Anda di halaman 1dari 51

BIOMEKANIKA

Sritomo W.S, Arief R, Sri Gunani P, Anny M


Laboratorium Ergonomi & Perancangan Sistem Kerja
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya

09/27/16

Biomekanika

Tujuan Pembelajaran
Dapat menganalisa postur tubuh manusia dan mekanisme
kerja.
Mampu menganalisa posisi tubuh dan mekanisme kerja
yang efektif, efisien, dan aman.
Mampu menganalisa interaksi manusia dengan sistem
kerja
Dapat menganalisa kemampuan manusia dan keterbatasan
dalam menghindari atau meminimasi kesalahan kerja.

09/27/16

Biomekanika

MENGANGKAT, MENDORONG, DENGAN POSISI


SETEGAK MUNGKIN UNTUK MEMINIMALKAN BEBAN
INTERNAL

09/27/16

Biomekanika

BEBAN INTERNAL TULANG BELAKANG SANGAT


DIPENGARUHI OLEH POSISI MENGANGKAT

09/27/16

Biomekanika

TEKANAN PERUT IKUT BERPERAN DALAM


MENGURANGI BEBAN INTERNAL PIRINGAN TULANG
BELAKANG

09/27/16

Biomekanika

Biomekanika

Bidang ilmu yang memadukan antara bidang ilmu biologi dan


mekanika
Biomekanika adalah ilmu pengetahuan yang merupakan
kombinasi dari ilmu fisika (khususnya mekanika) dan teknik,
dengan berdasar pada biologi dan juga pengetahuan lingkungan
kerja.
Biomekanika menggunakan hukum-hukum fisika, mekanika
teknik, biologi, dan prinsip fisiologi untuk menggambarkan
kinematika dan kinetik yang terjadi pada anggota tubuh manusia.
Kinematika : pergerakan/motion pada segmen-segmen tubuh.
Kinetik : efek dari gaya dan momen yang terjadi pada tubuh.
Mekanika digunakan sebagai penyusun konsep, analisa, dan
desain dalam sistem biologi makhluk hidup.
Biomekanika dari gerakan manusia adalah ilmu yang menyelidiki,
menggambarkan dan menganalisis gerakan-gerakan manusia
(Winter,1990)
Pada dasarnya mempelajari dan menganalisis batas-batas
kekuatan, ketahanan, kecepatan dan ketelitian yang dimiliki
manusia dalam melakukan kerja dipengaruhi faktor manusia,
sikap kerja dan jenis pekerjaan

09/27/16

Biomekanika

Biomekanika
Biostatik : bagian daari biomekanika umum
yang hanya menganalisa bagian tubuh dalam
keadaan diam maupun bergerak pada garis lurus
dengan kecepatan seragam (uniform)
Biodinamik : berkaitan dengan gerakan-gerakan
tubuh tanpa mempertimbangkan gaya yang
terjadi (kinematik) dan gaya yang disebabkan
gaya yang bekerja dalam tubuh (kinetik)
Occupational biomekanika : Bagian dari
mekanik terapan yang mempelajari interaksi fisik
antara pekerja dengan mesin, material dan
peralatan dengan tujuan untuk meminimumkan
keluhan pada sistem kerangka otot agar
produktivitas kerja dapat meningkat (Chaffin &
Anderson, 1984)
09/27/16

Biomekanika

occupational biomechanics

09/27/16

Occupational biomechanics adalah sub


disiplin dalam kerangka besar biomekanika
yang mempelajari hubungan antara pekerja
dengan alat kerja, workstation, mesin dan
material
untuk
meningkatkan
performa
dengan meminimalisasi terjadinya cidera
musculoskeletal.
Sehingga studi utama tentang Occupational
biomechanics berkaitan dengan masalah
musculoskeletal.
Sistem musculoskeletal terdiri atas tulang,
otot dan jaringan penghubung (ligament,
tendon, fascia, dan cartilage). Fungsi utama
sistem tersebut adalah mendukung dan
melindungi tubuh dan bagian-bagian tubuh,
menjaga postur tubuh, produce pergerakan
Biomekanika
tubuh, serta
menghasilkan panas dan8
mempertahankan suhu tubuh.

occupational biomechanics
Musculoskeletal...

09/27/16

Biomekanika

why occupational biomechanics ???


