Anda di halaman 1dari 29

HAK DAN KEWAJIBAN

WARGA NEGARA
KESADARAN akan hak dan kewajiban
sangatlah PENTING, seseorang yang
semestinya memiliki hak namun ia tidak
menyadarinya, maka akan membuka
peluang bagi pihak lain untuk
menyimpangkannya.
Banyak literatur yang mendefinisikan hak
asasi sebagai hak-hak dasar yang dibawa
manusia sejak lahir sebagai anugerah dari
Tuhan Yang Maha Kuasa. Definisi itu
menimbulkan pertanyaan penting yaitu
Apakah sebelum lahir, janin yang ada di
dalam perut tidak memiliki hak asasi?
Pengertian hak asasi manusia sebagaimana tercantum
dalam Undang- Undang Republik Indonesia Nomor
39 Tahun 1999 Pasal 1 yang menyebutkan: Hak
Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat
pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk
Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya
yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh
negara, hukum dan Pemerintahan, dan setiap orang
demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat
manusia.
Pembedaan rakyat berdasarkan hubungan daerah tertentu
didalam suatu negara adalah :
Penduduk
Adalah mereka yang bertempat tinggal atau berdomisili di
dalam suatu wilayah negara (menetap) Biasanya
penduduk adalah mereka yang lahir secara turun temurun
dan besar didalam suatu negara tertentu

Bukan Penduduk
Adalah mereka yang berada dalam suatu wilayah negara
hanya untuk sementara waktu. Contohnya para turis

Antara penduduk dan bukan penduduk dapat dibedakan berdasarkan


hak dan kewajiban. Misalnya hanya penduduk saja yang berhak
memiliki KTP
Hak dan Kewajiban Warganegara Indonesia
diatur dalam UUD 1945 dalam pasal-pasal
berikut :

1. Kesamaan kedudukan dalam


hukum dan pemerintahan (Pasal 27
ayat 1) (Cacat tidak menghalangi
hak dan kedudukan)
2. Hak atas pekerjaan dan
penghidupan yang layak bagi
kemanusiaan (Pasal 27 ayat 2)
3. Setiap Warga negara berhak dan
ikut serta dalam upaya pembelaan
negara ( Pasal 27 ayat 3 )
KEWAJIBAN WARGA NEGARA MEMBAYAR PAJAK
( WAJIB PAJAK )
3) Hak dan Kewajiban Bela Negara. (Pasal 27 ayat 3)
4) Hak Kemerdekaan Berserikat dan Berkumpul (Pasal 28 UUD 45)
5) Kewajiban menghormati HAM
orang lain ( Pasal 28 J, UUD
1945) ( Khusus HAM
pasal 28 AJ )

6) Hak Kemerdekaan Memeluk


Agama dan beribadat
( 29 UUD 1945, ayat 2 )

7) Hak Mendapat Pengajaran


(Pasal 31 ayat 1)
8) Kewajiban semua warga
negara mengikuti pendidikan
dasar dan kewajiban
pemerintah membiayainya .
(Pasal 31 ayat 2).
9) Hak Kesejahteraan Sosial (Pasal 33 dan 34).
Bagaimana dengan hak-hak anak jalanan ? Kewajiban siapa ?
Kartu tanda penduduk sebagai warganegara
Republik Indonesia
PEMBEDAAN RAKYAT BERDASARKAN
HUBUNGAN DENGAN PEMERINTAH
NEGARA

Warga Negara
Adalah mereka yang berdasarkan hukum tertentu
merupakan anggota dari suatu negara atau dengan kata
lain mereka yang menurut undang-undang atau perjanjian
diakui sebagai warga negara atau melalui proses
naturalisasi
Bukan Warga Negara
Adalah mereka yang berada dalam suatu negara tetapi
secara hukum tidak menjadi anggota negara yang
bersangkutan, namun tunduk pada pemerintahan dimana
mereka berada (orang asing), seperti Duta Besar, Konselor
Antara Warga Negara dan Bukan Warga Negara dapat
dibedakan berdasarkan hak dan kewajibannya, misalnya
warga negara dapat mengikuti pemilu sedangkan bukan
warga negara tidak
ASAS KEWARGANEGARAAN

