Anda di halaman 1dari 17

Pembimbing

dr. Laila Sylvia Sari, Sp.KJ

Oleh
Taufik Hidayah

KKS Ilmu Kesehatan Jiwa


RSUD Embung Fatimah Batam
Batam
2014
Pendahuluan
Psikotropik : obat yang mempengaruhi fungsi
perilaku, emosi, dan pikiran yang biasa digunakan
dalam bidang ilmu psikiatri atau ilmu kedokteran
jiwa.1
Golongan obat Psikotropik berdasar kegunaan klinik:
1. Antipsikosis (major tranquilizer, neuroleptik)
2. Antiansietas (minor tranquilizer)
3. Antidepresi
4. Antimania (mood stabilizer)
lanjutan
Mood Stabilizer gangguan bipolar
Gangguan bipolar suatu penyakit mental yang
serius yang ditandai dengan perubahan mood yang
ekstrim, dari mania ke depresi.2
Definisi
Antimania (mood stabilizer) obat yang kerjanya
terutama mencegah naik turunnya mood pada pasien
gangguan bipolar (sindrom manic-depresi).1
Gangguan bipolar tidak dapat disembuhkan, namun
dapat diobati dengan efektif dengan pengobatan
jangka panjang.3
Obat mood Stabilizer :
litium karbonat
Antikonvulsan (Karbamazepin, Asam Valproat)
antipsikosis atipikal (olanzapin)
Hipotesis : sindrom mania disebabkan oleh tingginya
kadar serotonin dalam celah sinaps neuron, khususnya
pada system limbic, yang berdampak terhadap
dopamine receptor supersensitivity.5
Mekanisme Kerja
Litium : mengurangi dopamine receptor
supersensitivity, dengan meningkatkan cholinergic-
muscarinic activity, dan menghambat Cylic AMP
(adenosine monophosphate) dan phosphoinositides5
Asam Valproat : Valproat menyebabkan
hiperpolarisasi potensial istirahat membrane neuron,
akibat peningkatan daya konduksi membrane untuk
kalium.1
Lanjutan
Olanzapin : memiliki afinitas terhadap reseptor
dopamine (D2, D3, D4 dan D5), reseptor serotonin
(5HT2), muskarinik, histamine (H1) dan reseptor alfa.1
Indikasi
Litium :
obat untuk gangguan bipolar terutama pada fase manic
Di kombinasi dengan obat lain (As. Valproat,
Olanzapin) mula kerja litium lama
Fase depresi bipolar dikombinasi dengan
antidepresan
Asam valproat :
Indikasi utama obat antikonvulsan
Menstabilkan mood
Lanjutan
Olanzapin :
Indikasi utama gejala negatif maupun positif
skizofrenia
Mood stabilizer
Efek samping
Litium : kadar serum (0,8-1,2 mEq/L). 1,5
Saraf :
Tremor halus, koreatetosis , ataksia, disartria, afasia, dan
kejang . 1,4,5
Gastrointestinal :
mual, muntah, diare, feces lunak.5
Tiroid : hipotiroid
Ginjal : polidipsi dan poliuria
Lanjutan
Asam Valproat :
SSP : kantuk, ataksia dan tremor. 1
Gatrointestinal : anoreksia, mual, muntah. 1,4
Hepar : enzim-enzim hati, dan sesekali terjadi nekrosis
hati

Olanzapin :
berat badan dan gangguan metabolic (hiperglikemia,
dan hiperlipidemia).1
Dosis dan Sediaan
Nama Obat Dosis Anjuran Sediaan

Litium Karbonat 250-500 mg/hari tablet 200 mg, 300 mg, 400 mg, 500mg

Asam Valproat 3 x 250 mg/hari Syrup 250 mg/5 ml

Olanzapin 10-20 mg/hari tablet 5-10 mg, vial 10 mg


Kesimpulan
Antimania atau mood stabilizer adalah obat yang
kerjanya terutama mencegah naik turunnya mood
pada pasien gangguan bipolar (sindrom manic-
depresi).1
Pasien dengan gangguan bipolar tidak dapat
disembuhkan, namun dapat diobati dengan efektif
dengan pengobatan jangka panjang.3
Obat mood Stabilizer :
litium karbonat
Antikonvulsan (Karbamazepin, Asam Valproat)
antipsikosis atipikal (olanzapin)
Daftar Pustaka
1. Farmakologi dan terapi. Edisi ke 5. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2008
2. Bipolar disorderHealth Center. Diambil dari :
http://www.webmd.com/bipolar-disorder/guide/bipolar-disorder-
overview-facts.
3. Bipolar Disorder. Diambil dari :
http://www.nimh.nih.gov/health/topics/bipolar-
disorder/index.shtml.
4. Mental Health Medications. Diambil dari :
http://www.nimh.nih.gov/health/publications/mental-health-
medications/nimh-mental-health-medications.pdf.
5. Maslim,R. Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik.
Edisi ketiga. Jakarta: Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK-Unika Atma
Jaya. 2007.
6. Kamus Saku Kedokteran Dorland. Edisi 25. Jakarta : Penerbit buku
kedokteran EGC. 1998