Anda di halaman 1dari 26

PNEUMONIA

Oleh :
Liya Moulina, S.Ked

Pembimbing :
dr. Akbar Siregar, Sp.PD

DEFINISI
Peradangan pada
parenkim paru
Mengenai bagian
distal pada
bronkiolus
terminalis
Yang disebabkan
oleh
mikroorganisme

Bakteri
Virus
Jamur

EPIDEMIOLOGI
Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi
saluran nafas yang terbanyak di dapatkan dan dapat
menyebabkan kematian hampir di seluruh dunia.

Angka kematian di Inggris adalah sekitar 5-10%.

UNICEF memperkirakan bahwa 3 juta anak di dunia


meninggal karena penyakit pneumonia setiap tahun.

ETIOLOGI
Bakteri
Bakteri Gram Positif
Streptococcus
Pneumonia
Haemophillus
influenza
Staphylococcus aureus
Streptococcus group B

Virus
(RSV)
Respiratory Syncytial
Virus
Parainfluenza virus
Influenza virus
Adenovirus

KLASIFIKASI
Berdasarkan Sifat
Berdasarkan Kuman
Penyebab
Berdasarkan Klinis dan
Epidemiologi
Berdasarkan Lokasi Infeksi

Berdasarkan Sifat
Pneumonia Primer

Pneumonia
Sekunder

Berdasarkan Kuman
Penyebab
Pneumonia
bakterial /
tipikal

Pneumonia
atipikal

Pneumonia
virus

Pneumonia
jamur

Berdasarkan Klinis dan


Epidemiologi
Pneumonia
Komuniti
(CAP)
Communityacquired
pneumonia

Pneumonia
Nosokomial
(HAP)
Hospital-acquired
Pneumonia

Pneumonia
pada
immunocompro
mised

Pneumoni
a
Aspirasi

Berdasarkan Lokasi
Infeksi
Pneumonia
Lobaris

Pneumonia
Lobularis

Pneumonia
Interstisial

Bakteri, Virus, Jamur


Peningkatan
suhu tubuh

berkerin
gat
Kekura
ngan
vol.
cairan

Alveoli

Reaksi
terhadap
penyebaran
infeksi
Nyeri
pleuritik
Penumpukan
cairan dalam
alveoli

Kongesti (4 12 jam)
Eksudat dan serous masuk ke
alveoli
Hepatisasi Merah (48 jam)
Paru2 tampak merah dan bergranul
karena SDM dan leukosit DMN mengisi
alveoli
Hepatisasi Kelabu (3 8 hari)
Resolus
Paru2 tampak kelabu karena leukosit
i (7-11
dan fibrin mengalami konsolidasi di
hari)
dalam alveoli
PMN
Konsolidasi Jaringan
Gang.

Paru
Pertukaran gas
Compliance
paru
Suplai O2
Gangguan pola
napas

Intolera
Metabolism
e
nsi
aktivita
Reaksi nutrisi
s
kurang dr keb.
tubuh

MANIFESTASI KLINIS
Gejala Mayor

Batuk berdahak
(produktif)
Sesak
Demam
(suhu 400 C)

Gejala Minor

Nyeri dada
Myalgia
Nafsu makan
Mual. Muntah

DIAGNOSIS
ANAMNESA
Batuk disertai dahak dengan sputum
mukoid atau purulen (kadang-kadang
berdarah)
Sesak disertai nyeri dada
Demam (kadang2 melebihi 40 C) di sertai
menggigil

PEMERIKSAAN FISIK
INSPEKSI

Herpes simplex di
bibir
Bagian yang sakit
tertinggal saat
bernapas
Kusmaull,
Napas Cuping
Hidung

PALPASI

Stem Fremitus

PERKUSI

Redup / Pekak

AUSKULTASI

Suara napas
Bronkial
Ronchi basah halus

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Leukosit
( > 10.000/ul tidak
lebih dari 30.000/ul)

Pemeriksaan
Laboratorium

LED
Kultur darah (+)

Gambaran
Radiologis

Tampak gambaran gabungan konsolidasi berdensitas tinggi


pada satu segmen/lobus (lobus kanan bawah PA maupun
lateral)) atau bercak yang mengikutsertakan alveoli yang
tersebar

tampak konsolidasi tidak homogen di


lobus atas kiri dan lobus bawah kiri

edema dinding bronkioli dan juga edema


jaringan interstitial prebronkial. Radiologis
berupa bayangan udara pada alveolus masih
terlihat, diliputi oleh perselubungan yang
tidak merata

