Mini Riset Pemilu 2024 di Palangka Raya
Mini Riset Pemilu 2024 di Palangka Raya
Disusun oleh :
Kelompok 5
1. Aisah (2330203020109)
2. Amellia (2330303020230)
3. Hafidza Umul Rizky (2330303020253)
4. Lisna Munawaroh (2330303020224)
5. Eri Triani (2330303020234)
6. Muhammad Ridho R. T. (2330103020054)
7. Mochamad Nasywaan N. (2330303020250)
1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan Kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugrah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan makalah tentang mini riset pemilu dan
demokrasi pada tahun 2024.
Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan Makalah ini selain untuk
menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Dosen pengajar, juga untuk lebih memperluas
pengetahuan para mahasiswa khususnya bagi kami.
Kami telah berusaha untuk dapat menyusun Makalah ini dengan baik, namun
kami pun menyadari bahwa kami memiliki akan adanya keterbatasan bagi kami sebagai
manusia biasa. Oleh karena itu, jika didapati adanya kesalahan-kesalahan baik dari segi
teknik penulisan, maupun dari isi, maka kami memohon maaf dan kritik. Serta saran
dari dosen pengajar bahkan semua pembaca sangat diharapkan oleh kami untuk dapat
menyempurnakan makalah ini terlebih juga dalam pengetahuan kita bersama.
2
BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Pemilu 2024 merupakan pesta demokrasi bagi bangsa Indonesia dan bagian
dari agenda politik yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemungutan suara pemilu
2024 telah digelar pada tanggal 14 Februari lalu.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan 3 pasangan calon presiden dan
wakil presiden sebagai peserta pemilu tahun 2024, yakni Anies Rasyid Baswedan-
Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, serta Ganjar
Pranowo-Mahfud MD. Ketiga pasangan tersebut telah memenuhi ketentuan pasal
220 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 yang dimana partai politik atau gabungan
partai politik dapat mendaftarkan bakal calon pasangan, yaitu telah memenuhi
ketentuan 25% calon kursi di DPR atau 25% perolehan suara sah secara nasional.
Antusiasme dan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemilu tahun
2024 cukup tinggi. Hal itu tidak terelakkan karena pemilu 2024 di Indonesia
merupakan pesta demokrasi terbesar di dunia. Dalam satu hari, ratusan juta pemilih
berpartisipasi, ribuan calon anggota legislatif akan dipilih, jutaan tenaga
penyelenggaraan pemungutan suara ditugaskan, ratusan tempat pemungutan suara
disiapkan, dan miliaran lembar surat suara tercetak.
Namun, pemilu serentak tahun 2024 ini menjadi ujian yang sesungguhnya
bagi bangsa Indonesia dalam menjalankan demokrasi. Seperti pada pemilu-pemilu
sebelumnya, tentu banyak hambatan, ancaman, dan tantangan yang akan dihadapi.
Tidak hanya oleh pemerintah dan penyelenggara tapi juga rakyat Indonesia secara
luas.
2. RUMUSAN MASALAH :
Berdasarkan konteks dan bahsan yang telah diuraikan pada latar belakang,
maka dapat disimpulkan menjadi beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana partisipasi masyarakat pada pemilu tahun 2024 ?
3
2. Bagaimana jalannya demokrasi yang tergambarkan dalam suasana pemilu tahun
2024 ?
3. Apa masalah atau kendala dalam proses berlangsungnya pemilu tahun 2024 ?
4. Bagaimana solusi dalam menghadapi kendala yang terjadi dalam pemilu tahun
2024?
3. TUJUAN :
1. Untuk mengetahui partisipasi masyarakat pada pemilu tahun 2024.
2. Untuk mengetahui jalannya demokrasi yang tergambarkan dalam suasana pemilu
tahun 2024.
3. Untuk mengetahui masalah atau kendala dalam proses berlangsungnya pemilu
tahun 2024.
