Anda di halaman 1dari 64

PEMBEKALAN MAHASISWA KKN

UNIVERSITAS JEMBER
ANGKATAN I TA 2016/2017
JANUARI 2017

PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA


Oleh:

Dr. Gaguk Jatisukamto, S.T., M.T.


Jurusan Teknik Mesin FT UNEJ

Email: gagukjtsk@yahoo.co.id
gagukjt@gmail.com
HANDICRAFT
DARI BAHAN BIJI-BIJIAN
HANDICRAFT
DARI BAHAN KAIN PERCA
LIMBAH KAYU
KELAPA & SABUT
KELAPA
JERAMI PADI
BOTOL BEKAS
KERAJINAN
PELEPAH PISANG
PRODUK PERIKANAN
DIVERSIFIKASI PRODUK
PERIKANAN PENGEMBANGAN
Penganekaragaman jenis produk PRODUK
olahan bahan baku IKAN yang Proses penciptaan produk-produk
belum/sudah dimanfaatkan baru (dapat berupa produk inovatif,
produk modifikatif, dan produk
imitatif
HASIL SAMPING
PRODUK PERIKANAN
Bagian komoditi hasil perikanan
tidak TERMANFAATKAN (kulit,
sisik, tulang, pancreas, hati,
kepala, gonad, gelembung renang,

PRODUK PERIKANAN
Ikan, moluska, dan krustase
NILAI TAMBAH
(shellfish), rumput laut (seaweed), (VALUE ADDED)
microalga, dan biota lainnya baik Semua bentuk proses manual /
yang hidup di air tawar maupun air mekanikal yang berubah bentuk baru
laut penampakkan, tekstur, taste, dan
flavor/cita rasa

18
INFORMASI YANG DIPERLUKAN UNTUK
PENGEMBANGAN PRODUK:

Peluang pasar,
Food habit
Target pemakai
Kondisi sosial
Sistem distribusi
Pesaing yang ada
Teknologi yang ada
versi harga
ASPEK YANG MEMPENGARUHI NILAI TAMBAH

1. SUPPLY BAHAN BAKU YANG MELIMPAH

2. ADANYA FAKTOR YANG MEMUNGKINKAN DARI BAHAN BAKU

3. KUALITAS BAHAN BAKU YANG CEPAT RUSAK SEHINGGA


PERLU PENANGANAN SEGERA UNTUK MEMPERTAHANKAN
MUTU

4. INOVASI TEKNOLOGI PROSES YANG ADA

20
PENINGKATAN NILAI TAMBAH BEREFEK POSITIF PADA

1. MININGKATKAN PROFIT USAHA

2. MEMPERLUAS KONSUMSI

3. MERUBAH POLA HIDUP

4. MENINGKATKAN KONSUMSI GIZI

21
PENGEMBANGAN PRODUK BARU
A. EVOLUSI DARI PRODUK YANG SUDAH ADA
1. Produk yang ditempatkan kembali
2. Produk yang disikluskan kembali
3. Perbaikan penampilan atau bentuk
4. Peningkatan kinerja
5. Perbaikan konstruksi kemasan
6. Perubahan harga atau nilai
7. Perubahan pola distribusi
8. Kombinasi dari beberapa unsur diatas

B.PERLUASAN HAK KELOLA MERK / PRODUK


1. Perluasan jalur merek
2. Pendampingan merek
3. Kategori baru untuk merek

C. MASUKAN BARU DARI PRODUK YANG SUDAH


ADA

D. KATEGORI BARU

E. BISNIS BARU 22
KEANEKARAGAMAN
PRODUK OLAHAN
HASIL PERIKANAN

23
PANTAI PUGER, JEMBER, JATIM
Potensi perikanan (laut) Indonesia:
6,7 juta ton (48% baru dimanfaatkan).

Tindakan Yang Perlu


Dilakukan:
1) Implementasi teknologi tepat guna olahan hasil
laut
2) Perlu transfer ilmu pengetahuan pada
masyarakat pesisir
3) Teknologi Olahan Hasil Laut (dendeng, abon,
kerupuk ikan/ cumi, teknologi pemanfaatan
asap cair (pengawet ikan (segar & olahan) .
Permasalahan:
1) Bagaimana mengolah potensi perikanan tangkap
hasil laut produk olahan unggulan daerah ?

2) Mengapa tidak banyak produk lokal hasil laut yang


diproduksi dalam skala UMKM ?

3) TTG olahan hasil laut apa yang cocok diterapkan


untuk masyarakat pesisir? Bagaimana caranya?

