Anda di halaman 1dari 11

ANATOMI FARING

Oleh :
Ida Yosopa, S. Ked
NIM. FAB 116 003

Pembimbing:
dr. Nunun Chatra Kristinae, Sp. THT-KL

BAGIAN/SMF KESEHATAN THT


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS PALANGKARAYA/RSUD DORIS SYLVANUS
FEBRUARI
2017
FARING

Nasofaring Orofaring Laringofaring


FARING

Respirasi Proteksi

Artikulasi Menelan
NASOFARING
Batas :
Depan : Koana
Atas : Basis Cranii
Belakang : Vertebra servikal
Lateral : Dinding medial leher
Bawah : Palatum mole

Bangunan :
Ostium tuba
Adenoid
Fossa Rosenmulleri
Ismus nasofaring
Torus tubarius
OROFARING (MESOFARING)
Batas :
Depan : Kavum oris
Atas : Palatum mole
Belakang : Vertebra servikal 2, 3
Lateral : Dinding medial leher
Bawah : Epiglotis
Bangunan :
Tonsila palatina
Fossa supratonsil
Tonsila lingualis
LARINGOFARING (HIPOFARING)
Batas :
Depan : Epiglotis
Atas : orofaring (tepi atas epiglotis)
Belakang : vertebra servikal 3,4,5,6
Lateral : dinding medial leher
Bawah : bagian depan : Cricoid
bagian belakang : Porta
Esofagus
CINCIN WALDEYER
(WALDEYER RING)

Fungsi: proteksi /
pertahanan tubuh
VASKULARISASI DAN
PERSARAFAN FARING
Arteri
Perdarahan utama berasal dari cabang arteri karotis eksterna
A. pharyngea ascendens
A. palatina ascendens
A. facialis
A. maxillaris
A. lingualis
Vena
Superior : plexus pterigoid
Inferior : vena jugularis interna
Persafaran
Plexus pharyngeus yang dibentuk oleh cabang-cabang nervus
Glossopharyngeus, n. vagus, dan n. symphaticus
REFERENSI
Soepardi EA, Iskandar N, Bashiruddin J, Restuti RD.
Buku ajar ilmu kesehatan telinga hidung tenggorok
kepala dan leher. Balai penerbit FKUI. Jakarta: 2007; p
231-234.
Snell. Richard S. 2010. Anatomi Klinik untuk
Mahasiswa Kedokteran. Penerbit EGC : Jakarta p 805-
12
Sobotta. 2011. Atlas Anatomi Manusia. Editor R. Puts
dan R. Pabst. Ed 22. Penerbit EGC : Jakarta
Sherwood, Lauralee. 2010. Fisiologi Manusia. Ed 7.
Penerbit EGC : Jakarta
Terima kasih