Nomor Dokumen :
STANDAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN
SOP/SHE/1/007
KERJA
Tanggal terbit :
PT. GRAHA PRIMA ENERGY
12 Oktober 2020
JI. Siradj Salman No. 7- 9 PROSEDUR IDENTIFIKASI BAHAYA
Samarinda 75124 - Kalimantan Timur
Phone:0541 -7271031, 7271032
PENILAIAN DAN PENGENDALIAN No. Terbitan / Revisi :
00
Fax: 0541 - 7271035 RESIKO
1. TUJUAN
Karyawan dapat memahami sumber bahaya dan dapat mengenali serta mencegah
tindakan yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja.
2. RUANG LINGKUP
Prosedur ini diterapkan dan berlaku di area kerja PT. GRAHA PRIMA ENERGY .
3. ACUAN
CSMS Requirement
ASNZS 4360:2004
4. TANGGUNG JAWAB
4.1. Direktur
Melakukan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan prosedur tanggap
darurat di tempat kerja.
Memberikan rekomendasi kepada Manager Bagian apabila terdapat
pelanggaran terhadap prosedur ini.
4.2. Manager Bagian
Memastikan seluruh karyawan di bawah pimpinannya melaksanakan
prosedur ini dengan baik.
4.3. Pekerja
Mematuhi segala ketentuan yang diatur dalam prosedur ini.
Memantau anggotanya dalam menjalankan prosedur ini.
4.4. Petugas K3
Memberikan wawasan dan penjelasan prosedur ini kepada semua
karyawan.
Merencanakan program pemantauan pelaksanaan prosedur ini secara
berkelanjutan.
Nomor Dokumen :
STANDAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN
SOP/SHE/1/007
KERJA
Tanggal terbit :
PT. GRAHA PRIMA ENERGY
12 Oktober 2020
JI. Siradj Salman No. 7- 9 PROSEDUR IDENTIFIKASI BAHAYA
Samarinda 75124 - Kalimantan Timur
Phone:0541 -7271031, 7271032
PENILAIAN DAN PENGENDALIAN No. Terbitan / Revisi :
00
Fax: 0541 - 7271035 RESIKO
5. DEFINISI
Identifikasi bahaya adalah suatu proses untuk menemukan seluruh potensi
bahaya yang ada pada suatu aktivitas dari lingkungan kerja, peralatan dan
pekerja itu sendiri.
Penilaian resiko adalah suatu proses untuk mengidentifikasi tingkatan
bahaya dari suatu aktivitas berdasarkan paparan, kemungkinan dan
konsekuensinya
Petugas K3 adalah seseorang atau lebih karyawan PG. Krebet Baru yang
telah ditunjuk untuk mengawasi dan mengembangkan Sistem Manajemen K3
dan di area yang menjadi tanggung jawabnya
Bahaya adalah segala sesuatu yang mempunyai potensi melukai atau
merusak pekerja, peralatan dan lingkungan kerja.
Normal adalah suatu kondisi dimana bahaya sudah diperkirakan akan
muncul pada saat suatu aktifitas dilakukan.
Abnormal adalah suatu kondisi dimana bahaya yang tidak diperkirakan
sebelumnya muncul pada saat suatu aktifitas dilakukan
Emergency adalah suatu kondisi dimana bahaya yang tidak diperkirakan
sebelumnya muncul pada saat suatu aktifitas dilakukan dan memiliki
kecepatan peningkatan keparahan yang tinggi.
Resiko adalah kemungkinan kejadian yg akan mempengaruhi tujuan dan
sasaran. Ini terukur melalui peluang dan akibat dan mungkin timbul dari
kegiatan, tindakan atau ketidaksesuaian tindakan.
Hirarki kontrol Bahaya adalah urutan pilihan dalam mengendalikan resiko.
Salah satu pilihan dapat saja lebih baik dari yang lainnya atau lebih dapat
diterapkan.
