Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN KRITIK ARTIKEL RISET

The Effects of Incentives on


Information
Exchange and Decision Quality in
Groups
Khim Kelly

(Kelompok 2)
Anisa, Fitria, dan Yayi

Introduction

mekanisme
kontrak
kompensasi
yang
mempengaruhi
kualitas
keputusan

efek dari kontrak


kompensasi yang
berbeda pada kualitas
keputusan ketika
setiap individu dalam
kelompok memiliki
informasi yang
berguna untuk
meningkatkan
keputusan.

Kelompok Insentif terhadap


Insentif Individual

Hypothesis
H1a :
Pertukaran informasi dan kualitas keputusan yang tidak berbeda antara
insentif kelompok dan insentif individu).
H1b :
Pertukaran informasi dan kualitas keputusan yang lebih baik di bawah
Insentif kelompok daripada insentif individu)
H2a :
Pertukaran informasi dan kualitas keputusan yang lebih baik di bawah
insentif individu daripada upah datar.
H2b :
Pertukaran informasi dan kualitas keputusan yang lebih baik di bawah
upah datar daripada insentif individu.
H3:
Jenis kontrak kompensasi mempengaruhi tingkat pertukaran informasi,
yang akan mengubah secara positif mempengaruhi kualitas keputusan.

Desain Eksperimen
Partisipan

Prosedur percobaan

220 mahasiswa junior dan senior S1


dari sebuah universitas di
Singapura.
Siswa jurusan akuntansi akuntansi
108 mahasiswa dan bisnis 112
mahasiwa, dengan jurusan yang
telah mengambil setidaknya satu
kursus akuntansi keuangan dan satu
saja akuntansi manajemen.
16 peserta tambahan membentuk
kelompok dalam sesi percobaan,
dan mereka menyelesaikan Tugas
pengambilan keputusan individu.

Menggunakan komputer dengan


tiap sesinya berjumlah 6-18
peserta.
Setiap sesi diberi tanggung jawab
untuk memilih perusahaan
dengan tingkat investasi jangka
panjang paling baik, dan
menjawab pertanyaan tentang
kontrak kompensasi.
Jawaban berdasarkan pendapat
individu dan juga kesepakatan
kelompok.

Desain eksperimental
Tiga kondisi eksperimental, yaitu peserta bekerja di bawah upah datar, insentif
kelompok, dan insentif individu.

Variabel dependen

Kualitas keputusan

Pertukaran
Informasi

Hasil Penelitian
Keputusan Kualitas dan
pertukaran informasi

Lanjutan

Variabel Pertukaran
Informasi sebagai
mediator

Analisis tambahan:
Kepercayaan
Dalam sebuah pasca-

percobaan, pertanyaan
peserta menggunakan 0
(benar-benar tidak percaya)
untuk 10 (benar percaya) skala
untuk menilai tingkat
kepercayaan di rekan anggota
kelompok mereka untuk
menyajikan informasi yang
benar selama dengan diskusi
kelompok.
Menggunakan analisis regresi,
kepercayaan anggota dalam
kelompok tidak berhubungan
dengan jumlah pernyataan
kesimpulan yang dibuat (t
=0.96, p = 0.343)

Hasil ANOVA menunjukkan


bahwa jenis kontrak
kompensasi tidak berkaitan
dengan kepercayaan (F=1.88,
p=0.156)

Dengan demikian, sulit untuk


menentukan apakah
kepercayaan mendahului,
mengikuti, atau
mengembangkan bersamaan
dengan pertukaran informasi.

kesimpulan
Studi ini meneliti bagaimana kontrak kompensasi yang berbeda
(upah datar, insentif kelompok, dan insentif individu non kompetitif)
mempengaruhi pertukaran informasi dan kinerja penilaian dalam
kelompok seperti pengaturan pengambilan keputusan.
1.Pertukaran informasi dan kualitas keputusan yang lebih baik di
bawah insentif kelompok dari pada insentif individu.
2.Pertukaran informasi dan kualitas keputusan lebih baik di bawah
upah datar daripada insentif individu, meskipun insentif individu
memberikan motivasi ekonomi yang kuat untuk pertukaran informasi.
3.Efek dari kontrak kompensasi pada kualitas keputusan sebagian
melalui pertukaran informasi. Jenis kontrak kompensasi
mempengaruhi tingkat pertukaran informasi, yang pada gilirannya
mempengaruhi kualitas keputusan.

