Anda di halaman 1dari 18

MARASMUS

KWASHIOKOR

DOSEN PENGAMPU :
Ns. Monalisa< M.Kep

DISUSUN KELOMPOK B1 (2)


KELAS B

PENGERTIAN MARASMUS
Marasmus berasal dari

bahasa Yunani yang berarti


wasting/ merusak
Marasmus adalah suatu
penyakit yang disebabkan
oleh kekurangan kalori
protein (Suriyadi, 2001)
Marasmus adalah malnutrisi
energi protein berat yang
disebabkan oleh defisiensi
makanan sumber energi
(kalori) dapat terjadi
bersama atau tanpa disertai
defisiensi protein (Betz,
2002).

PENGERTIAN KWASHIOKOR
Kwarshiorkor adalah sindrom klinis

akibat dari defisiensi protein berat dan


masukan kalori tidak cukupAkibat
defisiensi vitamin dan mineral dapat
menimbulkan tanda dan gejala seperti
tinggi dan berat bedan tidak sesuai
dengan anak seusianya dari
kekurangan masukan atau dari
kehilangan yang berlebihan atau
kenaikan angka metabolik yang
disebabkan oleh infeksi kronik.
Walaupun penambahan tinggi dan
berat dipercepat dengan pengobatan,
ukuran ini tidak akan pernah sama
dengan tinggi dan berat badan anak
yang secara tetap bergizi baik
(Behrmanet all,2000).

ETIOLOGI MARASMUS
Secara garis besar sebab-sebab

marasmus ialah sebagai berikut


Menurut Behrman (1999: 122)
etiologi marasmus :
Kebiasaan-kebiasaan makanan
yang tidak layak.
Gangguan setiap sistem tubuh
yang parah dapat
mengakibatkan terjadinya
malnutrisi.
Disebabkan oleh pengaruh
negatif faktor-faktor
sosioekonomi dan budaya yang
berperan terhadap kejadian
malnutrisi umumnya.
Masukan makanan yang kurang

Marasmus terjadi akibat masukan

kalori yang sedikit


Infeksi yang berat dan lama

menyebabkan marasmus.
Kelainan struktur bawaan

Misalnya: penyakit jantung bawaan,


penyakit Hirschprung, deformitas
palatum,
Prematuritas dan penyakit pada

masa neonates

ETIOLOGI KWASHIOKOR
Faktor yang dapat menyebabkan inadekuatnya intake protein antara lain

sebagai berikut :
Pola makan
Protein (asam amino) sangat dibutuhkan anak untuk tumbuh dan
berkembang. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai keseimbangan
nurisi anak akan berperan penting terhadap terjadinya Kwashiorkor,
terutama pada masa peralihan ASI ke makanan pengganti ASI.
Faktor social
Negara dengan tingkat penduduk tinggi, keadaan sosial dan politik yang
tidak stabil, atau adanya pantangan untuk makan makanan tertentu
dapat menyebabkan terjadinya Kwashiorkor.
Faktor ekonomi
Penghasilan yang rendah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan
berakibat pada keseimbangan nutrisi anak yang tidak terpenuhi.
Faktor infeksi dan penyakit lain
Infeksi dan MEP saling berhubungan. Infeksi dapat memperburuk
keadaan gizi. MEP akan menurunkan imunitas tubuh terhadap infeksi.
Misalnya, gangguan penyerapan protein karena diare.

PATHOFISIOLOGI MARASMUS
Pertumbuhan yang kurang atau terhenti disertai atrofi

otot dan manghilangkan lemak di bawah kulit. Pada


mulanya kelainan demikian merupakan prosesn fisiologis.
Untuk kelangsungan hidup jaringan tubuh memerlukan
energi, namun tidak didapat sendiri dan cadangan
protein digunakan juga untuk memenuhi kebutuhan
energi tersebut. Penghancuran jaringan pada defisiensi
kalori tidak saja membantu memenuhi kebutuhan energi,
tetapi juga untuk memungkinkan sintesis glukosa dan
metabolit esensial lainnya seperti asam amino untuk
komponen homeostatik. Oleh karena itu, pada marasmus
berat kadang-kadang masih ditemukan asam amino yang
normal, sehingga hati masih dapat membentuk cukup
albumin. (Ngastiyah, 2005 : 259)

PATHOFISIOLOGI
KWASHIOKOR
Pada defesiensi protein murni tidak terjadi katabolisme

jaringan yang sangatberlebihankarena persediaan energi


dapat dipenuhi oleh jumlah kalori dalam dietnya.Kelainanan
yang mencolok adalah gangguan metabolik dan perubahan
sel yang meyebabkan edemadanlemak
dalamhati.Kekurangan protein dalam dietakan
terjadikarenakekurangan berbagai asam amino esensial
dalam serum yang diperlukan untuk sentesis dan
metabolismeyang akan disalurkan ke jaringan otot.
Semakinasam aminoberkurangdalam serum ini akan
menyebabkan kurangnya produksi albumin oleh hepar yang
kemudian berakibat edema.Lemak dalamhati terjadi karena
gangguan pembentukan beta-lipoproteinsehingga transport
lemak dari hati terganggudanberakibat terjadinya
penimbunan lemakdalam hati.

