Anda di halaman 1dari 22

Presented by

Prasetyo Widyo Iswara, S.E., M.A.


TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menjelaskan pengertian tentang persediaan.
2. Menjelaskan karakteristik persediaan.
3. Mencatat persediaan dengan periodic inventory
System.
4. Mencatat persediaan dengan perpetual inventory
System.
5. Menghitung harga pokok persediaan dengan
metode FIFO, LIFO, Average.
6. Penilaian terhadap persediaan selain pendekatan
harga pokok persediaan
Persediaan Barang Dagangan
Barang-barang yang dimiliki untuk dijual dalam
kegiatan normal perusahaan.

---- Wibowo dan Abubakar -----


Karakteristik Persediaan
1. Barang tersebut dijual kepada konsumen selama
periode kegiatan normal perusahaan.
2. Sistem pencatatan persediaan menggunakan 2
metode yaitu: sistem persediaan periodik dan sistem
persediaan perpetual.
3. Penilaian persediaan menggunakan 2 cara penilaian
yaitu dengan pendekatan arus harga pokok, dan
selain arus harga pokok.
4. Persediaan akhir dilaporkan dalam neraca sebagai
aktiva lancar.
Karakteristik Persediaan
5. Persediaan yang dimiliki perusahaan pada awal
suatu periode akuntansi disebut persediaan awal.
6. Persediaan yang dimiliki perusahaan pada akhir
suatu periode akuntansi disebut persediaan akhir.
7. Persediaan akhir suatu periode akan menjadi
persediaan awal periode akuntansi berikutnya.
Metode Periodic Inventory System
Pada akhir periode akuntansi dengan menggunakan
sistem pencatatan periodik harus melakukan
pengecekan fisik terhadap persediaan dengan cara
mengukur dan menghitung berapa jumlah barang yang
ada di gudang.
Metode Periodic Inventory System
Mencatat transaksi pembelian secara kredit :
Pembelian XXXX
Utang usaha XXXX
Mencatat transaksi penjualan secara kredit :
Piutang usaha XXXX
Penjualan XXXX
Metode Perpetual System
Sistem pencatatan perpetual selalu membuat catatan
setiap terjadinya mutasi persediaan (pembelian,
penjualan, ataupun retur).
Metode Perpetual System
Mencatat transaksi pembelian secara kredit :
Pembelian XXXX
Utang usaha XXXX
Mencatat transaksi penjualan secara kredit :
Piutang usaha XXXX
Penjualan XXXX
Harga Pokok Penjualan XXXX
Persediaan XXXX
Penilaian Persediaan
1. FIFO
Sistem Periodik 2. LIFO
3. Average

Pendekatan Harga Pokok Penjualan

1. FIFO
Sistem Perpetual
2. LIFO
Penilaian 3. Average
Persediaan

1. Low cost of market


Selain Pendekatan Harga Pokok Penjualan 2. Gross profit method
3. Retail method
Harga Pokok Persediaan
(Metode FIFO)
o Metode ini menyatakan bahwa persediaan dengan
nilai perolehan pertama masuk akan dijual terlebih
dahulu, sehingga persediaan akhir dinilai dengan nilai
perolehan persediaan yang terakhir masuk (dibeli).
o Metode ini cenderung menghasilkan persediaan yang
nilainya tinggi dan berdampak pada nilai aktiva
perusahaan.
Harga Pokok Persediaan
(Metode LIFO)
Metode ini menyatakan bahwa persediaan dengan
nilai perolehan terakhir masuk akan dijual terlebih
dahulu, sehingga persediaan akhir dinilai dan
dilaporkan berdasarkan nilai perolehan persediaan
yang pertama masuk (dibeli).
Metode ini menghasilkan nilai persediaan akhir yang
rendah dan berdampak pada nilai aktiva perusahaan
yang rendah.
Harga Pokok Persediaan
(Metode rata-rata tertimbang)
o Metode ini persediaan akhir akan menghasilkan nilai
antara nilai persediaan FIFO method dan nilai
persediaan LIFO method.
o Metode ini juga akan berdampak pada nilai harga
pokok penjualan dan laba kotor.
Retail Method
(Metode Eceran)
o Metode ini menilai persediaan akhir dengan cara
menghitung terlebih dahulu nilai persediaan akhir
berdasarkan eceran.
o Nilai persediaan akhir dengan harga pokok akan
diketahui dengan cara menghitung sebagai berikut :
Persediaan akhir =
Barang sedia dijual menurut harga pokok x Persediaan akhir menurut eceran
Barang sedia dijual menurut harga eceran
Gross Profit method
(Metode laba kotor)
o Metode ini penilaian persediaan bersifat estimasi.
o Penilaian persediaan mendasarkan pada persentase
laba kotor perusahaan tahun berjalan atau rata-rata
selama beberapa tahun.
Low Cost of Market (Harga terendah
antara harga pokok dan harga pasar)
o Metode ini diterapkan dalam kondisi persediaan tidak
normal.
o Metode ini membandingkan nilai yang lebih rendah
antara nilai pasar dan nilai perolehan. Nilai pasar yang
dipilih harus dibatasi.
TERIMA KASIH