Anda di halaman 1dari 10

1.

Pe nger tian S i stem Tra nspor t asi

Sistem adalah gabungan beberapa kom-


ponen atau objek yang saling berkaitan dalam
suatu tatanan yang berstruktur

Transportasi adalah kegiatan pemindahan


penumpang dan atau barang dari satu tempat ke
tempat lain

Sistem transportasi adalah merupakan suatu bentuk


keterkaitan antara penumpang dan atau barang, prasarana
dan sarana yang berinteraksi dalam rangka perpindahan
orang dan atau barang yang tercakup dalam suatu tatanan ,
baik secara alami maupun buatan/rekayasa

Dalam perspektif lain, Sistem transportasi dapat ditinjau secara


makro (menyeluruh) yang dapat dipecah menjadi beberapa
subsistem (sistem transportasi mikro) dimana masing-masing sistem
mikro tersebut saling terkait dan saling mempengaruhi
SISTEM KEGIATAN SISTEM JARINGAN

SISTEM PERGERAKAN

SISTEM KELEMBAGAAN

Gambar Sistem Transportasi Makro


AKTIFITAS: BUTUH LAHAN:
BELAJAR INTERAKSI SEKOLAH
BEKERJA SK SJ KANTOR
BELANJA SP PASAR

DEPHUB
(DARAT, LAUT,
UDARA) & BM
SK SJ

BAPPENAS,
SP
BAPPEDA, BANGDA &
PEMDA DLLAJR, ORGANDA,
POLANTAS
Konsep Tenaga Kuda (Horse Power)
Ukuran yang menyatakan besarnya tenaga yang diperlukan untuk
menggerakkan suatu benda sejauh jarak tertentu dalam satuan
waktu tertentu yang dibandingkan dengan kekuatan tenaga kuda
Tenaga Tenaga Tenaga
Manusia Mesin Bakar Mesin
dan Hewan J ET

Tenaga
Mesin
Uap Tenaga
Mesin
Listrik
MOBIL
PESAWAT
KERETA UDARA
API

KAPAL
AIR

Mesin akan menggerak


kan torak kemudian Pergerakan yang terjadi
pada arah 3 dimensi
menyalurkannya ke sumbu
diatur oleh sayap dan
roda melalui sumbu bilah kemudi
penggerak

Baling-baling digerakkan oleh mesin, ada juga


digerakan dgn bantuan angin dengan menggu-
Perputaran roda diakibatkan adanya tenaga uap nakan layar atau dayung tenaga manusia
yang mendorong torak dan selanjutnya mendorong
batang penyambung penggerak roda
JARINGAN
GRID JARINGAN
MODIFIKASI
RADIAL

JARINGAN JARINGAN
RADIAL TERITORIAL
Trunk Route, yaitu rute dengan beban pelayanan yang paling tinggi, karena tingkat
demand yang harus dilayani sangat tinggi, baik pada waktu jam sibuk maupun bukan
jam sibuk

Principal Route, Rute ini mempunyai karakteristik pelayanan yang hampir sama
dengan trunk route, hanya saja di sini bus yang dioperasikan tidak sampai larut malam,
hanya sampai jam 8 atau 10 malam

Secondary Route, merupakan rute yang dioperasikan angkutan umum


selama kurang dari 15 jam perharinya, misalnya jam 6.00 pagi sampai jam
20.00 malam
Branch Route, Merupakan rute yang berfungsi untuk menghubungkan trunk route
ataupun principal routes dengan daerah-daerah pusat aktivitas lainnya, seperti sub
kota ataupun pusat pertokoan lain

Local Route, Merupakan rute yang melayani suatu daerah tertentu yang luasnya
relatif kecil untuk selanjutnya dihubungkan dengan rute lainnya dengan klasifikasi yang
lebih tinggi

Feeder Route, Merupakan local routes yang khusus melayani daerah


tertentu dengan trunk routes, principal routes ataupun secondary routes

Double Feeder Route, Rute tipe ini pada dasarnya sama dengan feeder routes, tetapi
dia dapat melayani 2 (dua) trunk routes sekaligus, yaitu menghubungkan kedua trunk
routes pada kedua ujungnya
Dasar-Dasar Transportasi By: J. Patunrangi