Anda di halaman 1dari 1

Terapi konservatif dan Pencegahan Tanda klinik bagi setiap stadium merupakan hiperglikemia, hipertensi dan juga hiperlipidemia,

serta konsumsi rokok yang menjadi faktor risiko Terapi di tiap stadium merupakan tindakan pencegahan untuk memperlambat progesivitas dari tanda klinik tersebut Terapi dasar adalah mengendalikan kadar gula darah, tekanan darah dan lemak darah Pengendalian Hiperglikemia Pengendalian secara intensif adalah pencapaian kadar HbA1c <7%, glukosa darah preprandial 90130 mg/dL, pasca prandial <180 mg/dL Insulin, Optimalisasi terapi insulin eksogen sangat penting, yaitu: a) Insulin dapat mencegah kerusakan glomerulus b) Mencegah dan mengurangi glikolisis protein glomerulus yg dapat menyebabkan penebalan membran basal dan hilangnya kemampuan untuk seleksi protein dan kerusakan glomerulus (permselectivity) c) Memperbaiki fatal tubulus proksimal dan mencegah reabsorpsi glukosa sebagai pencetus nefromegali d) Mengurangi dan menghambat stimulasi growth hormone (GH) atau insulin-like growth factors (IGF-I) sebagai pencetus nefromegali e) Mengurangi tekanan kapiler glomerulus Pengendalian Tekanan Darah Pengendalian tekanan darah efek perlindungan terhadap ginjal, renoproteksi, maupun organ kardiovaskular Pada umumnya target adalah tekanan darah < 140/90 mmHg, tetapi bila proteinuria >1 gr/24 jam maka target menjadi lebih rendah, yaitu <125/75 mmHg Pemakaian Angiotensin Converting Enzyme-Inhibitor dan Angiotensin Reseptor Blocker dikenal mempunyai efek antiproteinurik maupun renoproteksi yang baik maka selalu disukai sebagai pengobatan hipertensi pada DM Pengaturan Diet Umumnya pmberian diet mengandung protein sebanyak 0,8 gr/kgBB/hari, atau sekitar 10% dari kebutuhan kalori mencegah progesivitas kerusakan ginjal Tetapi bila GFR menurun maka protein dalam diet menjadi 0,6 gr/kgBB/hari memperlambat penurunan GFR Diet rendah garam < 5 gram per hari penting untuk mencegah retensi Na + dan meningkatkan efektivitas obat antihipertensi yang lebih poten