BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Web
Website merupakan kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk
menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak, animasi, suara dan atau
gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang
membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait, yang masing-masing
dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman [1].
Website dapat dibagi menjadi dua golongan utama, yaitu website statis
dan website dinamis.
a) Website statis
Website statis adalah tipe website yang konten halamannya
tetap dan tidak mengalami perubahan secara berkala.
b) Website dinamis
Website dinamis adalah tipe website yang dirancang agar struktur
dan kontennya dapat diperbarui secara berkala sesuai kebutuhan.
Penulis juga mengambil source code dari situs lain, seperti pada situ di
website [Link], untuk mendukung implementasi dan fungsionalitas
website yang dibangun. Modifikasi pada tampilan dan fitur dilakukan untuk
memastikan kesesuaian dengan kebutuhan penelitian ini.
2.2 PHP
PHP adalah bahasa pemrograman skrip serbaguna yang digunakan
terutama untuk pengembangan web. PHP merupakan singkatan dari Hypertext
Preprocessor. Bahasa ini pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf, seorang
pemrogram asal Denmark-Kanada, pada tahun 1994, dan saat ini dikelola oleh
The PHP Group.
2
Dalam penelitian ini, PHP digunakan untuk mengembangkan fitur dan
fungsionalitas website. PHP memungkinkan pembuatan halaman web yang
dinamis dan interaktif dengan mengintegrasikan kode PHP ke dalam HTML.
Dengan PHP, server web dapat memproses permintaan penghuni, mengakses
basis data, dan menghasilkan konten yang sesuai secara real-time. PHP juga
mendukung berbagai sistem manajemen basis data, seperti MySQL, yang
membuatnya sangat fleksibel dan efisien untuk pengembangan web.
Penghunian PHP dalam penelitian ini bertujuan untuk menciptakan website
web yang responsif, mudah dikelola, dan efisien dalam memproses data.
Menurut Supono dan Putratama (2016:3) mengemukakan bahwa ”PHP
(PHP: Hypertext Preprocessor) adalah suatu bahasa pemrograman yang
digunakan untuk menerjemahkan baris kode program menjadi kode mesin
yang dapat dimengerti oleh komputer yang berbasis server-side yang dapat
ditambahkan ke dalam HTML” [2].
2.3 Framework Laravel
Framework laravel adalah sebuah kerangka kerja open source yang
diciptakan oleh Taylor Otwell. Laravel merupakan framework bundle,
migrasi dan artisan CLI (Command Line Interface) yang
menawarkan seperangkat alat dan arsitektur website yang menggabungkan
banyak fitur terbaik dari kerangka kerja seperti Codeigniter, Yii,
[Link] MVC, Ruby on Rails, Sinatra dan lain-lain. Laravel memiliki
seperangkat sangat kaya fitur yang akan meningkatkan kecepatan
pengembangan web [3, 4].
2.4 SDLC
Proses pengembangan sistem lunak (SDLC), juga dikenal sebagai system
development life cycle (SDLC), menggunakan model dan pendekatan yang
sama yang digunakan sebelumnya dalam pengembangan sistem perangkat
lunak [5, 6]. SDLC adalah sebuah siklus dalam pengembangan sistem.
Pengembangan sistem teknik ini berfungsi untuk menggambarkan tahapan-
tahapan utama dan langkah-langkah dari setiap tahapan yang secara garis
3
besar terbagi menjadi lima kegiatan utama, yaitu analisis, desain,
implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Setiap kegiatan dalam SDLC
dapat dijelaskan melalui tujuan (purpose) dan hasil dari kegiatan tersebut
(deliverable).
2.5 Kontrakan
Rumah kontrakan adalah tempat tinggal yang dapat digunakan hanya
dengan membayar sewa. Sebelum menjadi rumah kontrakan, pemilik dan
penyewa harus setuju untuk menyerahkan semua properti rumah kepada
penyewa [6, 7].
Gambar 2. 1. Kontrakan
Penjelasan umumnya adalah Rumah kontrakan merupakan sebuah properti
tempat tinggal yang dapat digunakan oleh penghuni dengan membayar
sejumlah uang sewa kepada pemilik. Sebelum rumah tersebut dapat digunakan
sebagai rumah kontrakan, pemilik dan penghuni harus mencapai kesepakatan
yang mengikat, di mana pemilik menyerahkan hak penghunian seluruh
properti kepada penghuni. Kesepakatan ini biasanya dituangkan dalam bentuk
perjanjian tertulis yang mencakup rincian mengenai durasi sewa, biaya sewa,
serta kewajiban dan hak masing-masing pihak.
