Anda di halaman 1dari 17

TOTAL INTRAVENOUS

ANESTHESIA (TIVA)

Dr. Prabowo Wicaksono SpAn


Bagian/SMF Anestesi RSISA/ FK UNISSULA
2007

Pendahuluan
Intravenous Anesthesia mulai 1930 ditemukan pentotal (single agent)
KEUNTUNGAN
Pasien hilang sadar tanpa hirup gas, distress, sensasi terbekap/ tercekik
sungkup muka
Anaesthetist onset cepat, batuk (-), gerak (-)
Periode awal: single agent (pentotal).
Berkembang menjadi konsep balanced anesthesia: tiap obat
punya peranan sesuai karakteristik masing- masing
TRIAS ANESTHESIA : HIPNOTIK
ANALGESIA

Masing masing oleh 1 obat

RELAKSASI

Total Intravenous Anesthesia cukup sering digunakan.

The ideal intravenous anaesthetic should be:


-Available in a stable, non irritant solution
-Rapid acting
-Short acting, so that recovery is not prolonged after short procedures and so
that it can be given repeatedly or by infusion for long procedures without
accumulation
-Devoid of cardiovascular side effects, especially myocardial depression
-Devoid of respiratory side effects
-Devoid of cerebral excitatory side effects such as rigidity, twitching or
convulsion.
-Devoid or cerebral cortical side effects (e.g. dreams or hallucinations) during
or at the end of the anesthesia
-Devoid of metabolic side effects
-Not a histamine liberator

Total Intravenous Anesthesia (TIVA)


Teknik anestesi induksi dan pemeliharaan dgn obat anestesi IV.

Pernafasan cenderung spontan kedalaman harus tepat.

Terutama untuk minor surgery (operasi kecil dan singkat): curetase,


reposisi tertutup, wound dressing (ganti balut pada luka bakar),
debridemen, eksisi tumor kecil (lipoma, ganglion)

Sering pada ambulatory patients.

Peralatan resusitasi harus siap.


Obat yang sering digunakan : thiopental, propofol, ketamin, midazolam,
diazepam, opioid kerja singkat.

PENTOTAL/THIOPENTONE
Barbiturat kerja sangat singkat. Properti: sedation, hypnosis. Sbg obat induksi anestesi.
Efek CNS: lewati blood brain barrier cepat, onset cepat. Anti konvulsan kuat, brain
protection, aliran darah otak, tek. LCS, TIK. Dipakai pd Neurosurgery.
Efek KV: tekanan darah, vasodilatasi perifer bermakna. KI: hipotensi, hipovolemia
Efek Respirasi: depresi nafas. dosis & kecepatan. Increased sensitivity to stimuli.
Laryngeal spasm may occur. Bronkospasme pada pasien asma (kontraindikasi).
Efek metabolik: kontraindikasi pada porfiria. Porfirin pigmen di Hb & sitokrom. Dibentuk di
Hati oleh enzim ALA sintetase. Bbrp obat akan menstimulasi ez ini Porfirin.
Gejala: colicky abdominal pain, muscle weakness, paralysis, pshyciatric manifest, red
coloured urine.

Onset 30 40 dtk, masa kerja 20 30 mnt. Jika masuk arteri vasokonstriksi, nekrosis
jaringan

Dosis : 3 5 mg/kgBB IV individual (obat premed., penyakit, usia).

Metabolisme utama di hepar, pemecahan di hepar cepat cepat sadar.

