05-Juni-2020
Edisi / Revisi 1/0
PROSEDUR IBPR
Halaman 3

LEMBAR CATATAN PERUBAHAN DOKUMEN

Edisi / Revisi Tahun Uraian Singkat Revisi


No. Dokumen DOC-PB-031
PT. PRATAMA BERSAMA
Tanggal Efektif 05-Juni-2020
Edisi / Revisi 1/0
PROSEDUR IBPR
Halaman 4

1. PURPOSE TUJUAN
This SOP outlines the procedure for the identification of Occupational Health & Safety hazards, the
assessment of risks and the implementation of control measures associated with the Company’s
operations. This is to assist managers,supervisors and others who have a responsibility for the safety a
personnel.

SOP ini menguraikan prosedur untuk mengidentifikasi bahaya Kesehatan & keselamatan kerja, penilaian
resiko dan pelaksanaan langkah-langkah pengendalian yang terkati dengan operasi perusahaan. Ini untuk
membantu para manager supervisior dan orang yang mempunyari tanggung jawab atas keselamatan
orang lain.

2. SCOPE RUANG LINGKUP


This procedure is applicable to all hazards and risks associated with the Company’s activities and facilities.
Prosedur ini diaplikasikan kepada semua bahaya dan resiko yang terkait dengan aktifitas perusahaan dan
fasiliti.

3. CONTROL OBJECTIVES OBJEK KONTROL

3.1 Control Measures Langkah Kontrol


Practicable measures to remove and/ or mitigate the risks of an exposure to the hazard. The controls
listed below shall be considered for implementation in preference from most desired to the least
desired. Tindakan praktis untuk menghilangkan dan/atau mengurangi resiko paparan bahaya. Cara
control yang terlampir dibawah ini harus dipertimbangkan untuk diterapkan dalam preferensi dari yang
paling diinginkan sampai yang paling tidak diinginkan.

o Elimination Menghilangkan (Most desired)


o Substitution Mengganti
o Isolation Mengisolasi
o Engineering Rekayasa Enginering
o Administrative Administrasi
o Personal Protective Equipment, (PPE). Alat pelindung diri ( APD ) (Least desired)

3.2 Hazard Bahaya


Anything that has the potential to cause harm in terms of human injury or ill health, damage to assets,
or a combination of these.

Apapun potensi yang dapat menyebabkan terlukan atau tidak sehat, kerusakan asset, atau kombinasi
dari keduanya.

3.3 HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment & Risk Control)


A process aimed at identifying the hazards associated with the operation of a process, facility,
equipment or other well-defined facility. See also risk assessment.

Suatu proses yang bertujuan mengidentifikasi bahaya yang terkait dengan pengoperasian, fasilitas,
No. Dokumen DOC-PB-031
PT. PRATAMA BERSAMA
Tanggal Efektif 05-Juni-2020
Edisi / Revisi 1/0
PROSEDUR IBPR
Halaman 5

peralatan atau fasilitas lainya yang teridentifikasi dengan baik. Lihat juga penilaian resiko.

3.4 Likelihood Kemungkinan

The chance or frequency of an accident/incident happening. This is expressed in numerical terms from
1 – 5. 1 being the lowest chance of something occurring and 5 being highest. The following table
defines the meanings further: (Fig1) Peluang atau frecuansi kejadian kecelakaan aksiden/insiden. Ini
dinyatakan dalam bentuk nomor 1 – 5 . 1 dinyatakan sebagai peluang yang terendah dan 5 menjadi
tertinggi. Tabel berikut mengidentifikasikan lebih lanjut.

LIKELIHOOD LEVEL LEVEL KEMUNGKINAN

Probability Frequency Frekuensi


Kemungkinan

Unlikely Have the potential to occur, but probably never will ;

(1) No history data of its happening before. Terdapat potensi dapat terjadi, tapi
kemungkinanya tidak akan pernah: Tidak ada riwayat data yang pernah terjadi
sebelumnya.