2.6 Visual Studio Code
Visual Studio Code adalah sebuah teks editor ringan dan handal
yang dibuat oleh Microsoft untuk sistem operasi multiplatform,
4
artinya tersedia juga untuk versi Linux, Mac, dan Windows. Teks editor
ini secara langsung mendukung bahasa pemrograman Javascript,
Typescript, dan Node. Js, serta bahasa pemrograman lainnya dengan
bantuan plugin yang dapat dipasang via marketplace Visual Studio Code
seperti : C++, C#, Python, Go, Java, PHP, dst [8].
Gambar 2. 2. Visual Studio Code
2.7 XAMPP
Menurut Betha Sidik (2014) merupakan paket server web PHP dan
database MySQL yang paling popuper dikalangan pengembangan web dengan
menggunakan PHP dan PySQL sebagai databasenya [2, 9].
XAMPP adalah perangkat lunak bebas dan lintas platform yang
merupakan kompilasi dari beberapa program penting untuk pengembangan
web. Perangkat lunak ini berfungsi sebagai server yang berdiri sendiri dan
terdiri dari Apache HTTP Server, basis data MySQL, serta penerjemah bahasa
yang mendukung PHP dan Perl. XAMPP dirancang untuk memudahkan
pengembang dalam mengatur server lokal untuk keperluan pengembangan dan
pengujian website web sebelum diunggah ke server produksi.
5
Gambar 2. 3. XAMPP
2.8 Database
Basis data adalah kumpulan data atau informasi yang terintegrasi dan
saling berhubungan, yang disimpan secara sistematis dalam perangkat keras
(komputer) tanpa redundansi. Data ini dapat diolah menggunakan perangkat
lunak. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri
basis data disebut Sistem Manajemen Basis Data (Database Management
System atau DBMS).
DBMS digunakan untuk membangun sebuah sistem database yang
berbasis komputer. DBMS didesain untuk menanganipengelolaan dan
penghunian dari suatukumpulan data, serta memungkinkanpenghuni untuk
mendefinisikan, membuat,memelihara, dan mengendalikan aksesterhadap
sistem basis data, sehingga DBMSdapat digunakan sesuai kebutuhan. Ada
lima komponen Sistem Manajemen Basis Data (DBMS), yaitu perangkat
keras, perangkat lunak, data, prosedur, dan manusia [10].
2.9 HTML
HTML adalah dokumen textyang bisa dibaca untuk dipublikasikan di
World Wide Web(WWW), dan semua nama file dokumen HTML mempunyai
ekstensi html atau [Link] pendapat para ahli yang dikemukakan di
atas dapat ditarik kesimpulan bahwa HTML adalah HTML adalah bahasa
yang sangat tepat dipakai untuk menampilkan informasi pada halaman web,
karena HTML menampilkan informasi dalam bentuk hypertext dan juga
mendukung sekumpulan perintah yang dapat digunakan untuk mengatur
6
tampilnya informasi tersebut, sesuai dengan namanya, bahasa ini
menggunakan tanda (markup) untuk menandai perintah-perintahnya [11, 12,
13].
2.10 CSS
Menurut (Wahyudi, 2017), CSS adalah suatu Bahasa pemrograman web
yang digunakan untuk mengendalikan dan membangun berbagai komponen
dalam web sehingga tampilan web akan lebih rapi, terstruktur, dan seragam.
CSS merupakan salah satu kode pemrograman yang bertujuan untuk menghias
dan mengatur gaya tampilan/layouthalaman websupaya lebih elegan dan
menarik. CSS adalah sebuah teknologi internet yang direkomendasikan oleh
World Wide Web Consortium atau W3C pada tahun 1996 [14].
2.11 JavaScript
JavaScript adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang digunakan
secara luas dalam pengembangan web. Dikembangkan pertama kali pada
pertengahan dekade 1990-an, JavaScript memainkan peran penting dalam
pembuatan situs web dinamis dan interaktif. Meskipun namanya serupa
dengan Java, JavaScript berbeda dalam banyak aspek. JavaScript merupakan
bahasa pemrograman yang paling banyak diminati dan digunakan oleh para
pengembang website dalam membuat situs web menjadi lebih interaktif
dan dinamis. JavaScript dikenal sebagai bahasa sisi klien, yang berarti
bahasa ini berjalan di browser bukan di server [15]. Dengan memanfaatkan
JavaScript dapat membuat situs web menjadi lebih maksimal [16].
