Anda di halaman 1dari 40

2

3
1
2
LAPORAN KEUANGAN
PEMERINTAH
(PERTEMUAN KE-3)
NAMA KELOMPOK 5:

Ni Made Sintya Surya Dewi (1206305008)


Ni Wayan Yoshi Antari (1206305019)
A A A Uccahati Warapsari (1206305036)
Ni Wayan Sri Arthini (1206305037)
I A Md. Dwiki Paramitha (1206305041)
LAPORAN KEUANGAN
PEMERINTAH
BASIS AKUNTANSI
TUJUAN LAPORAN PERSAMAAN
DAN PERIODE
KEUANGAN AKUNTANSI
PELAPORAN
PEMERINTAH PEMERINTAHAN
PEMERINTAH

IDENTIFIKASI DAN JENIS JENIS


PENANGGUNG LAPORAN
JAWAB LAPORAN KEUANGAN
KEUANGAN PEMERINTAH
TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
PEMERINTAH
Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan
Tujuan umum
khusus

tujuan pelaporan keuangan pemerintah adalah


untuk menyajikan informasi
menyajikan informasi yang
mengenai berguna
posisi keuangan,untuk
realisasi
anggaran, arus kas, dn kinerja keuangan suatu entitas pelaporan
pengambilan keputusan dan untuk menunjukkan
yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan
akuntabilitas entitas
mengevaluasi pelaporan
keputusan atasalokasi
mengenai sumber daya
sumber daya
yang dipercayakan kepadanya
BASIS AKUNTANSI DAN PERIODE PELAPORAN
PEMERINTAH
Penggunaan Basis Akuntansi

BASIS KAS Basis kas adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh
transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas
diterima atau dibayar

BASIS basis akuntansi yang mengakui pengaruh dan transaksi


AKRUAL peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu
terjadi, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas
diterima atau di bayar.
PERIODE PELAPORAN
Laporan keuangan disajikan sekurang-kurangnya sekali dalam setahun.
Dalam situasi tertentu, tanggal laporan suatu entitas berubah dan laporan
keuangan tahunan disajikan dengan suatu periode yang lebih panjang atau
lebih pendek dari satu tahun, entitas pelaporan mengungkapkan informasi
berikut :
Alasan penggunaan periode pelaporan tidak satu tahun
Fakta bahwa jumlah-jumlah komparatif untuk laporan tertentu seperti arus
kas dan catatan-catatan terkait tidak dapat diperbandingkan
PERSAMAAN AKUNTANSI
PEMERINTAHAN
PERSAMAAN AKUNTANSI PEMERINTAHAN

Proses pencatatan, penggolongan dan peringkasan transaksi dalam


akuntansi menggunakan sistem berpasangan (double entry), artinya
pencatatan (penjurnalan) suatu transaksi keuangan digolongkan/ atau
melibatkan minimal ke dalam dua jenis rekening

PERSAMAAN AKUNTANSI
PEMERINTAHAN

LAPORAN
REALISASI NERACA
ANGGARAN
NERACA

AKUNTANSI KOMERSIAL AKUNTANSI PEMERINTAHAN


ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS DANA

ekuitas dana
selisih antara aset dan utang dan ekuitas
adalah ekuitas yang ekuitas dana tidak
menunjukkan adanya menunjukkan adanya
kepemilikan antara kepemilikan siapa pun karena
perusahaan tersebut oleh memang tidak ada
pemegang sahamnya kepemilikan yang bisa diakui.
Teknik
teknik
akuntansi akuntansi
pemerintah dana
an

Akuntansi dana dengan


system dana tunggal. Akuntansi dana memandang
Artinya, seluruh sumber bahwa sumber daya atau
daya yang dimiliki kekayaan yang digambarkan
pemerintah merupakan dalam neraca tidak ada
kekeayaan yang memiliki kepemilikannya dan tidak
batasan penggunaan, yaitu digunakan untuk mencari
untuk mewujudkan visi, keuntungan, melainkan
misi, dan tujuan sebuah kekayaan yang
pemerintah. dibatasi (restricted) pada
sebuah tujuan atau misi
tertentu
Laporan Realisasi
Anggaran (LRA) P B = S atau D

PB=S
Keterangan: P>B

PB=D
P = Pendapatan Daerah P<B
B = Belanja Daerah
S = Surplus
D = Defisit

Surplus dialokasikan ke Pembiayaan


Defisit ditutupi dari Pembiayaan
berupa Pengeluaran Daerah (PK).
berupa Penerimaan Daerah (PT),
Artinya jika terjadi Surplus, alokasi
artinya penutupan Defisit mengurangi
Surplus tersebut menambah
Pembiayaan berupa Penerimaan
Pembiayaan berupa Pengeluaran
Daerah (PT).
Daerah (+PK).
IDENTIFIKASI DAN PENANGGUNG JAWAB
LAPORAN KEUANGAN
Identifikasi Laporan Keuangan