May Happen Could happen but only rarely; Not likely to occur in life cycle of system. Bisa
terjadi tao jarang : Tidak mungkin terjadi dalam siklus sistem.
(2)

Likely Could occur (Heard of happening in company); Once in life cycle of system;
Probably will occur in time. Bisa terjadi ( dapat terjadi dalam perusahaan ) :
(3) Sekali dalam siklus hidup, kemungkinan terjadinya tepat waktu.

Very Likely Known to occur several times in life cycle of system; Has happened at least once
in the past. Diketahui terjadi beberapa kali dalam sistem hidup: Telah terjadi
(4) setidaknya sekali dimasalalu.

Certain Known to be a common or repeating occurrence; Repeated in life cycle of


system; Could happen frequently. Dikenal sebagai kejadian umum atau
(5) berulang : berulang dalam siklus hidup sistem : Bisa sering terjadi.

Fig 1

3.5 Risk Assessment Penilaian Resiko

A risk assessment is simply a careful examination of what, in your work, could cause harm to people, so
that you can weigh up whether you have taken enough precautions or should do more to prevent harm.
Penilaian resiko hanyalah pemerikasaan yang cermat terhadap apa yang orang kerjakan, sehingga orang
dapat mempertimbangkan apakah sudah ada tindakan pencegahan yang cukup atau harus lebih untuk
No. Dokumen DOC-PB-031
PT. PRATAMA BERSAMA
Tanggal Efektif 05-Juni-2020
Edisi / Revisi 1/0
PROSEDUR IBPR
Halaman 6

dapat mencegah bahaya.

3.5 Risk Resiko

The risk is the chance, high medium or low, that somebody could be harmed by these and other
hazards, together with an indication of how serious the harm could be. This is expressed in the
following table (Fig 2) with further amplification of the meanings: Kesempatan resiko, tinggi,sedang,
atau rendah, bahwa seseorang dapat dirugikan dalam bahaya ini dan lainya, bersama dengan
identifikasi betapa seriusnya bahaya tersebut. Ini diungkapkan dalam tabel ( Fig 2 ) dengan amplifiasi
lebih lanjut.

MATRIKS RESIKO / RISK MATRIX


Safety, Health & Environment

LIKELIHOOD (L)
Akan sering terjadi -
berkali-kali setiap hari 75-100%
(Continuous) atau Probabilitas (Sangat 5 A (5) A (10) AA (15) AA (20) AA (25)
cuman 5 tahun sekali Tinggi / Very High)
(Very Rare)
KEMUNGKINAN (L)

Akan terjadi setiap hari 50-75% Probabilitas


(Often) (Tinggi/High) 4 B (4) A (8) A (12) AA (16) AA (20)

Akan terjadi setiap 25-50% Probabilitas


minggu (Seldom) (Sedang / Medium) 3 B (3) B (6) A (9) A (12) AA (15)

Akan terjadi dalam


5-25% Probabilitas
sebulan atau tiga
(Jarang/Low) 2 C (2) B (4) B (6) A (8) A (10)
bulanan (Very Seldom)
Akan terjadi lebih
1-5% Probabilitas
kurang dari sekali
setahun (Rarely
(Jarang Sekali/Very 1 C (1) C (2) B (3) B (4) A (5)
Low)
Happens)
1 2 3 4 5
SEVERITY / KEPARAHAN (S)
Minor injury LTI
LTI
Injury On Duty / Cedera Akibat Kerja (Medical (Tanpa Cacat Fatality Multiple Fatality
(Cacat Permanen)
Treatment) Permanen)
Property damage / Kerusakan Harta Benda < US$ 1.000 > US$ 1.000 > US$ 5.000 > US$ 10.000 > US$ 25.000
Spillage 25<X<200 Spillage Spillage
Spillage <25 liter Spillage >5000 liter
liter 200<X<1000 liter 1000<X<5000 liter
Environmental Polution / Polusi Lingkungan
Tumpahan Tumpahan Tumpahan Tumpahan >5000
Tumpahan <25 liter
25<X<200 liter 200<X<1000 liter 1000<X<5000 liter liter
Occupational Diseases & Epidemics PAK (Fatal / Total PAK (Multiple Fatal
PAK (Medical PAK (Tanpa Cacat PAK (Cacat
Loss) atau Minor / Total Loss) atau
Penyakit Akibat Kerja (PAK) & Epidemi Treatment) Permanen) Permanen)
Epidemi Major Epidemi