2.12 Bootstrap
Bootstrap adalah framework front-end open-source yang digunakan untuk
pengembangan web dan website web yang responsif. Diperkenalkan oleh
Twitter pada tahun 2011, Bootstrap telah menjadi salah satu framework yang
paling banyak digunakan oleh pengembang web karena kemudahannya dalam
membuat desain web yang konsisten dan responsif.
7
Bootstrap juga menyediakan banyak kelas dan plugin CSS siap pakai
untuk membantu pengembang membuat tampilan dan nuansa situs web. Oleh
karena itu, Bootstrap adalah salah satu framework front-end yang paling
banyak digunakan [17]. Framework ini dapat digunakan secara gratis dan
banyak dokumentasi yang menyediakan langkah penghunian framework ini
[18]. Dengan adanya framework ini dapat mempermudah para
pengembang websitedalam membangun websiteyang responsif dengan lebih
mudah dan cepat [19].
2.13 Stuktur Navigasi
Menurut Frieyadle (2019), struktur navigasi adalah sebuah halaman web
atau dokumen web yang mempunyai struktur yang jelas serta tersusun dengan
teratur. Struktur navigasi dapat diartikan juga sebagai alur yang digunakan
dalam website yang dibuat sebelum menyusun website multimedia ke dalam
sebuah software. Ada empat macam bentuk dasar dari struktur navigasi yang
biasa digunakan dalam proses pembuatan website multimedia, yaitu struktur
navigasi linier, hirarki, non linier, dan campuran [20].
2.14 Struktur Navigasi Linier
Struktur navigasi linier mengarahkan penghuni untuk mengikuti jalur yang
sudah ditentukan dari satu halaman ke halaman berikutnya. Bentuk navigasi
ini mirip dengan membaca buku, di mana penghuni harus melalui setiap
halaman secara berurutan. Struktur ini sangat cocok untuk website yang
memiliki alur cerita atau pembelajaran yang terstruktur, seperti e-book atau
kursus online.
Gambar 2. 4. Struktur Navigasi Linier
2.15 Struktur Navigasi Hirarki
Struktur navigasi hirarki menyerupai pohon dengan satu halaman utama
yang bercabang ke halaman-halaman lainnya. Penghuni dapat mengakses sub-
halaman dari halaman utama, dan setiap sub-halaman dapat memiliki cabang
8
lebih lanjut. Struktur ini sering digunakan dalam situs web yang kompleks,
seperti situs web perusahaan atau e-commerce, di mana informasi harus diatur
secara sistematis dan penghuni dapat dengan mudah menemukan konten yang
diinginkan.
Gambar 2. 5. Struktur Navigasi Hirarki
2.15.1 Struktur Navigasi Non Linier
Struktur navigasi non linier memberikan kebebasan kepada penghuni
untuk menjelajahi konten tanpa urutan tertentu. Hal ini memungkinkan
penghuni untuk berpindah dari satu halaman ke halaman lain sesuai kebutuhan
mereka. Struktur ini cocok untuk website interaktif seperti game atau simulasi,
di mana penghuni dapat memilih jalur mereka sendiri dan menjelajahi konten
secara bebas.
Gambar 2. 6. Struktur Navigasi Non Linier
2.15.2 Struktur Navigasi Campuran
Struktur navigasi campuran menggabungkan elemen-elemen dari struktur
linier, hirarki, dan non linier. Pada website kontrakan, penghuni dapat
mengikuti jalur linier untuk proses pencarian properti, mengakses bagian
tertentu melalui struktur hirarki seperti kategori tipe properti atau lokasi, serta
menjelajahi bagian lain secara bebas, seperti melihat informasi tambahan atau
ulasan. Struktur ini menawarkan fleksibilitas tinggi dan memudahkan
penghuni dalam mencari dan mengeksplorasi properti yang diinginkan.
9
Gambar 2. 7. Struktur Navigasi Hirarki
2.16 UML
Unified Modeling Language (UML) adalah sebuah bahasa pemodelan
grafis yang digunakan untuk merancang, mendokumentasikan, dan
memahami sistem perangkat lunak [21]. Penghunian UML memungkinkan
pengembang perangkat lunak untuk memodelkan sistem secara visual dan
terorganisir. Pendekatan ini dapat mempercepat proses pengembangan
perangkat lunak, mengurangi potensi kesalahan, dan meningkatkan kualitas
keseluruhan dari sistem yang dihasilkan. UML umumnya memiliki beberapa
tipe diagram, diantaranya adalah :
a) Activity Diagram
b) Use Case Diagram
c) Class Diagram
2.16.1 Activity Diagram
Activity diagram adalah diagram yang memodelkan proses-proses dalam
sebuah sistem secara vertikal dan merupakan pengembangan dari Use Case.
