0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan12 halaman

PBL Tingkatkan Prestasi PPKn Siswa

Penelitian ini mengeksplorasi penerapan model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di MTs Hidayatul Athfal Kalirejo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ini berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini melibatkan 14 siswa kelas VII dan dilaksanakan dalam dua siklus tindakan.

Diunggah oleh

yustikaaristia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan12 halaman

PBL Tingkatkan Prestasi PPKn Siswa

Penelitian ini mengeksplorasi penerapan model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di MTs Hidayatul Athfal Kalirejo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ini berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini melibatkan 14 siswa kelas VII dan dilaksanakan dalam dua siklus tindakan.

Diunggah oleh

yustikaaristia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JPE (Jurnal Pendidikan Edutama) Vol. 1 No.

1 Juli 2020
http://ejurnal.ikippgribojonegoro.ac.id/index.php/JPE

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK


MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PPKn
MATERI POKOK KEBERAGAMAN SARA DALAM BINGKAI
BHINNEKA TUNGGAL IKA
DI SEKOLAH MTS HIDAYATUL ATHFAL KALIREJO
TAHUN AJARAN 2019/2020

Peni Fidiyawati1),Heru Ismaya 2), Novi Mayasari3)


1
Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, IKIP PGRI Bojonegoro
email: penifidiya@gmail.com
2
Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, IKIP PGRI Bojonegoro
email: heruismaya@gmail.com
3
Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, IKIP PGRI Bojonegoro
email: mahiraprimagrafika@gmail.com

FPIPS, IKIP PGRI BOJONEGORO

Abstrak : Fidiyawati,Peni.2020. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning


Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran PPKn Materi Pokok
Keberagaman SARA Dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika Di Sekolah MTs
Hidayatul Athfal KalirejoTahun Ajaran 2019/2020 . Skripsi, Jurusan PPKn, Fakultas
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, IKIP PGRI Bojonegoro. Pembimbing (I).Heru
Ismaya, M.H. Pembimbing (II).Novi Mayasari, M.Pd.

Kata kunci : Pemecahan Masalah, Prestasi belajar, Keberagaman

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan 1) Untuk mengetahui bagaimana Penerapan


Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa
Pada Pembelajaran PPKn Materi Pokok Keberagaman Sara Dalam Bhinneka Tunggal Ika
Di Sekolah MTs Hidayatul Athfal Kalirejo berpengaruh terhadap kemapuan pemecahan
masalah pendidikan Kewarganegaraan, 2) untuk mengetahui pengaruh prestasi belajar
terhadap siswa pada nilai mata pelajaran PPKn kelas VII MTs Hidayatul Athfal Kairejo
Bojonegoro tahun pelajaran 2019/2020.
Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII yang berjumlah 14 siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian, antara lain 1)
penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh pada kelas VIII di
MTs Hidayatul Athfal Kalirejo Bojonegoro tahun pelajaran 2019/20120, 2) Prestasi belajar
berpengaruh terhadap siswa pada nilai mata pelajaran PPKN kelas VII di MTs Hidayatul
Athfal Kalirejo Bojonegoro tahun pelajaran 2019/2020, dan 3) Penerapan model
pembelajaran dan prestasi belahar berpengaruh terhadap siswa pada nilai mata pelajaran
PPKn kelas VII di MTs Hidayatul Athfal Kalirejo tahun pelajaran 2019/2020.

