0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan3 halaman

Tujuan Hidup

Khutbah ini menekankan pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah serta mengingat tujuan penciptaan manusia untuk beribadah. Ditekankan bahwa kehidupan duniawi bersifat sementara dan tidak seharusnya mengalihkan perhatian dari persiapan untuk kehidupan akhirat. Khatib mengingatkan agar setiap individu bertanggung jawab atas amal perbuatannya dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati.

Diunggah oleh

dcahyoo93
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai RTF, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan3 halaman

Tujuan Hidup

Khutbah ini menekankan pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah serta mengingat tujuan penciptaan manusia untuk beribadah. Ditekankan bahwa kehidupan duniawi bersifat sementara dan tidak seharusnya mengalihkan perhatian dari persiapan untuk kehidupan akhirat. Khatib mengingatkan agar setiap individu bertanggung jawab atas amal perbuatannya dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati.

Diunggah oleh

dcahyoo93
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai RTF, PDF, TXT atau baca online di Scribd

‫ َوَعَلى آِلِه َوَصْح ِبِه َوَتاِبِعْيِه َعَلى َمِّر‬، ‫ َوالَّصاَل ُة َوالَّس اَل ُم َعَلى ُمَح َّمٍد َس ِّيِد َوَلِد

َعْدَناَن‬، ‫َاْلَح ْمُدِ للِه اْلَمِلِك الَّدَّياِن‬


‫َأ‬ ‫َأ‬ ‫َأ‬
‫ َو ْش َهُد‬، ‫ َو ْش َهُد ْن اَّل ِإلَه ِإاَّل اللُه َوْحَدُه اَل َش ِرْيَك َلُه اْلُمَنـَّز ُه َعِن اْلِجْس ِمَّيِة َواْلِجَهِة َوالَّز َماِن َواْلَمَكاِن‬، ‫الَّز َماِن‬
‫ َفإِّني ْوِصْيُكْم َوَنْفِس ي ِبَتْقَوى‬، ‫ ِع َباَد الَّر ْح ٰمِن‬،‫َأَّن َس ِّيَدَنا ُمَح َّمًدا َعْبُدُه َوَر ُس ْوُلُه اَّلِذْي َكاَن ُخ ُلُقُه اْلُقْر آَن َّما َبْعُد‬
‫ُأ‬ ‫َأ‬
)36 :‫ َأَيْحَسُب اِإْلْنَس اُن َأْن ُيْتَر َك ُسًدى (القيامة‬: ‫ اْلَقاِئِل ِفي ِكَتاِبِه اْلُقْر آِن‬، ‫ اللِه الَمَّناِن‬Baca Juga: Khutbah
Jumat: 4 Permata dalam Diri Manusia dan yang Membinasakannya Ma’asyiral Muslimin
rahimakumullah. Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib
berwasiat kepada kita semua terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha
meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wata’ala dengan
melakukan semua kewajiban dan meninggalkan seluruh yang diharamkan. Ma’asyiral Muslimin
rahimakumullah. Kita diciptakan di dunia ini tidak untuk menyibukkan diri dengan hal-hal
keduniaan yang pasti menuju kepunahan. Kita diciptakan tidak untuk menyibukkan diri dengan
jabatan yang akan kita tinggalkan, pakaian yang pada akhirnya akan usang, makanan yang akan
menjadi kotoran, mobil yang suatu saat nanti menjadi rongsokan dan rumah yang tidak kita
bawa ke kuburan. Di kehidupan dunia yang sementara ini, kita diperintahkan untuk berbuat taat
kepada Allah, Tuhan yang wajib kita sembah. Dengan ilmu-Nya yang azali (ada tanpa
permulaan), Allah mengetahui bahwa di antara hamba-hamba-Nya ada yang taat, dan di antara
mereka ada yang durhaka dan mendustakan-Nya. Ia menyiapkan surga bagi hamba-hamba-Nya
yang mukmin dan neraka bagi hamba-hamba-Nya yang mendustakan-Nya dan mendustakan
para nabi-Nya. Baca Juga: Rukun-Rukun Khutbah dan Penjelasannya Kita tidak seperti binatang
yang kehidupannya hanya dilalui untuk makan, minum dan tidur. Melainkan kita diperintahkan
untuk berbuat taat kepada Allah dan dilarang untuk berbuat maksiat kepada-Nya. Barangsiapa