Diagram ini bertujuan menjelaskan urutan aktivitas dalam suatu proses,
memodelkan urutan proses bisnis, memudahkan pemahaman proses dalam
sistem, menyediakan metode perancangan terstruktur, serta menunjukkan
aktivitas aktor atau penghuni berdasarkan use case yang telah dibuat
sebelumnya. Activity Diagram memiliki beberapa komponen yang dapat
dilihat pada tabel 2.1.
Tabel 2. 1. Activity Diagram
10
2.16.2 Use Case Diagram
Use Case Diagram adalah salah satu jenis diagram UML (Unified
Modeling Language) yang menggambarkan hubungan interaksi antara sistem
dan aktor, mendeskripsikan tipe interaksi antara penghuni sistem dengan
sistem itu sendiri. Diagram ini berfungsi untuk memperlihatkan proses
aktivitas secara urut dalam sistem, menggambarkan proses bisnis dan urutan
aktivitas dalam suatu proses, serta menjadi jembatan antara pembuat dan
konsumen dalam mendeskripsikan sebuah sistem. Use Case Diagram memiliki
beberapa notasi yang dapat dilihat pada tabel 2.2.
Tabel 2. 2. Usecase Diagram
11
2.16.3 Class Diagram
Class diagram adalah jenis diagram UML yang menggambarkan struktur
kelas, atribut, metode, dan hubungan antara objek secara statis. Fungsi
utamanya adalah menggambarkan struktur sistem. Selain itu, class diagram
menunjukkan struktur sistem dengan jelas, meningkatkan pemahaman tentang
skema program, digunakan untuk analisis bisnis dan pembuatan model sistem
dari sisi bisnis, serta memberikan gambaran tentang sistem atau perangkat
lunak dan relasinya. Class Diagram terdiri dari 3 komponen penyusun class
yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Gambar 2. 8. Komponen Class Diagram
Berikut penjelasan 3 komponen yang ada pada Class Diagram :
a) Komponen Atas
Komponen ini memuat nama kelas. Setiap kelas harus
memiliki nama yang unik, yang sering disebut sebagai "simple
name" atau nama sederhana.
b) Komponen Tengah
12
Komponen ini berisi atribut dari kelas. Atribut digunakan
untuk menggambarkan kualitas atau properti dari suatu kelas.
Atribut ini dapat dijelaskan secara lebih rinci dengan menyertakan
tipe datanya.
c) Komponen Bawah
Komponen ini mencakup operasi yang ditampilkan dalam
bentuk daftar. Operasi ini menggambarkan cara kelas berinteraksi
dengan data dan menunjukkan fungsi-fungsi yang dimiliki oleh
kelas tersebut.
Dalam Class Diagram, terdapat beberapa jenis hubungan yang
menggambarkan interaksi dan keterkaitan antara kelas-kelas. Berikut adalah
penjelasan mengenai beberapa jenis hubungan tersebut:
a) Asosiasi
Asosiasi adalah jenis hubungan antara dua kelas yang
bersifat statis. Hubungan ini menggambarkan bagaimana dua kelas
berinteraksi dan berbagi informasi. Asosiasi sering digunakan
untuk menunjukkan bahwa satu kelas memiliki atribut tambahan
yang mengacu pada kelas lain. Contoh asosiasi adalah hubungan
antara kelas "Mahasiswa" dan "Universitas," di mana setiap
mahasiswa terhubung dengan universitas tertentu.
Gambar 2. 9. Asosiasi Class Diagram
b) Agregasi
13
Agregasi adalah jenis hubungan di mana satu kelas merupakan
bagian dari kelas lain, namun kedua kelas tersebut tetap dapat
berdiri sendiri. Agregasi menunjukkan hubungan "bagian-dari"
tetapi tanpa kepemilikan penuh. Contoh agregasi adalah hubungan
antara kelas "Perpustakaan" dan "Buku," di mana buku adalah
bagian dari perpustakaan tetapi dapat eksis secara terpisah dari
perpustakaan.
