Anda di halaman 1dari 22

DESIMINASI AWAL

PRAKTIK PROFESI
KEPERAWATAN GERONTIK
DI UPT PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA
PASURUAN
PERIODE I (5-16 SEPTEMBER 2016)

MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA


Distribusi Frekuensi Lansia Wisma
Kelolaan di UPT PSLU Pasuruan 6-7
September 2016
Wisma Cendana Wisma Kenanga Wisma Dahlia Wisma Melati

23%
32%

23%
22%

Lansia yang tinggal di wisma kelolaan di UPT PSLU


Pasuruan di wisma Cendana sebagian kecil (32,3%)
sejumlah 10 orang.
Distribusi Frekuensi Lansia berdasarkan Jenis Kelamin
di Wisma Kelolaan UPT PSLU Pasuruan
Laki-laki Perempuan

23%

77%

Lansia yang tinggal di wisma kelolaan di UPT PSLU


Pasuruan sebagian besar berjenis kelamin
perempuan (77,4%) sejumlah 24 orang.
Distribusi Frekuensi Lansia Berdasarkan
Usia Menurut WHO di Wisma Kelolaan
UPT PSLU Pasuruan
Usia 55-64 tahun Usia 65-70 tahun Usia > 71 tahun

29% 26%

45%

lansia yang tinggal di wisma kelolan UPT PSLU


Pasuruan sebagian berada pada rentang usia
Elderly (65-70 tahun) sejumlah 14 lansia (45,2%).
Distribusi Frekuensi Lansia
Berdasarkan Agama yang dianut di
Wisma Kelolaan UPT PSLU Pasuruan
Islam Protestan Khatolik Hindu Budha
7% 3%0% 0%

90%

Hampir seluruh lansia yang tinggal di wisma


kelolaan di UPT PSLU Pasuruan beragama
Islam sejumlah 28 lansia (90,3%).
Distribusi Frekuensi Lansia
Berdasarkan Lama Tinggal di Wisma
Kelolaan di UPT PSLU Pasuruan
< 1 tahun 1-5 tahun > 5 tahun

16%
32%

52%

Sebagian lansia di wisma kelolaan di UPT


PSLU Pasuruan tinggal selama 1-5 tahun
sejumlah 16 lansia (51,6%).
Distribusi Frekuensi Tingkat
Kemandirian Berdasarkan Indeks
Barthel pada Lansia di wisma
kelolaan di UPT PSLU Pasuruan
Total Berat Sedang Ringan Mandiri
0% 3%

23%

68% 6%

hasil pengukuran Indeks Barthel terhadap


lansia di wisma kelolaan, sebagian besar
lansia mandiri dalam melakukan aktifitas
sehari-hari sejumlah21 lansia (67.7%).
Distribusi Frekuensi Status Nutrisi
pada Lansia Berdasarkan American
Dietetic Association and National
Council on The Aging (2001) di wisma
kelolaan di UPT PSLU Pasuruan
Good Moderate High
19% 16%

65%

Hasil dari pengukuran status nutrisi terhadap


lansia kelolaan, sebagian besar lansia berada
pada status nutrisi moderate sejumlah 20
lansia (64.5%).
Distribusi Frekuensi Aspek Kognitif
berdasarkan MMSE pada Lansia di
wisma kelolaan di UPT PSLU
Pasuruan
Tidak ada gangguan Gangguan kognitif sedang Kognitif berat
0%

19%

81%

Hasil dari pengukuran MMSE terhadap


lansia kelolaan, hampir seluruh 25 lansia
(81%) tidak mengalami gangguan kognitif.
Distribusi Frekuensi Tingkat
Keseimbangan Berdasarkan Time Up
Go Test pada Lansia di wisma
kelolaan UPT PSLU Pasuruan
Resiko tinggi jatuh

Diperkirakan jatuh
dalam kurun waktu 6
bulan
Diperkirakan
membutuhkan bantuan
dalam ADL

hasil pengukuran tingkat keseimbangan lansia di


wisma kelolaan, hampir seluruh mempunyai resiko
jatuh tinggi sejumlah 25 lansia (80.7%).
Distribusi Frekuensi Tingkat
Keseimbangan Berdasarkan The
Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI)
pada Lansia di wisma kelolaan di
UPT PSLU Pasuruan
Kualitas Baik Kualitas buruk