yang tidak mengetahui hal ini, berarti ia tidak mengetahui tujuan penciptaannya. Bukankah
Allah ta’ala berfirman: )36 :‫ َأَيْحَسُب اِإْلْنَس اُن َأْن ُيْتَر َك ُسًدى (القيامة‬Artinya: “Apakah manusia
mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?” (QS. Al-Qiyamah: 36).
Allah subhanahu wata’ala juga menegaskan: )56 :‫َوَما َخ َلْقُت اْلِجَّن َواِإْلْنَس ِإاَّل ِلَيْعُبُدوِن (الذاريات‬
Maknanya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali Aku perintahkan mereka untuk
beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56). Mereka yang tidak mengetahui untuk tujuan apa
mereka diciptakan di dunia ini, berlaku pada diri mereka sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam: ‫ َعاِِرٍف ِبَأْمِِر الُّدْنَيا‬،‫ ِح َماٍر ِبالَّنَهاِِر‬، ‫إَّن اللَه ُيْبِغُض ُكُّل َجْعَظِرٍّي َج َّواٍظ َس َّخاٍب ِباَأْلْس َواِق ِج يَفٍة ِبالَّلْيِل‬
)‫ (رواه ابن حبان‬.‫ َج اِهٍل ِبَأْمِِر اآْل ِخ َر ِة‬Artinya: “Sesungguhnya Allah membenci setiap orang yang
sombong, rakus kepada harta benda sehingga mengumpulkannya dengan cara yang haram,
banyak bicara haram untuk mendapatkan harta, tidak pernah beribadah di malam hari, hanya
memikirkan makanan di siang hari sehingga lalai untuk melakukan kewajiban, mengetahui
urusan dunia dan tidak mengetahui urusan akhirat.” (HR Ibnu Hibban). Manusia model seperti
mereka ini sangat banyak. Allah ta’ala berfirman: )13 :‫ َوَقِليٌل ِمْن ِع َباِدَي الَّش ُكوُر (سبأ‬Maknanya:
“...dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (QS. Saba’: 13) Ma’asyiral Muslimin
rahimakumullah. Allah mengetahui pada azal bahwa di antara hamba-hamba-Nya yang beriman
ada yang menjadi wali, bertakwa dan shalih, dan di antara mereka ada yang fasiq, bermaksiat
dan pelaku dosa. Di antara umat manusia ada yang bermaksiat kepada Allah dengan telinganya.
Ada yang dengan matanya. Ada yang dengan hatinya. Ada yang dengan tangannya. Ada yang
bermaksiat dengan kakinya. Dan ada yang bermaksiat dengan lisannya. Allah ta’ala berfirman:
)36 :‫ ِإَّن الَّسْمَع َواْلَبَصَر َواْلُفَؤاَد ُكُّل ُأوَلِئَك َكاَن َعْنُه َمْس ُئواًل (اإلسراء‬Maknanya: “Sesungguhnya
pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al-
Isra’: 36). Allah ta’ala juga berfirman: )18 :‫ َما َيْلِفُظ ِمْن َقْوٍل ِإاَّل َلَدْيِه َر ِقيٌب َعِتيٌد (ق‬Artinya: “Tidak ada
suatu kata yang diucapkan pun melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap
mencatat.” (QS. Qaf: 18). Sedangkan seorang muslim yang sempurna imannya, bertakwa dan
shalih, ia adalah yang dimaksud oleh sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‫الُمْس ِلُم َمْن َس ِلَم‬
)‫ الُمْس ِلُمْوَن ِمْن ِلَس اِنِه َوَيِدِه (متفق عليه‬Artinya: “Orang muslim yang sempurna imannya adalah
seorang muslim yang mampu menahan lisan, tangan (dan anggota tubuh lainnya) untuk tidak
menyakiti orang lain, baik muslim ataupun non muslim tanpa hak.” (HR. al-Bukhari dan
Muslim). Karena itu, barangsiapa di antara kita yang tergerak untuk melakukan maksiat karena
godaan setan atau hawa nafsu, maka hendaklah ia selalu mengingat firman Allah ta’ala: ‫َأَيْحَسُب‬
)36 :‫ اِإْلْنَس اُن َأْن ُيْتَر َك ُسًدى (القيامة‬Artinya: “Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu
saja (tanpa pertanggungjawaban)?” (QS. Al-Qiyamah: 36). Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.
Berbuatlah untuk akhiratmu seolah-olah engkau mati besok! Berusahalah untuk mengumpulkan
bekal akhirat sebelum engkau dikejutkan oleh malaikat maut. Izra’il tidak akan permisi kepada
siapapun. Jika ajal seseorang telah tiba, Izra’il akan mengeluarkan roh dari jasadnya. Anak kecil
yang yang masih menyusu kepada ibunya, remaja yang kuat badannya, orang sehat yang tidak
pernah sakit, semuanya, jika ajal telah tiba, rohnya akan berpisah dari badannya. Betapa banyak
orang sehat yang mati tanpa sakit. Banyak pula cucu yang mati sebelum kakeknya yang sudah
tua renta. Untuk itu, kita persiapkan bekal untuk kehidupan akhirat. Bekal itu adalah ilmu dan
amal, yakni belajar ilmu agama dan mengamalkannya. Ilmu agama akan menjaga kita. Berbeda
dengan harta. Kitalah yang menjaganya. Banyak di antara kita yang sibuk mencari bekal harta
untuk masa depan di dunia. Tapi lalai untuk mengumpulkan bekal yang bermanfaat bagi masa
depan alam kubur dan alam akhiratnya. Seorang penyair menyenandungkan: # ‫َيا َمْن ِبُدْنَياُه اْش َتَغَل‬
‫ َواْلَقـْبـُر ُصْنُدوُق اْلَعَمل‬# ‫ َوَغـَّرُه ُطوُل اَأْلَمِل َاْلَمـْوُت َيْأِتي َبـْغَتـًة‬Artinya, “Wahai orang yang disibukkan
dengan urusan dunia dan terbuai dengan panjangnya angan-angan! (Ingatlah) kematian itu
datang tiba-tiba dan kuburan adalah tempat (balasan) amal!” Ma’asyiral Muslimin
rahimakumullah. Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga
bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin. ، ‫َأُقْوُل َقْوِلْي ٰهَذا َوَأْس َتْغِفُر اللَه ِلْي َوَلُكْم‬
‫ُأ‬ ‫ُأ‬
‫ ِإَّنُه ُهَو اْلَغُفْوُر الَّر ِح ْيُم‬،‫ َفاْس َتْغِفُرْوُه‬Khutbah II ،‫ َو َصِّلْي َو َس ِّلُم َعَلى َس ِّيِدَنا ُمَح َّمٍد اْلُمْصَطَفى‬،‫َاْلَح ْمُدِ للِه َوَكَفى‬
‫َأ‬ ‫َأ‬ ‫َأ‬ ‫َأ‬ ‫َأ‬ ‫َأ‬
‫ َو ْش َهُد َّن َس ِّيَدَنا ُمَح َّمًدا َعْبُدُه َوَر ُس ْوُلُه‬،‫ ْش َهُد ْن اَّل إلَه ِإاَّل اللُه َوْحَدُه اَل َش ِرْيَك َلُه‬.‫َوَعَلى آِلِه َو ْصَح اِبِه ْهِل اْلَوَفا‬
،‫ ُأْوِصْيُكْم َوَنْفِس ْي ِبَتْقَوى اللِه اْلَعِلِّي اْلَعِظْيِم َواْعَلُمْوا َأَّن اللَه َأَمَر ُكْم ِبَأْمٍر َعِظْيٍم‬، ‫ َفَيا َأُّيَها اْلُمْس ِلُمْوَن‬،‫َأَّما َبْعُد‬
‫ َيا َأُّيَها اَّلِذيَن آَمُنوا َصُّلوا‬، ‫ ِإَّن اللَه َوَماَل ِئَكَتُه ُيَصُّلوَن َعَلى الَّنِبِّي‬: ‫َأَمَر ُكْم ِبالَّصاَل ِة َوالَّس اَل ِم َعَلى َنِبِّيِه اْلَكِرْيِم َفَقاَل‬
‫َعَلْيِه َوَس ِّلُموا َتْس ِليًما َالّٰلُهَّم َصِّل َعَلى َس ِّيِدَنا ُمَح َّمٍد َوَعَلى آِل َس ِّيِدَنا ُمَح َّمٍد َكَما َصَّلْيَت َعَلى َس ِّيِدَنا ِإْبَر اِهْيَم َوَعَلى‬
‫آِل َس ِّيِدَنا ِإْبَر اِهْيَم َوَباِرْك َعَلى َس ِّيِدَنا ُمَح َّمٍد َوَعَلى آِل َس ِّيِدَنا ُمَح َّمٍد َكَما َباَر ْكَت َعَلى َس ِّيِدَنا ِإْبَر اِهْيَم َوَعَلى آِل‬
‫ ِفْي اْلَعاَلِمْيَن ِإَّنَك َحِمْيٌد َمِج ْيٌد َالّٰلُهَّم اْغِفْر ِلْلُمْس ِلِمْيَن َواْلُمْس ِلَماِت واْلُمْؤِمِنْيَن َواْلُمْؤِمَناِت اَأْلْحَياِء‬، ‫َس ِّيِدَنا ِإْبَر اِهْيَم‬
‫ َالّٰلُهَّم اْدَفْع َعَّنا اْلَباَل َء َواْلَغاَل َء َواْلَوَباَء َواْلَفْح َش اَء َواْلُمْنَكَر َواْلَبْغَي َوالُّسُيْوَف اْلُمْخَتِلَفَة َوالَّش َداِئَد‬، ‫ِمْنُهْم َواَأْلْمَواِت‬
‫َواْلِمَح َن ‪َ ،‬ما َظَهَر ِمْنَها َوَما َبَطَن ‪ِ ،‬مْن َبَلِدَنا َهَذا َخاَّصًة َوِمْن ُبْلَداِن اْلُمْس ِلِمْيَن َعاَّمًة‪ِ ،‬إَّنَك َعَلى ُكِّل َش ْي ٍء َقِدْيٌر ِع َباَد‬
‫ْأ‬
‫اللِه‪ ،‬إَّن اللَه َي ُمُر ِباْلَعْدِل َواإْل ْحَس اِن َوِإْيَتاِء ِذي اْلُقْر َبى وَيْنَهى َعِن الَفْح َش اِء َواْلُمْنَكِر َوالَبْغِي ‪َ ،‬يِعُظُكْم َلَعَّلُكْم‬
‫َأ‬
‫َتَذَّكُرْوَن ‪َ .‬فاذُكُر وا اللَه اْلَعِظْيَم َيْذُكْر ُكْم َوَلِذْكُر اللِه ْكَبُر‬

‫‪Sumber: https://islam.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-memperjelas-tujuan-hidup-1uHPp‬‬

Anda mungkin juga menyukai