Anda di halaman 1dari 11

SESAK AKUT

Definisi
Dyspnoea adalah kesulitan bernafas
yang dirasakan secara subjektif.
Hiperventilasi adalah sensasi
dyspnoea diikuti dengan pernafasan
yang eksesif.

Sesak Akut
Tidak semua kasus dyspnoea disebabkan
oleh cardiorespiratory pathology. Dyspnoea
juga dapat disebabkan oleh metabolik,
terutama pada pasien yang tanpa adanya
kelainan pada pemeriksaan paru.
Dyspnoea dapat menjadi salah satu tanda
pada kasus Acute Coronary Syndrome
(ACS), terutama pada pasien tua. Pada
kasus ini, pemeriksaan EKG harus segera
dilakukan.
Penyebab tersering pada kasus sesak
akut akan ditunjukan pada tabel 1.

TABLE 1

PENYEBAB TERSERING PADA SESAK AKUT

Cardiac

Respiratory

Upper airway obstruction


Asthma
Chronic obstructive pulmonary disease (COPD)
Pneumonia, termasuk aspirasi pneumonia
Pulmonary embolism
Pneumothorax (tension dan simple)
Chest trauma (tension penumothorax,
haemothorax, pulmonary contusion, flail chest)
Near drowning
Pleural effusion
Lung collapse

Acute pulomonary oedema


Heart failure
Cardiac tamponade
Acute coronary syndrome
Pericarditis
Aortic dissection
Cardiac dysrhythmias

TABLE 1
(lanjutan)

PENYEBAB TERSERING PADA SESAK AKUT

Lainnya

Metabolic acidosis (diabetic ketoacidosis,


uraemia, poisoning, lactic acidosis)
Adult respiratory distress syndrome (ARDS)
Fever
Anaphylaxis
Anemia
Diaphragmatic splinting
Hyperventilation syndrome

Clinical Assessment
Gejala terkait (e.g batuk, nyeri dada,
panas, bengkak pada ekstrimitas bawah)
Faktor eksaserbasi dan relieving
Riwayat terpapar alergen atau racun
(e.g poisoning atau anafilaksis)
Riwayat penyakit dahulu (e.g asma,
congestive cardiac failure)
Riwayat pengobatan
Riwayat trauma

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum pasien: sianosis, kebingungan,
mengantuk, takipnu, pucat.
Cardiovascular: adanya tanda-tanda Heart
Failure ( peningkatan JVP, bengkak pada kaki,
krepitasi paru), kesetaraan denyut (pada diseksi
aorta)
Respiratory: krepitasi paru, udara yang masuk
baik dan seimbang
Lainnya, e.g kulit: urtikaria, dehidrasi berat pada
pasien dengan diabetik ketoasidosis, trauma
* Hiperkarbia biasanya menyebabkan rasa kantuk dan hipoksia
menybabkan agitasi dan kebingungan

Pemeriksaan Tambahan
Arterial Blood Gas: dapat digunakan
untuk membedakan penyebab
dyspnoea, metabolic dan atau
respiratory.
EKG: Terutama pada pasien tua
Bedside Glucose Level: harus diperiksa
untuk menyingkirkan kemungkinan
penyebabnya adalah asidosis metabolik
Chest x-ray: secara general untuk
mendeteksi patologi kardiorespiratori.
Lainnya: renal panel, drug screen

Tips untuk Dokter Umum


Berikan oksigen dan pasang infus pada
pasien sesak yang akan dikirim ke IGD
Lakukan pemeriksaan gula darah jika
ada kecurigaan metabolik asidosis
Lakukan pemeriksaan EKG pada pasien
tua
Rujuk pasien dengan menggunakan
ambulan jika ada kecurigaan patologi
serius.

Manajemen
Prinsip manajemen penanganan pasien
dengan dyspnoea:
Resusitasi dan stabilisasi kondisi yang
dapat mengancam jiwa yang harus segera
ditangani dalam hitungan detik atau
menit, yaitu:
1. Obstruksi aku jalan nafas atas
2. Tension pneumothorax
3. Gagal nafas akut

Terapi suportif
Obati penyebab dasar sesaknya

Terapi