DIAGNOSA BANDING
TUBERCULOSIS PARU

ATELETKTASIS

EFUSI PLEURA

PENATALAKSANAAN
Pemberian
Antibiotik

Pemberian antibiotik
berdasarkan bakteri
penyebab

Pengobatan
Suportif

Kategori
Kategori I

Kategori II

Kategori III

Kategori IV

Tabel 3. Rekomendasi Terapi Empiris (ATS 2001) 8


Keterangan
Kuman Penyebab
Obat Pilihan I
Obat Pilihan II
- Usia penderita -S.pneumonia
1. Klaritromisin
Siprofloksasin
< 65 tahun
-M.pneumonia
2x250 mg
2x500mg atau
-Penyakit
-C.pneumonia
2. -Azitromisin 1x500mg
Ofloksasin 2x400mg
Penyerta (-)
-H.influenzae
3. Rositromisin 2x150 mg Levofloksasin
-Dapat berobat
-Legionale sp
atau 1x300 mg
1x500mg atau
jalan
-S.aureus
Moxifloxacin 1x400mg
-M,tuberculosis
Doksisiklin 2x100mg
-Batang Gram (-)
-Usia penderita > -S.pneumonia
-Sepalosporin generasi 2
- Makrolid
65 tahun
H.influenzae Batang
-Trimetroprim
- Levofloksasin
- Peny. Penyerta gram(-) Aerob
+Kotrimoksazol
- Gatifloksasin
(+)
S.aures M.catarrhalis -Betalaktam
- Moxyfloksasin
-Dapat berobat
Legionalle sp
jalan
-Pneumonia berat. -S.pneumoniae
Sefalosporin Generasi 2 -Piperasilin + tazobaktam
- Perlu dirawat di -H.influenzae
atau 3
-Sulferason
RS, tapi tidak
-Polimikroba termasuk Betalaktam +
perlu di ICU
Aerob
Penghambat
-Batang Gram (-)
Betalaktamase + makrolid
-Legionalla sp
-S.aureus
M.pneumoniae
-Pneumonia berat -S.pneumonia
Sefalosporin generasi 3 -Carbapenem/
-Perlu dirawat di -Legionella sp
(anti pseudomonas) +
meropenem
ICU
-Batang Gram (-) aerob
makrolid
-Vankomicin
-M.pneumonia
Sefalosporin generasi 4 -Linesolid
-Virus
Sefalosporin generasi 3 -Teikoplanin
-H.influenzae
+ kuinolon
-M.tuberculosis

Terapi
Suportif
Umum
Terapi O2 untuk mencapai PaO2 80-100 mmHg atau
saturasi 95-96% berdasarkan pemeriksaan analisis
gas darah
Humidifikasi dengan nebulizer untuk pengenceran
dahak yang kental, dapat disertai nebulizer untuk
pemberian bronkodilator bila terdapat bronkospasme
Fisioterapi dada untuk pengeluaran dahak, khususnya
anjuran untuk batuk dan napas dalam. Bila perlu
dikerjakan fish mouth breathing untuk melancarkan
ekspirasi dan pengeluarn CO2. Posisi tidur setengah
duduk untuk melancarkan pernapasan

KOMPLIKASI
EFUSI PLEURA &
EMPIEMA
Komplikasi Sistemik
Hipoksemia akibat
gangguan difusi
Abses Paru
Bronkiektasis

DAFTAR PUSTAKA
Dahlan, Z. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Pulmonologi. Pusat Penerbitan
Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas kedokteran Universitas Indonesia.
Jakarta.
Price SA, Wilson LM. 2005. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, Edisi
6, Volume 2: Penerbit EGC. Jakarta.
Soedarsono. 2004. Buku Ajar Ilmu Penyakit Paru. Bagian Ilmu Penyakit Paru FK
UNAIR. Surabaya
Sudoyono Aru W, dkk. 2010. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi V. Interna
Publishing. Jakarta
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Pedoman Diagnosis dan penatalaksanaan
Pneumonia Komuniti.2003
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Pedoman Diagnosis dan penatalaksanaan
Pneumonia Nosokomial.2003
Barlett JG, Dowell SF, Mondell LA, File TM, Mushor DM, Fine MJ. Practice guidelines
for management community-acquiredd pneumonia in adults. Clin infect Dis 2000;
31: 347-82
Mandell LA, IDSA/ATS consensus guidelines on the management of communityacquired pneumonia in adults, CID 2007;44:S27
Menendez R, Treatment failure in community-acquired pneumonia, 007;132:1348
Niederman MS, Recent advances in community-acquired pneumonia inpatient and
outpatient, Chest 2007;131;1205

TERIMAKASIH