Fig 2

3.6 Severity Keparahan

The extent of the loss or injury from an accident/incident caused by a specific hazard. The table
at Fig 3 shows an explanation of this. Health is included along with safety as it is sometimes
forgotten that exposure to hazards can result in work related health problems. Tingkat
kehilangan atau cedera akibat kecelakaan / insiden yang disebaban oleh bahaya tertentu . Tabel
gambar 3 menunjukan contoh ini. Kesehatan disertakan dengan keselamatan karena kadang-
kadang dilupakan bahwa paparan bahaya dapat menyebabkan masalah kesehatan terkait
pekerjaan.

SEVERITY LEVEL TINGKAT KEPARAN


No. Dokumen DOC-PB-031
PT. PRATAMA BERSAMA
Tanggal Efektif 05-Juni-2020
Edisi / Revisi 1/0
PROSEDUR IBPR
Halaman 7

Severity Safety Keselamatan Health Kesehatan


Keparahan

Negligible Minor cuts and bruises, may require at Exposure to health hazards that cause
site first aid treatment and no lost days. illness that may require first aid treatment.
(1) Luka kecil dan memar mungkin Paparan terhadap bahaya kesehatan yang
memerlukan perawatan pertolongan menyebabkan penyakit yang mungkin
pertama dilokasi dan tidak ada yang memerlukan perawatan pertolongan
hilang. pertama.

Moderate Minor injury requiring medical treatment. Exposure to health hazards that cause
No lost days. Luka kecil yang memerlukan illness that need medical treatment but
(2) pemeriksaan medis. Tidak ada hari yang without observation. Paparan terhadap
hilang. bahaya kesehatan yang menyebabkan
penyakit yang membutuhkan perawatan
medis tetapi tanpa observasi.

Serious Major injuries requiring medical treatment Exposure to health hazards that cause
& observations with lost days of between illness that need medical treatment and
(3) 1-3. Cidera besar yang membutuhkan observation. Paparan terhadap bahaya
perwatan medis & observasi dengan hari kesehatan yang menyebabkan penyakit
yang hilang antara 1-3. yang memerlukan perawatan medis dan
observasi.

Critical Temporary Disable, Lost time more than 4 Exposure to health hazards that cause
days. Dinonaktifkan sementara, serious illness. Paparan terhadap bahaya
(4) kehilangan waktu lebih dari 4 hari. kesehatan yang menyebabkan penyakit
serius.

Very Fatality / Permanent Disable Kematian/ Exposure to health hazards that cause
Critical dinonaktifkan permanen permanent disability. Paparan terhadap
bahaya kesehatan yang menyebabkan
(5) cacat tetap.

Fig 3

4. DEFINITION OF TERMS DEFINISI ISTILAH

4.1 Terms Istilah

4.2 Acronyms Akronim

Acronym Term Istilah


Akronim

PUP Prima Unggul Persada

HIRARC Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control

EHS Environmental Health & Safety


No. Dokumen DOC-PB-031
PT. PRATAMA BERSAMA
Tanggal Efektif 05-Juni-2020
Edisi / Revisi 1/0
PROSEDUR IBPR
Halaman 8

PPE Personal Protective Equipment

4.3 Responsibilities Tanggung jawab

Site Managers

 Ensuring that all hazards in the site area are properly assessed and recorded in accordance with the
risk assessment procedure in paragraph five. Memastikan semua bahaya di area kerja dinilai dan
dicatat dengan benar sesuai prosedur penilaian resiko pada paragraph lima.
 Reviewing and maintaining their respective site’s HIRARC Record of Significant Hazards & Risk
Register (See Appendix 1). Meninjau dan memelihara catatan HIRARC masing- masing dari daftar
bahaya resiko signifikan dari signifikan bahay & resiko registrasi ( Lihat Lampiran 1 )
 Overseeing continuation of projects to control (both facilities and activities) work-related events with
significant risk ratings. Mengawasi kelanjutan projek untuk mengontrol ( fasilitas dan aktifitas ) acara
terkait pekerjaan dengan peringkat resiko yang signifikan.
 Ensure that the results of the risk assessments are communicated to all employees and any other
persons who may be effected by operations. Memastikan hasil penilaian resiko dikomunikasikan
kepada kariawan dan orang lain yang mungkin terkena dampak operasi.
 Supply the site manager with copies of all assessments in order that there suitability can be verified.
Berikan Salinan penilaian resiko terhadap site manager agar kesesuaian dapat diverifikasi.
 Nominate employees to make up the risk assessment teams for each department within a site.
Nominasikan kariawan untuk membentuk tim penilaian resiko dalam satu departemen untuk satu
lokasi.
Risk Assessment Team Leader Ketua Tim Penialaian Resiko

