SAMBUTAN REKTOR UM KENDARI
KULIAH UMUM
KRISIS DEMOKRASI? TELAAH KRITIS PILKADA 2024” Politik Uang, Oligarki,
Netralitas ASN, Politik Identitas dan Fonomena Calon TunggaL
30 September 2024
ASSALAMU ALAIKUM WARRAHMATULLAHI WABARAKATUH
YANG TERHORMAT
1. Narasumber kuliah umum bapak Bapak. Dr. Gregorius Sahdan., S.IP.,M.Si
(Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan STPMD Yogyakarta)
2. Dekan FISIP UM Kendari atau yang mewakili
3. Ka.Prodi Lingkup FISIP Universitas Muhamamadiyah Kendari;
4. Seluruh Dosen FISIP UM Kendari
5. Peserta kuliah umum Yang berbahagia
Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) merupakan bagian penting dari sistem demokrasi yang
memungkinkan warga negara memilih pemimpin di tingkat provinsi, kabupaten dan kota.
Sejarah pilkada di Indonesia menunjukkan dinamika politik yang beragam, tetapi juga diwarnai
oleh berbagai tantangan yang dapat mengancam integritas pemilu. demokrasi di Indonesia,
terutama menjelang Pilkada 2024, memerlukan perhatian serius. Isu-isu seperti politik uang,
disinformasi, harus ditangani agar pemilu dapat berjalan dengan baik. reformasi dan
peningkatan partisipasi masyarakat, diharapkan demokrasi di Indonesia dapat terus
berkembang dan memberikan manfaat bagi seluruh rakyat.
Terdapat beberapa tantangan signifikan menjelang Pilkada 2024:
• Politik Uang dan Korupsi: Praktik politik uang masih marak, di mana calon kepala
daerah sering kali menggunakan dana untuk mempengaruhi suara pemilih.
• Pengaruh Media Sosial: Media sosial menjadi alat yang kuat untuk kampanye, tetapi
juga menjadi sarana penyebaran disinformasi yang dapat menyesatkan pemilih.
• Politisasi Identitas: Isu SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan) sering kali
digunakan untuk menarik simpati, yang dapat memecah belah masyarakat.
1. Peran KPU dan Bawaslu
Komisi Pemilihan Umum (KPU) bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pemilu,
termasuk memastikan proses pemungutan suara berjalan adil dan transparan. Badan
Pengawas Pemilu (Bawaslu) memiliki peran penting dalam mengawasi pelaksanaan
pemilu dan menindaklanjuti pelanggaran yang terjadi
2. Keterlibatan Masyarakat
Partisipasi masyarakat sangat krusial dalam pemilihan. Kesadaran pemilih yang tinggi
dapat membantu meningkatkan legitimasi pemimpin terpilih. Edukasi politik dan
kampanye kesadaran pemilih perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih aktif dalam
proses demokrasi.
Rekomendasi
• Reformasi Sistem Pemilu: Memperbaiki regulasi pemilu untuk mencegah praktik
korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
• Edukasi Politik: Meningkatkan pendidikan politik di kalangan masyarakat, terutama
pemilih muda.
• Penguatan Lembaga Pengawasan Pemilu: Memastikan Bawaslu dan lembaga
pengawas lainnya memiliki sumber daya dan independensi yang cukup untuk
menjalankan tugasnya.
Penting untuk memahami dan mengatasi berbagai isu yang mengancam demokrasi menjelang
Pilkada 2024. Rekomendasi untuk pemilih termasuk meningkatkan kesadaran politik dan
berpartisipasi aktif dalam pemilu. Untuk calon pemimpin dan pihak terkait, penting untuk
menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi dan transparansi. Harapan kita adalah agar
demokrasi di Indonesia semakin sehat dan inklusif, memberikan ruang bagi setiap suara untuk
didengar dan dihargai.
NASRUN MINNNALAHI WAFATHUN QARIB WA BASIRIL MU'MININ WASSALAMU
ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH