Nama : Alliyah.
S
Nim : A 351 23 012
Kelas :C
Mata Kuliah : Evaluasi Pembelajaran Geografi
Dosen Pengampu : Nurvita S.Pd., M.Pd
Judul modul ajar : Lingkungan Hidup dan Kependudukan
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Fase : XI (Sebelas) – F
Bentuk soal : Essay
Jumlah soal : 10
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar!
1. Jelaskan bagaimana konsep daya dukung lingkungan dapat diterapkan untuk mengatasi
permasalahan banjir yang sering terjadi di daerah perkotaan! C3
2. Air sungai yang tercemar merupakan salah satu bentuk permasalahan lingkungan.
Mengapa hal tersebut dapat mengganggu ekosistem disekitarnya? Jelaskan! C3
3. Analisislah hubungan antara meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dengan
penurunan kualitas udara di kota-kota besar! C4
4. Mengapa pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat bisa menimbulkan masalah sosial
dan lingkungan? Jelaskan!C4
5. Perhatikan gambar berikut!
Sumber : www.mongabay.co.id
Jelaskan bagaimana perubahan fungsi lahan seperti gambar di atas dapat berdampak pada
lingkungan sekitar. Sebutkan tiga dampaknya! C3
6. Mengapa alih fungsi lahan dari hutan menjadi kawasan pemukiman/perumahan terus
terjadi, meskipun diketahui dapat merusak lingkungan? Analisislah faktor-faktor
pendorong yang menjadi penyebab terjadinya alih fungsi lahan tersebut!C4
7. Kegiatan pertambangan nikel di Morowali berdampak pada lingkungan dan kehidupan
sosial masyarakat. Menurut anda, apakah manfaat ekonomi yang dihasilkan dari
pertambangan ini sebanding dengan kerusakan yang ditimbulkan? Jelaskan!C5
8. Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur diperkirakan akan memicu
terjadinya arus migrasi besar-besaran. Menurut anda, apakah perpindahan penduduk ini
lebih banyak membawa manfaat atau justru menimbulkan masalah baru bagi lingkungan
dan masyarakat lokal? Berikan alasannya!C5
9. Migrasi ke kota besar seringkali menyebabkan permukiman kumuh dan pencemaran
lingkungan. Rancanglah solusi sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah
atau masyarakat untuk membantu mengurangi dampak negatif dari masalah tersebut!C6
10. Masalah sampah yang tidak terpilah masih sering ditemukan di beberapa wilayah di Kota
Palu, dan banyaknya warga yang belum sadar akan pentingnya memilah sampah. Buatlah
ide kegiatan sederhana yang bisa bantu mengajak warga untuk mulai memilah sampah.
Jelaskan bagaimana kegiatan itu bisa dilakukan!C6
Jawaban :
1. Konsep daya dukung lingkungan merupakan kemampuan suatu lingkungan untuk
mendukung aktivitas manusia tanpa merusak keseimbangan ekologis. Dalam
mengatasi banjir di daerah perkotaan, konsep ini dapat diterapkan melalui
pengendalian alih fungsi lahan, pembangunan ruang terbuka hijau, serta penyediaan
sistem drainase yang memadai agar air hujan dapat terserap dengan optimal dan tidak
menimbulkan genangan.
2. Air sungai yang tercemar bisa mengganggu ekosistem karena menyebabkan kualitas
air menurun, sehingga tidak lagi mendukung kehidupan makhluk hidup di dalamnya.
Ikan dan organisme air lainnya bisa mati karena kandungan zat berbahaya seperti
limbah rumah tangga, industri, atau pestisida. Selain itu, pencemaran air juga
berdampak pada manusia yang menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari,
seperti mandi, mencuci, atau bahkan konsumsi.
3. Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di kota-kota besar berbanding lurus
dengan peningkatan emisi gas buang seperti karbon monoksida (CO), nitrogen oksida
(NOx), dan partikel debu (PM2.5). Emisi ini menyebabkan pencemaran udara yang
berdampak pada kesehatan masyarakat serta menurunnya kualitas udara perkotaan
secara keseluruhan.
4. Pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat dapat menyebabkan tekanan terhadap
ketersediaan fasilitas umum seperti perumahan, air bersih, pendidikan, dan kesehatan.
Hal ini dapat memicu timbulnya masalah sosial seperti kemiskinan dan
pengangguran. Dari sisi lingkungan, peningkatan jumlah penduduk berpotensi
menyebabkan deforestasi, peningkatan volume sampah, serta menurunnya kualitas air
dan udara.
5. Perubahan fungsi lahan, seperti alih fungsi hutan menjadi area perumahan atau
industri, dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Tiga dampak yang mungkin
terjadi yaitu:
a. Menurunnya daya serap tanah sehingga meningkatkan risiko banjir.
b. Hilangnya habitat alami flora dan fauna.
c. Penurunan kualitas udara akibat berkurangnya vegetasi.
6. Alih fungsi lahan dari hutan menjadi kawasan permukiman terus terjadi karena
adanya tekanan kebutuhan lahan untuk tempat tinggal akibat pertumbuhan penduduk
yang tinggi. Selain itu, faktor ekonomi seperti pembangunan infrastruktur dan proyek
properti juga menjadi pendorong utama. Lemahnya penegakan regulasi lingkungan
turut memperparah terjadinya alih fungsi lahan tersebut.
7. (jawaban tergantung pendapat siswa)
Contoh : Menurut pendapat saya, pertambangan nikel di Morowali memang
memberikan manfaat ekonomi seperti peningkatan pendapatan daerah, penyerapan
tenaga kerja, dan pertumbuhan sektor industri. Namun, kerusakan lingkungan yang
ditimbulkan seperti pencemaran air, kerusakan hutan, dan konflik sosial tidak dapat
diabaikan. Oleh karena itu, manfaat ekonomi tersebut belum sepenuhnya sebanding
dengan kerusakan yang terjadi apabila tidak disertai dengan pengelolaan yang
berkelanjutan.
8. (jawaban tergantung pendapat siswa)
Contoh : Menurut saya, perpindahan penduduk akibat pemindahan Ibu Kota Negara
(IKN) dapat memberikan manfaat seperti pemerataan pembangunan dan peningkatan
ekonomi daerah. Namun, hal ini juga berpotensi menimbulkan masalah baru seperti
tekanan terhadap lingkungan, perubahan sosial budaya masyarakat lokal, dan
peningkatan kebutuhan infrastruktur. Oleh karena itu, perencanaan yang matang
sangat diperlukan agar dampak negatif dapat diminimalisir.
9. Contoh solusi :
Solusi sederhana yang dapat dilakukan di sekolah atau masyarakat adalah dengan
mengadakan program edukasi lingkungan seperti kerja bakti rutin, lomba kebersihan,
dan pelatihan pengelolaan sampah. Selain itu, masyarakat juga dapat diajak
membentuk kelompok sadar lingkungan yang bertugas melakukan pemantauan dan
sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
10. (Jawaban tergantung kreativitas siswa)
Contoh :
Salah satu ide kegiatan sederhana adalah program “Tukar Sampah dengan Hadiah”, di
mana warga diminta mengumpulkan sampah anorganik seperti botol plastik atau
kardus, lalu ditukar dengan barang kebutuhan rumah tangga seperti sabun atau
minyak goreng. Kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkala oleh kerja sama antara
karang taruna, RT/RW, dan pihak sekolah untuk memberikan edukasi sekaligus
membangun kebiasaan memilah sampah sejak dini.