 Identifying and leading the risk assessment team members. Mengidentifikasi dan memimpin tim
penilaian resiko.
 Carry out risk assessments for hazards that have been highlighted in the workplace. Melakukan
penilaian resiko terhadap bahaya yang dapat dilihat ditempat kerja.
o It should be noted that some hazards require specialist knowledge and will be beyond the
capabilities of the risk assessment team. Such hazards include Asbestos, Fire, Legionella, and
Noise. Where these types of assessment are sought the site manager should be consulted.
Perlu dicatat beberapa bahaya memerlukan pengetahuan khusus dan akan berda diluar
kemampuan tim penilaia resiko. Bahaya tersebut termasuk Asbes,Api, Legionella, dan
Kebisingan. Jika jenis penilaian ini dicari site manager harus mengkonsultasikanya.
 Developing and updating their HIRARC Record of Significant Hazards & Risk Register; (See Appendix
1) Mengembangkan dan memperbaharui catatan HIRARC secara signifikan bahya & resiko : ( Lihat
lampiran 1 )
 Ensuring risk management is implemented after completion of the risk assessment. Pastikan
manajemen resiko telah diterapkan setelah penilaian resiko.
 Reporting of new high and risk activities promptly to the Site Manager. Laporkan bahaya tinggi yang
baru dan kegiatan beresiko laporkan ke Site Manager
 Communicate the results of the risk assessments to the respective SIte Manager. Komunikassikan
hasil penilaian resiko kepada masing – masing Site Manager.
 Ensure all employees and persons who may be affected by operations are briefed on the hazards and
No. Dokumen DOC-PB-031
PT. PRATAMA BERSAMA
Tanggal Efektif 05-Juni-2020
Edisi / Revisi 1/0
PROSEDUR IBPR
Halaman 9

control measures put in place. Pastikan semua kariawan dan orang yang aktif dalam operasional
sudah diberitahu bahaya yang ada dan cara mengendalikanya.

Risk Assessment Team Tim Penilaian Resiko

 Identifying hazards and risks associated with the activities allocated to them; Identifikasi bahaya dan
resiko disemua tempat yang terdapat aktifitas.
 As directed by the assessment team leader assist in conducting risk assessments for any identified
hazards. Sebagai mana diarahkan oleh ketua tim penilaian resiko, membantu penilaian resiko terhadap
bahaya yang teridentifikasi.
 Initiate action (operation control, management program or projects) to eliminate, mitigate and control
the significant hazards. Memulai tindakan ( Mengontrol operasi, program manajemen, atau projek )
untuk menghilangkan, menanggulangi dan mengendalikan bahaya secara siknifikan.
 Consult with and involve employees from operations in the process of the production of any risk
assessments. Mengkonsultasikan dengan kariawan dari setiap bagian operasional dari produksi dari
setiap penilaian resiko.

1. Compilation of Risk Assessment team Kompilasi Tim Penilaian Resiko

Employees who make up the team must be competent in the work carried out by the department and must
have undertaken risk management training. Kariawan yang harus membentuk tim yang kompeten dalam
pekerjaan yang dilakukan dalam departemen dan harus menjalani pelatihan manajemen penilaian resiko.

4. The department risk assessment team should be headed by a manager. It will be the manager’s
responsibility to control the team and ensure the risk is assessed fully. Tim departemen penilaian
resiko harus dipimpin oleh seorang manager. Manager yang harus bertanggungjawab dalam
mengontrol tim dan memastikan resiko dinilai sepenuhnya.