4. Untuk mengetahui solusi dalam menghadapi kendala yang terjadi dalam pemilu
tahun 2024.
4. MANFAAT :
Selain mempunyai tujuan yang jelas juga harus mempunyai manfaat yang
berguna untuk umum. Adapun manfaat mini riset ini adalah sebagai berikut :
1. Menambah wawasan dan pengetahuan terkait partisipasi masyarakat pada
pemilu tahun 2024, serta jalannya demokrasi yang tergambarkan dalam suasana
pemilu tahun 2024.
2. Memberikan sumbang pikiran dan pengetahuan mengenai permasalahan atau
kendala dalam proses berlangsungnya pemilu tahun 2024.
3. Memberikan solusi untuk meminimalisir kedala atau permasalahan yang terjadi
dalam pemilu tahun 2024 pada pemilu ke depan.
4
BAB II
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN
Pemilihan umum (disingkat Pemilu) adalah proses pemilihan untuk
memilih sebagian besar atau seluruh anggota suatu badan terpilih badan
legislatif dan presiden yang dimana dipilih secara langsung oleh masyarakat.
Pemilu merupakan salah satu usaha untuk memengaruhi rakyat secara persuasif
(tidak memaksa) dengan melakukan kegiatan retorika, hubungan publik,
komunikasi massa, lobi dan lain-lain kegiatan. Kemudian, Pemilu Serentak 2024
merupakan suatu peristiwa politik penting di Indonesia, di mana rakyat
Indonesia akan memilih pemimpin nasional dan lokal serta wakil-wakilnya
untuk masa jabatan yang akan datang.
5
mungkin untuk mengupayakan suatu pemilu yang bebas dan adil tanpa
partisipasi masyarakat.
Partisipasi dalam pemilu merupakan bagian dari hak warga negara untuk
ikut serta dalam pemerintahan yang dijamin Pasal 27 ayat (1) UUD 1945.
Keikutsertaan aktif masyarakat dalam setiap tahapan pemilu juga menjadi
bagian dari hak warga negara mengeluarkan pikiran baik secara lisan maupun
tulisan sebagaimana diatur Pasal 28 UUD 1945.
Dalam partisipasi pemilu pada tahun 2024 menunjukkan bahwasanya
dari 204.807.222 orang yang mempunya hak pilih, 55% atau sekitar 114 juta di
antaranya adalah suara Gen Z (1997-2012) dan milenial (1981-1996). Artinya,
suara kita dan suara anak muda akan memiliki kekuatan super besar dalam
menentukan masa depan negara Indonesia. Kemudian, 45% sisa dari hak pilih
itu dimiliki oleh suara dari Gen X (1965-1980) dan Baby Boomers (1946-1964).
Berikut hasil persentase tersebut :
6
b. Jalannya Demokrasi yang tergambarkan dalam suasana pemilu tahun
2024.
Dari data observasi dan wawancara sebelumnya dihasilkan pernyataan
dari 5 orang informan bahwasanya suasana pemilu tahun 2024 ini sangat
mencermin kan demokrasi selama pemilu memiliki pandangan politik di
masyarakat seperti yang di utarakan dari 5 infoman tersebut :
Seperti menurut Pak Bagus selaku warga di tps 45 Langkai : "Saya melihat
bahwa demokrasi selama pemilu 2024 mencerminkan partisipasi aktif warga
negara saat ini, namun masih ada tantangan terkait politik identitas yang
masih perlu diatasi.”
Menurut Ibu Lina selaku masyarakat di tps 45 Langkai: "Menurut saya,
Masyarakat berperan penting pasti nya untuk menentukan arah pemilu ini
dengan memberikan hak suara mereka di pemilu 2024 ini"
Menurut Pak Suyono selaku masyarakat tps 54 Jekan Raya: "Menurut saya,
pastinya banyak pandangan politik di masyarakat sekitar tps ini ataupun di
luar tps mengenai adanya demokrasi ini agar dapat dielaborasi dengan
dialog konstruktif."