MANIFESTASI MARASMUS
Menurut FKUI (1985 : 361), Ngastiyah (2005 : 259) dan Markum (1991 : 166)
tanda dan gejala dari marasmus adalah :
Anak cengeng, rewel, dan tidak bergairah
Diare
Mata besar dan dalam
Akral dingin dan tampak sianosis
Wajah seperti orang tua.
Pertumbuhan dan perkembangan terganggu.
Terjadi pantat begi karena terjadi atrofi otot.
Jaringan lemak dibawah kulit akan menghilang, kulit keriput dan turgor kulit jelek.
Perut membuncit atau cekung dengan gambaran usus yang jelas.
Nadi lambat dan metabolisme basal menurun.
Vena superfisialis tampak lebih jelas.
Ubun-ubun besar cekung.
Tulang pipi dan dagu kelihatan menonjol.
Anoreksia.
Sering bangun malam.

MANIFESTASI KWASHIOKOR
Gejalaklinis Kwashiokor antara lain:
Pertumbuhan terganggu (berat badan dan tinggi badan kurang dari
standar)
Perubahan mental (cengeng atau apatis)
Pada sebagian besar anak ditemukan edema ringan sampai berat)
Gejala gastrointestinal (anoreksia, diare)
Gangguan pertumbuhan rambut (defigmentasi, kusam, kering, halus,
jarang dan mudah dicabut)
Kulit kering, bersisik, hiperpigmentasi dan sering ditemukan gambaran
crazy pavement dermatosis.
Pembesaran hati (kadang sampai batas setinggi pusat, teraba kenyal,
licin dengan batas yang tegas)
Anemia akibat gangguan eritropoesis.
Pada pemeriksaan kimia darah ditemukan hipoalbuminemia dengan kadar
globulin normal, kadar kolesterol serum rendah.
Pada biopsi hati ditemukan perlemakan, sering disertai tanda fibrosis,
nekrosis dan infiltrasi sel mononukleus.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
MARASMUS
Menurut Markum (1996:167) pada pemeriksaan
Laboratorium menunjukan
Penurunan badan albumin, kolesterol dan glukosa dalam serum
Kadar globumin dapat normal atau meningkat, sehingga perbandingan albumin dan

globumin dapat terbalik kurang dari 1.


Kadar asam amino esensial dalam plasma relatif lebih rendah daripada asam amino
non esensial.
Umumnya kadar imunoglubin serum normal atau meningkat.
Kadar Ig A serum normal, kadar Ig A sekretori rendah.
Uji toleransi glukosa menunjukan gambaran tipe diabetik.
Pemeriksaan air kemih menunjukan peningkatan sekresi hidroksiprolin dan adanya
aminoasi dunia.
Pada biopsi hati ditemukan perlemakan ringan sampai berat, fibrosis, nekrosis dan
infiltrasi sel mononuklear. Pada perlemakan berat hampir semua selhati mengandung
vakual lemak yang besar.
Pemeriksaan outopsi menunjukan kelainan pada hampir semua organ tubuh, seperti
degenerasi otot jantung, osteoporosis tulang, atrofi virus usus, detrofi sistem limfold
dan atrofi kelenjar timus.
Pada pemeriksaan otopometri berat badan dibawah 90%, lingkar lengan di bawah14
cm.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
KWASHIOKOR
Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan pada anak dengan Kwashiorkor antara lain sebagai