Instruksi kerja yang aman adalah cara kerja yang telah distandarkan untuk
dijadikan panduan dalam melakukan pekerjaan yang dapat mencegah
terjadinya kecelakaan kerja.
Nomor Dokumen :
STANDAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN
SOP/SHE/1/007
KERJA
Tanggal terbit :
PT. GRAHA PRIMA ENERGY
12 Oktober 2020
JI. Siradj Salman No. 7- 9 PROSEDUR IDENTIFIKASI BAHAYA
Samarinda 75124 - Kalimantan Timur
Phone:0541 -7271031, 7271032
PENILAIAN DAN PENGENDALIAN No. Terbitan / Revisi :
00
Fax: 0541 - 7271035 RESIKO
6. PROSEDUR
6.1 Dalam mengidentifikasi sumber bahaya di Perusahaan, petugas yang
berkompeten akan melakukan identifikasi dengan mempertimbangkan :
Kondisi dan kejadian yang dapat menimbulkan potensi bahaya.
Jenis kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang mungkin dapat terjadi.
Table 1 – Tipe Bahaya
Sumber Energi Tipe Bahaya
Benda bergerak: mobil, dozer, dll
Orang Bergerak: ketika berjalan atau berlari
Objek jatuh dari ketinggian:alat kerja jatuh
Fisik Permukaan panas
Part bergerak atau berputar: conveyor
Benda bertekanad: tabung gas, pipa bertekanan
Dan sebagainya
Bahan berbahaya: acid, coustic
Kimia Gas beracun CO,CO2
Dan sebagainya
Radiasi panas dari api, pembakaran, peralatan listrik
Radiasi matahari
Radiasi
Ultra violet, X-ray
Dan sebagainya
Power AC/DC, Tegangan rendah, medium dan tinggi
Listrik Listrik statis
Petir
Gigitan dan sengatan binatang berbisa
Biologis
Virus dan bakteri
Motivasi dan niat jahat
Psikologis
Kelelahan, depresi
Angin kencang
Pasang surut
Arus sungai / laut
Lingkungan Gempa bumi
Badai
Perbedaan temprature ekstrim
Dan sebagainya
Nomor Dokumen :
STANDAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN
SOP/SHE/1/007
KERJA
Tanggal terbit :
PT. GRAHA PRIMA ENERGY
12 Oktober 2020
JI. Siradj Salman No. 7- 9 PROSEDUR IDENTIFIKASI BAHAYA
Samarinda 75124 - Kalimantan Timur
Phone:0541 -7271031, 7271032
PENILAIAN DAN PENGENDALIAN No. Terbitan / Revisi :
00
Fax: 0541 - 7271035 RESIKO
6.2 Penilaian resiko oleh Petugas yang berkompeten akan memperhatikan beberapa
hal sebagai berikut:
Setelah semua bahaya atau aspek lingkungan diidentifikasi, selanjutnya dari
setiap bahaya atau aspek lingkungan tersebut ditentukan risikonya
berdasarkan kemungkinan dan dampak kejadian tersebut.
Mempertimbangkan semua tugas dan situasi.
Mengidentifikasi bahaya yang akan terjadi atau mungkin akan terjadi.
Mengidentifikasi kepada siapa yang mungkin terkena bahaya.
Menganalisa resiko yang terluka dan yang mengalami kerugian dari bahaya
yang terjadi dan mengidentifikasi semua resiko yang signifikan.
Pengevaluasian resiko.
Penentuan nilai risiko dilakukan dengan menggunakan matriks risiko
mengacu pada tabel probability dan severity.