Ius Soli
Asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang menurut
daerah atau negara tempat di mana ia dilahirkan.
Contoh: Seseorang yang dilahirkan di negara A maka ia akan
menjadi warga negara A, walaupun orang tuanya adalah warga
negara B.
Asas ini dianut oleh negara Inggris, Mesir, Amerika
Ius Sanguinis
Asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang menurut
pertalian darah atau keturunan dari orang yang
bersangkutan. Jadi, yang menentukan kewarganegaraan
seseorang ialah kewarganegaraan orang tuanya, dengan
tidak mengindahkan di mana ia sendiri dan orang tuanya
berada dan dilahirkan.
Contoh: Seseorang yang dilahirkan di negara A, tetapi orang
tuanya warga negara B, maka orang tersebut tetap menjadi
warga negara B (dianut oleh negara RRC).
WARGA NEGARA INDONESIA MENURUT
UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2006

Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundangan atau


berdasarkan perjanjian Pemerintah Republik Indonesia dengan negara
lain sebelum Undang-undang ini berlaku sudah menjadi Warga Negara
Indonesia.
Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu
Warga Negara Indonesia.
Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah Warga
Negara Indonesia dan ibu warga negara asing.
Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga
negara asing dan ibu Warga Negara Indonesia.
Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga
Negara Indonesia, tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan
atau hukum negara asal ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan
kepada anak tersebut.
anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah
ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya Warga
Negara Indonesia.
anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga
Negara Indonesia.
Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang
pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan
ibunya.
Anak yang baru lahir yang ditemukan di Wilayah Negara
Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahu.
Anak yang lahir di Wilayah Negara Republik Indonesia apabila
ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak
diketahui keberadaannya.
Anak yang dilahirkan di luar wilayah negara Republik Indonesia
dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia yang karena
ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan
memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan.
anak dari seorang ayah atau. ibu yang telah dikabulkan
permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya
meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau
menyatakan janji setia.
Anak Warga Negara Indonesia yang lahir di luar perkawinan
yang sah, belum berusia 18 (delapan betas) tahun atau belum
kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang
berkewarganegaraan asing tetap diakui sebagai Warga Negara
Indonesia.
Anak Warga Negara Indonesia yang belum berusia 5 (lima)
tahun diangkat secara sah sebagai anak oleh warga negara
asing berdasarkan penetapan pengadilan tetap diakui sebagai
Warga Negara Indonesia.
ASAS KEWARGANEGARAAN
REPUBLIK INDONESIA
Asas Ius Sanguinis (law of the blood) adalah asas yang
menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan
keturunan, bukan berdasarkan negara tempat kelahiran.
Asas Ius Soli (law of the soil) adalah asas yang
menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan
negara tempat kelahiran, yang diberlakukan terbatas
bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur
dalam Undang-Undang
Asas Kewarganegaraan Tunggal adalah asas yang
menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang.
Asas Kewarganegaraan Ganda Terbatas adalah asas
yang menentu-kan kewarganegaraan ganda bagi anak-
anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam
Undang-Undang
Asas Kepentingan Nasional adalah asas yang menentukan bahwa
peraturan kewarganegaraan mengutamakan kepentingan nasional
Indonesia, yang bertekad mempertahankan kedaulatannya sebagai negara
kesatuan yang memiliki cita-cita dan tujuannya sendiri.
Asas Perlindungan Maksimum adalah asas yang menentukan bahwa
pemerintah wajib memberikan perlidungan penuh kepada setiap Warga
Negara Indonesia dalam keadaan apapun baik di dalam maupun di luar
negeri.
Asas Persamaan di dalam Hukum dan Pemerintahan adalah asas
yang menentukan bahwa setiap Warga Negara Indonesia mendapatkan
perlakuan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan.
Asas Kebenaran Substantif adalah prosedur pewarganegaraan
seseorang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga disertai substansi
dan syarat-syarat permohonan yang dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya.
Asas Non Diskriminatif adalah asas yang tidak membedakan perlakuan
dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara atas dasar
suku, ras, agama, golongan, jenis kelamin dan gender.
Asas Pengakuan dan Penghormatan terhadap HAM adalah asas
yang dalam segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara
harus menjamin, melindungi, dan memuliakan hak asasi manusia pada
umumnya dan hak warga negara pada khususnya.
Asas Keterbukaan adalah asas yang menentukan bahwa dalam segala
hal ihwal yang berhubungan dengan warga negara harus dilakukan secara
terbuka.
Asas Publisitas adalah asas yang menentukan bahwa seseorang yang
memperoleh atau kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia agar masyarakat
mengetahuinya.
PROSES PEWARGANEGARAAN
INDONESIA
Permohonan. Permohonan Pewarganegaraan menurut UU No 12
Tahun 2006 dapat diajukan oleh pemohon jika memenuhi persyaratan
sebagai berikut:
Telah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin.
Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di
wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima ) tahun
berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh puluh) tahun tidak
berturut-turut.
Sehat jasmani dan rohani.
Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945.
Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang
diancam dengan pidana penjara 1 (satu) tahun atau lebih.
Jika dengan memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia,
tidak menjadi berkewarganegaraan ganda.
Mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap.
Membayar uang pewarganegaraan ke Kas Negara.
Pernyataan Menjadi Warga Negara Indonesia