1
2|JURNALPENDIDIKAN EDUTAMA
adalah pendidikan yang dapat
PENDAHULUAN
mengembangkan potensi masyarakat,
mampu menumbuhkan kemauan, tekat
Menurut Undang-Undang Nomor 20
serta membangkitkan motivasi generasi
Tahun 2003 pendidikan mempunyai adil
bangsa untuk menggali berbagai potensi
yang penting dalam menentukan proses
secara optimal bagi kepentingan
pencapaian tujuan pendidikan nasional
pembangunan bangsa secara utuh.
yaitu mengembangkan potensi peserta
Kegiatan pembelajaran masih di
didik agar menjadi manusia yang beriman
dominasi oleh aktivitas guru yaitu dengan
dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
pengunaan metode konvensional
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
menerangkan materi pelajaran.
cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga
Berdasarkan observasi yang dilakuksaan
negara yang demokratis serta bertanggung
pada saat kegiatan pembelajaran PPKn
jawab. Faktor yang ikut menentukan
berlangsung, siswa yang tidak sepenuhnya
tujuan pendidikan sebagaimana dijelaskan
memperhatikan penjelasan guru,
tersebut diatas adalah adanya mata
dikarenakan bosan dengan aktivitas
pelajaran wajib disekolah dasar yaitu
mendengarkan, sehingga pembelajaran
PPKn menurut undang-undang nomor 20
PPKn dirasa kurang menyenangkan bagi
tahun 2003 disamping PPKn adalah mata
siswa.
pelajaran wajib juga memiliki tujuan
Motivasi siswa kelas VII MTs
berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif
Hidayatul Athfal Kalirejo Kabupaten
dalam menanggapi isu kewarganegaraan.
Bojonegoro dalam mengikuti
Pada hakekatnya proses pendidikan
pembelajaran PPKn rendah terlihat saat
merupakan proses pemberdayaan
berlangsungnya kegiatan belajar terdapat
seseorang untuk membentuk kepribadian
beberapa siswa yang membuat
dan menciptakan integritas dirinya sendiri.
gaduh,bermain sendiri dan terkesan tidak
Oleh karena itu pendidikan kita
memperhatikan materi pelajaran yang
memerlukan orientasi dan arah yang jelas
diberikan Guru berulangkali
sesuai dengan cita-cita dan tujuan negara.
mengkondisikan siswa yang gadu, untuk
Itu sebabnya dalam implementasinya
diam dan memperhatikan pembelajaran,
pendidikan seharusnya tidak hanya sekedar
namun hal tersebut tidak dihiraukan.
mendidik seseorang dari sisi intelektualnya
Selain membuat gaduh saat pembelajaran
saja, akan tetapi juga kepribadian, etika
PPKn, terdapat beberapa siswa yang tidak
dan estetika dari dalam potensi diri si
mengerjakan tugas dengan sungguh-
pembelajar. Pendidikan yang dilakukan
sungguh. selesai menjelaskan
3|JURNALPENDIDIKAN EDUTAMA Memecahkan masalah merupakan
suatu proses dimana siswa mampu
pembelajaran guru memberikan menemukan kombinasi mengenai aturan-
tugas kepada siswa untuk mengerjakan aturan yang telah dipelajari Pembelajaran
soal,namun banyak siswa yang PPKn sangat penting dalam mengajarkan
mengerjakannya dengan asal-asalan, kemampuan berpikir memecahkan
karena mereka tidak mau membaca buku masalah, karena dengan menumbuhkan
untuk menjawab soal. Keadaan tersebut kemampuan memecahkan masalah, sisiwa
menimbulkan pemerolehan hasil belajar diharapkan mampu untuk memecahkan
yang belum masimal. Rendahnya hasil masalah yang berkaitan dengan kehidupan
belajar PPKn di MTs Hidayatul Athfak sosialnya. Menanggapi hal tersebut,
Kalirejo Kabupaten Bojonegoro Tahun diperlukan model pembelajaran yang dapat
ajaran 2019/2020. Data rendahnya hasil meningkatkan kemampuan siswa dalam
belajar siswa dapat di lihat dari nilai rata- memecahkan masalah. Jika dalam proses
rata kelas yang belum mencapai tingkat pembelajaran, guru masih menggunakan
atau ketuntasan nilai 75.Selain nilai rata- model pembelajaran yang dinilai masih
rata PKn rendah diperoleh data bahwa baru konvensional dalam menyampaikan
7 siswa atau 50% dari jumlah siswa yang materi, tentunya akan membuat siswa
belum memenuhi KKM yang ditentukan cenderung lekat dengan hafalan terhadap
yaitu 75. Melihat jumlah siswa yang masih materi, sehingga tidak dipungkiri bahwa
banyak memperoleh nilai dibawah kriteria ketika siswa hidup ditengah masyarakat,
ketuntasan dan rata-rata nilai PPKn yang siswa akan bingung ketika akan
belum maksimal maka perlu dilakukan menerapkan ilmu yang siswa dapat dari
peningkatan hasil belajar PPKn. Cara yang
dapat ditempuh guru untuk meningkatkan sekolah, karena disekolah siswa tidak
kegiatan pembelajaran yaitu dengan diajarkan dalam hal bagaimana
mengunakan model pembelajaran yang menerapkan ilmu pengetahuan yang siswa
bisa diterapkan di kelas. Model dapat, akan tetapi hanya penguasaan
pembelajaran merupakan pedoman dan materi yang bersifat hafalan. Pendapat
segala sesuatu yang dibutuhkan dalam Joyce (2003) model pembelajaran adalah
kegiatan pembelajaran baik berupa suatu perencanaan yang digunakan sebagai
sumber, bahan atau alat yang akan pedoman dalam merencanakan
digunakan pembelajaran di kelas dan untuk
menentukanperangkat-perangkat
4|JURNALPENDIDIKAN EDUTAMA