Table 2 – Kemungkinan (KM)
Nilai Kemungkinan Penjelasan
Hampir pasti Diperkirakan akan terjadi dalam keadaan
5
(Frequent)) apapun, atau lebih dari sekali dalam sebulan
Mungkin akan terjadi dalam keadaan apapun,
Jarang
4 atau kurang dari sekali per bulan, lebih dari
(Likely)
sekali per tahun
Mungkin terjadi pada beberapa waktu, atau
Kadang-kadang
3 kurang dari sekali per tahun, lebih dari sekali
(Possible)
per 5 tahun
Seldom Dapat terjadi pada beberapa waktu atau
2
(sangat jarang) kurang dari sekali per 5 tahun
Tidak mungkin Dapat terjadi dalam keadaan luar biasa atau
1
(Unlikely) tidak mungkin pernah terulang
Tabel 3 – Keparahan (KP)
Severity Pada Manusia
0. No Injury Tidak ada cedera yang terjadi
1. Slight Injury or Cedera
Nomor Dokumen :
STANDAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN
SOP/SHE/1/007
KERJA
Tanggal terbit :
PT. GRAHA PRIMA ENERGY
12 Oktober 2020
JI. Siradj Salman No. 7- 9 PROSEDUR IDENTIFIKASI BAHAYA
Samarinda 75124 - Kalimantan Timur
Phone:0541 -7271031, 7271032
PENILAIAN DAN PENGENDALIAN No. Terbitan / Revisi :
00
Fax: 0541 - 7271035 RESIKO
insignificants. Kategori First aid case atau No treatment
case.
Cedera yang memerlukan first
aid/pertolongan pertama atau tidak
memerlukan perawatan
2. Minor injury or Cedera
Negligible Kategori Medical Treatment Case; Lost
Workday Case atau Restricted Work Case
dimana korban diharuskan istirahat satu
hingga lima hari kerja
3. Marginal or major Cedera atau gangguan kesehatan Major
injury Kategori Medical Treatment Case; Lost
Workday Case atau Restricted Work case
dimana korban diharuskan istirahat selama
lebih dari lima hari.
4. Fatality Cacat permanen
Insiden yang mengakibatkan kematian satu
orang
5. Catasthropic Lebih dari satu kematian
Table 4 – Tingkat keparahan terhadap asset
Severity Pada Asset perusahaan
0. No Damage Tidak ada kerusakan asset
1. Slight damage Biaya atau kerugian senilai kurang dari Rp.
10,000,000. Contoh:
Kerusakan asset yang tidak bernilai tinggi
atau perbaikannya tidak mahal
Penggantian sparepart unit akibat kerusakan
2. Minor damage Biaya atau kerugian senilai Rp. 10,000,000
hingga Rp 100,000,000. Contoh:
Penghentian sementara pada sebagian
kegiatan operasional perusahaan
Kerusakan asset penting yang bernilai tinggi
(penggantian unit; genset, kompresor, forklift,
tanki, dll)
3. Moderate / Biaya atau kerugian senilai Rp. 100,000,000
localized damage hingga 1 M. Contoh:
Kerusakan bangunan gudang
Penghentian penuh pada operasional hingga
satu minggu
4. Major Damage Biaya atau kerugian senilai Rp. 1 M hingga 10 M.
Contoh:
Nomor Dokumen :
STANDAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN
SOP/SHE/1/007
KERJA
Tanggal terbit :
PT. GRAHA PRIMA ENERGY
12 Oktober 2020
JI. Siradj Salman No. 7- 9 PROSEDUR IDENTIFIKASI BAHAYA
Samarinda 75124 - Kalimantan Timur
Phone:0541 -7271031, 7271032
PENILAIAN DAN PENGENDALIAN No. Terbitan / Revisi :
00
Fax: 0541 - 7271035 RESIKO
Kerusakan parah dan atau struktural pada
bangunan gudang
Penghentian penuh pada operasional hingga
satu bulan.
5. Massive or Biaya atau kerugian melebihi Rp. 10 M
Extensive
Damage.
Tabel 5 – Tingkat keparahan terhadap reputasi perusahaan
Severity Pada Reputasi perusahaan
1. No impact Tidak ada pengaruh
2. Slight impact Pengaruh ringan
Menjadi perhatian masyarakat sekitar namun
tidak ada keluhan.
