Anda di halaman 1dari 24

BAIQ MIFTAHUL FATIA J111 10 137 ILMU KESEHATAN GIGI MASYARAKAT

Sistematika Usul Penelitian


Judul I. Pendahuluan II. Tinjauan Pustaka Kerangka Konsep I. Metodologi II. Daftar Pustaka III. Lampiran

JUDUL
Harus menggambarkan keseluruhan isi penelitian. Ditulis dengan kalimat atau frase yang sederhana dan tidak terlalu panjang, meski tidak dapat ditentukan batas jumlah katanya. Mungkin sifat atau isi penelitian memerlukan judul panjang; apabila perlu dapat disertakan subjudul. Tidak menggunakan singkatan, kecuali yang baku.

Lingkup dan subyek utama penelitian meliputi unsur :


What Who Where When How

II. PENDAHULUAN
Latar Belakang Rumusan Masalah Hipotesis Tujuan Manfaat

Latar Belakang Masalah


Latar belakang masalah hendaknya mencakup 4 hal sebagai berikut :
Pernyataan tentang masalah penelitian serta besaran masalah Apa yang sudah diketahui (what is known) Apa yang belum diketahui (what is not known knowledge gap) Apa yang diharap dari penelitian yang direncanakan untuk menutup knowledge gap tersebut.

Rumusan Hulley dan Cummings


Feasible Tersedia subyek penelitian Tersedia dana Tersedia waktu, alat dan keahlian Interesting Masalahnya hendaknya menarik bagi peneliti Novel Mengemukakan sesuatu yang baru Membantah atau mengkonfirmasi penemuan terdahulu Melengkapi atau mengembangkan hasil penelitian terdahulu Ethical Tidak bertentangan dengan etika Relevant Untuk pengembangan ilmu pengetahuian Untuk peningkatan tata laksana pasien atau kebijakan kesehatan Sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya

Rumusan Masalah
Rumusan masalah umumnya merupakan ringkasan uraian dalam Latar Belakang yang dibuat secara padat, tajam, spesifik. Bila terdapat banyak penelitian, maka masing-masing pertanyaan harus diformulasikan terpisah, agar tiap pertanyaan dapat dijawab secara terpisah juga.

Rumusan masalah penelitian mempunyai syarat sebagai berikut :


Disusun dalam kalimat tanya (interogatif). Substansi yang dimaksud hendaknya bersifat khas, tidak bermakna ganda.
Contoh :
Salah : Bagaimana pengaruh pemberian obat A pada fungsi ventrikel kiri? Fungsi ventrikel kiri terdiri atas banyak parameter. Betul : Apakah penambahan obat A berhubungan dengan peningkatan curah jantung?

Hipotesis
Hipotesis adalah pernyataan sebagai jawaban sementara atas pertanyaan penelitian, yang harus diuji validitasnya secara empiris. Survei ataupun studi eksploratif yang tidak mencari hubungan antar variabel, hanya bersifat deskriptif, tidak memerlukan hipotesis.
Contoh :
Penelitian tentang prevalensi hipertensi pada pasien obesitas.

Perlu atau tidaknya hipotesis dapat diidentifikasi dalam pertanyaan penelitian, jika terdapat kata-kata:
Lebih besar Lebih kecil Berhubungan dengan Dibandingkan Menyebabkan Terdapat korelasi, dll.

Syarat Hipotesis yang Baik


Dinyatakan dalam kalimat deklaratif yang jelas dan sederhana, tidak bermakna ganda. Mempunyai landasan teori yang kuat. Menyatakan hubungan antara satu variabel tergantung dengan satu atau lebih variabel bebas. Kadang hipotesis menyatakan hubungan antara beberapa variabel bebas dengan satu variabel tergantung.

Hipotesis memungkinkan diuji secara empiris. Rumusan hipotesis harus bersifat khas dan menggambarkan variabel-variabel yang diukur. Dikemukakan a priori. Hipotesis harus dikemukakan sebelum penelitian dimulai, sebelum data terkumpul.

Tujuan Penelitian
Tujuan :
Tujuan Umum (ultimate objective): Tujuan akhir penelitian. Biasanya mengacu pada aspek yang lebih luas atau tujuan jangka panjang penelitian, tidak terbatas pada hal-hal yang langsung diteliti atau diukur. Tujuan Khusus (specific objectives): Disebutkan secara jelas dan tajam hal-hal yang langsung diukur, dinilai, atau diperoleh dari penelitian.

Contoh
Tujuan Umum :
Menurunkan angka kematian pasien demam berdarah dengue.

Tujuan Khusus :
Memperoleh data faktor resiko untuk timbulnya renjatan berulang pada pasien demam berdarah dengue. Mengetahui manfaat cairan X untuk renjatan berulang pada pasien demam berdarah dengue.

Manfaat Penelitian
Biasanya dijelaskan manfaat bidang akademik atau ilmiah, bidang pelayanan masyarakat, serta pengembangan penelitian itu sendiri.

Tinjauan Pustaka
Dalam bab tinjauan pustaka harus diuraikan dengan mendalam pelbagai aspek teoritis yang mendasari penelitian. Hal yang telah ditulis dalam Latar Belakang Masalah perlu dirinci, hubungan antar variabel perlu dibahas. Sumber pustaka yang digunakan hendaknya cukup baru, 3-5 tahun terakhir.

Umumnya kerangka konseptual dibuat dalam bentuk diagram yang menunjukkan jenis serta hubungan-hubungan antar variabel yang diteliti dengan variabel lainnya yang terkait. Kerangka konseptual harus menjelaskan batasan-batas lingkup penelitian. Kerangka konseptual harus menunjukkan keterkaitan antar variabel. Kerangka konseptual yang baik akan mampu memberikan informasi yang jelas dan akan mempermudah dalam pemilihan desain penelitian.

Kerangka Konseptual

Metodologi
Metodologi penelitan mencakup : Desain Tempat dan waktu penelitian Populasi target, populasi terjangkau, dan sampel Cara pemilihan sampel (sampling methode) Estimasi besar sampel Kriteria pemilihan (inklusi dan eksklusi) Prosedur kerja Identifikasi variabel Definisi operasional Rencana manajemen dan analisis data

Desain Penelitian
Merupakan wadah untuk menjawab pertanyaan penelitian atau menguji kesahihan hipotesis.

Tempat dan Waktu Penelitian


Disebutkan rencana tempat dan waktu dilakukannya penelitian.

Populasi Penelitian
Populasi adalah sekelompok subyek dengan karakteristik tertentu.
Populasi target ditandai oleh karakteristik klinis dan demografis. Contoh : Pasien karsinoma paru berumur di bawah 40 tahun. Populasi terjangkau yakni bagian dari populasi target yang dibatasi oleh tempat dan waktu. Contoh : Pasien karsinoma paru berusia dibawah 40 tahun yang berobat ke RSCM selama tahun 1996-2000.

Sampel dan Cara Pemilihan Sampel


Sampel adalah subset (bagian) yang harus diteliti. Metode sampling :
Probability Sampling :
Simple Random Sampling Systematic Sampling Stratified Random Sampling Cluster Sampling

Non Probability Sampling :


Consecutive Sampling Convenient Sampling Judgemental Sampling / Purposive Sampling

Estimasi Besar Sampel


Estimasi besar sampel diperlukan untuk :
Agar simpulan penelitian yang diperoleh mempunyai tingkat kepercayaan yang dikehendaki. Bila digunakan uji hipotesis, agar kemaknaan stat