1. Nama entitas pelaporan atau sarana identifikasi lainnya


2. Cakupan laporan keuangan, apakah satu entitas tunggal
atau konsolidasian dari beberapa entitas pelaporan
3. Tanggal pelaporan atau periode yang dicakup oleh
laporan keuangan, yang sesuai dengan komponen-
komponen laporan keuangan
4. Mata uang pelaporan
5. Tingkat ketepanan yang digunakan dalam penyajian
angka-angka pada laporan keuangan
Penanggung jawab laporan keuangan

PIMPINAN ENTITAS
JENIS JENIS LAPORAN KEUANGAN
PEMERINTAH

Laporan
Realisasi Neraca
Anggaran (LAK)

Catatan Atas
Laporan Arus
Laporan
Kas
Keuangan (CaLK)
mengungkapkan kegiatan ikhtisar sumber, alokasi dan
keuangan pemerintah penggunaan sumber daya
pusat/daerah ekonomi

perbandingan antara anggaran dengan


realisasinya dalam satu periode pelaporan
Pendapatan semua penerimaan Rekening Kas Umum Negara/Daerah
yang menambah ekuitas dana lancar
Belanja semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum
Negara/Daerah yang mengurangi ekuitas dana lancar
Transfer penerimaan/pengeluaran uang dari suatu entitas pelaporan
dari/kepada entitas pelaporan lain, termasuk dana
perimbangan dan dana bagi hasil.
Surplus/ selisih lebih/kurang antara pendapatan dan belanja selama
deficit satu periode pelaporan.

Pembiayaan setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau


pengeluaran yang akan diterima kembali.
Sisa selisih lebih/kurang antara realisasi penerimaan dan
lebih/kurang pengeluaran APBN/APBD selama satu periode pelaporan.
pembiayaan
anggaran
Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai
aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu.
Aset Lancar diharapkan segera untuk direalisasikan, dipakai, atau dimiliki untuk
dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan,

berupa kas dan setara kas


Aset Investasi Jangka Panjang Investasi Nonpermanen
Nonlancar Aset Tetap Investasi Permanen
Dana Cadangan
Aset lainnya

Kewajiban Jangka Pendek

Kewajiban Jangka Panjang


Pengakuan Aset

diakui pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh


oleh pemerintah dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur
dengan andal.
diakui pada saat diterima atau kepemilikannya dan/atau
kepenguasaannya berpindah.
Pengukuran Aset

1. Kas dicatat sebesar nilai nominal;


2. Investasi jangka pendek dicatat sebesar nilai perolehan;
3. Piutang dicatat sebesar nilai nominal;
4. Persediaan dicatat sebesar:
1) biaya perolehan apabila diperoleh dengan pembelian;
2) biaya standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri;
3) nilai wajar apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti
donasi/rampasan.
Pengakuan Kewajiban

diakui jika besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya


ekonomi akan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban yang ada
sampai saat pelaporan, dan perubahan atas kewajiban tersebut
mempunyai nilai penyelesaian yang dapat diukur dengan andal

Kewajiban diakui pada saat dana pinjaman diterima atau pada saat
kewajiban timbul.

Pengukuran Kewajiban

Suatu entitas pelaporan mengungkapkan, baik dalam Neraca


maupun dalam Catatan atas Laporan Keuangan :
1. ekuitas dana lancar (termasuk sisa lebih pembiayaan
anggaran/saldo anggaran lebih),
2. ekuitas dana investasi,
3. ekuitas dana cadangan.
LAPORAN ARUS KAS

Laporan Arus Kas (LAK) merupakan laporan yang


disusun secara sistematis untuk menyajikan informasi
mengenai penerimaan dan pengeluaran kas melalui kas
umum Negara/kas daerah selama periode tertentu.
Laporan arus kas menggambarkan arus masuk
dan arus keluar kas dan setara kas.
Manfaat laporan arus kas
Dalam paragraph 5,6,7 PSAP 03 mengungkapkan
bahwa Laporan Arus Kas berguna :
a. Sebagai indikator jumlah arus kas di masa yang
akan datang, serta bunga untuk menilai
kecermatan atas taksiran arus kas yang telah
dibuat sebelumnya.
b. Sebagai alat pertanggung jawaban arus kas
masuk dan arus kas keluar selama periode
pelaporan.
c. Memberika informasi yang bermanfaat bagi para
pengguna dalam laporan mengevaluasi
perubahan kekayaan bersih/ekuitas dana suatu
entitas pelaporan dan struktur keuangan
pemerintah (termasuk likuiditas dan solvabilitas).
Bentuk dan struktur
laporan arus kas
Bentu dan struktur Laporan Arus Kas merupakan
kerangka atau acuan dalam penyajian Laporan Arus Kas.
Bentuknya terdiri dari urain berbagai aktivitas yang
disajikan secara stafel diuraikan atas ke bawah.