METODE PENELITIAN sampai adanya peningkatan


Berdasarkan permasalahn yang yang diharapkan tercapai, Hopkins
diajukan dalam peenelitian. Penelitian ini dalam
merupakan penelitian tindakan kelas Arikunto (2008:14). Prosedur
(classroom action research). Menurut pelaksanaan tindakan kelas dapat dilihat
Arikunto (2012:3) penelitian tindakan dalam bagan dibawah ini.
kelas merupakan suatu metode kegiatan
Perencanaan
pembelajaran berupa tindakan yang
sengaja dimunculkan dan terjadi pada Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan

sebuah kelas secara bersama. Adapun Pengamatan


tujuan penelitian ini adalah untuk
meningkatkan hasil belajar PPKn Perencanaan

menggunakan model problem based


Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan
learning pembelajaran kelas VII di MTs
Hidayatul Athfal Kalirejo Bojonegoro. Pengamatan

Jenis penelitian tindakan kelas yang dst


digunakan dalam penelitian ini adalah
kolaboratif, dalam artian peneliti terlibat Secara rinci pelaksanaan penelitian
dalam kegiatan yang digunakan sebagai tindakan kelas ini meliputi langkah-
langkah sebagai berikut:
a. Perencanaan
sumber data penelitian. Menurut Perencanaan merupakan kegiatan
(Arikunto, 2010:137) penelitian tindakan merancang secara rinci tentang apa
kelas dilakukan sekurang-kurangnya dan bagaimana tindakan yang akan
dalam dua siklus tindakan yang berurutan. dilakukan. Pada PTK untuk
Ada beberapa ahli yang mengemukakan pengembangan profesi guru, kegiatan ini
model penelitian tindakan, namun secara berupa menyiapkan bahan ajar,
garis besar terdapat empat tahapan yang menyiapkan rencana mengajar,
dilalui yaitu (1) perencanaan,(2) merencakan bahan untuk
pelaksanaan, (3) pengamatan dan (4) pembelajaran, serta menyiapkan hal
refleksi. adapun model dan penjelasan lain yang diperlukan dalam proses
untuk masing-masing tahap seterusnya pembelajaran.
5|JURNALPENDIDIKAN EDUTAMA

Nilai rata-rata = X
yang baru. Pada PTK untuk
100
pengembangan profesi guru,
tindakan dilakukan selama 2 siklus. Nilai rata-rata = X 100
b. Pengamatan Nilai rata-rata = 60
Pengamatan merupakan tindakan Untuk mencari persentase
pengumpulan informasi yang akan ketuntasan belajar sebagai berikut.
dipakai untuk mengetahui apakah
P= X 100
tindakan yang dilakukan telah
berjalan sesuai dengan rencana yang P= X 100