Jeffress
(1999)
indicated
that
approximately 650,000 workers every year
suffer serious injuries and illnesses caused
by overexertion, repetition, and other types
of physical stress. Such injuries cost U.S.
business between $15 to $20 billion dollars
a
year
in
workman
compensation.
According to US Department of labor, back
injuries accounted for nearly 20% of all
injuries and illnesses in the work place. In
the UK, similar numbers appear with 27%
of all reported accidents involving manual
handling.
09/27/16

Biomekanika

10

biomechanical models

The fundamental basis of biomechanical


modeling is the set of three Newtons
laws.
09/27/16

Biomekanika

11

<1> newtons first law


Setiap benda akan memiliki kecepatan yang
konstan kecuali ada gaya yang resultannya
tidak nol bekerja pada benda terbebut.

Berarti jika resultan


gaya 0, maka pusat
massa suatu benda
tetap diam, atau
bergerak dengan
kecepatan konstan
(tidak mengalami
Hal
ini berlaku jika
percepatan)
dilihat dari kerangka
acuan insersia.
09/27/16

Biomekanika

12

<2> newtons second law


Sebuah benda dengan massa M
mengalami gaya resultan sebesar F
akan mengalami percepatan a yang
arahnya sama dengan arah gaya, dan
besarnya berbanding lurus terhadap
F = m.aF
dan berbanding terbalik terhadap
ForceM.
= mass x

acceleration

09/27/16

Biomekanika

13

<3> newtons third law


Gaya aksi dan reaksi dari dua benda
memiliki besar yang sama dengan arah
terbalik dan segaris.

Hukum aksi-reaksi, dengan F


sebagai aksi an F sebagai reaksi.

09/27/16

Biomekanika

14

Analisa Mekanik
Tiga jenis gaya yang bekerja di dalam tubuh
manusia (Winter,1990) :
Gaya Gravitasi
Gaya yang melalui pusat massa dari segmen tubuh
manusia dengan arah ke bawah
Gaya Reaksi
Gaya yang terjadi akibat beban pada segmen tubuh
atau berat segmen tubuh itu sendiri
Gaya Otot
Gaya yang terjadi pada bagian sendi, baik akibat
gesekan sendi atau akibat gaya pada otot yang
melekat pada sendi. Gaya ini menggambarkan
besarnya momen otot.
09/27/16

Biomekanika

15

macam gaya yang bekerja pada


tubuh
Ada beberapa macam gaya yang bekerja pada saat kita
melakukan aktivitas kerja :
1.Gaya isometris/statis adalah gaya otot yang dikeluarkan
tanpa menghasilkan suatu kerja.
Terjadi kontraksi dalam waktu panjang pembuluh
darah ditekan oleh tekanan internal dari jaringan otot darah
tidak mengalir ke otot (tidak ada supply oksigen dan glukosa)
asam laktat terkumpul lelah otot.
Misal : mengangkat beban yang sangat berat.
2.Gaya
isotonis/dinamis
adalah
memanjang
dan
memendeknya otot dengan melakukan suatu kerja (panjang
otot berubah berirama) sehingga darah dipompa keluar dan
darah segar mengalir masuk ke otot.
09/27/16

Biomekanika

16

Contoh Perhitungan Dasar


Biomekanik

Mis. P = 10 N, W = 20 N
F = (13*20) + (30*10) = 112 N
10 = 82 N
5
09/27/16

Biomekanika

Gaya reaksi : J = 112 20

17

Biomechanics of the back


LIFTING AND
BACK STRESS

09/27/16

18

Cont.

09/27/16

Biomekanika

19

Contd.

09/27/16

Biomekanika

20

Contd.
Contd.

09/27/16

Biomekanika

21

conditions of static equilibrium


Ketika tubuh atau segmen tubuh tidak bergerak, hal ini
digambarkan sebagai static equilibrium (keseimbangan
statis).
Untuk obyek dalam kondisi static equilibrium, dua
kondisi yang harus dipenuhi :
Jumlah semua gaya eksternal yang bekerja pada
sebuah benda dalam static equlibrium harus sama
dengan nol.
The sum of all external forces acting on an object in
static equilibrium must be equal to zero.
Jumlah semua momen eksternal yang bekerja pada
benda tersebut harus sama dengan nol.
= 0acting on the object
The sum of all externalSF
moments
must be equal to zero.

