Anda di halaman 1dari 23

KELAINAN PIGMEN

Definisi: kelainan kulit akibat berkurang atau


bertambahnya pembentukan pigmen
melanin pada kulit
Warna kulit manusia ditentukan oleh
berbagai pigmen
Kelainan proses pembentukan pigmen
melanin kulit:
1. Hipermelanosis: bila produksi pigmen
melanin bertambah
2. Hipomelanosis : bila produksi pigmen
melanin berkurang

Hipermelanosis
Dua tipe perubahan:
Peningkatan jumlah melanosit di epidermis
peningkatan melanin (melanocytic
hipermelanosit: lentigo)
Tidak terjadi peningkatan jumlah melanosit
namun hanya terjadi peningkatan produksi
melanin (melanotic hipermelanosit:
melasma)
Faktor pencetus: genetik, hormonal, dan
UVR

Hipomelanosis
Dua tipe perubahan:
Penurunan jumlah melanosit di epidermis
penurunan melanin (melanocytopenic
hipomelanosit: vitiligo )
Tidak terjadi penurunan jumlah melanosit
namun terjadi penurunan produksi melanin
(melanopenic hipomelanosit: albino)
Faktor pencetus: genetik (albino),
autoimun (vitiligo), dan proses inflamasi

Melasma
Hipermelanosis umumnya didapat simetris
berupa makula yang tidak merata berwarna
coklat muda sampai coklat tua mengenai area
yang terpajan sinar ultraviolet
Predileksi pada pipi, dahi, daerah atas bibir,
hidung, dan dagu

Melasma

Epidemiologi
Mengenai semua ras terutama penduduk yang
tinggal didaerah tropis
wanita > pria
Lebih sering pada ras asia
Insidens terbanyak usia dewasa muda
Kelainan ini dapat mengenai wanita hamil, wanita
pemakai pil kontrasepsi, kosmetik, wanita
menopos yang mengkonsumsi obat obat anti
osteoporosis (kombinasi estrogen + progesteron)

Etiologi

Melasma belum diketahui pasti.


Faktor kausatif patogenesis melasma adalah
1. Sinar Ultra violet
2. Hormon
3. Obat
4. Genetik
5. Ras
6. Kosmetik
7. Idiopatik

Klasifikasi
Terdapat beberapa jenis melasma ditinjau dari :
A. Gambaran klinis

Bercak kecoklatan, hiperpigmentasi, simetris, ireguler,


batas tegas
Terdapat 3 pola:
Pola sentrofasial: dahi atas, pipi, hidung, bibir, dagu
Pola malar: pada pipi dan hidung
Pola mandibular terdapat pada dagu

C. Pemeriksaan sinar wood


Tipe epidermal: warna lesi tampak lebih jelas dan kontras
dibanding warna kulit disekitarnya
Tipe dermal: warna lesi tidak bertambah kontras
Tipe campuran: lesi ada yang bertambah kontras ada yang
tidak

Gejala klinis
Bercak kecoklatan, hiperpigmentasi,
simetris, ireguler, batas tegas
Terdapat 3 pola:
Pola sentrofasial: dahi atas, pipi, hidung,
bibir, dagu
Pola malar: pada pipi dan hidung
Pola mandibular terdapat pada dagu

Pembantu diagnosis
A. Pemeriksaan histopatologik
1. tipe epidermal
2. tipe dermal
B. Pemeriksaan mikroskop elektron
C. Pemeriksaan dengan sinar wood

Penatalaksanaan
Pengobatan melasma memerlukan
waktu yang cukup lama.
Pengobatan dan perawatan harus
dilakukan secara teratur dan
sempurna karena melasma bersifat
residif.

Pencegahan
Perlindungan terhadap sinar
matahari terutama sinar ultra violet
antara pukul 09.00-15.00.
Melindungi kulit dengan memakai
tabir surya minimal SPF 30.
Menghilangkan faktor penyebab
(menghentikan konsumsi obat
kontrasepsi, dll)

Pengobatan
1.

Pengobatan topikal
a. hidroquinon 2-5% (cr, gel, lot)
b. asam retinoat 0,05%-0,1% (cr, gel)
c.asam azeleat 20% (cr)
d. asam glikoliat 8-15% (cr, gel, lot)
e. asam kojik 4%

2. Pengobatan sistemik: dianjurkan bila pigmentasi meliputi


daerah yang lebih luas dan sampai ke dermis
a.Asam askorbat (vit c)
b.glutation
3.Tindakan khusus
a.pengelupasan kimiawi: TCA, Jessner, Glycolic acid 70%
b.bedah laser

Vitiligo
Hipomelanosis didapat bersifat kronis
progresif
Etiologi: genetik, trauma fisik (burn,
zar kimia)
Epidemiologi: menyerang semua umur
dan ras
Predileksi: ekstensor jari, daerah
sekitar mata, hidung, mulut, tibialis
anterior, fleksor tangan

Gejala Klinis
Makula berwarna putih dengan diameter
beberapa milimeter sampai beberapa
centimeter, bulat atau lonjong dengan
batas tegas tanpa perubahan epidermis
yang lain.
Daerah yang sering terkena adalah bagian
ekstensor tulang terutama diatas jari,
periorifisial sekitar mata, mulut dan
hidung

Klasifikasi
1. Lokalisata yang dapat dibagi :
a. Fokal: 1 atau lebih makula pada satu area ttpi
tdk segmental
b. Segmental: satu atau lebih makula pada satu
area, distribusi berdasarkan dermatom,
contohnya 1 tungkai
c. Mukosal: hanya menyerang membran mukosa
2. Generalisata
a. Akrofasial: distal ekskremitas dan muka
b. Vulgaris: makula tanpa pola tertentu pada
banyak tempat
c. Campuran: terjadi menyeluruh atau hampir
menyeluruh

Diagnosis Banding
Albinisme
Ptiriasis versicolor kronik

Pengobatan
Topikal :
PUVA (psoralen UVA). 0,6 mg/kgbb: oleskan 2 jam sblm
penyinaran dgn menggunakan UV A
Imunomodulator: tacrolimus
Steroid potensi tinggi: betametason valerat 0,1 % atau clobetasol
propionat 0,05%
Narrow Band UVB: merangsang pembentukan melanosit
stimulating hormone, proliferasi dari melanosit dan
merangsang melanogenesis
Vitamin: colcipatriol 0,05%
MBEH 20 %: jika pengobatan dgn psoralen tidak
berhasil

Freckles
Hipermelanosis berupa bercak miliar
sampai lentikular, tersebar di wajah
Etiologi: UV dan genetik

klinis
Bercak kecoklatan dengan batas
tegas, irregular, tersebar
Predileksi: wajah
DD: melasma, hiperpigmentasi pasca
inflamasi
PP: sinar wood dan biopsi PA

Terapi

Non medikamentosa

Hindari sinar matahari dengan selalu memakai


tabir surya
Lama pengobatan minimal 6 bulan

Medikamentosa
Hidroquinon 2-5%
Tretinoin 0,25-0,1 %
As azaleat 20%
As kojik 4%
Tabir surya: SP min 15

Tindakan
Bedah listrik
Bedah kimia: peeling: AHA, Jessner, TCA