diharapkan. Pengamatan dapat P = 35 %


berupa pengumpulan data melalui Berdasarkan dapat dilihat bahwa dari
observasi, Tes dan Dokumentasi jumlah siswa sebanyak 14 siswa, terdapat
c. Refleksi 5 siswa dinyatakan tuntas dan 9 siswa
Refleksi bertujuan untuk mengetahui dinyatakan tidak tuntas karena mendapat
apa yang kurang pada pelaksanaan nilai di bawah KKM. Selain itu, persentase
tindakan yang telah dilakukan. Hasil ketuntasan hanya mencapai 35%. Dengan
refleksi digunakan untuk melakukan demikian perlu dipikirkan suatu cara
perbaikan pada perencanaan di dalam pembelajaran yang dapat digunakan
tahapan (siklus) berikutnya. sebagai tindak lanjut dalam membantu
PEMBAHASAN memecahkan masalah atau kesulitan siswa
Awal Prasiklus dalam belajar PPKn, yaitu dengan model
Sebelum melaksanakan penelitian, pembelajaran Problem based learning.
peneliti melakukan observasi awal di kelas Berdasarkan data nilai sebelum
VII MTs Hidayatul Athfal Kalirejo perbaikan maka diketahui bahwa nilai
terhadap prestasi belajar PPKn, dengan Tuntas Tingkat Klasikal sebelum
melakukan wawancara pada guru kelas perbaikan pembelajaran hanya dicapai
dan siswa kelas VII. Dilihat dari daftar oleh 5 siswa, sedangkan nilai tertinggi
nilai Ulangan Harian mata pelajaran PPKn 85, nilai terendah 35, dan nilai rat-rata
banyak siswa yang mendapatkan kelas 75. Pada tahap ini belum tuntas
karena masih dibawah prosentase
nilai diatas KKM yang telah ketuntasan klasikal, yaitu masih dibawah
ditentukan yaitu 73. Berikut daftar nilai
ulangan PPKn kelas VII
6|JURNALPENDIDIKAN EDUTAMA
75%. Prestasi belajar siswa siklus I kegiatan pembelajaran
menjadi perhatian serius bagi guru. terdiri dari pendahuluan, kegiatan inti, dan
Data hasil prestasi belajar tersebut penutup.
disajikan dalam bentuk diagram batang Pada tahap pendahuluan kegiatan
sebagai berikut : pembelajaran diawali dengan berdo’a,
kemudian memberi salam serta mengabsen
siswa. Guru memberi apresiasi dan
motivasi kepada siswa. Selanjutnya guru
Siklus I menjelaskan tujuan dari pembelajaran,
Pada siklus I terdiri dari perencanaan, model pembelajaran dan langkah-langkah
tindakan, observasi, dan refleksi. pembelajaran.
Tahap Perencanaan Siklus I Kegiatan inti, pada tahap ini guru
Sebelum tahap pertama dilaksanakan menjelaskan sedikit tentang materi
peneliti melakukan beberapa tahap keragaman suku . Guru memberikan
persiapan yaitu menyusun rencana kesempatan kepada siswa untuk bertanya
pelaksanaan pembelajaran (RPP) siklus I terkait dengan materi yang dipelajari.
dengan langkah-langkah pembelajaran Setelah itu guru memberikan pertanyaan
yang sesuai dengan model pembelajaran. diskusi kepada siswa. Kemudian membagi
Selain itu, peneliti mempersiapkan materi siswa ke dalam beberapa kelompok yang
mengenai keragaman suku, lembar terdiri dari 3 orang. Siswa diminta untuk
observasi, lembar pengamatan aktivitas duduk bersama kelompok masing-masing
guru, lembar pengamatan aktivitas siswa, untuk mendiskusikan tugas dari guru dan
dan soal evaluasi/post test siklus I. mencatat hasil diskusi. Guru berkeliling
Tahap Tindakan Siklus I mengawasi masing-masing kelompok
Tahap penelitian tindakan sembari mengevaluasi proses
dilaksanakan pada tanggal 3 dan 28 Maret pembelajaran. Guru meminta salah satu
2020. Pada tahap ini peneliti bertindak siswa atau dua anak dari masing-masing
sebagai guru mata pelajaran PPKn di Mts kelompok mempresentasikan hasil
Hidayatul Athfal Kalirejo Bojonegoro diskusinya. Pada kegiatan penutup guru
dengan model pembelajaran Problem dan siswa menyimpulkan materi yang
Based Learning. Sesuai dengan sudah dipelajari. Guru mengevaluasi,
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) melakukan refleksi, memberikan pesan
moral dan menutup pembelajaran dengan
salam.
7|JURNALPENDIDIKAN EDUTAMA
Tahap observasi dilakukan selama proses kurang karena beberapa siswa masih ada
pembelajaran berlangsung. Observasi yang mengantuk, melamun , kedua
dilakukan terhadap aktivitas guru, aktivitas kurangnya keberanian siswa
siswa, dan hasil belajar siswa. menyampaikan hasil diskusi karena kurang
Observasi Aktivitas Guru Pada Siklus I percaya diri saat mempresentasikan dan
Pada tahap pengamatan aktivitas guru takut salah, ketiga kurangnya siswa dalam
dalam mengelola kegiatan belajar menanggapi pertanyaan karena siswa takut
mengajar menggunakan instrument berupa untuk bertanya dan mungkin bingung apa
lembar observasi aktivitas guru. Data hasil yang mau ditanyakan, keempat siswa
observasi aktivitas guru siklus I pada tabel merespond pertanyaan dengan baik karena
berikut. masih banyak yang kurang tepat dalam
memberikan tanggapan.
Berdasarkan data di atas, maka hasil
Aktivitas siswa yang masih kurang karena
pengamatan aktivitas siswa adalah sebagai
siswa belum terbiasa dengan model
berikut :
pembelajaran Problem Based Learning
P= X 100 jadi siswa kurang aktif dalam