5. A supervisor or team leader who has good knowledge of the operation or process being assessed.
Supervisor atau pemimpin tim harus mempunyai pengetahuan yang bagus dalam operasional atau
proses sepenuhnya.

6. Other persons as may be required depend ant on the process being assessed. Orang lain yang
diperlukan tergantung pada proses yang sedang dinilai .

5. PROCEDURES PROSEDUR

There are five steps to completing a risk assessment. Ada lima langkah untuk menyelesaikan penilaian resiko.

Step 1 Identify the hazards Langkah 1 identifikasi bahaya

Step 2 Decide who might be harmed and how Langkah 2 Putuskan siapa yang mungkin dirugikan
dan bagaimana caranya

Step 3 Evaluate the risks and decide on your control measures Langkah 3 evaluasi resiko dan
putuskan langkah-langkah control anda.

Step 4 Record your findings and implement them Langkah 4 catatat temuan dan implementasikan.

Step 5 Review your assessment and update if necessary Langkah 5 ulas pnilaia dan perbarui jika
No. Dokumen DOC-PB-031
PT. PRATAMA BERSAMA
Tanggal Efektif 05-Juni-2020
Edisi / Revisi 1/0
PROSEDUR IBPR
Halaman 10

diperlukan

Step 1 Langkah 1
Identify the hazards Identifikasi bahaya
6.1 Walk around your workplace and look at what could reasonably be expected to cause harm. Berjalan
disekitar tempat kerja dan lihat apa yang menyebabkan kerusakan.
6.2 First you need to work out how people could be harmed. When you work in a place every day it is
easy to overlook some hazards, so here are some tips to help you identify the ones that matter:
Pertama perlu tahu bagaimana orang bisa dirugikan. Ketika anda bekerja di tempat yang sama setiap
hari itu sangat mudah melihat bahaya yang sama, jadi disini ada tips untuk membantu anda untuk
mengidentifikasi bahaya yang dapat terjadi.

6.3 Ask your employees or the safety representatives what they think. They may have noticed things that
are not immediately obvious to you. Tanyakan kepada kariawan atau perwakilan safety apa pendapat
mereka. Mereka mungkin lebih memperhatikan hal – hal yang kurang jelas untuk anda.
6.4 Check manufacturers’ instructions or data sheets for chemicals and equipment as they can be very
helpful in spelling out the hazards and putting them in their true perspective. Periksa instruksi pabrik
atau lembar dari bahan kimia dan peralatan lainya yang mungkin dapa membantu untuk menguraikan
bahaya dan dapat menempatkan bahaya sesuai prespektif yang sebenarnya.
6.5 Have a look back at your accident and ill-health records – these often help to identify the less obvious
hazards. Lihat kembali catatan kecelakaan dan kesehatan anda ini dapat membantu dalam proses
infestigasi bahaya yang kurang jelas.
6.6 Remember to think about long-term hazards to health (e.g. high levels of noise or exposure to harmful
substances) as well as safety hazards. Ingatlah untuk memikirkan bahaya jangka panjang bagi
kesehatan ( Kebisingan tingkat tinggi atau paparan zat berbahaya ) serta bahaya keamanan.

Step 2 Langkah 2
Decide who might be harmed and how Putuskan siapa yang mungkin dirugikan dan bagaimana caranya
For each hazard you need to be clear about who might be harmed; it will help you identify the best way of managing
the risk. That doesn’t mean listing everyone by name, but rather identifying groups of people (e.g. ‘people working
in the storeroom’ or ‘passers-by’). Untuk setiap bahaya anda harus tahu jelas siapa yang mungkin akan dirugikan,
itu akan membantu anda dalam mengidentifikasi resiko. Itu tidak berarti mendata setiap nama orang, tetapi
mengidentifikasi kelompok orang ( Orang yang bekerja dalam ruang penyimpanan atau orang yang lewat).

In each case, identify how they might be harmed, i.e. what type of injury or ill health might occur. For example,
‘shelf stackers may suffer back injury from repeated lifting of boxes’. Dalam setiap kasus , identifikasi bagaimana
mereka dapat merugikan,yaitu jenis cidera atau kesehatan yang buruk mungkin terjadi. Untuk contoh dapat
mengalami cidera punggung karena pengangkatana kotak kardus yang berulang – ulang.

