PT.
FAJAR MAS MURNI
After Market – Construction and Mining Group
PROSEDUR RUNNING DAN OPERATION TEST
Dalam pelaksanaan running test dan operation test Airman Portable
Compressor, dilakukan langkah-langkah prosedural sebagai berikut :
1. Pengecekan Sebelum Start Unit
Pengecekan sebelum unit di-start sangat penting untuk memastikan kondisi unit
dalam keadaan baik setiap saat. Sehingga dapat dihindari abnormality function
dari setiap komponen kompresor.
Apakah unit bersih dari kotoran dan debu yang dapat menggangu
operasi unit.
Apakah kondisi bahan bakar cukup dan bersih dari kotoran dan
kondensasi.
Apakah kekencangan V-belt sudah sesuai ( kelenturun V-belt adalah
7.5 – 8.5 mm dengan tekanan jari tangan)
Lakukan pembuangan water sedimenter pada fuel filter dan oli
kompresor.
Apakah level oli kompresor sudah cukup ( ¾ dari ketinggian gelas
penduga ).
Apakah air radiator cukup.
Apakah terdapat kebocoran oli, baik oli mesin ataupun oli kompresor.
Apakah terdapat clogging pada filter udara, jika ada bersihkan atau
ganti.
Apakah terdapat koneksi pipa atau tubing yang kendor.
Apakah terdapat koneksi kabel yang kendor atau rusak.
2. Prosedur Menghidupkan / Start Unit
Pastikan tidak ada residu udara pada tangki receiver dengan membuka service
valve, kemudian tutup kembali.
Pastikan unloader valve pada posisi start, untuk menghindari kompresor
langsung beroperasi pada keadaan load.
Putar kunci kontak searah jarum jam ke posisi start untuk preheating,
perhatikan glow lamp akan menyala.
Setelah preheating selesai ( glow lamp mati ) segera putar kunci kontak searah
jarum jam ke posisi run untuk men-start unit.
PT. FAJAR MAS MURNI
After Market – Construction and Mining Group
Lakukan warming up selama 5 menit, perhatikan pressure gauge pada panel.
Tekanan udara adalah 57 Psi (3,9 bar).
Pastikan seluruh safety device alarm pada kondisi mati.
Pastikan tidak ada kebocoran oli pada koneksi pipa.
3. Prosedur Pengoperasian Unit
Pastikan pengkopelan service valve dengan hose ke system dalam kondisi
aman, gunakan steel wire untuk mengikat keduanya.
Putar dan pastikan unloader valve pada posisi run.
Perhatikan pressure gauge, kompresor akan beroperasi pada tekanan 57 – 100
psi (3.9 – 6.9 bar).
Periksa dan cek performance dari safety valve, tarik test ring pada ujung valve
,udara tekan akan keluar melalui lubang safety valve, kemudian tutup
kembali. Safety valve bekerja pada 150 psi (10.3 bar ).
Buka service valve perlahan, unit siap digunakan.
4. Prosedur Mematikan / Stop Unit
Tutup semua service valve setelah selesai digunakan.
Operasikan unit dalam keadaan idle selama 5 menit untuk cooling down.
Putar kunci kontak berlawanan jarum jam ke posisi stop untuk mematikan
mesin.
Selalu ambil kunci kontak setelah selesai mengoperasikan unit.
Pastikan tidak ada kebocoran/oil leakage.