4) Strategi apa yang bisa menggandeng mitra kerja


sehingga TTG tetap berlanjut dan berkembang?
Potensi Hasil Perikanan

PASAR DOMESTIK
JENIS PERMINTAAN
Ikan Kembung, mujair, lele,
Konsumsi RT patin, tongkol, udang dan cumi-
cumi

Hotel, Restauran Lobster, cumi-cumi, udang,


baronang, kerapu
dan Catering

Ikan tuna, kakap, udang,


Industri Olahan sardin, dan rumput laut
Potensi Hasil Perikanan

JENIS
PASAR PERMINTAAN
EKSPOR
Ikan patin, tuna,
udang, dan rumput
laut

28
Pengolahan Hasil
Perikanan
Kerusakan karena:
Degradasi mikrobiologis
Ikan & hasil
Aktivitas Enzim
perikanan lainnya
merupakan bahan
pangan yang
mudah rusak PENGOLAHAN

29
Pengolahan Hasil
Perikanan
Produksi ikan
yang diolah
23-47% Cara pengolahan
tradisional lebih
dominan
Sisanya dijual dalam dibandingkan
bentuk segar atau dengan cara
diekspor modern

30
PENGOLAHAN HASIL
PERIKANAN

31
PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN

32
Produk Fermentasi

Degradasi
makromolekul Kecap Ikan
(protein) menjadi Peda
senyawa-senyawa
Bekasang
yang lebih
sederhana (termasuk Terasi
senyawa citarasa) Petis Ikan

33
Produk Fermentasi (KECAP IKAN)

34
Produk Fermentasi (Terasi)

35
Bakso

36
Nuget & Sosis

37
PENGERINGAN
(1)
1. Produk & hasil pertanian kadar air
tinggi.

2. Penggunaan untuk waktu lama setelah


panen kadar air tinggi
menyebebabkan kerusakan.

3. Kadar air tinggi kegiatan fisiologi &


enzimatik tinggi tumbuh jamur &
bertunas / berkecambah.
1) Pengeringan menurunkan kadar air
produk aman untuk disimpan.

2) Penurunan kadar air proses


pemindahan air dari dalam produk ke
udara bebas.
Pengeringan

Air menguap Media pemanas dan


Produk pertanian keluar pembawa uap air ,
dengan kandungan air biasanya udara

Panas masuk
ke produk

Proses pengeringan merupakan proses perpindahan panas dari media pemanas (udara)
kedalam produk disertai dengan proses perpindahan uap air keluar dari produk. Media
pemanas sekaligus berfungsi pembawa uap air pergi meninggalkan produk. Media
pembawa panas biasanya berupa udara yang dipanasi, tetapi dapat juga partikel padat
(pasir ).
Cara pengeringan
Pengeringan alamiah pemanfaatan panas
matahari.

Penjemuran Langsung

Penjemuran Langsung
Dengan Media
(dengan kaca, plastik)

Penjemuran Tidak
Langsung (aliran udara
konveksi alami)
Cara pengeringan (2)
1) Penjemuran murah sumber
energinya
2) Tergantung iklim. Banyak produk
saat panen raya justru pada nusim
hujan
3) Suhu tidak terkendali sehingga
sering menurunkan kualitas

4) Beberapa komoditi tetap dilakukan


dengan penjemuran (buah anggur
untuk kismis).

5) Beberapa komoditi tetap dilakukan


dengan penjemuran (buah anggur
untuk kismis).

6) Dikombinasi dengan pengeringan


buatan bersumber panas
pembakaran
Cara pengeringan
1) Pengeringan buatan menghasilkan produk
berkualitas, suhu terkendali, laju bisa dipercepat.

2) Tidak tergantung iklim dan cuaca (tidak harus


siang hari tetapi bisa malam hari).

3) Biaya pengeringan tinggi terutama bahan bakar.

4) Cocok untuk komoditas tinggi.

5) Ukuran dan kapasitas dapat dibuat besar.


Modifikasi penjemuran

Kaca/plastik bening
Udara panas

Kasa untuk
aliran angin
Produk
perta nian

Kaca/plastik bening

Plat hitam

Penjemuran dengan tutup plastik Alat pengering dengan solar kolektor. Sumber panas dapat
atau kaca disertai dengan jalan dikombinasi dengan pemanas buatan. Produk pertanian
angin. dapat disusun dalam rak rak sehingga mudah pemasukan
dan pengeluarannya.
Prinsip pengering buatan

Produk
pertanian

Blo
Ruang pemerata Pipa pembawa Pemanas wer

Pengering buatan kotak/ bed dryer/ batch dryer.


Asap

Udara panas
Udara Udara panas Udara
Asap Asap

Tungku Tungku
pemanas pemanas

Pemanasan direct atau Pemanasan indirect atau tak


langsung, asap bercampur langsung, asap terpisah dari
dengan udara pemanas. udara pemanas.
Pengemasan
Fungsi Pengemasan:
Mengisolasi isi kemasan dari atmosfir bebas
sehingga tercipta lingkungan yang sesuai:

1) Dari kelembaban udara yang kurang sesuai,


tinggi atau rendah.
2) Dari komposisi udara yang tidak sesuai (MA, CA).
3) Dari kontaminasi mikrobia/jamur.
4) Dari kotoran dan debu.
5) Dari cahaya terutama ultraviolet.
6) Dari kerusakan mekanis dan fisik.
Pengemasan
Fungsi Pengemasan:
1) Menciptakan satuan untuk penjajaan
(tepung satu kantong, beras satu karung).
2) Memudahkan transportasi.
3) Estitika dan keindahan.
4) Ciri produk, identitas produk.
5) Tempat informasi, merek, nutrisi, kedalu
warso, cara penggunaan, dsb.
Pengemasan
Bentuk/Sifat Pengemasan:

1) Flexible/luwes yaitu kemasan dengan


bentuk yang tidak tetap, mudah ditekuk,
dilipat.