Pernyataan dilakukan oleh Warga negara asing yang kawin secara


sah dengan Warga Negara Indonesia di hadapan Pejabat
Pernyataan dilakukan apabila yang bersangkutan sudah bertempat
tinggal di wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5
(lima) tahun berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun
tidak berturutturut.
Diberikan Kewarganegaraan Indonesia
Orang asing yang telah berjasa kepada Negara Republik Indonesia
atau dengan alasan kepentingan negara dapat diberi
Kewarganegaraan Republik Indonesia oleh Presiden setelah
memperoleh pertimbangan DPR.
Penetapan Pengadilan
Anak warga negara asing yang belum berusia 5 (lima) tahun yang
diangkat secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh
Warga Negara Indonesia
Dengan Sendirinya Menjadi Warga Negara Indonesia
Anak yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin,
berada dan bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia,
dari ayah atau ibu yang memperoleh Kewarganegaraan Republik
Indonesia
KEHILANGAN KEWARGANEGARAAN
INDONESIA

memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya


sendiri.
tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan
lain.
dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden
atas permohonan-nya sendiri, yang bersangkutan sudah
berusia 18 (delapan betas) tahun atau sudah kawin,
bertempat tinggal di luar negeri.
masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih
dahulu dari Presiden.
secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang
jabatan dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan hanya
dapat dijabat oleh Warga Negara Indonesia
secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia
kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut
tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang
bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing
mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara
asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda
kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas
namanya
bertempat tinggal di luar wilayah Negara Republik Indonesia selama
5 (lima) tahun terus-menerus bukan dalam rangka dinas negara,
tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan
keinginannya untuk tetap menjadi Warga Negara Indoilesia sebelum
jangka waktu 5 (lima) tahun itu berakhir, dan setiap 5 (lima) tahun
berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan ini
dengan tetap menjadi Warga Negara Indonesia kepada Perwakilan
Republik Indonesia yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal
yang bersangkutan, padahal Perwakilan Republik Indonesia
tersebut telah memberitahukan secara tertulis kepada yang
bersangkutan, sepanjang yang bersangkutan tidak menjadi / tanpa
kewarganegaraan
CONTOH HAK DAN KEWAJIBAN WARGA
NEGARA DALAM PELAKSANAAN DEMOKRASI

Hak dibidang Politik


hak untuk memilih dipilih, mendirikan dan memasuki suatu
organisasi sosial politik, dan ikut serta dalam pemerintahan.
Hak dibidang Pendidikan
hak untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan karir
pendidikan, mendirikan lembaga pendidikan swasta, dan ikut
serta menangani pendidikan.
Hak dibidang Ekonomi
hak untuk memperoleh pekerjaan, memperoleh penghidupan
yang layak, hak memiliki barang, dan hak untuk berusaha.