Tidak dipublikasikan oleh media massa
3. Minor impact Pengaruh minor
Keluhan dari masyarakat sekitar
4. Moderate impact Pengaruh signifikan secara lokal
atau considerable Perhatian masyarakat umum secara lokal
impact. Perhatian dari pemilik kepentingan, seperti
anggota masyarakat, organisasi non
pemerintah, industri dan pemerintah
Dipublikasikan oleh media massa local
5. Major National Bisa berpengaruh pada reputasi grup
perusahaan
Perhatian masyarakat umum secara regional
Pengaruh pada hubungan dengan pemegang
saham lokal dan nasional. Perhatian dan
publikasi meluas dari media massa regional
Berpotensi timbulnya tindakan hukum yang
dapat mengakibatkan pembatasan kegiatan
usaha/operasional atau berdampak pada
perijinan usaha/operasional
6. Masssive or major Perhatian masyarakat umum secara nasional
international Keterlibatan Pemerintah nasional dan
Organisasi Non Pemerintah tingkat nasional
Publikasi media massa nasional
Berpotensi dicabutnya ijin operasional
perusahaan
Nomor Dokumen :
STANDAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN
SOP/SHE/1/007
KERJA
Tanggal terbit :
PT. GRAHA PRIMA ENERGY
12 Oktober 2020
JI. Siradj Salman No. 7- 9 PROSEDUR IDENTIFIKASI BAHAYA
Samarinda 75124 - Kalimantan Timur
Phone:0541 -7271031, 7271032
PENILAIAN DAN PENGENDALIAN No. Terbitan / Revisi :
00
Fax: 0541 - 7271035 RESIKO
Gambar 1 –Matriks Risiko
Tabel 6 – Kategori level Risiko
High Risiko tidak dapat diterima (Unacceptable Risk), bahwa
: tindakan operasional harus dihentikan, sampai
dilakukan mitigasi risiko. Jika tidak bisa dikendalikan
dengan cara eliminasi atau subtitusi pekerjaan, maka
minimal pengendalian dengan melakukan
perekayasaan engineering, sehinggarisiko dapat
dikurangi secara signifikan. Penelitian secara rinci dan
perencanaan manajemen diperlukan pada Tingkat
Manajemen.
Risiko tidak dapat diterima (Unacceptable Risk),
: tindakan pengendalian harus diambil untuk menurunkan
Medium
risiko sampai pada tingkat risiko yang dapat diterima
(Acceptable Risk)Perhatian tingkat manajemen
diperlukan.
Masih ada risiko yang perlu dipertimbangkan. Perhatian
tingkat Manajemen diperlukan. Risiko ini jika
memungkinkan untuk dikurangi dengan prosedur dan
standar, termasuk pengawasan yang dilakukan oleh
pengawas lapangan dan penggunaan Alat Pelindung
Diri/APD akan dilakukan untuk mengurangi Risiko
tersebut sampai pada tingkat yang dapat diterima.
(Acceptable Risk).
Low : Risiko dapat diterima dengan kontrol yang telah ada
Nomor Dokumen :
STANDAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN
SOP/SHE/1/007
KERJA
Tanggal terbit :
PT. GRAHA PRIMA ENERGY
12 Oktober 2020
JI. Siradj Salman No. 7- 9 PROSEDUR IDENTIFIKASI BAHAYA
Samarinda 75124 - Kalimantan Timur
Phone:0541 -7271031, 7271032
PENILAIAN DAN PENGENDALIAN No. Terbitan / Revisi :
00
Fax: 0541 - 7271035 RESIKO
6.3 Pengendalian resiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dilakukan melalui
:
Pengendalian teknis yang meliputi eliminasi, substitusi, isolasi, administrasi,
perekayasaan (engineering), APD, higiene dan sanitasi.
Pendidikan dan pelatihan tentang HIRARC.