Remember: Ingat

7. Some workers have particular requirements, e.g. new and young workers, new or expectant mothers
and people with disabilities may be at particular risk. Ingat setiap pekerjaan memiliki persyaratan
khusus, misalnya pekerja baru, ibu hamil dan orang – orang cacat mungkin berhadapan dengan
resiko tertentu.
8. Extra thought will be needed for some hazards; Diperlukan pemikiran extra untuk beberapa bahaya.
9. Cleaners, visitors, contractors, maintenance workers etc, who may not be in the workplace all the time;
members of the public, if they could be hurt by your activities; if you share your workplace, you will
need to think about how your work affects others present, as well as how their work affects your staff –
talk to them; and ask your staff if they can think of anyone you may have missed. Bagian kebersihan,
No. Dokumen DOC-PB-031
PT. PRATAMA BERSAMA
Tanggal Efektif 05-Juni-2020
Edisi / Revisi 1/0
PROSEDUR IBPR
Halaman 11

pengunjung, kontraktor, pemeliharaan dll, yang mungkin tidak berda dalam ligkungan kerja setiap
waktu, jika akan melakukan aktifitas

Step 3 Langkah 3
Evaluate the risks and decide on precautions Evaluasi resiko dan putuskan tindakan pencegahan
Having spotted the hazards, you then have to decide what to do about them. You must do
everything ‘reasonably practicable’ to protect people from harm. Setelah melihat bahaya , kemudian anda
harus memutuskan apa yang harus dilakukan terhadap bahaya tersebut, anda harus melakukan segala yang
dilakukan secara wajar untuk melindungi orang dari bahaya.

So first, look at what you’re already doing; think about what controls you have in place and how the work is
organised. Then speak to others and see what is considered good practice and do a comparison then you will see if
there’s more you should be doing to bring yourself up to standard. Jadi pertama – tama , lihat apa yang sudah
dilakukan pikirkan kontrol bagaimana cara mengaur pekerjaan, lalu coba bicarakan dengan orang lain mana yang
dianggap praktik yang baik dan lakukan perbandingan dari sudut pandang itu kemudian dapat melihat apakah
standar pelru dinaikan atau tidak.

When considering what control measures you can achieve use the list below in the order you see it. If
you cannot do the first then move to the second. Saat mempertimbangkan tindakan kontrol yang apa yang dapat
anda capai, gunakan daftar dibawah ini sesuai urutan yang anda lihat, jika anda tidak dapat melakukan yang
pertama maka lakukanpindahlah yang ke dua.

EFFECTIVENESS
EFEKTIFITAS
CONTROL MEASURE PENGUKURAN KONTROL
CATEGORY
KATAGORI

Code Type Explanation

Removing hazard or hazardous


Remove
Elimination work practice from workplace Most Effective Paling
Menghapusk E
Eliminasi Menghapus bahaya atau cara evektif
an
kerja berbahaya dari tempat kerja

Replacing a hazard or hazardous


work practice with a less
Substitute hazardous one. Mengganti cara Very Effective Sangat
S
Pengganti kerja berbahaya atau mengganti evektif
cara kerja dengan yang lebih
aman

Separating the hazard or


hazardous work practice from
people not involved in the work
Reduce
areas (ex:. marking and guarding). Moderately Effective
Mengurangi I Isolate Isolasi
Memisahkan bahaya atau bahaya Cukup evektif
No. Dokumen DOC-PB-031
PT. PRATAMA BERSAMA
Tanggal Efektif 05-Juni-2020
Edisi / Revisi 1/0
PROSEDUR IBPR
Halaman 12

A last resort measure. Used when


other measures are not practical
or to increase protection (ex:. ear
PPE (Personal
plug, safety shoe, goggle, mask).
Protective
Langkah terakhir. Ketika cara Least Effective
P Equipment)
yang lainya tidak dapat digunakan Kurang evektif
APD (Alat
atau untuk meningkatkan
Pelindung Diri)
perlindungan ( pelindung
telinga,sepatu
safety,kacamata,masker)

Step 4 Langkah 4
Record your findings and implement them Catat temuan dan implementasikan
Putting the results of your risk assessment into practice will make a difference when looking
after people and your business. Menerapkan hasil penilaian resiko anda kedalam praktik kerja akan membuat
perbedaan terhadap manusia dan bisnis.