SM = 0

09/27/16

Biomekanika

22

conditions of static equilibrium


20N

10N

1m
2m
1m
Gaya F yang dibutuhkan untuk kondisi static equilibrium???
M = 0

(20N)(1m) + F(2m) (10N)


(3m) = 0
20N + F(2) 30N = 0

2F = 30N 20N = 10N


F = 5N

09/27/16

Biomekanika

single-segment planar : static model


Ex : seseorang memegang beban massa 20 kg dengan kedua
tangan di depan tubuh dan lengan bawah (forearms) horisontal.
Jarak antara beban dan siku (elbow )= 36 cm.
Beban sama seimbang antara kedua tangan..
Berat (weight) segmen lengan bawah (forearm-hand segment) =
16N
Jarak antara pusat masa (center of mass) dari lengan bawah dan
siku = 18 cm

09/27/16

Biomekanika

24

single-segment planar : static model


WTOTAL = m.g
= 20 Kg x 9.8 m/s2
= 196 N

W
09/27/16

on-each hand

= 196 N / 2 =
98 N
Biomekanika

25

single-segment planar : static model


R siku harus dalam arah ke atas dan cukup besar untuk
menahan kekuatan download weight forces dari beban
dan segmen lengan bawah.
(Forces at the elbow) =
0
-16N - 98 N + R elbow = 0
R elbow =
114 N

09/27/16

Biomekanika

26

single-segment planar : static model


The elbow moment M elbow can be calculated using the
second condition of equilibrium.
The clockwise moments created by the weight forces of
the load and forearm-hand segment must be counteracted
by and equal-magnitude, counterclockwise M elbow.
(Moments at the elbow) = 0
(- 16 N x 0.18 m) + (-98 N x 0.36 m) + Melbow
=0
Melbow
= 38.16 N-m

09/27/16

Biomekanika

27

two segment planar : static model


In order to determine the physical stress at the body
joints that are more distant from the external load
such as the shoulders and the low back.
The body segments involved in handling the load can
be treated as a chain of links.
Distance between the elbow and the shoulder = 34 cm.
The weight of the upper arm = 20 N
Upper and Low arm are in a horizontal position.

09/27/16

Biomekanika

28

two segment planar : static model

(Forces at the shoulder) (Moments at the shoulder) = 0


-38.16 N-m + (-114N x 0.34m) +
=0
(-20N x 0.14m) + M shoulder = 0
- R elbow W upper-arm + R
M shoulder = 79.72 N-m
shoulder = 0
(counterclockwise)
R
= R elbow + W
shoulder
09/27/16
Biomekanika
29
upper-arm

two segment planar : static model


Karena momen merupakan akibat dari gaya dan jarak
yang tegak lurus terhadap titik rotasinya, maka beban
yang sama akan mengakibatkan momen yang lebih
besar.
Karena low back lebih jauh dari beban yang diterima
oleh tangan, sehingga low back lebih sering mengalami
stress pada proses material handling.

09/27/16

Biomekanika

30

klasifikasi dan
kodifikasi pada
vertebrae

Pada
material
handling, low back
merupakan
sistem
musculoskeletal yang
paling peka, karena
memiliki jarak yang
paling jauh dari beban
yang di handle oleh
tangan.
Kriteria keselamatan
didasarkan
pada
beban
tekan
(compression
load)
pada
intervertebral
disk antara lumbar
nomor 5 dan sacrum
nomor 1.
09/27/16

L5/S1
lumbosacr
al disc

Biomekanika

31

Herniated disk
yang
menyebabkan
tekanan pada
akar syaraf.

anulus layer

09/27/16

Biomekanika

32

low-back biomechanical model of static


coplanar lifting
Beban dan upper torso
menghasilkan kombinasi
momen searah jarum jam :
M load & torso = (W load x h) + (W torso
x b)
M
harus
dinetralkan
load & torso

dengan momen berlawanan


jarum jam yang dihasilkan oleh
back muscles dengan jarak 5
cm :
M back-muscle = F back-muscle x 5
(N.cm)
(moments at the L5/S1 disc) = 0

F
09/27/16

muscle

x 5 = (W

load

x h) + (W

torso

b)
33
F muscle = (W load x h)/5 + (W torso x

Biomekanika

low-back biomechanical model of static


coplanar lifting
Range kapabilitas kekuatan
untuk normal low back

2200 5500
N
Contoh :
Seseorang memiliki berat torso
sebesar 350 N dan
mengangkat beban sebesar
300 N. Misal, h = 40 cm dan b
= 20 cm, MAKA :
09/27/16