2) Rigid/tegar yatiu kemasan dengan bentuk


tetap, kaku dan tegar.
Pengemasan (4)
Bahan Pengemas:
1). Bahan Pengemas Daun
a) Merupakan bahan kemas tradisional,
b) Kadang untuk memberi citarasa daun,
aroma daun (pepes dibungkus daun lebih
enak),
c) Tidak kedap terhadap lingkungan udara
bebas, ramah lingkungan, biogradable.
d) Mudah terkontaminasi, sekadar untuk
memudahkan trasnportasi, sebagai satu-
an penjajaan, tempat makan (dulu).
Pengemasan (5)
2). Bahan Pengemas Tanah liat, keramik.
a) Tanah liat yang dibakar, gerabag,
b) Lebih bersifat tradisional, arts,
c) Tidak kedap udara dan kelembaban, bisa
kedap cahaya,
d) Satuan kurang standard,
e) Kurang ramah lingkungan
f) Peka terhadap kerusakan mekanik/fisik.
Pengemasan (6)
3). Bahan Pengemas Gelas
a) Dibuat dari silika, bahan inert,
b) Lebih tahan mekanik dan fisik,
c) Dapat dibuat artistik,
d) Kedap udara dan lembab, namun
tidak kedap cahaya,
e) Dapat menapilkan isi sehingga
menarik pembeli.
f) Bisa didaur ulang, tidak biogradable.
Pengemasan (7)
4). Bahan Pengemas Kertas
a) Dibuat dari bahan pertanian sehingga
ramah lingkungan, dapat didaur ulang dan
biogradable,
b) Tidak kedap massa, udara, air, sedikit
cahaya,
c) Printable, bisa dibubuhkan informasi.
Pengemasan (8)
5). Bahan Pengemas Plastik
a) Dibuat dari bahan minyak, termasuk
kurang ramah lingkungan, dapat didaur
ulang dan tidak biogradable,
b) Dikembangkan plastik dari bahan hayati,
lebih ramah dan biogradable,
c) Agak kedap udara, air, sedikit cahaya,
masih permeabel dapat dilewati uap,
udara, tidak mudah bereaksi dengan isi.
Pengemasan (9)
6). Logam (aluminium, stainless steel)
a) Tidak ramah lingkungan, tidak bio-
gradable, dapat didaur ulang,
b) Mutlak kedap air, gas, udara/uap air dan
cahaya, kurang inert,
c) Kuat terhadap kerusakan mekanik/fisik
d) Dapat dibentuk menjadi lembaran luwes
(aluminium foil)
Pengemasan (10)
7). Kombinasi/multilayer
a) Gabungan kertas, plastik dan logam luwes/
flexible sheet,
b) Menggabungkan kelebihan masing masing
bahan sehingga printable, kedap mutlak,
glosi, dan kuat,
c) Bahan kemasan masa depan.
Penyimpanan (1)
a) Produksi bahan pertanian bersifat musiman,
diproduksi pada musim tertentu,
b) Konsumsi relatif konstan sepanjang tahun,
c) Penyimpanan dapat menjadi buffer antara
supply dan demand,
d) Penyimpanan berfungsi dan berupaya untuk
memperpanjang umur simpan,
e) Sudah menerima perlakuan untuk memper-
panjang umur simpan (pengeringan, pem-
bersihan, pengupasan, pengecilan, dsb)
Penyimpanan (2)
a) Penyimpanan dilakukan secara curah
(bulk, pada biji bijian), dalam wadah
(container) atau sudah terkemas.
b) Selama dalam penyimpanan produk masih
dapat melakukan respirasi, transpirasi.
c) Kelembaban udara dapat menyebabkan
kadar air bahan naik sehingga mudah
terancam jamur dan mikrobia,
d) Banyak musuh antara lain serangga, tikus,
burung dan manusia.
Penyimpanan (3)
a) Untuk mengatasi respirasi dan transprasi dapat
diterapkan cara penyimpanan disertai dengan
pendinginan.

b) Untuk mengatasi kelembaban dan kenaikan kadar


air dilakukan penghembusan udara kering (aerasi)
secara periodik sehingga kadar air relatif konstan.

c) Dapat menggunakan bahan penyerap


kelembaban, namun untuk volume kecil.

d) Menggunakan bahan anti serangga, tikus dan


meningkatkan keamanan.
IPTEKDA LIPI

USULAN KEGIATAN IPTEKDA LIPI


(Program Bottom-Up Tahun 2006)

PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK


MENINGKATKAN MUTU IKAN PASCA
TANGKAPAN
SEBAGAI UPAYA MEMBUKA LAPANGAN KERJA
BAGI IBU-IBU NELAYAN DI KAWASAN PANTAI
PUGER JEMBER

Dr. Gaguk Jatisukamto, ST, MT


KERAJINAN BATU BATA