Anda di halaman 1dari 22

AJ2 B19

R. HESEA ROCHMATILLAH 131611123047


TRI RETNO WIDIANINGRUM 131611123048
GALIH ADHI WICAKSONO 131611123049
GALUH RACHMAWATI GINARTA PUTRI 131611123050
SILVIA LUSIANA SUWANDI 131611123051
GETRUDIS FRANSISKA DIAZ 131611123052
ANIQ DINI KARIMAH 131611123053
DESSY WULANDARI SURYANINDRA 131611123054
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2016
Askep preoperatif
Seraingkaian tindakan
keperawatan yang difokuskan
pada fase sebelum pasien
menjalani operasi
Fase Perioperatif
Preoperatif
Peran perawat dimulai ketika keputusan untuk intervensi bedah
1 dibuat dan berakhir ketika pasien ke meja operasi

Intraoperatif
Dimulai ketika pasien masuk atau dipindahkan ke bagian bedah
2 dan berakhir saat pasien dipindahkan ke ruang pemulihan.

Pascaoperatif
Dimulai dengan masuknya pasien ke ruang pemulihan dan
3 berakhir dengan evaluasi tindak lanjut.
Penting untuk dipahami perawat

Jenis Operasi
yang akan Obat-obatan Keadaan
Keadaan fisik
dihadapi oleh Premedikasi mental/psikologi
pasien
Askep Preoperatif sangat
dipengaruhi oleh jenis
operasi yang telah
diputuskan oleh tim dokter
Tindakan pembedahan dapat diklasifikasikan menjadi 5 tingkatan
Pasien mengalami gangguan yang mengancam nyawa. Dilakukan pembedahan tanpa di tunda.
Contoh: perdarahan hebat, obstruksi kandung kemih atau usus, fraktur tulang tengkorak, luka
Emergency tembak atau tusuk, luka bakar sanagat luas.

Pasien membutuhkan perhatian segera. Pembedahan dapat dilakukan dalam 24-30 jam.
Contoh: infeksi kandung kemih akut, batu ginjal atau batu pada uretra.
Urgen

Pembedahan dapat direncanakan dalam bebeapa minggu atau bulan. Contoh: Hiperplasia
prostat tanpa obstruksi kandung kemih. Gangguan tyroid, katarak.
Diperlukan

Pasien harus dioperasi ketika diperlukan. Bila tidak dilakukan pembedahan maka tidak terlalu
membahayakan. Contoh: perbaikan Scar, hernia sederhana, perbaikan vaginal.
Elektif

Keputusan pembedahan diserahkan sepenuhnya pada pasien. Merupakan pilihan pribadi dan
biasanya terkait dengan estetika. Contoh: bedah kosmetik.
Pilihan
Sedangkan menurut faktor resikonya, tindakan
pembedahan di bagi menjadi

Menimbulkan trauma fisik


yang minimal dengan resiko
Minor kerusakan yang minim.
Contoh : incisi dan drainage
kandung kemih, sirkumsisi

Menimbulkan trauma fisik


yang luas, resiko kematian
Mayor sangat serius. Contoh : Total
abdominal histerektomi,
reseksi colon, dll.
ASA Status fisik Mortality (%)
grade

I Tidak ada gangguan organik, biokimia dan psikiatri. Misal: penderita 0,05
dengan herinia ingunalis tanpa kelainan lain, orang tua sehat, bayi muda
yang sehat
II Gangguan sistemik ringan sampai sedang yang bukan diseababkan oleh 0,4
penyakit yang akan dibedah. Misal: penderita dengan obesitas, penderita
dengan bronkitis dan penderita dengan diabetes mellitus ringan yang
akan mengalami appendiktomi

III Penyakit sistemik berat; misalnya penderita diabetes mellitus dengan 4,5
komplikasi pembuluh darah dan datang dengan appendisitis akut.

IV Penyakit/gangguan sistemik berat yang menbahayakan jiwa yang tidak 25


selalu dapat diperbaiki dengan pembedahan, misalnya : insufisiensi
koroner atau infark miokard
V Keadaan terminal dengan kemungkinan hidup kecil, pembedahan 50
dilakukan sebagai pilihan terakhir. Misal: penderita syok berat karena
perdarahan akibat kehamilan di luar rahim pecah.
Prioritas pada prosedur pembedahan yang utama
adalah informed consent yaitu pernyataan persetujuan
pasien dan keluarga tentang tindakan yang akan
dilakukan
Baik pasien maupun keluarganya harus menyadari
bahwa tindakan medis / operasi sekecil apapun
mempunyai resiko.
Berguna untuk mencegah ketidaktahuan pasien tentang
prosedur yang akan dilaksanakan
Juga menjaga rumah sakit dan petugas kesehatan dari
tuntutan hukum.
Hal-hal yang harus disampaikan dalam inform consent