Gambar 2. 10. Agregasi Class Diagram
c) Pewarisan
Pewarisan adalah kemampuan suatu kelas untuk mewarisi
seluruh atribut dan metode dari kelas asalnya. Hubungan ini
menunjukkan hierarki antar kelas dan memungkinkan kelas yang
mewarisi untuk mengembangkan atau mengubah fungsi dari kelas
asal. Contoh pada pewarisan gambar dibawah adalah hubungan
antara kelas "Hewan" dan kelas "Kuda," "Ikan," serta "Harimau,"
di mana Kuda, Ikan, dan Harimau mewarisi atribut dan metode dari
Hewan.
Gambar 2. 11. Pewarisan Class Diagram
2.17 Black Box Testing
Blackbox Testing menurut (Febiharsa et al, 2018) adalah metode
pengujian perangkat lunak yang meneliti fungsi (Functional Testing) dari
website tanpa melihat ke dalam struktur internal atau kinerja website.
Metode uji ini dapat diterapkan untuk hampir setiap tingkat pengujian
perangkat lunak seperti unit, integrasi, sistem dan penerimaan [22]. Sedangkan
14
menurut (Sulistyanto & SN, 2017) Pengujian Black Box sendiri dapat
diartikan sebagai sebuah pengujian yang melakukan pendekatan pengujian
untuk mengetahui apakah semua fungsi perangkat lunak telah berjalan
semestinya sesuai dengan kebutuhan fungsional yang telah didefinisikan [23].
Untuk gambaran lebih jelas mengenai black box testing dapat dilihat pada
tabel 2.4.
Tabel 2. 3. Uji Coba Black Box
2.18 User Acceptance
User Acceptance Testing merupakan pengujian yang dilakukan oleh
end user yang langsung berinteraksi dengan sistem dan dilakukan
verifikasi apakah fungsi yang ada telah berjalan sesuai dengan
kebutuhan/fungsinya. Acceptance testing merupakan pengujian yang
dilakukan oleh penghuni yang menggunakan teknik pengujian black box
untuk menguji sistem terhadap spesifikasinya [24]. Perhitungan dilakukan
menggunakan skala likert. Skala likert merupakan suatu skala penilaian yang
menyajikan pilihan skala dengan nilai pada setiap skala untuk mengukur
tingkat persetujuan terhadap sesuatu [25]. Skala Likert digunakan untuk
mengukur sikap, pendapat, dan persepsi individu atau kelompok terkait
dengan peristiwa atau fenomena sosial tertentu. Dalam skala ini, setiap
pernyataan memiliki bobot nilai yang berbeda. Bobot jawaban yang diberikan
adalah sebagai berikut: sangat setuju (5), tidak setuju(4), netral(3), tidak setuju
15
(2), sangat tidak setuju(1). Perhitungan skor dilakukan menggunakan rumus
berikut:
Gambar 2. 12. Rumus Skala Likert
16
DAFTAR PUSTAKA
[1] B. H. Bekti, Mahir Membuat Website dengan Adobe Dreamweaver CS6,
CSS dan JQuery, Yogyakarta: Andi Offset, 2015.
[2] M. Samsudin, M. Abdurahman and M. H. Abdullah, 2019. [Online].
Available:
[Link]
[3] R. Rafildo, N. Y. S. Munti and E. Azriadi, "Rancang Bangun Sistem
Informasi E-Laundry dengan Implementasi Berbasis Web (Analysis),"
Innovative: Journal of Innovative Research and Community Service, vol. 2,
2022.
[4] I. G. Handika and A. Purbasari, "Pemanfaatan Framework Laravel Dalam
Pembangunan Aplikasi E-Travel Berbasis Website," in Konferensi Nasional
Sistem Informasi, 2018.
[5] B. Rianto, "Wesite penyedia informasi rumah kos [Link]," JUTI-UNISI
(Jurnal Tenik Industri UNISI), vol. 3, no. 1, 2019.
[6] Nuraiman, Kamdan and I. Yustiana, "Jurnal Informasi dan Teknologi,"
Perancangan Sistem Informasi Kontrakan Bu Jamilah Menggunakan
Website, pp. 63-72, 2023.
[7] J. Saputra, R. Islamadina and S. Mustafa, "Sistem Informasi Rumah
Kontrakan di Kecamatan Syiah Kuala Berbasis Web Gis," Jurnal Nasional
Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI), 2021.
[8] U. G. Salamah, Tutorial Visual Studio Code, Bandung: Media Sains
Indonesia, 2021.