P= X 100 pembelajaran dan belum sesuai dengan


harapan.
P = 56%
Tahap observasi dilakukan selama proses
Keterangan :
pembelajaran berlangsung. Observasi
80% - 100% = Baik sekali
dilakukan terhadap aktivitas guru, aktivitas
66% - 79% = Baik
siswa, dan hasil belajar siswa.
56% - 65% = Cukup
Observasi Aktivitas Guru Pada Siklus I
40% - 55% = Kurang
Pada tahap pengamatan aktivitas guru
30% - 39% = Gagal
dalam mengelola kegiatan belajar
Berdasarkan tabel di atas,
mengajar menggunakan instrument berupa
aktivitas siswa selama kegiatan
lembar observasi aktivitas guru. Data hasil
pembelajaran Problem Based
observasi aktivitas guru siklus I pada tabel
Learning pada siklus I memperoleh
berikut.
persentase sebesar 56%. Kategori
penilaian persentase 56% berada pada
kategori cukup, namun masih banyak
aktivitas siswa yang kurang dan perlu
ditingkatkan yaitu pertama keseriusan pengamatan aktivitas siswa adalah sebagai
siswa dalam mengikuti pelajaran masih
8|JURNALPENDIDIKAN EDUTAMA
Siklus II model pembelajaran dan langkah-langkah
Pada siklus II terdiri dari perencanaan, pembelajaran.
tindakan, observasi dan refleksi. Kegiatan inti, pada tahap ini guru
Tahap Perencanaan Siklus II menjelaskan sedikit tentang materi sistem
Pada tahap siklus II peneliti pembayaran dalam perekonomian
melakukan beberapa tahap persiapan yaitu Indonesia. Guru memberikan kesempatan
menyusun rencana pelaksanaan kepada siswa untuk bertanya terkait
pembelajaran (RPP) siklus II dengan dengan materi yang dipelajari. Setelah itu
langkah-langkah pembelajaran yang sesuai guru memberikan pertanyaan diskusi
dengan model pembelajaran Problem kepada siswa. Guru menekankan
Based Learning . Selain itu, peneliti bagaimana proses jalannya pembelajaran
mempersiapkan materi mengenai sistem Problem Based Learning, bahwa yang
pembayaran, lembar observasi, lembar terpenting adalah kerjasama dan
pengamatan aktivitas guru, lembar kekompakan kelompok untuk mencapai
pengamatan aktivitas siswa, dan soal hasil yang maksimal. Kemudian membagi
evaluasi/post test siklus II. siswa ke dalam beberapa kelompok yang
Tahap Tindakan Siklus II terdiri dari 4 orang. Siswa diminta untuk
Tahap tindakan dilaksanakan pada tanggal duduk bersama kelompok masing-masing
16 dan 20 maret 2020. Pada tahap ini untuk mendiskusikan tugas dari guru dan
peneliti bertindak sebagai guru mata mencatat hasil diskusi. Guru berkeliling
pelajaran PPKn di Mts Hidayatul Athfal mengawasi masing-masing kelompok
