Anda di halaman 1dari 15

PELAKSANAAN

SISTEM
RUJUKAN KESEHATAN

OLEH
SUSY INDRAYANI
PENGERTIAN SISTEM RUJUKAN
Rujukan adalah penyerahan tanggungjawab dari satu
pelayanan kesehatan ke pelayanan kesehatan yang
lain.
Pengertian sistem rujukan menurut Sistem Kesehatan
Nasional Depkes RI 2009, merupakan suatu sistem
penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang
melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbal
balik terhadap satu/lebih kasus penyakit atau
masalah kesehatan secara vertikal dari unit
berkemampuan kurang kepada unit yang lebih
mampu atau secara horizontal antar unit-unit yang
setingkat kemampuannya.
Syarat syarat tertentu harus dipenuhi sebelum
system rujukan dapat berfungsi secara tepat,
seperti :

Kesadaran masyarakat dalam masalah


kesehatan.
Petugas kesehatan harus memiliki pengetahuan
yang adekuat dalam strategi pendekatan resiko
dan system rujukan.
Setiap unit obstetric harus memiliki peralatan
yang tepat.
Komunikasi dan transportasi yang mudah harus
tersedia.
TUJUAN SISTEM RUJUKAN
1. Tujuan umum
sistem rujukan adalah Untuk meningkatkan
mutu, cakupan dan efisiensi pelayanan
kesehatan secara terpadu
2. Tujuan Khusus
. Meningkatkan kemampuan puskesmas dan
peningkatannya dalam rangka menangani
rujukan kasus resiko tinggi dan gawat
darurat yang terkait dengan kematian ibu
maternal dan bayi.
. Menyeragamkan dan menyederhanakan
prosedur rujukan di wayah kerja puskesmas.
SISTEM RUJUKAN terdiri dari :
1. Rujukan Medik
2. Rujukan Kesehatan.

Jenis rujukan medik :


Transfer of patient. Konsultasi penderita untuk
keperluaan diagnostic, pengobatan, tindakan
opertif dan lain lain.
Transfer of specimen. Pengiriman bahan
(spesimen) untuk pemeriksaan laboratorium
yang lenih lengkap.
Transfer of knowledge/personel. Pengiriman
tenaga yang lebih kompeten atau ahli untuk
meningkatkan mutu layanan setempat.
Rujukan Kesehatan.

Rujukan kesehatan yaitu hubungan dalam


pengiriman, pemeriksaan bahan atau
specimen ke fasilitas yang lebih mampu dan
lengkap. Ini adalah rujukan uang menyangkut
masalah kesehatan yang sifatnya pencegahan
penyakit (preventif) dan peningkatan
kesehatan (promotif). Rujukan ini mencakup
rujukan teknologi, sarana dan operasional
Ada beberapa aspek yang harus
diperhatikan dalam alur rujukan yaitu:
a. Klasifikasi Fasilitas Kesehatan.
b. Lokasi / Wilayah Kabupaten/Kota
c. Koordinasi unsur-unsur pelaksana Teknis

Alur rujukan kasus kegawat daruratan:


a. Dari Kader Dapat langsung merujuk ke:
. Puskesmas pembantu
. Pondok bersalin atau bidan di desa
. Puskesmas rawat inap d. Rumah sakit swasta / RS pemerintah
b. Dari Posyandu Dapat langsung merujuk ke:
. Puskesmas pembantu
. Pondok bersalin atau bidan di desa.
SYARAT RUJUKAN :
Rujukan harus dibuat oleh orang yang mempunyai
kompetensi dan wewenang untuk merujuk, mengetahui
kompetensi sasaran/tujuan rujukan dan mengetahui
kondisi serta kebutuhan objek yang dirujuk.
Rujukan dan rujukan balik mengacu pada standar rujukan
pelayanan medis Daerah
Agar rujukan dapat diselenggarakan tepat dan memadai
Untuk menjamin keadaan umum pasien agar tetap dalam
kondisi stabil selama perjalanan menuju ketempat rujukan
Rujukan pasien/specimen ke fasilitas pelayanan kesehatan
yang lebih tinggi dan atau lengkap
Fasilitas Pelayanan Kesehatan/tenaga kesehatan dilarang
merujuk dan menentukan tujuan rujukan atas dasar
kompensasi/imbalan dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
PERSIAPAN RUJUKAN :
Persiapan yang harus diperhatikan dalam melakukan rujukan, disingkat
BAKSOKU yang dijabarkan sebagai berikut :
B (bidang) : pastikan ibu/bayi/klien didampingi oleh tenaga kesehatan yang

kompeten dan memiliki kemampuan untuk melaksanakan kegawatdaruratan


A (alat) : bawa perlengkapan dan bahan bahan yang diperlukan, seperti spuit,

infus set, tensimeter, dan stetoskop


K (keluarga) : beritahu keluarga tentang kondisi terakhir ibu (klien) dan alas an

mengapa ia dirujuk. Suami dan anggota keluarga yang lain harus menerima Ibu
(klien) ke tempat rujukan.
S (surat) : beri surat ke tempat rujukan yang berisi identifikasi ibu (klien),

alasan rujukan, uraian hasil rujukan, asuhan, atau obat obat yang telah
diterima ibu (klien)
O (obat) : bawa obat obat esensial diperlukan selama perjalanan merujuk
K (kendaraan) : siapkan kendaraan yang cukup baik untuk memungkinkan ibu

(klien) dalam kondisi yang nyaman dan dapat mencapai tempat rujukan dalam
waktu cepat
U (uang) : ingatkan keluarga untuk membawa uang dalam jumlah yang cukup

untuk membeli obat dan bahan kesehatan yang di perlukan di temapat


rujukan.
KEUNTUNGAN SISTEM RUJUKAN
Pelayanan yang diberikan sedekat mungkin ke
tempat pasien, berarti bahwa pertolongan dapat
diberikan lebih cepat, murah dan secara psikologis
memberi rasa aman pada pasien dan keluarga
Dengan adanya penataran yang teratur diharapkan
pengetahuan dan keterampilan petugas daerah
makin meningkat sehingga makin banyak kasus yang
dapat dikelola di daerahnya masing masing.
TINGKAT RUJUKAN
Menetukan kegawatdaruratan pada tingkat kader, bidan
desa, pustu dan puskesmas :
1. Pada tingkat Kader
Bila ditemukan penderita yang tidak dapat ditangani
sendiri maka segera dirujuk ke fasilitas pelayanan
kesehatan terdekat karena mereka belum dapat
menetapkan tingkat kegawatdaruratan.
2. Pada tingkat bidan desa, puskesmas pembantu dan
puskesmas
Tenaga kesehatan harus dapat menentukan tingkat
kegawatdaruratan kasus yang ditemui. Sesuai dengan
wewenang dan tanggung jawabnya mereka harus
menentukan kasus mana yang boleh ditangani sendiri
dan kasus mana yang harus dirujuk.
MENENTUKAN TEMPAT TINGKAT RUJUKAN
Prinsip dalam menentukan tempat rujukan adalah
fasilitas pelayanan yang mempunyai kewenangan
terdekat, termasuk fasilitas pelayanan swasta dengan
tidak mengabaikan kesediaan dan kemampuan penderita.
Memberikan informasi kepada penderita dan
keluarganya perlu diberikan informasi tentang
perlunya penderita segera dirujuk mendapatkan
pertolongan pada fasilitas pelayanan kesehatan yang
lebih mampu
Mengirimkan informasi pada tempat rujukan yang
ditunju melalui telepon atau radio komunikasi
pelayanan kesehatan yang lebih mampu.
TERIMA KASIH