Struktur Laporan Arus Kas terdiri dari arus masuk dan


keluar kas berbagai aktivitas. Dari arus masuk dan arus
masuk setiap aktivitas akan diperolrh arus kas bersih dari
setiap aktivitas.
Aktivitas yang dijadikan dasar dalam
penyajian Laporan Arus Kas terdiri
dari:
a. Arus kas aktivitas operasi

b. Arus kas aktivitas investasi aset nonkeungan

c. Arus kas aktivitas pembiayaan

d. Arus kas aktivitas


Pelaporan Arus Kas dari Aktivitas Operasi,
Investasi Aset Nonkeuangan, Pembiayaan, dan
Nonanggaran
Entitas pelaporan melaporkan secara terpisah
kelompok utama penerimaan dan pengeluaran kas
bruto dari aktivitas operasi, investasi aset
nonkeuangan, pembiayaan, dan nonanggaran
kecuali pelaporan arus kas bersih dalam hal:
Penerimaan dan pengeluaran kas untuk
kepentingan penerimaan manfaat (benefiticiaries)
arus kas tersebut lebih mencerminkan aktivitas
pihak lain daripada aktivitas pemerintah.
Penerimaan dan pengeluaran kas untuk transaksi-
transaksi yang perputarannya cepat.
Metode penyajian laporan arus kas

Metode Metode
Langsung Tidak
Langsung
Perolehan dan Pelepasan Perusahaan
Negara/Daerah dan Unit Operasi Lainnya

Entitas mengungkapkan seluruh perolehan dan pelepasan


perusahaan negar/daerah dan unit operasi lainnya selama
satu periode. Hal-hal yang diungkapkan adalah :
a. Jumlah harga pembelian atau pelepasan
b. Bagian dari harga pembelian dan pelepasan yang bibayarkan
dengan kas dan setara kas
c. Jumlah kas dan setara kas pada perusahaan Negara/daerah
dan unit operasi lainnya yang diperoleh atau dilepas
d. Jumlah aset dan utang selain kas dan setara kas yang diakui
oleh perusahaan negar/daerah dan unit operasi lainnya yang
diperoleh atau dilepas.
Struktur dan Isi CaLK

Penyajian Ikhtisar Pencapaian Kinerja


Keuangan

Catatan Dasar Penyajian Laporan Keuangan dan


Pengungkapan Kebijakan Akuntansi Keuangan
Atas
Laporan
Kebijakan Akuntansi
Keuangan

Isi Kebijakan Akuntansi

Pengungkapan-Pengungkapan Lainnya
Struktur Dan Isi Calk

1. Informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan dan ekonomi makro, pencapaian


target Undang-undang APBN/Perda APBD

2, Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-kebijakan


akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksi-transaksi dan kejadian-
kejadian penting lainnya

3. Informasi yang diharuskan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan


yang belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.

4. Informasi untuk pos pos asset dan kewajiban yang timbul sehubungan dengan
penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan
penerapan basis kas;

5. Informasi tambahan yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang tidak
disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.
Penyajian Ikhtisar Pencapaian Kinerja
Keuangan

Menguraikan prosedur yang telah


Menguraikan strategi dan disusun dan dijalankan oleh
sumber daya yang manajemen untuk dapat
digunakan untuk mencapai memberikan keyakinan yang
tujuan. beralasan bahwa informasi kinerja
keuangan yang dilaporkan adalah
relevan dan andal.

Memberikan gambaran yang


jelas atas realisasi dan
rencana kinerja keuangan
dalam satu entitas
pelaporan.
Dasar Penyajian Laporan Keuangan dan
Pengungkapan Kebijakan Akuntansi Keuangan

Asumsi
keterukuran
Asumsi dalam satuan
Kemandirian uang
(monetary
measurement).

Asumsi
Kesinambungan
entitas
Kebijakan Akuntansi

Pertimbangan Sehat

Substansi Mengungguli
Bentuk Formal

Materialitas
Isi Kebijakan Akuntansi

Kebijakan akuntansi pada Catatan atas Laporan Keuangan


menjelaskan:
Entitas pelaporan;
Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan
keuangan;
Dasar pengukuran yang digunakan dalam penyusunan laporan
setiap kebijakan akuntansi tertentu yang diperlukan untuk
memahami laporan keuangan.
Pengungkapan-Pengungkapan Lainnya

1. Penggantian manajemen pemerintahan selama tahun berjalan;

2. Kesalahan manajemen terdahulu yang telah dikoreksi oleh manajemen baru;

3. Komitmen atau kontinjensi yang tidak dapat disajikan pada Neraca;

4. Penggabungan atau pemekaran entitas tahun berjalan.

5. Kejadian yang mempunyai dampak sosial, misalnya adanya pemogokan yang


harus ditanggulangi pemerintah.
SESI DISKUSI