Writing down the results of your risk assessment, and sharing them with your staff, encourages
you to do this. Menuliskan hasil dari penilaian resiko, dan membagikanya ke staff, dan dorong untuk
melakukanya.

When writing down your results, keep it simple, for example ‘Tripping over rubbish: bins provided,
staff instructed, weekly housekeeping checks’, or ‘Fume from welding:local exhaust ventilation used and regularly
checked’. Ketika menuliskan hasil,lakukan hal hal yang mudah, contohnya tersandung sampah : Instruksikan staff,
periksa kebersihan migguan , atau asap dari pegelasan : ventilasi digunakan dan pengecekan regular.

Appendix 2 Risk Assessment Template is to be used for all general assessments. Lampiran 2
template penilaian resiko akan digunakan untuk semua penilaian umum.
Appendix 3 should be used for hazardous substances assessments Lampiran 3 harus digunakan
untuk penilaian zat berbahaya
Appendix 4 should be used for all manual handling assessments Lampiran 4 digunakan untuk
penilaian penanganan manual

Step 5 Langkah 5

Review your assessment and update if necessary Tinjau penilaian dan perbaharui jika
diperlukan

All risk assessments must be reviewed annually or on the following occasions and any significant changes must be
recorded. Semua penilaian resiko harus ditinjau setiap tahun atau pada kesempatan berikutnya dan setiap
perubahan signifikan harus dicatat.

 Changes in local legislation Perubahan undang – undang


 Change of personnel Perubahan orang
 Change of process i.e. new machinery Perubahan proses jika ada mesin baru
 An accident/Incident has occurred which may bring into doubt the effectiveness of the
No. Dokumen DOC-PB-031
PT. PRATAMA BERSAMA
Tanggal Efektif 05-Juni-2020
Edisi / Revisi 1/0
PROSEDUR IBPR
Halaman 13

risk assessment Kecelakaan atau insiden yang telah terjadi yang dapat meragukan
penilaian resiko
 As a result of doubts expressed by employees Sebagai hasil yang diragukan oleh para
karyawan
2. Types of Assessment Tipe penilain

General Umum

 Appendix 2. This covers most areas of risk and should be used to record assessments for general
hazards around the site. Lampiran 2 ini mencakup sebagian besar resiko dan harus digunakan untuk
mencatat penilaian untuk bahaya umum disekitar lokasi.

Hazardous Substances Zat berbahaya

 Appendix 3. This template is used to assess any chemicals or hazardous substances either stored or
used on site as outlined in The Control of Hazardous Substances Standard SOP. Lampiran 3.
Template ini digunakan untuk menilai segala bahan kimia atau zat berbahaya yang disimpan atau
digunakan dilokasi sebagaimana diuraikan dalam SOP standar pengendalian bahan berbahaya.

5.1 Manual Handling Penanganan Manual

 Appendix 4- It is estimated that a third of all accidents are due to manual handling it is logical therefore
that a specific type of assessment is required to adequately assess the issues. This assessment is
divided into five areas. Lampiran 4 diperkirakan dari sepertiga kecelakaan disebabkan dari penanganan
manual, oleh karena itu logis bahwa jenis penilaian khusus diperlukan untuk menilai masalah secara
memadai. Penilaian ini dibagi menjadi lima bidang.

 The Task- This asks questions about the specific task being assessed. Does it involve
stretching or twisting, long carrying distance etc Tugas ini mengajukan pertanyaan tentang
tugas spesifik yang sedang dinilai. Apakah itu melibatkan peregangan atau pemutaran,
jarak angkat dll.

 The Load- This asks questions about the type of load, how heavy? Is it difficult to grasp?
Muatan ini menanyakan jenis beban, seberapa berat ? apakah sulit diangkat ?

 The Work Environment- Are there poor floors? Variations in level to travel over.
Lingkungan kerja , apakah ada lantai yang buruk ? variasi dalam level.