Kelebihan
Memperluas penelitian sebelumnya
Memberikan kontribusi pada literatur yang ada

Kelemahan
Menggunakan anonim dan diskusi dengan mediasi komputer
Meneliti hanya pada kelompok pengambilan keputusan tugas di
mana anggota kelompok sangat saling tergantung dalam
tugasnya
Menemukan bahwa kepercayaan rekan anggota kelompok
secara positif berhubungan dengan pertukaran informasi, itu
tidak dapat menentukan arah sebab akibat antara kepercayaan
dan pertukaran informasi

Metode penelitian

Partisipan

Tujuan
penelitian
Strategi Riset

Exploration, Description & hypothesis testing

Unit Analisis

Individual & Group

Hipotesis

H1a

Eksperimen, survey, studi kasus,

Pertukaran informasi dan kualitas keputusan yang tidak berbeda antara


insentif kelompok dan insentif individu).
H1b
Pertukaran informasi dan kualitas keputusan yang lebih baik di bawah
Insentif kelompok daripada insentif individu)
H2a
Pertukaran informasi dan kualitas keputusan yang lebih baik di bawah
insentif individu daripada upah datar.
H2b
Pertukaran informasi dan kualitas keputusan yang lebih baik di bawah
upah datar daripada insentif individu.
H3:
Jenis kontrak kompensasi mempengaruhi tingkat pertukaran informasi,
yang akan mengubah secara positif mempengaruhi kualitas keputusan.
Variabel
Independen
Variabel
dependen

Kontrak Kompensasi
Kualitas keputusan dan Pertukaran informasi

Analisis Hipotesis

H1a
Hipotesis 1a
memprediksi
bahwa
pertukaran
informasi dan
kualitas
keputusan
tidak akan
berbeda
antara insentif
kelompok dan
insentif
individu.

H1b
H1b
memprediksi
bahwa
informasi
pertukaran
dan kualitas
keputusan
akan lebih
baik di bawah
insentif
kelompok dari
pada insentif
individu. Oleh
karena itu,
H1b didukung
sedangkan
H1a tidak
didukung.

H2a
Hipotesis 2a
memprediksi
bahwa
pertukaran
informasi dan
kualitas
keputusan
akan lebih
baik dibawah
insentif
individu
daripada upah

H2b
H2b
memprediksi
bahwa
pertukaran
informasi dan
kualitas
keputusan
akan lebih
baik di bawah
upah dari
pada insentif
individu. Hasil
mendukung
H2b dan tidak
H2a

H3
Hipotesis 3
berpendapat
bahwa efek
dari kontrak
kompensasi
pada kualitas
keputusan
dimediasi
melalui
pertukaran
informasi.
Dalam
Singkatnya,
hasil
mendukung
H3. Pengaruh
kontrak
kompensasi
pada kualitas
keputusan
sebagian
dimediasi
melalui
pertukaran

Gap
Coletti et al. (2005) & Towry (2003)
Studi yang telah meneliti dampak dari insentif
dalam pengaturan kelompok yang lebih fokus pada
pilihan bisnis
Siemsen et al (2007), Ravenscroft and Haka
(1996), Wageman (1995)
Studi yang telah meneliti bagaimana insentif
mempengaruhi berbagi informasi di antara
karyawan baik bergantung pada diri sendiri yang
dilaporkan daripada berbagi informasi aktual.

Replika penelitian di Indonesia


Judul

Hasil

1. Mediasi pertukaran
informasi
pada
pengaruh
insentif
terhadap
kualitas
keputusan
dengan
kepercayaan
sebagai
variabel
moderating. Penulis
Yogi Adi Nugroho
(2014)
1. Pengaruh
insentif
terhadap
berbagi
informasi
dan
kualitas keputusan.
Penulis Mohammad
Nasir
Salim
SE
(2011)

Dari hasil analisis data, didapatkan bahwa kepercayaan


tidak memiliki efek kontijen terhadap hubungan
struktur insentif dan pertukaran informasi dan
kepercayaan lebih baik menjadi variabel independen
daripada variabel moderasi. Hasil analisis yang lain,
didapatkan bahwa pertukaran informasi tidak dapat
memediasi hubungan struktur insentif dan kualitas
keputusan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa struktur
insentif
dan
kepercayaan
tidak
selalu
bisa
meningkatkan kinerja.
Hasil penelitian ini tidak terdukung karena menurut
peneliti adanya hubungan asumsi hedonism dari
partisipan dimana yang menjadi asumsi peneliti adalah
besarnya insentif yang diberikan tidak sesuai dengan
yang diharapkan oleh partisipan. Tidak puasnya
kebutuhan akan memotivasi orang karena mereka
menciptakan upaya tidak menyenangkan sebagai
bentuk tak seimbang dan berada dalam tekanan. Tidak
dapat dipungkiri pula bahwa hal baik atau buruk dapat
dilakukan seseorang untuk bertindak sesuai tujuan dan
dapat pula menyimpang dari tujuan tersebut

Terimakasih.....