1. Penjelasan yang jelas dan sederhana tentang tindakan bedah apa


yang akan dilkukan.
2. Informasikan pasien tentang alternatif-alternatif yang ada.
3. Jelaskan kemungkinan resiko saat dan sesudah pembedahan
4. Jelaskan perubahan bentuk tubuh yang akan terjadi
5. Jelaskan kemungkinan dapat menimbulkan kecacatan fisik
6. Jelaskan kemungkinan komplikasi yang akan muncul akibat
pembedahan
7. Jelaskan prediksi yang akan terjadi pada periode pascaoperatif
awal dan lanjut
Informed consent dikatakan sah
1. Pasien secara pribadi menandatangani consent
tersebut jika telah mencapai usia legal dan mampu
secara mental
2. Pasien dibawah umur , atau tidak sadar atau tidak
kompeten, izin harus didapat dari anggota keluarga yang
bertanggung jawab atau wali yang sah.
Persipan Mental

Persiapan mental merupakan hal yang tidak kalah


pentingnya dalam proses persiapan operasi karena
mental pasien yang tidak siap atau labil dapat
berpengaruh terhadap kondisi fisiknya.
Contoh perubahan fisiologis yang muncul akibat
kecemasan/ketakutan

Pasien dengan riwayat hipertensi jika mengalami


kecemasan sebelum operasi dapat mengakibatkan sulit
tidur dan tekanan darahnya akan meningkat sehingga
operasi bisa dibatalkan.
Pasien wanita yang terlalu cemas menghadapi operasi
dapat mengalami menstruasi lebih cepat dari biasanya,
sehingga operasi terpaksa harus ditunda
Perawat perlu mengkaji hal-hal yang bisa
digunakan untuk membantu pasien dalam
menghadapi masalah ketakutan dan
kecemasan, seperti adanya orang terdekat,
tingkat perkembangan pasien, faktor
pendukung/support system.
Persiapan Fisik
Status kesehatan fisik secara umum
Status Nutrisi
Keseimbangan cairan dan elektrolit
Kebersihan lambung dan kolon
Pencukuran daerah operasi
Personal Hygine
Pengosongan kandung kemih
Melepaskan perhiasan
Melepaskan alat bantu dengar, lensa, gigi palsu
Ajarkan latihan-latihan yang harus dilakukan
sebelum operasi yang kemungkinan akan
dijalankan setalah operasi, seperti : latihan
nafas dalam, batuk efektif, ROM
Pemeriksaan penunjang

Radiologi dan diagnostik, seperti : Foto thoraks, abdomen, foto tulang (daerah
fraktur), USG, CT scan, MRI, BNO-IVP, Renogram, Cystoscopy, Mammografi, Colon in
Loop, ECG, ECHO, Electro Enchephalo Grafi, dll.
Pemeriksaan Laboratorium: hemoglobin, leukosit, limfosit, laju enap darah, jumlah
trombosit, protein total (albumin dan globulin), elektrolit (kalium, natrium, dan
chlorida), CT BT, ureum kretinin, BUN, dll.
Biopsi/ pengambilan bahan jaringan tubuh untuk memastikan penyakit pasien
sebelum operasi. Biopsi biasanya dilakukan untuk memastikan apakah ada tumor
ganas/jinak atau hanya berupa infeksi kronis saja.
Pemeriksaan Kadar Gula Darah
OBAT-OBATAN PRE MEDIKASI

Sebelum operasi dilakukan pasien akan diberikan obat


permedikasi untuk memberikan kesempatan pasien
mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Salah satunya
valium atau diazepam.
Antibiotik profilaksis biasanya di berikan sebelum pasien di
operasi. profilaksis diberikan tujuannya untuk mencegah
infeksi selama tindakan operasi, biasanya di berikan 1-2 jam
sebelum operasi dimulai dan dilanjutkan pasca operasi 2- 3
kali. Contohnya ceftriakson
Masalah Keperawatan

1. Ansietas berhubungan dengan kurangnya


pengalaman praoperatif
2. Kurang pengetahuan mengenai prosedur dan
protokol praoperatif berhubungan dengan
kurangnya pengalaman praoperatif
3. Gangguan pola tidur berhubungan dengan
ketakutan menjelang operasi
Pengiriman pasien operasi
1. Pada setiap awal shift, pastikan berapa jumlah pasien dan
jam masing-masing pasien yang akan menjalani opersi
2. Konfirmasi kepada kamar operasi jadwal pelaksanaan
operasi
3. Cek ulang kelengkapan & persiapan yang dibutuhkan
untuk tindakan operasi
4. Satu jam sebelum jadwal operasi telpon ke kamar operasi
untuk konfirmasi ulang tentang jadwal operasi.
5. Beritahu pasien jadwal operasi dan jam pengantaran ke
kamar operasi.
6. Kirim pasien ke kamar operasi setengah jam sebelum
jadwal operasi.