berikut :
Pemeriksaan laboratorium :
penurunan kadar albumin serum merupakan perubahan yang paling khas. Pada stadium awal
kekurangan makan sering terdapat ketonuria tetapi sering menghilang pada stadium akhir
glukosa dalam darah rendah
ekskresi hidroksiprolin urin yang berhubungan dengan kreatinin dapat turun
asam amino esensial plasma turun terhadap angka asam amino non esensial dan dapat menambah
aminoasiduria
defisiensi kalium dan magnesium
kadar kolesterol serum rendah
angka amilase, esterase, kolinesterase, transaminase, lipase, dan alkalin fosfatase serum turun
penurunan aktivitas enzim pankreas dan sanhin oksidase
pertumbuhan tulang biasanya lambat
sekresi hormon pertumbuhan mungkin bertambah.
Pemeriksaan air kemih menunjukkan peningkatan ekskresi hidroksiprolin dan adanya amino asidulia.
Pada biopsi hati ditemukan perlemakan ringan sampai berat, fibrosis, nekrosis, dan infiltrasi sel
mononuklear. Pada perlemakan berat hampir semua sel hati mengandung vakuol lemak yang besar.
Pemeriksaan autopsi penderita kwashiorkor menunjukkan kelainan pada hampir semua organ tubuh,
seperti degenerasi otot jantung, osteoporosis tulang, atrofi vilus usus, atrofi sistem limfoid, dan atrofi
kelenjar timus.

KOMPLIKASI MARASMUS
Komplikasi yang mungkin terjadi menurut

(Markum : 1999 : 168) defisiensi Vitamin A,


infestasi cacing, dermatis tuberkulosis,
bronkopneumonia, noma, anemia, gagal
tumbuh serta keterlambatan
perkembangan mental dan psikomotor.

KOMPLIKASI KWASHIOKOR
Komplikasi jangka pendek yang akan

terjadi bagi penderita kwashiorkor adalah


diare, hipoglikemia, anemia, hipokalemia,
shock, hipotermi, dehidrasi, gangguan
fungsi vital, gangguan keseimbangan
elektrolit asam-basa, infeksi berat, serta
hambatan penyembuhan penyakit
penyerta.Sedangkan komplikasi jangka
panjang adalah tubuh pendekdan
berkurangnya potensi tumbuh kembang.

PENATALAKSANAAN
MARASMUS
Menurut Mansjoer (2000 : 514 517) penatalaksanan marasmus adalah :
Atasi / cegah hipoglikemia
Periksa gula darah bila ada hipotermia (suhu aksila <>oC, suhu rektal 35,5 oC).

Pemberian makanan yang lebih sering penting untuk mencegah kondisi


tersebut.
Atasi/cegah hipotermia
Bila suhu rektal <>oC
Segera beri makanan cair/fomula khusus.
Hangatkan anak dengan pakaian atau selimut sampai menutup kepala.
Atasi/cegah dehidrasi
Lakukan pemberian cairan infus dengan hati-hati dengan tetesan pelan-pelan
untuk mengurangi beban sirkulasi dan jantung.
Koreksi gangguan keseimbang elektrolit
Pada marasmus berat terjadi kelebihan natrium tubuh, walaupun kadar
natrium plasma rendah. Tambahkan Kalium dan Magnesium dapat disiapkan
dalam bentuk cairan dan ditambahkan langsung pada makanan. Penambahan
20 ml larutan pada 1 liter formula.
Obati / cegah infeksi dengan pemberian antibiotik

PENATALAKSANAAN KWASHIOKOR
Dalam mengatasi kwashiorkor adalah dengan memberikan

makanan bergizi secara bertahap. Bila bayi menderita


kwashiorkor, maka bayi tersebut diberi susu yang diencerkan.
Secara bertahap keenceran susu dikurangi, sehingga suatu
saat mencapai konsistensi yang normal seperti susu biasa
kembali. Jika anak sudah agak besar, bisa mulai dengan
makanan encer, kemudian makanan lunak (bubur) dan bila
keadaan membaik, maka baru diberikan makanan padat
biasa. Dalam melaksanakan hal ini selalu diberikan
pengobatan sesuai dengan penyakit yang diderita. Bila
keadaan kesehatan dan gizi sudah mencapai normal, perlu
diteruskan dengan imunisasi. Makanan yang dihidangkan diet
tinggi kalori, protein, cairan, vitamin, dan mineral. Bila
diperlukan dilakukan pemberian cairan dan elektrolit.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
MARASMUS
Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan

tubuh berhubungan dengan intake


makanan tidak adekuat (nafsu makan
berkurang).
Defisit volume cairan berhubungan dengan
diare.
Gangguan integritas kulit berhubungan
dengan gangguan nutrisi/status metabolik.
Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan
kerusakan pertahanan tubuh

DIAGNOSA KEPERAWATAN
KWASHIOKOR
Gangguan pertumbuhan dan perkembangan

berhubungan dengan asupan kalori dan


protein yang tidak adekuat.
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh berhubungan dengan asupan yang
tidak adekuat, anoreksia dan diare.
Gangguan kekurangan cairan berhubungan
dengan intake cairan tidak adekuat.
Gangguan integritas kulit berhubungan
dengan gangguan nutrisi atau status
metabolik.