F muscle = (300 x 40)/5 + (350 x


20)/5=
Biomekanika
34

low-back biomechanical model of static


coplanar lifting
compression force ???
Asumsi : mengabaikan FA
(forces at the L5/S1 disc) = 0
F com = (W load x cos ) + (W torso x cos ) + F muscle
Contoh : seseorang memiliki berat
torso sebesar 350 dan mengangkat
beban sebesar 450 N. Sudut antara
bidang horisontal dan sacral cutting
plane () = 55o.
F com = (450 x cos 55o) + (350 x cos
55o)
+ 5000
F
09/27/16

com

= 5458 N

Biomekanika

35

muscle activity depends on position

09/27/16

Biomekanika

36

Parameter dalam MMH


1.
2.
3.
4.

Beban yang harus diangkat


Perbandingan antara berat badan dan orangnya
Jarak horisontal dari beban terhadap orangnya
Ukuran beban yang akan diangkat (beban yang
berdimensi besar akan mempunyai jarak CG (center
of gravity) yang lebih jauh dari tubuh dan bisa
mengganggu jarak pandangannya)

27/09/16

Biomekanika

37

Faktor yang mempengaruhi


MMH
Berat beban yang harus diangkat dan perbandingannya
terhadap berat badan operator.
Jarak horisontal dari beban relatif terhadap operator.
Ukuran beban yang harus diangkat.
Ketinggian beban yang harus diangkat dan jarak perpindahan
beban.
Beban puntir (twisting load) pada badan operator selama
aktivitas angkat beban.
Stabilitas beban yang akan diangkat.
Kemudahan untuk dijangkau pekerja.
Rintangan yang menghalangi atau keterbatasan postur tubuh di
suatu tempat.
Kondisi kerja : cahaya, temperatur dll.
Frekuensi angkat
Metoda angkat.
27/09/16

Biomekanika

38

NIOSH lifting index


The National Institute for Occupational Safety and
Health (NIOSH) developed and equation in 1981 to
assist ergonomics and occupational safety and health
practitioners analyze lifting demands on low back.
TUJUAN : membantu mencegah atau mengurangi
terjadinya low back pain dan injuries <cedera tulang
belakang bagian bawah> bagi pekerja dalam
melakukan aktivitas pengangkatan beban secara
manual.
Recommended weight limit (RWL) = nilai beban
angkat secara teoritis yang dianjurkan untuk MMH.
Lifting Index (LI) = nilai estimasi dari tingkat tegangan
dalam suatu kegiatan MMH.
09/27/16

Biomekanika

39

NIOSH lifting index


RWL = LC x HM x VM x DM x AM x FM x CM
LC : Load constant (max recommended weight)
HM : Horizontal multiplier
VM : Vertical multiplier
DM : Distance multiplier
AM : asymmetric multiplier
FM : Frequency multiplier
CM : Coupling multiplier

LI = L/ RWL
L : Load weight

09/27/16

Biomekanika

40

NIOSH lifting index

09/27/16

Biomekanika

41

NIOSH lifting index

Horisontal & Vertical Position


09/27/16

Biomekanika

Asymetry Position
42

NIOSH lifting index


Tabel 1. Frequency
Multiplier
Tabel 2. Coupling Multiplier

09/27/16

Biomekanika

43

PERBAIKAN

09/27/16

Biomekanika

44

Home Coming ????

APLIKASI BIOMEKANIKA DALAM KESEHATAN :

Material

09/27/16

Biomekanika

46

APLIKASI BIOMEKANIKA DALAM KESEHATAN :

Kinematics

09/27/16

Biomekanika

47

APLIKASI BIOMEKANIKA DALAM KESEHATAN :

Kinematics

09/27/16

Biomekanika

48

APLIKASI BIOMEKANIKA DALAM KESEHATAN :

Electro-Mechanics Device

09/27/16

Biomekanika

49

APLIKASI BIOMEKANIKA DALAM MILITER:

BLEEX
(the Berkeley Lower Extremities
Exoskeleton)

09/27/16

Biomekanika

50

APLIKASI BIOMEKANIKA DALAM OLAH RAGA:

Weight Resistance

09/27/16

Biomekanika

51