Menurut Ibu Eva selaku masyarakat tps 77 Jekan Raya : "Transparansi dan
integritas selama pemilu 2024 sangat penting. Karna sistem pemilihan yang
jujur mendukung kepercayaan masyarakat dan memastikan perhitungan
suara yang akurat."
Menurut Pak Rahmat selaku masyarakat tps 76 Jekan Raya : "Harapan saya
setelah pemilu 2024 ini adalah hasil pemilu yang dikeluarkan oleh KPU
nanti mampu menghasilkan pemimpin yang sesuai oleh pilihan rakyat untuk
lima tahun kedepan, yang dimana sesuai visi dan misi yang telah
disampaikan kepada masyarakat sebelumnya”
7
Gambar ; suasana pelaksanaan
pemilu 2024
8
c. Masalah dan Kendala Yang Terjadi Dalam Proses Berlangsungnya Pemilu
2024
Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Indonesia akan mempunyai beberapa
masalah dan kendala yang perlu dihadapi. Berdasarkan informasi yang tersedia,
masalah utamanya yaitu :
1. Praktek Money Politik sangat mendominasi di Pemilu 2024 ini, yang
dimana didukung oleh sikap masyarakat yang cenderung prakmatis.
2. Dalam hal masalah partisipasi pemilih, transparansi, dan tata kelola pemilu
yang akuntabe.
3. Adanya Politik uang menjadi masalah yang signifikan pada tahun ini,
seperti yang telah diungkapkan oleh Bawaslu.
4. Politisasi Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) masih menjadi
masalah strategis yang perlu dihadapi.
5. Kampanye di media sosial sangat mempengaruhi pelaksanaan Pemilu.
6. Kesulitan pemilih dalam menggunakan hak pilih, yang disebabkan oleh
banyaknya surat suara dan adanya sistem baru pada pemilu 2024 ini.
7. Pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak slalu membawa konsentrasi
penyelenggara terpecah.
8. Pemutakhiran data pemilih menjadi salah satu masalah, yang disebabkan
oleh perluasan data pemilih.
9. Beban kerja penyelenggara sangat meningkat dan kurangnya arahan dari
ketua panitia, yang dapat membingungkan masyarakat untuk menjadi
penyelenggara.
10. Irisan tahapan antara pemilu dan pilkada sangat mempengaruhi keengganan
masyarakat untuk menjadi penyelenggara.
11. Kurangnya Kesiapan para Panitia KPPS dalam menghadapi pelaksanaan
pemilu yang mengakibatkan para panitia banyak kelelahan hingga
meninggal dunia.
12. Kotak suara banyak yang rusak pada saat distribusi logistik karena faktor
cuaca
9
Oleh karena itu, Penyelenggara Pemilu dan Bawaslu harus slalu
mempersiapkan dan mengantisipasi berbagai macam masalah yang ada selama
pelaksanaan Pemilu 2024 agar dapat berjalan dengan transparansi, keadilan, dan
kesuksesan dan juga sebagai bahan evaluasi untuk pemilu kedepannya.
10
Meningkatkan pendidikan politik agar masyarakat lebih cerdas dalam
memilih pemimpin berdasarkan kapasitas dan integritas, bukan sekadar
imbalan materi
Partai politik perlu memainkan peran yang lebih aktif dalam mendorong
politik yang bersih dan berintegritas, serta memberikan contoh yang baik
dalam praktiknya.
2) Partisipasi pemilih dalam pemilu sangat penting untuk memastikan legitimasi
dan representasi yang kuat dalam sistem demokrasi. Beberapa solusi untuk
meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu 2024 di Indonesia antara lain:
Memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat tentang
pentingnya hak pilih dan proses pemilu.
Memastikan kemudahan akses pemilih ke tempat pemungutan suara,
termasuk dengan menyediakan sarana transportasi yang memadai.