23%

77%

hasil pengukuran tingkat kualitas tidur lansia di


wisma kelolaan, sebagian besar mempunyai
kualitas tidur baik sejumlah 24 lansia (77.4%).
Distribusi Frekuensi Penyakit yang
dialami Lansia di UPT PSLU Pasuruan
Frekuensi Prosentase
23

12

6
3 3 2 1 1 2 1 1 2 1 1 2 1 2
74.20%
9.70% 38.70%
9.70% 1 31.20%
3.20% 31.20%
6.50%
3.20% 19.40%
3.20% 6.50%
3.20% 6.50%
3.20% 3.20% 6.50%
3.20% 6.50%
3.20%

Hasil pengkajian menunjukkan bahwa lansia


sebagian besar mempunyai penyakit Hipertensi
sejumlah 23 orang (74,2%)
Data Kesehatan Pertahun
Jumlah kematian
Pada bulan Juni s/d Agustus 2016, jumlah
lansia yang meninggal dunia adalah 3
orang.
Jumlah kesakitan
Pada tanggal pengkajian 6-7 September,
jumlah kesakitan lansia di UPT PSLU
Pasuruan dilihat di ruang perawatan
khusus adalah 14 lansia.
Data Keluar Masuk Lansia di UPT
PSLU Pasuruan Bulan Juli-
Agustus Tahun 2016

Keluar melarikan diri : 0 orang


Diambil keluarga : 0 orang
Kembali ke Liponsos asal : 0 orang
Masuk : 9 orang
Masalah keperawatan pada
Lansia di UPT PSLU Pasuruan
Tahun 2016
Kerusakan memori
Risiko Nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
Defisit Perawatan Diri
Resiko Cidera
Nyeri akut
Hambatan interaksi sosial
Distress spiritual
Lanjutan
Defisiensi pengetahuan
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Risiko Infeksi
Gangguan Pola tidur
Koping Individu Inefektif
Bersihan Jalan Nafas
Intoleransi Aktivitas
Hambatan mobilitas fisik
Kerusakan Intergitas Kulit
Identifikasi Masalah
Dari seluruh penghuni Panti lansia
wanita sekitar 15 orang yang
mengikuti pengajian wanita di
Kenanga
Kondisi masjid yang sedang dalam
masa perbaikan menghambat
beberapa kegiatan lansia seperti shalat
berjamaah, banyak lansia yang tidak
menjalankan ibadah shalat 5 waktu di
wisma masing-masing.
Lanjutan
Kegiatan kajian umum yang diikuti
lansia sudah mendapatkan
pendalaman iman dengan metode
ceramah satu arah, tetapi belum
interpersonal sehingga kesulitan
berbagi pengalaman hidupnya.
Hampir seluruh lansia memiliki risiko
tinggi jatuh sejumlah 25 orang (80,7%)
lansia dari 31 lansia wisma Cendana,
Kenanga, Dahlia, dan Melati.
Rutinitas yang monoton menyebabkan
lansia merasa bosan
Lanjutan
Kebersihan tempat tidur klien yang kurang
dijaga.
Sebagian kecil lansia mengeluh nyeri pada
persendian sejumlah 12 (38,7%) dari 31
(100%) lansia di wisma Cendana, Kenanga,
Dahlia, dan Melati.
Sebagian besar lansia mengalami hipertensi
sejumlah 23 (74.2%) lansia dari 31 lansia
(100%)
Makanan yang disediakan oleh pihak UPT
belum sesuai dengan panduan diit klien sesuai
penyakit yang diderita. Dari 31 Lansia kelolaan
yang dirawat, 23 (74.2%) mengalami
hipertensi, 6 (19.4%) artritis dan 6 (19.4%)
dengan diabetes mellitus.
Lanjutan
Dari 107 penghuni panti hanya sekitar
25 orang yang mengikuti kegiatan
senam, baik dikarenakan kondisi fisik
maupun kemauan yang kurang.
Kegiatan keterampilan yang biasanya
dilakukan di hari Rabu/Kamis sekarang
cukup jarang dilakukan.
Penghuni UPT kurang melakukan
kegiatan rekreasi, seperti kegiatan
paduan suara yang biasanya dilakukan
kini sudah jarang dilakukan.
RENCANA KEGIATAN
(PLAN OF ACTION)
TERIMA KASIH