Kalirejo dengan model pembelajaran sembari mengevaluasi proses
Problem Based Learning. Sesuai dengan pembelajaran. Guru meminta salah satu
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) siswa atau dua anak dari masing-masing
siklus II kegiatan pembelajaran terdiri dari kelompok mempresentasikan hasil
pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. diskusinya. Pada kegiatan penutup guru
Pada tahap pendahuluan kegiatan dan siswa menyimpulkan materi yang
pembelajaran diawali dengan berdo’a, sudah dipelajari. Guru mengevaluasi,
kemudian memberi salam serta mengabsen melakukan refleksi, memberikan pesan
siswa. Guru memberi apresiasi dan moral dan menutup pembelajaran dengan
motivasi kepada siswa. Selanjutnya guru salam.
menjelaskan tujuan dari pembelajaran, Tahap Observasi Siklus II
Tahap observasi dilakukan selama
proses pembelajaran berlangsung.
9|JURNALPENDIDIKAN EDUTAMA
Observasi dilakukan terhadap siswa sedangkan sebesar 85%
aktivitas guru, aktivitas siswa dan prestasi siswa tuntas belajar atau 12 siswa. Dengan
belajar siswa. ini perolehan hasil belajar siswa pada
siklus II menunjukkan peningkatan sesuai
Observasi Aktivitas Guru Pada Siklus II yang diharapkan.
Pada tahap pengamatan aktivitas guru Pada saat pembelajaran berlangsung siswa
dalam mengelola kegiatan belajar terlihat senang, enjoy dan antusias yang
mengajar menggunakan instrument berupa tinggi dalam berdiskusi dalam
lembar observasi aktivitas guru. Data hasil pembelajaran. Siswa juga mudah
observasi aktivitas guru siklus II pada tabel memahami materi yang disampaikan dan
berikut. juga guru mulai terbiasa dan paham
dengan langkah-langkah model
Dari tabel di atas maka rumus nilai rata-
pembelajaran Problem Based Learning
rata yang digunakan sebagai berikut.
sehingga guru mulai mudah dalam
Nilai rata-rata = X melaksanakan pembelajaran.
100 peningkatan hasil belajar siswa
menggunakan model pembelajaran
Nilai rata-rata = X 100
Problem Based Learning menunjukkan
Nilai rata-rata = 83
bahwa model pembelajaran Problem
Selanjutnya mencari persentase ketuntasan
Based Learning sangat berpengaruh
belajar siswa sebagai berikut.
terhadap prestasi belajar siswa kelas VII
P= X 100 MTs Hidayatul Athfal Kalirejo. Pada
siklus I 50% siswa tuntas dan siklus II
P= X 100
85% siswa tuntas. Dari data tabel di atas
P = 85%
mengenai hasil belajar siswa pada siklus II
Keterangan :
diperjelas melalui diagram berikut:
80% - 100% = Baik sekali
66% - 79% = Baik
56% - 65% = Cukup
40% - 55% = Kurang