Memudahkan proses pendaftaran pemilih, termasuk dengan memperluas
lokasi pendaftaran dan memperpanjang waktu pendaftaran.
Memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami tentang proses
pemilu, calon-calon yang bertarung, dan platform mereka.
Memanfaatkan teknologi, seperti aplikasi dan situs web, untuk
memberikan informasi tentang pemilu dan memudahkan pemilih untuk
memeriksa daftar pemilih, lokasi pemungutan suara, dan sebagainya.
Melakukan kampanye yang intensif untuk meningkatkan kesadaran
pemilih tentang pentingnya hak pilih dan dampak partisipasi pemilih
terhadap demokrasi.
Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pemilu, seperti
melalui pengawasan pemilu, kampanye untuk mengajak orang lain
menggunakan hak pilihnya, dan sebagainya.
Meningkatkan pendidikan politik di sekolah-sekolah dan lembaga-
lembaga pendidikan lainnya untuk membentuk pemilih yang cerdas dan
bertanggung jawab.
11
Melakukan konsultasi publik secara terbuka untuk mendengarkan
aspirasi masyarakat dan mengintegrasikannya dalam kebijakan dan
program-program pemilu.
Partai politik dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan
partisipasi pemilih dengan menyediakan informasi yang jelas tentang
program dan calon, serta dengan melakukan kampanye yang berfokus
pada isu-isu yang relevan bagi masyarakat.
3) Politik uang dalam pemilu merupakan masalah yang merusak demokrasi dan
kesejahteraan masyarakat. Beberapa solusi untuk mengurangi politik uang
dalam pemilu 2024 di Indonesia antara lain:
Memperkuat lembaga pengawas pemilu, seperti Komisi Pemilihan
Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta
meningkatkan penegakan hukum terhadap pelanggar politik uang.
Mewajibkan calon dan partai politik untuk menyampaikan laporan
keuangan kampanye secara transparan dan terbuka untuk umum.
Menetapkan batasan yang jelas untuk pengeluaran kampanye dan
sumber-sumber pendanaannya.
Meningkatkan pendidikan politik di masyarakat untuk meningkatkan
kesadaran tentang pentingnya memilih berdasarkan program dan visi
misi, bukan imbalan finansial.
Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan terhadap
pemilu, seperti melalui lembaga pemantau pemilu dan kampanye anti-
politik uang.
Media massa dapat berperan dalam mengkritisi dan mengawasi praktik
politik uang serta memberikan informasi yang obyektif kepada
masyarakat.
Memberdayakan lembaga swadaya masyarakat dalam mengawasi dan
melaporkan praktik politik uang.
Meningkatkan kesadaran hukum di masyarakat tentang konsekuensi dari
pelanggaran politik uang.
12
Partai politik perlu memainkan peran yang lebih aktif dalam mendorong
politik yang bersih dan berintegritas, serta memberikan contoh yang baik
dalam praktiknya.
Memperkuat institusi penegak hukum dalam menangani kasus politik
uang dan memberikan sanksi yang tegas terhadap pelanggar.
4) Politik identitas, termasuk politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan
(SARA), dapat merusak proses demokrasi dan menyebabkan polarisasi
masyarakat. Beberapa solusi untuk mengurangi politisasi SARA dalam
pemilu 2024 di Indonesia adalah sebagai berikut:
Meningkatkan pendidikan multikultural di sekolah-sekolah untuk
meningkatkan toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman.
Mendorong kampanye yang berfokus pada program dan visi misi, bukan
menyerang lawan politik berdasarkan SARA.
Menegakkan regulasi yang melarang politik berbasis SARA dan
memberikan sanksi yang tegas bagi pelanggar.
Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan terhadap
pemilu dan menghargai perbedaan pendapat.
Meningkatkan pendidikan politik di masyarakat untuk meningkatkan
kesadaran akan bahaya politisasi SARA dan pentingnya memilih
berdasarkan substansi.