[9] Sidik and Betha, Pempograman Web, PHP, MySQL, XAMMP, Bandung:
Informatika, 2014.
[10] Dorothy.L., S. I. and &. N. D. , "Perancangan dan Implementasi Sistem
Informasi Perpustakaan di Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas
Teknik UNDIP," Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer, vol. 2, no. 4, pp.
209-222, 2014.
[11] S. Ahdan, A. Priandika, F. Andhika and F. S. & Amalia, "Perancangan
Media Pembelajaran Teknik Dasar Bola Voli Menggunakan Teknologi
Augmented Reality Berbasis Android," Jurnal Kelitbangan, vol. 9, pp. 221-
226, 2020.
[12] A. &. P. D. Setiawan, "Sistem Pengolahan Data Penilaian Berbasis Web
Menggunakan Metode Pieces (Studi Kasus: Badan Pengembangan Sumber
17
Daya Manusia Provinsi Lampung)," Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi,
pp. 97-104, 2020.
[13] Damayanti, "Digitalisasi Sistem Peminjaman Buku Pada SMK Negeri 2
Kalianda Lampung Selatan," Jurnal Sosial dan Teknologi, vol. 2, pp. 128-
138, 2021.
[14] T. Wahyudi, "Rancang Bangun Sistem Informasi Pondok Pesantren (Studi
Kasus Darul Abror Watumas)," in Simposium Nasional Ilmu Pengetahuan
Dan Teknologi (SIMNASIPTEK) 2017, 2017.
[15] M. Prasetiyo.S, I. P. Nugroho.M, L. Putri.R and O. & Fauzi, "Pembahasan
Mengenai Front-End Web Developer dalam Ruang Lingkup Web
Development," J. Multidisiplin Ilmu, vol. 1, no. 6, pp. 1015-1020, 2022.
[16] R. A. Putawa, "Makna Filosofis Ketiadaan dan Relevansinya dengan Tipe
Data Undefined pada Javascript," J. Filsafat Indones., vol. 5, no. 1, pp. 80-
86, 2022.
[17] A. Noviantoro, A. B. Silviana, R. Fitriani and H. P. & Permatasari,
"Rancangan Dan Implementasi Aplikasi Sewa Lapangan Badminton
Wilayah Depok Berbasis Web," Jurnal Teknik dan Science, vol. 1, no. 2, pp.
88-103, 2022.
[18] P. Ilmiah, "Perancangan Informasi Batik Solo Berbasis Bootstrap Publikasi
Ilmiah," 2016.
[19] B. Suprayogi and A. Rahmanesa, "Penerapan Framework Bootstrap dalam
Sistem Informasi Pendidikan SMA Negeri 1 Pacet Cianjur Jawa Barat,"
Tematik, vol. 6, no. 2, pp. 119-127, 2019.
[20] Frieyadle, "Struktur Navigasi Pada Website," [Online]. Available:
[Link] [Accessed 8 July
2024].
[21] M. T. Prihandoyo, "Unified Modeling Language (UML) Model Untuk
Pengembangan Sistem Informasi Akademik Berbasis Web," Jurnal
Informatika Jurnal Pengembangan IT, vol. 3, no. 1, pp. 126-129, 2018.
[22] D. Febiharsa, I. M. Sudana and N. & Hudallah, "Uji Fungsionalitas
(Blackbox Testing) Sistem Informasi Lembaga Sertifikasi Profesi (SILSP)
Batik dengan AppPerfect Web Test dan Uji Pengguna," Joined Journal
(Journal of Informatics Education), vol. 1, no. 2, p. 117, 2018.
[23] H. Sulistyanto and A. & SN, "Urgensi Pengujian pada Kemajemukan
Perangkat Lunak dalam Multi Perspektif," KomuniTi, vol. 6, no. 1, pp. 65-
74, 2014.
[24] I. Wahyudi, Fahrullah, F. Alameka and Haerullah, "ANALISIS
BLACKBOX TESTING DAN USER ACCEPTANCE TESTING
18
TERHADAP SISTEM INFORMASI SOLUSIMEDSOSKU," Jurnal
Teknosains Kodepena, vol. 04, no. 01, pp. 1-9, 2023.
[25] H. a. S. A. H. Nugroho, "Aplikasi Pengelolaan Sistem Informasi Dinas
Kesehatan Kabupaten Bandung," e-Proceeding of Applied Science, vol. 4,
pp. 1621-1629, 2018.