Berdasarkan data di atas, hasil


belajar siklus II yang belum tuntas
memenuhi ketuntasan belajar yaitu sebesar
15% siswa yang tidak tuntas belajar atau 2
10|JURNALPENDIDIKAN EDUTAMA
SIMPULAN 2019/2020 sudah mengalami
Berdasarkan hasil penelitian yang telah peningkatan dan sudah mencapai
dilakukan pada peningkatan Prestasi keberhasilan, dari siklus I dan II
belajar PPKn materi keberagaman suku di yaitu dari 50% sampai 85%.
Kelas VII MTs Hidayatul Athfal Kalirejo Mengalami peningkatan sebesar
Kabupaten Bojonegoro dapat disimpulkan 15%.
sebagai berikut: 3. Hasil belajar setelah penerapan
1. Peneliti melakukan penelitian di VII model Problem Based Learning mata
MTs Hidayatul Athfal Kalirejo pelajaran PPKn materi keberagaman suku
Kabupaten Bojonegoro dengan pada siswa kelas VII semester II MTs
menggunakan model Problem Based Hidayatul Athfal Kalirejo Kabupaten
Learning mata pelajaran yang Bojonegoro tahun pelajaran 2019/2020
digunakan peneliti yaitu PPKn sudah mengalami peningkatan dan sudah
materi keberagaman suku. Pada mencapai keberhasilan, pada siklus I nilai
penelitian ini peneliti menggunakan rata-rata hasil belajar siswa 69,52, dengan
2 siklus, siklus I pada saat penelitian ketuntasan siswa 74,2% dan pada siklus II
masih adanya kendala-kendala yang mengalami peningkatan rata-rata menjadi
dihadapi peneliti pada saat proses 85,24 dan ketuntasan siswa mencapai
pembelajaran kemudian pada tahap 100%. Nilai rata-rata mengalami
siklus II peneliti memperbaiki peningkatan sebesar 73,2 dan presentasi
kendala-kendala tersebut dengan ketuntasan siswa meningkat 84,8%.
lebih baik lagi dan hasilnya siswa
lebih semangat mengikuti proses
pembelajaran semua itu dapat dilihat
pada lem bar observasi aktivitas
siswa dan perolehan hasil belajar
siswa.
2. Aktivitas belajar siswa setelah
penerapan model Problem Based
Learning mata pelajaran PPKn
materi Keragaman suku pada siswa
kelas VII semester II MTs Hidayatul
Athfal Kalirejo Kabupaten
Bojonegoro tahun pelajaran
11|JURNALPENDIDIKAN EDUTAMA
Pengembangan Profesi Guru. Jakarta :
DAFTAR RUJUKAN Raja Grafindo Persada.

Agus suprijono. 2015. Riyanto, Yatim. 2010. Paradigma Baru


cooperative.learning. Yogyakarta : Pembelajaran. Jakarta: Kencana
Pustaka pelajar.
Agus, Suprijono. 2009. Cooperative Slavin, Suharsimi. 2013. Prosedur
Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
. Yogyakarta : Pustaka Belajar Jakarta: Rineka Cipta
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Shoimin, Aris. 2013. 68 Model
Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Pembelajaran Inovatif dalam
Jakarta: PT. Rineka Cipta. Kurikulum 2013.Yogyakarta: Ar Ruzz
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Media.
Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta. Supriyono, Agus. 2012. Metode Model –
Arikunto, Suharsimi. 2013. Dasar-Dasar Model Mengajar. Bandung : Alfabeta
Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi
Trianto. 2009. Model – Model
Aksara.
Pembelajaran Inovatif berorientasi
Budiyono. 2003.Metodologi Penelitian
Konstruktivistik. Jakarta : Prestasi
Pendidikan.Surakarta: Sebelas Maret
Pustaka
University Press.

Trianto. 2009. Mendesain Model


Daryanto, dkk. 2012. Model Pembelajaran
Pembelajaran Inovatif Progresif.
Inovatif. Malang: Gava Media.
Surabaya: Kencana Prenada Media
Kaelan dan Ahmad Zubaid. 2012.
Group.
Pendidikan Kewarganegaraan.
Yogyakarta : Paradigma.
Kunandar. 2008. Langkah Mudah
Penelitian tindakan Kelas Sebagai

Anda mungkin juga menyukai