Media massa dapat berperan dalam mengedukasi masyarakat tentang
pentingnya fokus pada isu dan program dalam pemilu, bukan pada
SARA.
Mendorong dialog dan konsultasi antarpartai politik dan masyarakat
untuk mengatasi perbedaan pandangan yang mungkin timbul.
Menegakkan hukum terhadap pelanggar politisasi SARA untuk
memberikan efek jera dan memberikan contoh bahwa pelanggaran ini
tidak dapat diterima dalam demokrasi yang sehat.
13
Membentuk kesadaran politik yang lebih tinggi di masyarakat, sehingga
pemilih lebih mampu menilai calon berdasarkan kualitas dan program,
bukan berdasarkan faktor SARA.
Memperkuat peran lembaga pengawas pemilu dalam memantau dan
mengawasi praktik politisasi SARA serta memberikan sanksi yang tegas.
5) Kampanye media sosial dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam
pemilu, tetapi juga dapat disalahgunakan untuk menyebarkan informasi
palsu atau memperkuat polarisasi. Beberapa solusi untuk mengoptimalkan
kampanye media sosial dalam pemilu 2024 di Indonesia adalah sebagai
berikut:
Memastikan transparansi dalam iklan politik di media sosial, termasuk
informasi tentang siapa yang membayar iklan dan siapa yang dituju.
Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang media sosial dan
keterampilan digital untuk mengenali informasi palsu dan memahami
konten politik dengan lebih kritis.
Membuat kode etik kampanye yang mengatur penggunaan media sosial
dalam kampanye politik, termasuk larangan menyebarkan hoaks dan
memprovokasi konflik.
Memperkuat lembaga pengawasan independen untuk memantau
kampanye media sosial dan menindak pelanggaran etika kampanye.
Berkolaborasi dengan platform media sosial untuk mengidentifikasi dan
menghapus konten yang melanggar aturan selama kampanye.
Mengedukasi pemilih tentang pentingnya memeriksa keaslian informasi
yang mereka terima di media sosial dan mengajak mereka untuk berpikir
kritis.
Menyediakan informasi yang seimbang dan akurat tentang calon dan isu
politik agar pemilih dapat membuat keputusan yang lebih baik.
Mendorong penggunaan media sosial untuk berkomunikasi secara
positif, memberikan informasi yang berguna, dan membangun dialog
yang konstruktif.
14
Melakukan pelatihan bagi tim kampanye politik untuk menggunakan
media sosial secara efektif dan etis.
6) Kesulitan pemilih dalam pemilu bisa beragam, mulai dari kurangnya
informasi tentang calon dan platform mereka, hingga kendala teknis saat
mencoblos. Beberapa solusi yang mungkin membantu adalah:
Memberikan edukasi tentang pentingnya pemilu, proses pemilihan, dan
informasi tentang calon serta platform mereka.
Memastikan pemilih memiliki akses mudah ke informasi tentang calon,
platform, dan proses pemilihan, misalnya melalui situs web, brosur, atau
debat publik.
Memastikan fasilitas pemungutan suara (TPS) mudah diakses dan
dilengkapi dengan petugas yang ramah dan membantu.
Memanfaatkan teknologi seperti aplikasi seluler untuk memberikan
informasi, memudahkan pendaftaran, atau memberikan panduan selama
proses pemilihan.
Memastikan ada pengawasan yang ketat terhadap proses pemilu untuk
mencegah kecurangan dan memastikan transparansi.
Memberikan pemahaman yang lebih baik tentang politik dan pentingnya
partisipasi aktif dalam proses demokrasi.
7) Pelaksanaan pemilu dan pilkada serentak pada 2024 memerlukan persiapan
yang matang dan koordinasi yang baik. Beberapa solusi yang dapat
dipertimbangkan adalah:
Memastikan semua tahapan pemilu dan pilkada dilaksanakan sesuai
jadwal yang telah ditetapkan.