PROPOFOL
Ultra Short Acting Non Barbiturat: onset dan pulih sadar cepat.
Gol. Alkilfenol, tak larut dalam air, emulsi lemak (1% air; 10% minyak kedelai; 1,3%
fosfatida telur; 2,5% gliserol) nyeri saat suntikan. pH netral.
Properti utama: hipnotik. Sebagai obat induksi dan maintenance anestesi.
Efek CNS : onset cepat, hilang sadar dalam 11-15 detik, CBF , TIK,
Efek KV: Arterial hypotension (up to 50% SBP), systemic vascular resistance (up to
30%), myocardial depression, bradycardia
Efek Respirasi: respiratory depression (dose related). Less risk of laryngospasm and
bronchospasm than thiopentone. Aman untuk pasien dg asma.
Dosis : Induksi : 1,5 3 mg/kbBB bolus, rumatan 4 12 mg/kgBB/jam IV.
Sedasi : 0,2 mg/kgBB bolus, kontinyu 1 mg/kgBB/jam IV.
Sifat lipofilik tinggi; waktu paruh 2,5 menit; kadar plasma cepat turun.
Metabolisme : hepar, paru, ginjal. Ekskresi lewat urin (88%), tinja (3%).

PROPOFOL

KETAMINE
Derivat phenicyclidine; larut dalam air; jernih; pH 3,5 5,5, non barbiturat.
Properti: anestesia cepat, analgesia kuat.
Efek CNS: dissociative anesthesia: catalepsy, light sedation, amnesia and marked analgesia.
unpleasant dreams, hallucination, delirium. Cerebral oxygen consumption, CBF and LCS
pressure. KI: pasien dg TIK .
Efek KV: HR, Arterial BP, Myocardial O2 consumption. SBP 20-40 mmHg. KI: PJK
Respiration effect: minimal and transient. Hypoventilation after rapid injection. Dilates the
Bronchial tree and antagonizes the bronchoconstrictor effects of histamines suitable for
ashmatic patients.
Efek lain: Hipersalivasi. Cegah dengan premed Sulfas Atropin 0,01 mg/kg BB.
Dissociative: Pemulihan lambat & bertahap : mimpi buruk, suara & gerak tak teratur
Cegah dengan premed Midazolam: 0,07 mg/kg BB.

Dosis : Induksi : 1 2 mg/kgBB IV, pemeliharaan 0,5 mg/kgBB IV.

Onset : 30 detik IV, 5 8 menit IM.

Metabolisme utama di hepar, kelarutan dlm lemak tinggi.

KETAMINE

KETAMINE : DISSOCIATIVE ANESTHESIA


Ketamin menimbulkan efek disosiasi anestesi pada pemeriksaan EEG tampak
adanya disosiasi sistem talamokortikal dan limbik.
Disosiasi anestesi ~ kataleptik
mata tetap terbuka
nistagmus lambat
pasien tidak komunikatif walau sadar
terjadi berbagai derajat hipertonus tanpa stimulasi pembedahan
pasien mengalami amnesia serta analgesi kuat

INDIKASI KETAMIN
1)Pembedahan ortopedi minor sampai intermediet : reposisi tertutup, aff wire/ pen.
2)Dilatasi dan kuretase servik dan prosedur ginekologis minor lainnya.Prosedur kuretase serta
laparoskopi.
3)Drainase abses
4)Anestesia untuk cedera termal. Ketamin merupakan anestetik pilihan untuk pasien luka bakar, yang
meliputi prosedur ganti balut, graft kulit dan debridement pada anak dan dewasa.
5)Penggantian perban (wound dressings)
6)Bedah genitor-uriner minor: sistoskopi, biopsi vesika urinaria dan sirkumsisi.
7)Sigmodoskopi dan bedah minor anus-rektum
8) Anestesi pada pasien geriatrik dan berisiko tinggi
9) Untuk prosedur dimana kontrol jalan nafas sulit, misalnya pada koreksi skar pada luka bakar pada
leher yang sulit tidak mungkin untuk dilakukan intubasi.