Evaluasi melalui audit internal.
A. Tindakan Pengendalian Risiko
Prinsip pengendalian risiko adalah mengurangi faktor - faktor risiko
dengan menggunakan prinsip ALARP (As Low As Reasonably
Practicable / Serendah-rendahnya bila memungkinkan)
Semua risiko harus diturunkan sampai pada tingkat Acceptable Risk
(Risiko yang dapat diterima), yaitu level “Low”.
Tindakan penurunan risiko harus dapat diterima semua pihak, dan
memberikan solusi pelaksanaan pekerjaan yang terbaik
Penurunan risiko menggunakan hirarki pengendalian risiko sebagai
berikut :
a. Eliminasi : meniadakan tahapan suatu kegiatan / proses
berbahaya
b. Substitusi : mengganti suatu bahan atau modifikasi proses
c. Rekayasa Engineering : menambahkan alat pelindung /
pengaman, pemasangan sensor otomatis, pemasangan local /
general ventilation
d. Administrasi : rotasi / mutasi karyawan, pengendalian sistem ijin
kerja,dll
e. Alat Pelindung Diri : menggunakan alat pelindung diri ( ear plug,
masker, helmet, safety shoes, dsb )
Note : hirarki pengendalian risiko untuk perilaku menggunakan
pendekatan teori perilaku, tidak menggunakan hirarki pengendalian
di atas.
B. Pemantauan Tindakan Pengendalian Risiko
Nomor Dokumen :
STANDAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN
SOP/SHE/1/007
KERJA
Tanggal terbit :
PT. GRAHA PRIMA ENERGY
12 Oktober 2020
JI. Siradj Salman No. 7- 9 PROSEDUR IDENTIFIKASI BAHAYA
Samarinda 75124 - Kalimantan Timur
Phone:0541 -7271031, 7271032
PENILAIAN DAN PENGENDALIAN No. Terbitan / Revisi :
00
Fax: 0541 - 7271035 RESIKO
Menggolongkan pekerjaan yang bersifat penting dan tidak penting
Departemen K3LL bertanggung jawab dalam memantau tindakan
perbaikan agar dilaksanakan sesuai jadwal yang ada.
Untuk setiap tindakan perbaikan yang telah dilakukan, maka harus
dilakukan peninjauan ulang untuk memastikan bahwa pengendalian
risiko telah dilakukan dengan efektif.
C. Pemantauan dan peninjauan ulang dalam upaya penurunan risiko
Penilaian risiko menjadi dasar penentuan kebutuhan pengendalian
dan pemantauan untuk setiap aspek yang teridentifikasi untuk
dikontrol dan diturunkan level risikonya
Hal-hal yang masih menunjukkan risiko signifikan berdasar penilaian
risiko setelah dikontrol harus diperbaiki dengan kontrol tambahan
atau program perbaikan
Perkecualian terhadap persyaratan-persyaratan di atas dapat
diperkenankan jika analisis menunjukkan bahwa proses penilaian
risiko belum mempertimbangkan semua faktor relevan. Sehingga jika
di lapangan ditemui pengndalian yang bisa menurunkan risiko lagi,
maka rekomendasi tersebut bisa diajukan ke dalam revisi IBPR.
Setiap perubahan yang dilakukan terhadap peralatan, fasilitas,
rancangan, prosedur, atau praktek yang menimbulkan risiko baru
bagi kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan harus dikelola
sesuai dengan Prosedur Manajemen Perubahan. Setiap perubahan
wajib ditinjau dan dilakukan penilaian risiko kembali .
Petugas yang berkompeten/Ahli K3 mengidentifikasi bahaya, penilaian resiko dan
pengendalian resiko di Perusahaan dengan menggunakan Formulir Identifikasi
Bahaya Penilaian Resiko dan Pengendalian Resiko.
7. LAMPIRAN
Form Identifikasi Bahaya Penilaian Pengendalian Resiko