Koordinasi yang efektif antara KPU (Komisi Pemilihan Umum),
Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu), aparat keamanan, dan pemangku
kepentingan lainnya untuk memastikan pelaksanaan yang lancar.
Memanfaatkan teknologi untuk mempermudah proses pemungutan suara,
penghitungan suara, dan pelaporan hasil, serta untuk meningkatkan
transparansi dan partisipasi pemilih.
15
Melakukan edukasi kepada pemilih tentang pentingnya pemilu dan
pilkada, serta memberikan informasi yang cukup tentang calon dan
platform mereka.
Memastikan ada pengawasan yang ketat terhadap proses pemilu dan
pilkada untuk mencegah kecurangan dan memastikan integritas hasil.
Memastikan ketersediaan logistik yang mencukupi untuk pemungutan
suara di seluruh wilayah Indonesia.
Menyusun dan mengimplementasikan protokol kesehatan yang ketat
untuk mencegah penyebaran COVID-19 selama pelaksanaan pemilu dan
pilkada.
Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pemilu dan pilkada untuk
menciptakan pemilihan yang demokratis dan berkualitas.
8) Pemutakhiran data pemilih sangat penting dalam menjaga keakuratan daftar
pemilih pada pemilu 2024. Beberapa solusi yang dapat dilakukan adalah:
Memperkenalkan sistem pendaftaran pemilih secara elektronik untuk
memudahkan pemilih mendaftar dan memperbarui data mereka.
Melakukan kampanye penyuluhan tentang pentingnya pemutakhiran data
pemilih dan cara-cara untuk melakukannya.
Berkolaborasi dengan lembaga terkait seperti Dukcapil (Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil) untuk mendapatkan data pemilih yang
terbaru.
Melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan keakuratan data
pemilih, termasuk melakukan pengecekan ke rumah-rumah pemilih.
Memanfaatkan teknologi seperti aplikasi seluler atau situs web untuk
memudahkan pemilih memperbarui data mereka secara mandiri.
Menggunakan data biometrik seperti sidik jari atau wajah untuk
memverifikasi identitas pemilih secara akurat.
9) Penyelenggara pemilu memiliki beban yang besar dalam memastikan pemilu
berjalan lancar dan adil. Beberapa solusi untuk mengurangi beban
penyelenggara dalam pemilu 2024 adalah:
16
Memanfaatkan teknologi informasi untuk mempercepat proses
pemungutan suara, penghitungan suara, dan pelaporan hasil.
Memberikan pelatihan yang intensif kepada petugas pemilu untuk
memastikan mereka memahami tugas mereka dengan baik.
Melibatkan pihak eksternal seperti organisasi masyarakat sipil atau
lembaga swadaya masyarakat untuk membantu dalam pemantauan dan
pengawasan pemilu.
Menetapkan SOP yang jelas dan terstandar untuk setiap tahapan pemilu
guna memudahkan koordinasi dan pelaksanaan tugas.
Memberikan fleksibilitas dalam jam kerja bagi petugas pemilu untuk
mengurangi kelelahan dan meningkatkan efisiensi.
Membuat kesepakatan dengan pihak terkait seperti kepolisian dan TNI
untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses pemilu.
Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan
pemilu untuk mengidentifikasi potensi permasalahan dan memberikan
solusi secara cepat.
10) Pemilu dan pilkada serentak memerlukan koordinasi yang baik antara dua
proses tersebut agar berjalan lancar. Beberapa solusi untuk mengatur irisan
tahapan antara pemilu dan pilkada dalam pemilu 2024 adalah:
Menjadwalkan tahapan pemilu dan pilkada dengan cermat untuk
menghindari tumpang tindih yang berpotensi membingungkan pemilih
dan penyelenggara.
Memastikan terjalinnya koordinasi yang baik antara KPU (Komisi
Pemilihan Umum) untuk pemilu dan KPUD (Komisi Pemilihan Umum
Daerah) untuk pilkada dalam hal penetapan jadwal, pemutakhiran data
pemilih, dan pelaksanaan tahapan lainnya.