 The Individual Capability- Is the person capable of performing the operation? Does this
pose a hazard to people with health problems? Kemampuan individu, apakah orang
tersebut mampu melakukan operasi ? apakah ini menibulkan bahaya bagi orang dengan
masalah kesehatan ?

 Other Factors- Does PPE hinder the movement of the person Faktor lain apakah APD
menghambat pergerakan orang tersebut.

 It is important that all of these factors are considered when conducting a Manual Handling assessment.
Other factors must be considered and these will be taught to risk assessors during their training.
Penting bahwa semua factor ini dipertimbangkan dalam penilaian penanganan manual. Faktor – factor
lain harus dipertimbangkan dan ini akan diajarkan kepada penilaian resiko selama pelatihan mereka.

5.2 Training Pelatihan

Risk assessment teams MUST be properly trained in order to make a suitable and sufficient risk
assessment. Training should be conducted either by the site manager or by a company who provide specialist
training in risk management. A training power point presentation is attached to this standard. Tim penilain resiko
No. Dokumen DOC-PB-031
PT. PRATAMA BERSAMA
Tanggal Efektif 05-Juni-2020
Edisi / Revisi 1/0
PROSEDUR IBPR
Halaman 14

HARUS dilatih dengan benar untuk membuat penilaian resiko yang cocok dan memadai. Pelatihan harus dilakukan
oleh Site Manager atau dari perushaan yang memberikan pelatihan spesialis dalam manajemen resiko. Presentasi
power point dilampirkan pada standar ini.

NOTE: Catatan

A risk assessment is just another piece of paper unless all effected employees are briefed on the hazards
and the control measures you have put in place to protect them. It is vital that a toolbox talk is prepared for
each risk assessment and its contents communicated to all employees. It may be that a safe system of
work must be developed as part of the control measures being implemented. Penilaian resiko adalah
selembar kertas kecuali semua kariawan terkena dampak diberikan pengarahan tentang bahaya dan
langkah – langkah pengendalian yang telah dilakukan untuk melindungi mereka. Sangat penting bahwa
persiapan dalam penilaian resiko da nisi dari penialaian resiko diberi tahukan kepada seluruh kariwan .
Agar menjdai sistem kerja yang aman dan harus dikembangkan sebagai – bagian dari langkah – langkah
pengendalian yang diterapkan.

This information must also be communicated to all employees. Informasi ini juga harus diinformasikan
kepada seluruh karyawan

Pembaharuan IBPR, dilakukan 1 tahun sekali / Jika ada perubahan dalam proses

NOTE: Catatan

A breach of safety procedures is considered by LF to be gross misconduct and as such may result in
disciplinary action being taken if negligence or a breach of safety is proven. Disciplinary action involving gross
misconduct could lead to termination of employment. Pelanggaran prosedur keselamatan dianggap LF sebagai
pelanggaran berat dan karenanya dapat menyebabkan tindakan disipliner dilakukan jika kelalaian atau
pelanggaran keselamatan terbukti. Tindakan disiplin yang mengakibatkan pelanggaran berat dapat
menyebabkan pemutusan kerja.

5. 2 List of Forms and Documents Daftar formulir dan dokumen

Form Name Nama Form Form Type* Purpose of Form

FM/LF-GEN-QHSE/015-01 PA Sebagai media penilaian dalam IBPR


IBPR Form

*(S) system-generated / (PA) pre-printed/accountable / (CA) custom/accountable / (Others) ad hoc/non-


accountable

5.3 List of Attachments, Appendices, and Exhibits Daftar lampiran, dan

Attachment Number Attachment Title


No. Dokumen DOC-PB-031
PT. PRATAMA BERSAMA
Tanggal Efektif 05-Juni-2020
Edisi / Revisi 1/0
PROSEDUR IBPR
Halaman 15

6. RESPONSIBILITY OF PROCESS OWNERS

Process Owner Responsibility

7. POLICIES

8.1 To Support zero incident in PT. PB during Site product handling

Version Control
Revision Author of Brief Description of Change(s) and Approvals (Name, Date
Date
Number Revision & Signature)

Anda mungkin juga menyukai