Hak dibidang Sosial Budaya


hak untuk mendapat pelayanan sosial, kesehatan, pendidikan
penerangan hak untuk mengembangkan bahasa, adat-istiadat
dan budaya daerah masing-masing, dan hak untuk mendirikan
lembaga sosial budaya.
SEKIAN TERIMA
KASIH
TUGAS PERORANGAN
BUAT JAWABAN 6 PERTANYAAN YANG
BERKAITAN DENGAN PERSOALAN TTG
KEWARGANEGARAAN
TIME NEW ROMAN, 12, SPASI 1,5
KIRIM VIA EMAIL
dulkadirshmh@gmail.com
Batas kirim Sabtu tgl 21 Nopember 2015
( Tugas perorangan )
KASUS KEWARGANEGARAAN

1 ) Kelahiran
Contoh Kasus:
Seorang Laki-laki bernama Jack ( Warga Negara Brazil )
menikah dengan Seorang perempuan bernama Perry ( Warga
Negara Venezuela ) di Jakarta (Indonesia) dan diakui oleh negara
bahwa perkawinannya sah. Jack telah bertempat tinggal di Jakarta (
Indonesia ) selama 2 tahun sedangkan Perry bertempat tinggal di
Jakarta ( Indonesia ) juga selama 1 tahun. Setelah menikah mereka
dikaruniai anak yang diberi nama Alexander Jack. Alexander Jack
dilahirkan di Negara Indonesia. Menurut UU yang berlaku di Negara
Indonesia apakah anak Tersebut dapat memperoleh
kewarganegaraan Indonesia ..?
2. Pengangkatan
Contoh Kasus:
Pada tahun 1997, Patrick Patricio ( Warga Negara Uruguay ) menikahi
seorang gadis yang bernama Sulis ( Warga Negara Indonesia ). Setelah 3
tahun menikah akhirnya mereka dikaruniai anak laki-laki yang diberi nama
Belize. Apakah Belize dapat diangkat secara sah menjadi Warga Negara
Indonesia?

3. Pewarganegaraan
Contoh Kasus:
Van Sebastian Conquer adalah seorang warga negara belanda yang
tinggal di Jakarta yang berprofesi sebagai pemain sepak bola divisi Utama
Indonesia. Van telah 5 tahun bertempat tinggal di Indonesia. Van juga sudah
mulai lancar berbahasa Indonesia. Apakah Van bisa menjadi Warga
Indonesia jelaskan ..?
4. Perkawinan
Contoh Kasus:
Alberto Goncalves merupakan pemain Persipura
Jayapura yang telah merumput di Papua Selama 5
Tahun. Goncalves merupakan Warga Negara Brazil.
Pada tahun 2007 Goncalves memutuskan untuk
melepas masa lajang nya dengan seorang gadis asal
Garut yang bernama Asmirandah. Mereka akhirnya
menikah di Bandung, Jawa Barat. Apakah alberto
mendapat kewarganegaraan Indonesia?
5. Pemberian Kewarganegaraan
Contoh Kasus:
Guus Hiddink adalah Seorang Warga Negara Belanda yang bertempat
tinggal di Korea Selatan. Guss bekerja sebagai seorang pelatih sepak bola.
Karena keberhasilan nya membawa Club-Club dan Tim-Tim besar menjadi Club
dan Tim yang hebat akhirnya Guss dipanggil untuk melatih Korea Selatan. Apakah
Guus dapat diberi kewarganegaraan oleh negara.?

6. Ikut Ayah/Ibu
Contoh Kasus:
Pada tahun 1993, Bejo menikahi gadis asal lampung yang bernama Clara.
Bejo dan Clara akhirnya sah menjadi suami istri pada 17 April 1993. Mereka
menikah di Yogyakarta karena Bejo berasal dari Yogyakarta. Setelah menikah
selama 2 tahun akhirnya Bejo dan Clara di karuniai anak laki-laki yang bernama
diberi nama Philip. Apakah Philip dapat menjadi warga negara Indonesia.apa
persyaratan menjadi warga negara indonesia sesuai Undang-undang.?