Memanfaatkan sumber daya yang sama untuk beberapa tahapan yang
bersamaan antara pemilu dan pilkada, seperti penggunaan tempat
pemungutan suara (TPS) yang sama untuk kedua proses tersebut.
17
Menyediakan saluran komunikasi yang efektif antara penyelenggara
pemilu dan pilkada dengan pemilih dan stakeholders lainnya untuk
memberikan informasi yang jelas dan akurat.
Memberikan penyuluhan kepada pemilih tentang proses pemilu dan
pilkada secara terpisah namun juga menyebutkan kesamaan dan
perbedaan antara keduanya untuk menghindari kebingungan.
Memastikan ketersediaan logistik yang mencukupi untuk kedua proses
tersebut, termasuk surat suara, kotak suara, dan perlengkapan lainnya.
11) Kurangnya kesiapan para Panitia KPPS dapat diatasi dengan cara sebagai
berikut :
Meningkatkan pelatihan dan pendampingan sebelum pemilu
Memberikan dukungan kesehatan mental dan fisik yang memadai bagi
para anggota panitia
Rekrutmen lebih cermat dan selektif serta penugasan lebih tepat sesuai
dengan kemampuan
Kesiapan individu dapat membantu mengurangi risiko kelelahan yang
berlebihan.
12) Untuk mengatasi kerusakan kotak suara akibat faktor cuaca pada saat
distribusi logistik dapat diatasi dengan cara sebagai berikut :
Pengemasan yang lebih kuat dan tahan cuaca
Penggunaan kendaraan pengangkut yang lebih aman dan handal
Perencanaan rute distribusi yang lebih cermat dapat
diimplementasikan.
Persiapan cadangan kotak suara yang mencukupi juga penting untuk
mengatasi kerusakan yang tidak terduga selama distribusi.
18
19
BAB 3
KESIMPULAN
Dari mini riset tentang pemilu dan demokrasi di kelurahan daerah pada tahun 2024
yang kami lakukan, beberapa kesimpulan dapat kami rangkum sebagai berikut:
Partisipasi masyarakat dalam pemilu tahun 2024 menunjukkan tingkat antusiasme
yang tinggi, terutama dari kalangan Gen Z dan milenial. Partisipasi ini merupakan
wujud nyata dari hak demokratis warga negara untuk ikut serta dalam proses
politik.
Proses pemilu 2024 mencerminkan adanya partisipasi aktif warga negara dalam
menentukan arah demokrasi. Namun, masih terdapat tantangan terkait politik
identitas dan polarisasi yang dapat mengganggu upaya mencapai kesepakatan.
Terdapat sejumlah masalah dan kendala dalam proses berlangsungnya pemilu 2024,
antara lain praktek money politik, politisasi SARA, kesulitan pemilih, dan beban
kerja penyelenggara yang meningkat. Hal ini menuntut persiapan yang matang dari
penyelenggara pemilu dan Bawaslu untuk memastikan transparansi, keadilan, dan
kesuksesan pemilu.
Diperlukan upaya bersama untuk mengatasi masalah dan kendala yang dihadapi,
seperti meningkatkan literasi politik masyarakat, memperkuat lembaga demokrasi,
dan mengurangi praktek politik uang.
Harapan setelah pemilu 2024 ini adalah tercapainya pembahasan kebijakan yang
lebih substansial dan membangun persatuan di tengah perbedaan politik serta
terlaksananya seluruh program kerja bagi pemimpin yang terpilih nantinya dalam
menjalankan amanahnya dalam mengatur suatu daerah maupun negara indonesia.
Dengan demikian, pemilu tahun 2024 ini merupakan ujian sekaligus kesempatan
bagi bangsa Indonesia untuk mengokohkan prinsip-prinsip demokrasi dan memperkuat
fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis.
20
21