KONTRAINDIKASI KETAMIN
1)Hipertensi
2)Riwayat stroke
3)Penyakit jantung iskemi
4)TIK meningkat: riwayat cedera kepala
5)Riwayat gangguan psikiatri
6)Kelainan fungsi hepar

CONTOH KASUS:
Seorang wanita, 30 tahun, BB: 50 kg. Abortus incomplete. Dijadwalkan untuk kuretase elektif.
Pemeriksaan Pra bedah:
Ax: Riwayat asma (-), hipertensi (-), alergi (-). MMT: 6 jam pre op.
PF:
T: 120/70. N: 80 x/menit. RR: 18x/menit. Temp: 37 C
Jantung: bising (-), gallop (-)
Paru : ronkhi (-), wheezing (-)

Pengelolaan anestesi:
Persiapan

: Oksigen, Alat Suction, Alat resusitasi: AMBU Bag, Orofaringeal/Nasofaringeal


airway, Laringoskop, ETT. Terpasang infus line dengan iv catheter no: 18/20.
Informed Consent.
Premedikasi : SA 0,5 mg iv. Midazolam: 3 mg iv.
Induksi
: Ketamine 50-100 mg iv. Titrasi sampai berefek. Dosis ulangan: 10-20 mg iv.
Ketamine: 1 cc: 100 mg. Ambil 1 cc dg spuit 5 cc, diencerkan dg aquades menjadi 5 cc 1 cc : 20
mg. Injeksi pelan-pelan.
Maintenance: O2 3 liter/ menit (kanul). Jaga jalan nafas: chin lift, head tilt, jaw thrust (bila perlu)
Monitoring : T, N, RR. SpO2 (bila ada), tanda-tanda hipoksia .
Recovery room: pemulihan lambat, awasi tanda-tanda hipoksia, monitoring vital sign, O2 tetap
diberikan sampai sadar penuh.

MIDAZOLAM
Agonis benzodiazepin, sifat ansiolitik, sedatif, antikonvulsif, amnesia anterograd.
Potensi 1,5 2 kali diazepam; larut dlm air; pH 3,5, stabil dlm 24 jam.
Efek CNS: Kerja di reseptor benzodiazepin spesifik di korteks, hipokampus & serebelum
melalui potensiasi interneuron depresan yg menggunakan GABA sbg neurotransmiter.
Efek KV: Minimal. SVR, pre dan after load. Hati-hati pada hipovolemia
Efek Respirasi: depresi, sensitivitas thd CO2 , diperkuat oleh opioid.

Dosis : 0,05 0,1 mg/kgBB IV rasa mengantuk & amnesia.

Efek : IV setelah 2 3 mnt., IM setelah 5 mnt., rektal 16 mnt.


Absorbsi cepat, eliminasi tergantung biotransformasi hepatik.

MIDAZOLAM

DIAZEPAM
Benzodiazepin, khasiat transquilizer.
Nyeri suntikan tromboflebitis suntikkan pada vena besar, encerkan.
Efek CNS: bervariasi, amnesia anterograd, waktu paruh lebih panjang,
bangun lebih lama.
Efek KV: minimal, hipotensi jarang
Efek Respirasi: depresi nafas ringan, hiccup/ batuk.
Dosis : Induksi : 0,2 1 mg/kgBB IV.

FENTANIL

Opioid agonis poten, turunan fenilpiperidin.


Potensi analgesik : 75 125 x morfin, 750 1250 x pethidin.
Efek CNS: ketergantungan, euforia, analgesi kuat, miosis.
Efek KV: perlambatan EKG, thd KV minimal, LJ
Efek Respirasi: depresi nafas, kekakuan otot rangka,
Efek GI: mual dan muntah, tek. Intrabilier , aksi kolinergik kuat,
Histamin release (-).
Dosis : 1 2 g/kgBB IV analgesia anestesia balans.
2 10 g/kgBB IV mencegah/mengurangi gejolak KV pd intubasi & stimulasi
bedah.
50 150 g/kgBB IV tunggal surgical anesthesia.
Onset 30 dtk., puncak 5 mnt. turun dalam 20 mnt. Mudah lewat sawar otak. Waktu paruh
189 219 mnt.
Metabolisme : hepar dealkilasi, hidroksilasi & hidrolisa amida mjd
norfentanil & desproprionilnorfentanil.
Ekskresi : empedu dan urin, 8% dlm bentuk asli.

Thank you...